Lihat Aku, Buka Hatimu

Lihat Aku, Buka Hatimu
Part 46


__ADS_3

"Maksudnya?" tanya Aileen yang sama sekali tidak mengerti maksud perkataan Vir


Vir menghela nafas, mencoba untuk tidak emosi pada sang istri.


"Aku sudah bilang Eil, beri aku waktu, jangan karena aku sedang belajar menerima hubungan kita lalu kau bisa seenaknya begini. Kau tidak bisa seperti ini dengan menemui Fia dan memintanya untuk menjauhi ku apalagi sampai mengatainya pelakor. Posisi kalian sama, sama-sama terluka karena hubungan ini" Vir marah ketika Fia mengadu padanya bahwa Aileen datang menemuinya.


Aileen tercengang dengan ucapan Vir, ia tidak menyangka jika Fia akan memutar balikkan fakta dan menyudutkan dirinya. Bukan ini yang terjadi, Aileen sama sekali tidak pernah meminta Fia untuk menjauhi Vir, dia juga tidak mengatai Fia pelakor. Malah sebaliknya, Justru yang sebenarnya Fia lah yang mengatai dirinya sebagai pelakor lalu kenapa ia mengadukan sesuatu yang berbanding terbalik dengan Fakta


Aileen menggeleng dengan wajah memelas.


"Aku tidak pernah mengatakan itu Vir, kejadian yg sebenarnya tidak seperti itu, percayalah"


"Sudahlah eil, aku tidak mau mendengar penjelasan mu!! Jika kau tidak sabar seperti ini aku juga lelah Eil, aku hanya meminta sedikit waktu untuk menerima semuanya tapi kau malah mengacaukannya begini.


Aku pikir kau akan mengerti! Lagi pula ini semua terjadi karena keluarga mu, mereka yang membuat kita terjebak dalam hubungan ini!"


Vir mengusap wajahnya kasar, Ia berusaha menahan emosinya agar tidak menyakiti hati Aileen.


Vir melenggang pergi, mungkin lebih baik pergi daripada harus terpancing emosi yang akhirnya akan menyakiti Aileen, ia tidak ingin itu terjadi.


Namun Aileen yang tidak terima difitnah seperti ini berusaha mengejar dan mencoba untuk menjelaskan semuanya.


Aileen melangkah gontai, berusaha mengejar Vir yang sudah hampir ke luar dari rumah.


"Vir dengarkan aku, Aku sama sekali tidak pernah mengatakan itu pada Fia, justru dialah yang mengajak ku bertemu dan mengataiku pelakor!!!" ujar Aileen sedikit berteriak.


Namun Vir tak menghiraukan itu, Ia tetap melangkah menuju mobilnya.


Saat sudah membuka mobil, Vir beralih menatap Aileen "Maaf, malam ini aku tidak bisa makan bersama mu!"


Aileen tersenyum, terlihat jelas ada semburat kecewa yang melekat di wajahnya.


"Aku akan membuktikan pada mu jika pernikahan ini terjadi bukan karena keinginan keluarga ku saja melainkan persetujuan dari pihak keluarga mu juga!!! Aku akan membuktikan itu agar kau berhenti menyalahkan keluarga ku" teriak Aileen pada Vir yang mulai melaju kencang.


Selepas kepergian Vir, Aileen masih berdiri di depan pintu, Ia berusaha menenangkan dirinya, mengatur nafas hingga merasa lebih tenang.


Huhhhh..tenanglah Eil, wanita seperti itu tidak bisa dibiarkan begitu saja!! kau harus membalasnya! Aku akan memperjuangkan apa yang sudah menjadi milik ku! Ternyata kau cukup licik Fia, Aku tidak akan membiarkan mu begitu saja...


Sepertinya Aileen akan berusaha untuk mempertahankan semuanya, Dia akan berjuang tapi tidak dengan cara licik seperti yang Fia lakukan.


Haruskah berjuang? Mengapa tak menyerah saja? Tidak kah ini begitu sulit..? Tapi lihatlah, betapa ia begitu semangat memperjuangkan sebuah hubungan yang begitu melelahkan demi sebuah komitmen konyolnya yang begitu benci dengan sebuah perpisahan. Alasan klise? Mungkin bagi sebagian orang tapi tidak dengan dirinya, Ya karena baginya komitmen yang ia buat juga merupakan sesuatu yang tidak Tuhan sukai. Tuhan pun membenci perceraian lalu kenapa harus bercerai jika sudah ditakdirkan bersama? Tidakkah ini merupakan sebuah takdir yang harus membuat sebagian orang harus sedikit berjuang di tengah cobaan hidup yang selalu melekat ibarat sebuah parasit.


Mungkin saja dia akan berjuang sampai titik darah penghabisan. Ah tapi kedengarannya terlalu berlebihan, bagaimana jika sampai Tuhan berkata menyerah lah.


Sedikit berjuang mungkin tidak masalah, dia akan berusaha melakukan sesuatu secara maksimal, memberi perhatian lebih jika masih begini mungkin perlahan akan menyerah. ya, mungkin akan lebih baik begitu.


"Kami sudah menikah, dan aku istri sahnya! Aku akan mencoba berjuang, kalau pun takdir akhirya berbeda setidaknya aku sudah berjuang"

__ADS_1


Mungkin saja Tuhan ingin melihatnya berjuang karena tidak semua takdir datang dengan kemudahan, sebab ada takdir yang perlu di usahakn, salah satunya mungkin takdir pernikahan mereka ini. Tuhan sudah menyatukan mereka dalam takdir pernikahan, kini keduanya harus berjuang untuk takdir cinta itu.


Aileen menghela nafas, kemudian dengan berat hati langkahnya membawa ia ke ruang makan untuk mengambil handphone nya yang ketinggalan di sana.


Saat melihat hidangan yang sudah tertata di atas meja seketika hatinya berdenyut nyeri mengingat hubungannya dengan Vir yang belakangan ini sudah mulai membaik kembali renggang karena ulah Fia yang menebar Fitnah.


Secepat kilat Aileen menghapus air matanya yang hampir menetes.


Ada yang lebih penting daripada menangis, Air matanya yang tumpah tidak akan bisa membantunya berjuang untuk hubungannya dengan Vir.


Aileen meraih hpnya kemudian menekan sesuatu di sana. Setelah itu, ia Lalu mengemas semua hidangan ke dalam kotak makanan dan memasukkannya ke dalam kantong kresek yang cukup besar.


Setelah selesai ia lalu bergegas ke kamarnya.


Beberapa menit kemudian Aileen sudah kembali dengan pakaian berbeda yang lebih casual.


Ia lalu membawa kotak makanan itu ke dalam mobil dan melaju pergi.


.


.


.


Beberapa menit kemudian, mobil Aileen tiba di suatu tempat yang kelihatan begitu kumuh.


Aileen turun dari mobil sambil menenteng dua kantong kresek yang ia bawa tadi.


Kelihatannya semua orang yang ada di sana cukup mengenal dirinya, tentu saja, karena ia sering mengunjungi tempat ini hanya untuk sekedar berbagi makanan pada mereka.


Aileen memberikan satu persatu kotak makanan pada setiap orang yang ia lalui.


Semua orang yang sudah ia berikan kelihatan senang mendapat makanan.


"Terimakasih nona, anda selalu memberi kami makan" kata seorang wanita paruh baya


Aileen hanya membalas dengan tersenyum ramah sambil terus membagikan makanan pada yang belum kebagian.


Setelah selesai, Ia kembali melajukan mobilnya, namun bukan ke arah rumah, melainkan ke arah yang berbeda.


Sepertinya ia ada urusan lain.


Mobil Aileen berhenti tepat di depan sebuah Cafe yang cukup ramai.


Aileen melangkah gontai, Ia mengedarkan pandangan mencari seseorang yang ingin ditemuinya.


Setelah menemukan yang dicari, Aileen pun berjalan ke arah orang itu.

__ADS_1


Aileen berdiri tepat di sampingnya


Wanita itu mendongak, lalu tersenyum dengan begitu manis ke arah Aileen "Dari raut wajah mu, sepertinya kau dan suami mu baru saja bertengkar ya!" katanya, yang kelihatan begitu bahagia.


Tentu kalian tahu siapa dia, siapa lagi yang berani berbicara seperti itu selain Fia. ya, dia memang Fia.


Ternyata Aileen ke luar malam hanya untuk menemui Fia.


"Aku tidak menyangka ternyata kau selicik itu!" Kata Aileen yang tidak terima atas kelakuan fia


"Ututuu jangan emosi sayang, kau duduk lah dulu, aku akan memesankan mu minuman agar pikiran mu bisa dingin"


"Tidak perlu, aku hanya ke sini ingin mengatakan hubungan ku dan Vir tidak akan hancur begitu saja hanya karena kau memfitnah ku. Setelah menerima fitnah dari mu, tekat ku untuk memperjuangkan pernikahan kami semakin besar, aku tidak akan membiarkan Vir hidup bersama tukang fitnah seperti mu" kata Aileen dengan kilatan amarah di wajahnya.


Ia benci dengan orang tukang fitnah


"Wow" Fia bertapuk tangan riuh, seolah begitu terkesan dengan ucapan Aileen. Padahal ia begitu geram, ingin rasanya ia menjambak rambut Aileen namun ia tidak ingin tangannya dipelintir seperti siang tadi


Sepertinya ia harus bermain licik untuk melawan istri Vir yang sedikit pemberani itu, tidak seperti yang ia pikirkan, ternyata Aileen bukanlah wanita lemah seperti yang terlintas di pikirannya


"Aku senang misi ku berhasil!" tersenyum manis


"Silahkan saja berjuang sesuka hati mu, dan lihat siapa yang akan dipilih Vir, tentu aku karena dia mencintai ku" ucap fia penuh percaya diri.


Mendengar itu, Aileen merasa tertantang, tekadnya untuk bertahan semakin besar apalagi melihat sikap Fia yang seperti ini.


Aileen menatap Fia dengan tatapan yang sulit diartikan


Aku tidak tahu apa alasan ayah dan Ibu menolak mu, tapi melihat ini saja aku sudah yakin kau bukan wanita baik-baik!


"kita lihat saja! Aku istri sahnya, tentu semua akan berpihak kepada ku, bahkan mungkin semesta pun akan ada dibelakang ku sebagai suporter dan memberi dukungan penuh" ucap Aileen tidak kalah percaya dirinya, walaupun ia sendiri tidak yakin dengan ucapannya, Ia hanya tidak ingin Fia memandangnya lemah.


Baginya kalah setelah berjuang itu lebih berharga daripada menyerah tanpa syarat sebelum melakukan apapun.


Setidaknya dia pernah bertahan dan berjuang sebelum akhirnya menyerah karena luka.


____________


Halo guys!!


Jangan lupa beri dukungan kalian ya.! Like, komen dan Vote gitu.. karena itu akan sangat berarti bagi Author biar makin semangat🖤🖤


kalau ada yang mau Visual, langsung folow ig @arsy_la13.


nanti author akan upload visual mereka di sana ya ....


...Happy Reading 🖤...

__ADS_1


__ADS_2