
Ohh Tuhan, yang mana yang harus digunakan? Pakaian ini bukan tipeku, hikkss.. Aileen mengacak-acak Lingerie dan G-string yang tergantung. Ia mengutuki pembuat pakaian laknat itu..
“Hey kalian yang membuat benda ini, dimana pun dan siapapun kalian aku mengutuk kalian semua! Benda ini tak seharusnya ada di bumi. Kalau pun harus, cukup di jadikan lap kotor bukan untuk dikenakan..!” Aileen menghentak-hentakkan kakinya hingga menimbulkan bunyi dari dentuman Highheels yang menyentuh lantai marmer.
“Sun, kenapa lama sekali? Jangan membuat ku marah karena lama menunggu” teriak Vir dari tempat tidur.
Hal itu membuat Aileen buru-buru memilih Lingerie yang akan ia kenakan
“Eh, iya Moon! tunggu sebentar, Aku kesulitan menggunakannya” teriak Aileen mencari alasan, namun ucapannya malah membuat Vir berniat untuk membantu.
“Apa aku harus datang untuk membantumu?"
“Tidak perlu Moon, sebentar lagi aku akan ke luar” setelah itu, tidak ada lagi suara yang terdengar
Aileen pun sudah selesai dengan proses pilih-memilihnya. Ia keluar dengan menggunakan lingerie yang menutup hinga ke pahanya, walaupun begitu bagian dadanya hampir kelihatan seluruhnya.
Lampu kamar sudah padam, hanya ada dua standing lamp yang berdiri di antara sofa yang terletak di dekat jendela yang tertutup gorden (Anggap gordennya tertutup 🤭)
Cahaya temaram membuat kamar bernuansa silver grey yang dipadukan marmer abugold yang membentang sepanjang dinding dari kepala ranjang hingga ke dinding dimana Tv Led terpajang menambah kesan monokrom pada kamar itu.
Vir yang tengah bersandar di kepala ranjang seketika tersenyum saat melihat Aileen perlahan mendekat ke arahnya.
Aileen pun membalas senyuman Vir, pria itu sudah mengganti bajunya mengenakan bathrobe putih yang menampakkan sebagian dadanya.
“Kemarilah Sun, aku samgat merindukan mu” Vir mengubah posisinya dengan duduk yang benar, ia merentangkan tangannya menerima Aileen yang perlahan naik ke ranjang.
Vir melingkarkan kakinya ditubuh Aileen yang ada didepannya. Tak bisa dipungkiri, meskipun masih ada kecanggungan namun Aileen juga begitu menikmati setiap sentuhan itu. Entah sejak kapan, namun iapun mulai terbiasa dengan itu dan selalu merindukannya.
Vir mulai menarik tengku* Ailee dan me*uma*nya secara perlahan, belitan demi belitan mulai bertaut. suara decapa* terdengar menggema di sana.
Aileen mulai melingkarkan tangannya di leher Vir saat tangan suaminya itu mulai mengrayangi tubuhnya melalui celah bagian depan lingerie. Aileen meremas rambut Vir, yang tangannya mulai menjalar dimana-mana.
“Aku mencintaimu.”
“Aku juga mencintai mu, My Moon!”
Deca*an demi deca*an terus bersahutan
Aileen yang tak mau kalah pun mulai menarik tali bathrobe Vir, tidak terbuka sepenuhnya. Aileen lalu menarik bathrobe itu secara kasar dan melemparkannya ke sembarang arag
“kau mulai nakal, sun!” ucap Vir dengan napas terengah.
“Kau juga nakal, Moon!” Mereka saling pandang, menyelami perasaan masing-masing dengan Hati dan pikiran yang dipenuhi cinta satu sama lain.
“Awww...” Aileen merintih kesakitan saat Vir menyesap lehernya dengan begitu kuat. Hal itu membuat Vir menghentikan aksinya.
“Maafkan aku Sun, aku terlalu bergairah” Vir mengusap leher Aileen yang telah memerah.
Aileen menggeleng seraya mengusap lembut wajah suaminya “Moon, pelan-pelan sayang! Bila terlalu keras tidak baik. kapiler (pembuluh darah) bisa pecah. darah akan terganjal hingga menyebabkan pembekuan dan stroke!”
Dengan raut wajah bersalah Vir memeluk istrinya “Itu berbahaya Sun, aku tidak akan melakukannya lagi! Maafkan aku” Vir memeluk erat istrinya, menyatukan tubuh mereka yang sama-sama polos
“Tidak Sayang, hanya akan berbahaya bila terlalu keras!” Aileen mengusap lembut punggung suaminya.
“Tidak Sun, aku tidak ingin menyakiti mu! Aku takut kehilanganmu” Vir memeluk erat tubuh Aileen
Aileen tersenyum dengan tingkah suaminya, Selain posesif tenyata Vir sangat penakut. Takut kehilangan. Pikir Aileen
Aileen memegang bahu suaminya dan menatapnya penuh cinta dan kelembutan
“Kita tidak akan kehilangan siapa-siapa jika seperti ini” Aileen mendaratkan bibirnya pada Vir dengan lembut membuat pria itu tersenyum. Ia senang karena Aileen mulai berinisiatif untuk melakukan itu.
“Ahkk, Sun kau memang sudah nakal” Vir mendorong tubuh Aileen hingga terlentang lalu mulai melancarkan aksinya.
__ADS_1
“Aku tidak akan mengampuni mu Sun! Kita akan mandi keringat bersama..."
Dan terjadilah yang seharusnya terjadi.
...«»...
Setelah melakukan pergulatan beberapa ronde. Vir baring terlentang menghadap langit-langit kamar dengan Aileen yang memeluk tubuhnya dari samping.
“Kita harus mandi Sun” Vir hendak beranjak namun Aileen menahan tangannya
“Aku tidak kuat berjalan Vir, kakiku tremor” ucap Aileen lesu dengan mata terpejam namun tangannya masih melingkar ditubuh Vir yang sedang dalam posisi duduk.
“Tidak perlu khawatir, aku akan menjadi kaki mu saat kau tak bisa berjalan” Vir langsung membawa Aileen ke dalam gendongannya membuat Aileen yang tengah menutup mata terlonjak kaget atas perlakuan suaminya.
Aileen memukuli dada Vir. “Kau selalu mengejutkan ku, Vir”
“Hey diamlah, kita akan jatuh jika kau banyak goyang!” ucap Vir yang mulai meluma* bibir Aileen.
Aileen sama sekali tak menolak ciuman itu, Mereka menuju kamar mandi tanpa sehelai benang yang membungkus tubuh keduanya.
“Astaga Moon, ternyata sudah malam” ucap Aileen saat melihat suasan luar dari jendela kaca yang ada di kamar mandi. Vir meletakkan Aileen di bathtub. kemudian memutar keran air hangat, setelah itu ikut bergabung bersamanya.
“Kita melakukannya dalam durasi yang lama, sampai-sampai tidak menyadari ternyata hari sudah malam” ucap Aileen sambil menuangkan sabun cair dan aroma terapi ke dalam bathup
“Bagaimana, sun. Apa kau bahagia bersamaku?” ucap Vir seraya meneteskaan air ke rambut panjang istrinya.
Aileen mengangguk dengan senyuman mengembang di wajahnya “Tapi kau membuat kaki dan pahaku tremor tak berdaya, hisss!” Cebik Aileen sambil memercikkan air ke wajah tampan suaminya.
“Tapi kau menikmatinya, Sun! Kau mendesah di bawahku” ejek Vir sambil terkekeh saat melihat wajah istrinya yang mulai memerah
“Jangan lupakan dirimu! kau juga mendesah, Vir!”
Posisi yang tadinya saling berhadapan kini menjadi saling rangkul.
“Kita seperti sedang Honeymoon..” Aileen terkekeh geli, sambil memandang pemandangan malam kota dari dalam kamar mandi
“Kita memang sedang Honeymoon Sun, tapi honeymoon di hotel sendiri. Irit dan tidak mengeluarkan budget apapun” Vir juga ikut terkekeh sambil mencium pundak mulus istrinya
“Ternyata kau perhitungan juga, Moon! Tentang saja, jika kau jatuh miskin Aku akan membantu mu membujuk Daddy untuk meminta pinjaman” Aileen tertawa terbahak-bahak sambil menyandarkan kepalanya di dada Vir.
“Ck, kau mendoakan suamimu miskin!” Vir berlagak sok marah “Kalau aku perhitungan aku tidak mungkin membuang uang untuk membelikanmu baju branded dari Italy itu” Vir mendaratkan sentilannya di kening Aileen.
“Hiyaa, moon ini menyakitkan! Kau selalu saja menyakiti ku. Hikkks..” Aileen meringis seolah sedang menangis sungguhan. Membuat Vir merasa bersalah dan kembali memeluknya erat
“Kau boleh memukulku, Sun! Mau pukul dimana, silahkan!” Vir mencondongkan tubuhnya, menyerahkan diri agar Aileen membalas kelakuannya
Aileen tersenyum, sikap Vir yang sekarang benar-benar berbeda. Pria di depannya ini bukan lagi pria arogan yang menyebalkan seperti saat awal pernikahan dulu. Kini pria Arogan itu telah berubah jadi sosok pria penyayang yang rela melakukan apa saja untuk membahagiakan dirinya walaupun terkadang harus dibumbui dengan keposesifan yang tiada duanya. Namun Aileen tetap menerima itu dan bersyukur atas perubahan besar pada suaminya.
“Pukul Aku, Sun!” seru Vir
Aileen tersenyum dan mendaratkan kecupan di bibir suaminya, sungguh manis. Hal itu membuat Vir tersenyum dan kembali memeluk Aileen
“Kenapa tidak memukul ku, Sun?” tanya Vir saat bibirnya menempel sempurna di kepala Aileen
"Aku tidak mungkin menyakiti Hadiah terindah ku yang berwujud manusia ini..” Ucap Aileen sambil menggerakkan sensual jarinya di dada bidang suaminya
Manis sekali! Aku mencintaimu dengan seluruh hidupku My Sunshine...
“Kau juga Hadiah terindahku, Sun! Jelmaan bidadari yang berwujud manusia!”
Vir menundukkan wajahnya mencuri sebuah kecupan dari wajah cantik Istrinya, tangan nakalnya ikut meremas bua* milik Istrinya.
“Ngomong-ngomong tentang hadiah, aku melupakan sesuatu untuk mu” Vir melepaskan kecupannya dan ke luar dari Bathup, Ia berjalan ke arah Shower berdinding kaca lalu memutar keran dan membersihkan sisa busa dari tubuhnya.
__ADS_1
Aileen menelan ludah kasar saat melihat tubuh sempurna suaminya dari luar dinding kaca itu.
Vir mengenakan bathrobe yang tergantung di sana kemudian berdiri di depan cermin besar sambil mengikat tali bathrobe ke tubuhnya. Vir tersenyum saat menyadari Aileen terus menatapnya dari pantulan cermin tanpa berkedip.
“Awas matamu lari, Sun! Bukankah kau tidak punya tenaga untuk mengejarnya” Aileen membuang pandangannya ke arah jendela kaca lalu menyelamkan wajahnya ke dalam bathtub.
“Mau kemana, Moon?” teriak Aileen pada Vir yang berjalan ke luar
“Aku melupakan sesuatu untukmu” ucap Vir tanpa menoleh
“Moon, Aku lapar!” Vir menoleh dengan senyum di wajahnya
“Mau makan apa, biar Aku pesankan!”
“Apa saja, yang penting halal”
Vir hanya tersenyum sambil berlalu dari sana.
Beberapa saat kemudian ia sudah kembali dengan membawa segelas lemon tea dan sebuah kotak hitam di tangannya.
“Moon, kau selalu tahu apa yang aku inginkan” Aileen berbinar saat melihat Vir membawa Lemon tea untuknya
“Tentu, karena kau hidup ku!” Vir menyerahkan lemon tea pada Aileen kemudian melepaskan bathrobe nya lalu kembali bergabung dengan Aileen.
Aileen terkesima, wajahnya memerah saat melihat keperkasaan di tubuh suaminya yang kembali menegang.
Aileen menelan ludah kasar kemudian melempar pandangannya ke sembarang arah. Vir yang menyadari itu hanya tersenyum lalu ikut duduk di samping Aileen.
“Aku punya sesuatu untukmu! Tadi kau tak melihatnya” Aileen meletakkan gelas lemon tea nya kemudian beralih menatap benda yang ada di tangan Vir
Vir membuka kotak tersebut hingga menampakkan sebuah kalung koleksi dari Tiffany & co.
Aileen terpaku, tangganya terulur menyentuh kalung yang sangat simpel itu.
“Sempurna, ini elegan sekali, Moon! Aku suka yang sederhana seperti ini” puji Aileen dengan tatapan berbinar
“Kemarilah, Aku pasangkan” Aileen mendekat dan menyibakkan rambutnya. Vir lalu memasangkan kalung sederhana itu, hanya berliontin T smile sebagai hiasan. Sangat sederhana dan cocok dengan kepribadian istrinya.
“Sempurna, Sun! Kalungnya makin cantik saat di leher mu” Puji Vir sambil menciumi kalung yang melekat di leher istrinya.
Perlakuan Vir membuat Hati Aileen bergetar. Ia tak menyangka jika saat ini akan benar-benar ada, suaminya begitu tulus dengan memberinya kasih sayang yang sama sekali belum pernah ia dapatkan dari pria lain yang pernah singgah di hatinya.
“Vir, ini, harganya pasti sangat mahal”
“Hanya 14 juta, Sun. Apa pun untukmu” ucap Vir seraya membawa Aileen ke dalam pelukannya.
Ini tidak seberapa Eil, aku hanya ingin menebus kesalahanku! Aku tahu dulu sikap ku sangat tidak baik, Aku memberimu rasa sakit di awal pernikahan kita!
“Aku sama sekali belum pernah memberikan mu apa-apa Moon”
“Jadi istri yang baik dan selalu ada di samping ku itu sudah lebih dari cukup, Sun!” Vir meraih tangan Aileen lalu menggenggamnya.
“Itu pasti” Aileen mengecup pipi suaminya.
“My sunshine!” Vir mengacak-acak rambut Aileen
Mereka saling rangkul di dalam bathtub sambil menatap langit malam dari dalam sana.
“Moon, aku betah di sini! Pemandangannya sangat indah” Vir menoleh lalu mendaratkan ciumannya di bibir Aileen
“Kalau kau suka, Kita bisa tinggal di sini, Sun! Semuanya milikmu, Aku milikmu begitu juga dengan hotel ini, Semua milikku milikmu juga..” Aileen tak mampu lagi berkata-kata mendengar ucapan Vir. pria itu memperlakukannya begitu istimewa.
__________________________________________
__ADS_1