Lihat Aku, Buka Hatimu

Lihat Aku, Buka Hatimu
Part 15


__ADS_3

"Permisi Dok, di IGD ada pasien tabrak lari yang harus segera ditangani" kata seorang perawat yang baru masuk di ruangan Aileen


Aileen yang tengah sibuk berkutat dengan berkasnya langsung menatap ke arah perawat


"Siapkan peralatan, kita ke ruang IGD sekarang juga.." Aileen beranjak lalu meraih stetoskopnya


"Baik dok" perawat wanita itu pun buru-buru ke luar dan mempersiapkan semua yang dokter minta.


Dengan langkah gontai mereka berjalan menuju ruang IGD.


Aileen pun segera memakai sarung tangan medis dan memulai melakukan tindakan pada pasien yang terbaring lemah di atas beranker. pasien wanita itu tidak sadarkan diri setelah mengalami kecelakaan tepat di depan rumah sakit, darah terus mengalir dari pelipisnya.


"Bersihkan semua luka pasien" katanya yang sibuk memeriksa luka parah yang ada dibagian kepala pasien.


"Sus, informasikan pada dokter spesialis bedah bahwa ada pasien yang harus segera dioperasi" katanya yang baru selesai menjahit beberapa luka pada pasien "Ada gumpalan darah di kepala bagian belakangnya, kita harus segera melakukan tindakan, saya akan buat surat rujukan ke faskes tingkat 2 " Sambungnya


"Tapi bagaimana, apa Keluarganya sudah tahu mengenai kondisi pasien? Apakah berkas dan data dirinya lengkap?"


"Suda dok, tapi polisi sudah menghubungi pihak keluarganya, dan mereka juga sudah ada di sini"


"Kalau begitu cepat sampaikan pada dokter spesialis bedah, saya akan mengurus surat rujukan!!"


"Baik dok, akan saya sampaikan" perawat yang satunya pun segera undur diri pergi menginformasikan pada Dokter yang bersangkutan.


Setelah menerima surat rujukan dari faskes tingkat satu, akhirnya pasien itu pun di bawa ke ruang operasi.


Aileen pun melepas sarung tangannya lalu membuangnya ke dalam tempat sampah. Ia menghapus keringatnya yang bercucuran karena terburu-buru mengurus segala sesuatunya untuk pasien yang baru saja ia tangani.


"Semoga saja pasien tadi baik-baik saja ya Nit" katanya pada perawat Nita yang merupakan tangan kanannya di rumah sakit ini.


"Iya dok, apalagi tadi dia banyak kehilangan darah"


"Kita do'akan yang terbaik saja lah" Aileen melepaskan snellinya dan meletakkannya di kursi kerja.


Ia kembali memakai jam tangan yang sempat ia lepas.


"Mau makan dok?"


“Boleh, tapi kita makan di sini saja ya!"


Perawat Nita pun segera pergi untuk membeli makanan.


Baru beberapa menit berlalu, terdengar suara pintu ruangan Aileen terbuka.


"Ada apa Nit? apa ada yang ketinggal?" tanyanya tanpa menoleh


"Hey, ini aku.."

__ADS_1


Suara yang berbeda membuat Aileen menoleh


“Eh Kak Risa, tadi aku kira Nita" Aileen pun beranjak dan ikut duduk di sofa dengan dokter Risa.


Risa sendiri merupakan dokter gigi di rumah sakit ini, dokter Risa sudah seperti kakak bagi Aileen.


"Kau pasti belum makan kan.?"kata dokter Risa sembari duduk di sofa


"Ah iya kak tapi Nita baru saja pergi membeli makanan" Aileen pun berjalan menuju sofa dan ikut duduk di samping dokter Risa


"Makan yang teratur Eil..!"


"Itu pasti kak, tadi aku baru saja selesai menangani pasien tabrak lari, makanya waktu makan ku sedikit terlambat" Aileen merentangkan tangannya, tubuhnya seperti remuk.


"Ah iya aku dengar dia di tabrak di depan rumah sakit ya..!" ujar dokter Risa sembari mengecek hpnya


Aileen hanya mengangguk, ia masih dalam posisi bersandar di sofa.


"Ohiya Eil, aku lupa tadi ada seseorang yang mencari mu, aku sudah menyuruhnya menunggu di ruang tunggu.. Makan lah dulu baru kau boleh menemuinya" Dokter Risa pun beranjak


Siapa yang mencari ku...


pikir Aileen yang merasa tidak ada janji dengan pasien, kalo pun ada pasti dia akan menghubungi Nita.


"Apa tidak makan dulu kak, sebentar lagi Nita pasti datang" ujar Aileen saat menyadari dokter Risa sudah berada di ambang pintu


Aileen tersenyum, ia senang karena dokter Risa selalu saja seperti ini, dia selalu memperhatikan Aileen seperti adiknya sendirinya.


***


Setelah selesai menyelesaikan makan siang dengan Nita. Aileen pun beranjak, ia segera bergegas menemui orang yang katanya menunggunya sejak tadi.


Aileen berjalan menyusuri koridor menuju ruang tunggu. Di sana terlihat hanya ada seorang wanita, tidak ada pengunjung lain.


Siapa dia? Apa Aku mengenalnya? Atau mungkin dia salah satu pasien yang sering berkonsultasi dengan ku? Berbagai macam pertanyaan muncul di benaknya. Seingatnya hari ini ia tak memiliki janji apapun, dia pun sama sekali tak mengenal wanita itu.


Aileen berjalan mendekat


"Permisi!!" ucap Aileen sopan "Apa benar mbak ingin bertemu dengan saya??" Sambungya


Wanita itu berbalik, ia tersenyum menatap Aileen. Sekali lagi Aileen menatap heran, ia berusaha mengingat wanita itu dalam memorynya, namun ia benar-benar tak mengetahui siapa dia. Wajah wanita itu sama sekali tak terlintas dalam daftar wajah pasien yang ada dalam ingatannya.


"Dokter Aileen!" sapa wanita itu, ia beranjak mendekati Aileen.


"Siapa ya? Apa sebelumnya kita pernah bertemu.." ujarnya hati-hati takut salah ucap


"Dokter tidak mengingat ku??" wanita itu tersenyum "Ah tentu, pasti dokter sudah lupa, kita bertemu satu tahun yang lalu, Aku orang yang dokter tolong satu tahun yang lalu."

__ADS_1


Aileen masih berusaha mengingat memory satu tahun yang lalu, Namun ia sama sekali belum mengingat apapun, sebab satu tahun terakhir ini ia memang menolong banyak orang dan lupa dengan wajah masing-masing pasien yang pernah ia tangani


"Aku wanita yang pingsan di depan Diamond's Resto, Anda menolongku dan saat itu dokter orang yang pertama kali mendiagnosa ada sel kanker dalam tubuh ku" ucap wanita itu sekali lagi mencoba mengingatkan


Aileen nampak berpikir, sepertinya ia masih mencoba mengingat kejadian yang wanita itu katakan.


"Ah iya saya sudah mengingatnya! maafkan saya, tadi saya sempat lupa" katanya yang sudah mengingat kejadian yang dimaksud si wanita.


"Tidak apa dok, aku mengerti! lagipula pasti sulit bagi seorang dokter untuk mengingat semua wajah pasiennya bukan" wanita itu tersenyum tulus.


Sepertinya ia datang hanya ingin menemuinya hanya untuk sekedar mengobrol. Ah tidak, lebih tepatnya berterima kasih.


lagipula kondisinya kelihatan sangat baik, tidak memungkinkan untuk melakukan cek up. pikir Aileen


Aileen pun mengajak wanita itu ke ruangannya.


"Maaf jika kedatangan ku mengganggu dokter" ucapnya seraya menyerahkan paperbag ke atas meja "Aku kesini hanya ingin mengucapkan terimakasih karena pada saat itu dokter telah menolong ku, dokter juga yang pertama mendiagnosa sel kanker di dalam tubuhku sehingga penyakit mengerikan itu bisa segera di atasi. jika tidak, mungkin aku tidak akan bis selamat" Ucapnya tersenyum tulus "Ini aku punya sesuatu untuk dokter, semoga anda menyukainya" ia menggeser paperbag itu tepat ke depan Aileen


Jadi wanita itu hanya datang untuk mengucapkan terimakasih karena Aileen sudah menolongnya


"Jangan berlebihan mbak, saya hanya menjalankan tugas saya sebagai seorang dokter! dan ini, mbak tidak perlu repot-repot memberikan saya ini" Aileen tersenyum tulus


"Tidak dok, anggap saja ini sebagai bentuk terimakasih ku"


Aileen pun meraih paperbag itu "Baiklah saya terima" dengan sungkan ia pun meraih paperbag itu den meletakkannya ke sisi meja


"Sekali lagi Terimakasih" ucap Aileen


***


Sedangkan di sebuah rumah nampak seorang pria tua renta yang duduk di kursi roda sedang bersama istrinya tengah sibuk mengawasi pelayan untuk merapikan dan menghias sebuah kamar.


"Ayo lakukan dengan benar, aku ingin cucu ku istirahat dengan nyenyak saat menginap di rumah ini" Katanya yang begitu antusias ingin menyambut ke datangan cucu menantunya yang akan menginap


Dia adalah Haris (Opa dari Aileen). Malam nanti Aileen dan Vir akan menginap di rumah itu, karena dua hari lagi mereka akan berangkat ke luar Negeri untuk melakukan pengobatan.


"Pah tidakkah ini berlebihan?" Kata Daddy Al yang baru mucul bersama Mommy dan Orang tua Shakeel.


"Pasti mereka akan canggung jika terlalu mencolok seperti ini" Kata mommy yang merasa risih melihat kamar yang di siapkan begitu penuh dengan bunga, sudah seperti taman sungguhan


"Kalian diamlah!!, Apa kalian tidak bisa melihat kami para tua bangka ini bahagia??" ketus Oma Karina (Ibu Mommy Jessica) "Kami hanya ingin melakukan yang terbaik untuk menyambut kedatangan cucu kami.."


"Jika kalian hanya datang mengomel, maka pergilah, jangan di sini.." sahut Opa Haris


"Tapi...." belum sempat Mommy Jessica menyelesaikan Ucapnya, Ferdy sudah menyela Ucapannya


"Jessica...!!" Ferdy (Papa Shakeel) menggeleng memberi kode untuk tidak menolak permintaan orang tua mereka.

__ADS_1


__ADS_2