
Sore itu, sepulangnya dari menjemput Aileen di rumah sakit, Vir kembali lagi ke ruangannya.
Aileen sendiri merasa tidak enak pada Vir yang harus meluangkan waktu di tengah kesibukannya hanyan untuk bolak balik antar jemput dirinya. Aileen meminta Vir untuk mengizinkannya membawa mobil sendiri namun pria itu tidak menyetujuinya
Sampai detik ini pula Mereka masih memutuskan untuk tinggal di hotel, entah sampai kapan namun sepertinya dalam waktu yang cukup lama. Ya hitung-hitung sedang Honeymoon di hotel sendiri. Aileen sendiri tak menolak, sebab ia pun menyukai tinggal di sana, selain tempatnya yang nyaman dan megah ia juga bisa merasakan sensasi yang berbeda, rasanya seperti sedang liburan di luar negeri.
Pintu Presidential suite room terbuka. Vir masuk ke dalam, ia tak menemukan istrinya menyambutnya. Ia pun melangkah ke kamar namun tidak menemukannya di sana. Vir lalu memeriksa semua ruangan yang ada dan mendapati istrinya sedang duduk bersantai di balkon.
“Sun, sedang apa? Aku mencarimu kemana-mana ternyata ada di sini!” Mendengar suara itu, seketika Aileen berbalik, dilihatnya suaminya berjalan mendekat ke arahnya. Ia pun beranjak ia mengenggam erat tangan suaminya.
“Sayang, kenapa matamu sembab? Apa yang terjadi?” Vir mengusap lembut rambut istrinya lalu mengecup seluruh wajah cantik itu
“Hikkks..moon!!” bukannya menjawab Aileen malah memeluk erat suaminya dengan sedikit terisak membuat Vir heran.
“Sun, kenapa menangis? Apa yang terjadi?” Vir melingkarkan satu tangannya di tubuh Aileen sedangkan tangan yang satunya membelai lembut kepala sang istri.
Bukannya menjawab, Aileen malah melepas pelukannya. menatap Vir,. kemudian tertawa di sela buliran bening yang masih mengalir di pipinya, membuat Vir semakin heran.
“Moon, Aku menangis karena ini!” di sela isakannya ia terkekeh sambil memperlihatkan Handphone nya pada Vir
“Jangan membuat ku panik, Eil. Ada apa dengan mu?” tanya Vir yang takut ada apa-apa sebab istrinya tertawa dan menangis dalam waktu yang bersamaan. Sudah seperti orang yang memiliki kepribadian ganda.
“Aku sedih hanya karena menonton seris ini, Moon!” Aileen menunjukkan apa yang ia tonton, di sana masih terlihat sebuah video terjeda, dengan pemain aktor terkenal Indonesia “Aku sendiri bingung kenapa aku merasa sedih tapi aku kasihan sama Kinan, moon. Suaminya selingkuh..”
Vir menghela napas dengan raut wajah yang sulit diartikan, pria itu mengusap rambutnya kasar. Kini ia mulai mengerti apa yang istrinya maksud, sepertinya wanita itu tengah terbawa suasana dengan apa yang ia tonton.
Dasar wanita!!
“Astaga, Sun. ck, aku pikir terjadi sesuatu padamu ternyata hanya karena ini?” Vir mendaratkan sentilannya di kening Aileen membuat wanita itu meringis kesakitan.
“Hiyaa, Moon!! Kau benar-benar Tuan penyentil” pekik Aileen sambil mengusap keningnya yang sedikit memerah karena sentilan Vir.
“Sun, kau membuat ku kuwatir! Aku pikir telah terjadi sesuatu ternyata kau sedih hanya karena menonton series ini. benar-benar drama Queen! Ckckck” Vir menggeleng kecil sambil menarik Aileen ke dalam pelukannya.
“Seriesnya menyedihkan Moon, suaminya selingkuh di saat Istrinya hamil. Dan istrinya dokter sepertiku. Hikks, pria memang tak pernah merasa bersyukur, aku benci mas Aris itu!” Gerutu Aileen sambil melingkarkan pelukannya dan menghirup dalam aroma maskulin suaminya yang sudah bercampur dengan bau keringat namun tidak menghilangkan wangi yang melekat.
“Mas Aris? Siapa lagi mas Aris itu?” Vir melepaskan pelukannya lalu memegang bahu Aileen meminta penjelasan
“Mas Aris itu suami kinan yang selingkuh di seris ini, Moon” Vir menghela napas kasar. Ternyata Mas Aris yang dimaksud adalah nama pemeran pria dalam Series, hampir saja ia marah dan cemburu hanya karena Aileen menyebutkan nama pria lain di depannya.
“Moon, Aku sangat merekomendasikan ini untuk mu! Pokoknya kau harus menontonnya” Aileen menghapus jejak air matanya sambil menatap Vir
“Hiyaa, Sun! Kau pikir aku tidak punya kerjaan lain selain harus ikut menontonnya bersama mu? No, Sun! Aku tidak mau!!” Vir tak habis pikir, bisa-bisanya Aileen malah menyarankan dirinya untuk menonton seris itu bersamanya.
“Tapi kenapa Moon? ini kisah nyata, dan tidak ada salahnya di tonton agar bisa di jadikan pembelajaran” Aileen tetap ngotot, berusaha membujuk Vir agar pria itu mau menontonnya bersama.
“Pembelajaran untuk apa sun? Apa kau pikir aku akan seperti Mas Aris mu itu? huhhh!”
Aileen terkekeh, ia memeluk lengan suaminya yang masih terbalut blazer maroon sebagai outernya “Tidak Moon. Aku hanya ingin belajar dari gerak gerik Aris, bisa saja kan suatu saat kau bertingkah mencurigakan jadi aku bisa tahu”
__ADS_1
Vir semakin dibuat tinggi darah, Aileen menggemaskan namun pembahasan kali ini sangatlah horor dan tidak masuk diakalnya sebab dia bukan tipe pria yang suka selingkuh.
“Astaga Sun, Seris itu telah mencuci otakmu! Aku tidak mungkin seperti itu! aku ini setia” melihat raut wajah suaminya yang mulai kesal, Aileen semakin berniat mengerjainya.
“Siapa yang tahu, Moon! Bahkan awal pernikahan kau hampir seperti Aris” Dengan senyum tertahan ia menepuk lengan suaminya.
“Ck, Itu ceritanya lain! Ah sudah lah sun, aku mau masuk!” vir yang merasa jengah pun melenggang pergi meninggalkan Aileen yang merasa puas melihat suaminya seperti itu, Entah mengapa ia malah menemukan ide konyol untuk mengerjai Suaminya itu.
“Moon, jangan marah! aku hanya bercanda” Aileen menyusul langkah Vir, Saat sudah di kamar ia lalu memeluknya dari belakang.
“Garing! Sama sekali tidak lucu” ucap Vir sambil melepaskan blezernya dan hanya menyisakan kaos putih yang melekat pada tubuhnya.
Tak ingin Vir marah terlalu lama, Ia lalu memikirkan cara untuk menjinakkan bantengnya. Aileen langsung mencuri kecupan dari bibir sensual Vir yang sedang marah. Vir yang mendapatkan itu merasa senang, kekesalannya hilang seketika. Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan ia langsung membalas luma*an itu dan menyesa* madu kenikmatan dari bibir istrinya. Vir mendorong tubuh Aileen hingga sama-sama terjatuh ke sofa dan menindih tubuhnya.
“Kau mulai nakal Sun! Aku memaafkan mu!” Vir menyeringai.
Aileen yang mulai terbiasa dengan hal itu hanya tersenyum saat tangannya menggenggam sesuatu yang mengeras di bawah sana.
“Vir junior sangat sensitif!!” Aileen tersenyum nakal sambil menahan tawa.
“Sensitif karena dia selalu menginginkanmu,” Vir lalu menarik kasar long dress yang Aileen kenakan kemudian menghempaskannya ke sembarang arah lalu mulai menyusuri setiap lekuk tubuh istrinya yang meliuk-liuk bak jalan di pegunungan. dia sudah menghafal Setiap inci tubuh itu, seakan dia lah sang pemilik tubuh.
Dan... terjadilah apa yg seharusnya..
(Othor masih 10 tahun, gak boleh dilanjut!)
...«»...
“Asalkan itu kamu, tidak masalah bila dibuat kesal setiap hari!” ucap Vir sambil memakai jam tangannya, Style-nya juga tak kalah casual dengan penampilan sang istri. Vir memadukan kaos hitam dengan hoodie, jeans dari levis dengan warna senada dipilihnya sebagai bawahan. Di tambah dengan sepatu kets putih membuat penampilannya semakin fresh.
“Ayo!” Vir menengadahkan tangannya membiarkan Aileen menggenggamnya lalu menggandengnya ke luar.
Menyusuri setiap lorong hotel dengan keceriaan yang tak pernah pudar dari raut wajah keduanya. Saling gandeng sepanjang jalan membuat para staf yang di lalui menunduk hormat dengan senyum penuh kagum padanya.
“Kenapa mereka menunduk seakan begitu menghormati mu Tuan penyentil?” ujar Aileen saat melihat semua staf begitu menghormati suaminya.
“Aku juga tidak tahu nona pemilik gawang! Aku hanya orang biasa tapi mereka menghormati ku seakan aku ini pemilik hotel, hmmt” timpal Vir yang mana membuat Aileen terkekeh saat Vir menyebut dirinya sebagai nona pemilik gawang.
Sejoli itu mulai memainkan sandiwara bersama. Keduanya sangat pandai bermain peran, sungguh cocok menjadi artis dadakan dengan akting memadai.
Kini Virendra dan Aileen mulai memasuki lift yang akan membawanya ke lantai dasar dimana loby berada.
Saat ke luar dari lift. Mereka bertemu dengan Dito yang juga baru ke luar dari lift sebelahnya.
“Wiss, penampilan pasangan bahagia seperti remaja yang ingin berkencan” Dito mendekati Vir, menatap penampilan sahabatnya yang berbeda dari biasa
“Maaf anda siapa? Apa anda pemilik hotel?” Dito menyerngit heran mendengar ucapan Vir, sedangkan Aileen hanya terkekeh melihat suaminya yang aktingnya keterusan.
__ADS_1
“Apa kau amnesia, Vir? Hmnnt, btw kalian mau kemana?” tanya Dito yang lebih penasaran ingin kemana dua orang itu.
“Orang tidak saling kenal tidak boleh banyak tanya! aku dan kekasihku pergi dulu! bye!” Vir menarik Aileen menjauh dari depan Lift dan juga Dito, membuat pria itu melayangkan protesnya.
“Cih, Virendra apa obat mu habis?” Dito tersenyum sambil menggeleng kecil, Ia turut merasakan percikan bahagia yang Vir rasakan.
Semoga Aku juga segera dipertemukan dengan jodohku yang seperti Aileen.
Sementara itu, Aileen dan Virendra baru saja ke luar dari loby, dua penjaga pintu terus menunduk hormat padanya dan bersiap meminta security untuk membawakan mobil Vir ke depan.
“Mau makan dimana?”
“Emnnt bagaimna kalau kita ke food court?”
“Boleh, mau di mall mana?” tanya Vir
“No, bukan di mall. kita cari food court dengan konsep outdoor! Aku bosan dalam ruangan terus”
“Kebetulan sekali sun, di dekat sini ada food court dengan konsep Outdoor, kita bisa kesana”
“Ayo moon, kita pergi sekarang” Aileen yang tak sabaran segera menarik tangan suaminya.
“Tunggu, sun! mobilnya belum datang” cegah Vir
“Katanya dekat, kita bisa jalan kaki bukan? Itu pasti menyenangkan, moon”
“Tapi bagaimana Kalau kau lelah”
“Tidak akan moin. hitung-hitung hirup udara segar, ya kecuali perjalanannya 1km mungkin aku tidak akan mampu” ucap Aileen diiringi tawa dari wajah cantiknya
Vir pun menyetujuinya, mereka mulai berjalan dan ke luar dari Area Angkasa land Hotel.
Sepanjang jalan Aileen dan Vir terus bergandengan layaknya pasangan remaja yang baru menjalin kasih.
Beruntung keduanya sama-sama mengenkan pembalut tubuh yang memadai hingga tak perlu kuatir udara dingin akan menyentuh kulit.
Keduanya menyusuri trotoar sambil bersenda gurau, obrolan tak pernah berhenti dan tangan yang terus saling bertaut tak terpisahkan.
Beberapa menit kemudian Aileen dan Vir sudah sampai di kawasan seperti Cafe resto dengan konsep boks pada setiap tenant Foodcourt yang terbentang sepanjang lantai satu dan dua. Jejeran meja kursi yang berjejer di luar dengan konsep outdoor yang instagramable. Di sana juga menyediakan berbagai spot Photo, cocok untuk kaum milenial berkumupul.
Vir dan Aileen berjalan melihat makanan yang tersedia dari luar jendela kaca. Mencari makanan yang sesuai selera dan keinginan.
Setelah selesai memilih, keduanya langsung menyantap makanannya. Terlihat beberapa kali Vir memotret Aileen yang tengah asyik makan, tak lupa pula mereka berselfie bersama. Seakan begitu narsis namun itulah kenyataannya, mereka ingin mengabadikan setiap moment yang dilalui berdua.
Tak lupa pula mencoba spot photo yang disediakan, tentunya dengan menyuruh orang lalu memberikan tip padanya karena sudah membantu mereka berphoto.
“Photonya bagus semua!” puji Aileen saat melihat semua photo mereka tadi, kini keduanya melanjutkan perjalanan seperti pejalan kaki yang menyusuri kota di bawah langit malam yang bertabur bintang.
“Tentu, karena kau berphoto bersamaku! jika orang lain mungkin photonya tak akan sebagus itu” ucap Vir dengan narsisnya. Membuat Aileen terkekeh geli sambil melingkarkan tangannya dan bergelanyut manja di lengan suaminya
__ADS_1
“Photo mu juga bagus karena bersamaku” timpal Aileen tak mau kalah
Vir menyentil kening Aileen namun dengan versi yang lebih lembut. “Itu artinya kita ditakdirkan untuk bersama karena memang kita saling melengkapi satu sama lain”