
Aileen dan Virendra sudah sampai di Hotel. Keduanya disambut penuh hormat dan lebih spesial dari tamu pada umumnya, tentunya karena Vir merupakan bos di sana.
Saat tiba di lobby, Vir meminta salah seorang staf room service membawa istrinya ke lantai dimana presidential suite room berada. sementara itu dirinya pergi ke ruangannya terlebih dahulu.
Saat hendak membuka pintu ruangan. bersamaan dengan itu pula Ardito ke luar dari ruangannya.
“Aku dengar kau ingin menggunakan presidential suite room, untuk apa?” tanya Dito begitu penasaran, sebab ini pertama kalinya ia mendengar Vir menggunakan ruangan istimewa tersebut.
Vir hanya berbalik sekilas kemudian meneruskan langkahnya masuk ke dalam, Dito mengikutinya dari belakang.
“Memangnya kenapa? Aku juga ingin merasakan sensasi menginap di hotel sendiri” Vir melangkah ke arah sofa kemudian meraih sebuah paperbag bertuliskan label brand ternama.
“Ck, apa susahnya menjawab tanpa pertanyaan”
“Aku membawa Eil kemari, kami bosan tinggal di rumah” Vir berjalan ke arah pintu. Dito yang mendengar itu pun mulai mengerti bila Vir sedang ingin menikmati waktu bersama istrinya.
“Aku bilang juga apa, kau ini sudah mulai bucin sampai ingin mencoba hal baru bersamanya.." Dito menyusul Vir seraya merangkul tubuh Sahabatnya itu
“Katakan sesukamu, aku tidak akan menyangkalnya lagi. Semua yang kau katakan benar adanya! Aku sudah tergila-gila pada Istriku”
“Aku turut senang mendengarnya. sekarang katakan, apa kau menyesal telah menerima perjodohan ini?” Vir menggeleng dengan raut wajah bangga, sungguh ia telah mengutuki kebodohannya yang pernah dengan angkuh menolak pernikahan ini.
“Ahh aku jadi tak sabar ingin bertemu jodoh ku, aku juga akan bermalam di sini seperti mu” Dito memejamkan matanya, membayangkan dirinya akan melakukan hal yang sama seperti yang Vir lakukan hari ini.
“Haaish, Plagiat moment!! kalau mau cari ide cari sendiri! jangan meniru” ketus Vir.
“Ck, dasar pelit! hanya moment seperti ini pun tak mau bila aku menirunya. Btw kapan kau akan meresmikan hubunganmu ini?”
“Meresmikan untuk apa? hubungan kami sudah resmi”
“Bukan seperti itu, selama ini kan kau pernah menolak Aileen dan sekarang perasaan mu berbeda jadi kau harus mengungkapkannya sebagai bentuk keseriusanmu!”
Vir nampak berpikir, yang Dito ucapkan ada benarnya juga. Ia bahkan belum pernah mengungkapkan perasaannya secara langsung. Walaupun Aileen hanya diam dan tak banyak menuntut namun ia yakin wanita itu juga butuh pengakuan dan kepastian.
Sudut bibirnya tertarik membentuk sebuah senyuman penuh arti.
Peresmian? Ungkapan? Emmnt sepertinya aku memang harus melakukannya...
“Persiapkan semuanya!” Dito yang hampir masuk ke ruangannya berbalik menatap Vir, ia bingung apa yang harus dipersiapkan. Vir selalu saja memberikan perintah yang tidak jelas.
“Apanya yang dipersiapkan?"
“Dasar pikun! baru saja kau memberiku saran, sekarang kau sudah melupakannya” ketus Vir
Mendegar ucapan Vir kini Dito mulai mengerti, ia tersenyum karena Vir akan melakukan sarannya. Sungguh Vir Sahabat yang selalu menerima saran dari Dito
“Kapan dan mau dimana?”
“Terserah, nanti aku beri tahu kapan pastinya” ucap Vir kemudian berlalu pergi.
“Selamat bersena-senang kawan! ingat aku dalam desahanmu” teriak Dito sambil terkekeh geli membuat Vir yang hendak masuk lift memberikan tatapan mematikan.
...«»...
Sementara itu, Aileen yang baru saja tiba di kamar yang ditunjukkan oleh staf room service tadi mulai masuk ke dalam.
Ia tertegun ketika menatap ruangan yang ternyata merupakan Presidential Suite room yang Vir siapkan untuk dirinya. Ada rasa senang dan haru ketika mendapat perlakuan seperti ini dari suaminya, Vir benar-benar memperlakukannya dengan baik.
Aileen mulai menyusuri satu persatu ruangan yang ada, Presidential suite room milik hotel ini benar-benar tak kalah menakjubkan dari Hotel-hotel berkelas di luar negeri. Degan berbagi Fitur dan fasilitas ruangan yang memukau. Besar ruangan yang dimiliki layaknya seperti satu unit apartemen. Dengan dilengkapi berbagai fasilitas dan furniture mewah di dalamnya.
Aileen melangkah menjelajahi setiap ruangan yang ada. mulai dari ruang tamu, dapur, mini bar, ruang makan area lounge, kamar tidur, Walk in closed dan kamar mandi yang hanya dipisahkan oleh sekat dinding kaca dan marmer di dalamnya.
Aileen kembali ke ruang tamu, Ia membuka gorden yang menampakkan pemandangan kota dari ketinggian. Aileen tersenyum, ia merentangkan tangannya menikmati pemandangan dari atas sana.
“Apa kau bahagia?” Suara itu membuyarkan lamunan Aileen yang tengah asyik menikmati pemandangan. Ia lalu menoleh, Aileen sedikit terkejut saat melihat suaminya sudah ada di sana dengan senyum mengembang berjalan ke arahnya seraya menenteng paperbag ditangannya.
__ADS_1
“Huh, Vir kau mengejutkanku!” sambil memegangi dadanya Aileen mendekati Vir.
Vir terkekeh melihat wajah Aileen yang pias karena ulahnya “Haha, kenapa kaget, memangnya siapa yang akan menyakiti mu di sini?” Vir mengusap lembut wajah istrinya
“Aku kaget karena kau tak mengetuk pintu dan tiba-tiba sudah ada di dalam, huhh” Aileen membalas pelukan Vir saat pria itu merentangkan tangannya sesudah meletakkan paperbag yang dibawanya ke atas meja
Satu kecupan mendarat di kening Aileen “Maafkan aku sun, di sini aku terbiasa seenaknya! Aku juga punya kunci ruangan ini jadi lupa mengetuknya sebelum masuk” tangan Vir tergerak mengusap belakang Aileen dengan begitu lembut, Perlakuan lembutnya menunjukkan jika ia begitu menyayangi istrinya.
“Hmmmnt”
Mereka masih berpelukan dengan pandangan Vir menatap lurus ke arah pemandangan kota dari jendela kaca anti peluru itu.
“Vir, Hotel mu sangat keren!” Aileen mendongak menatap Vir yang masih fokus menatap keluar jendela kaca
Vir tersenyum, Ia menatap wajah istrinya dengan penuh kasih sayang.
“Benarkah?” Aileen mengangguk “Kau tahu sun. Saking aku tak mau gagal untuk hotel ini, dulu Aku sampai mendatangkan Arsitek dari luar negeri. Dan kamar ini ada namanya”
“Apa?”
“Namanya The Queen Precidential Suite room Of Angkasa Land Hotel, Ratu dari semua ruangan yang ada di sini” ucap Vir sambil memegang kepala Aileen lalu menautkan hidung mereka. wajah keduanya sangat dekat hingga bisa saling menghirup napas satu sama lain.
Sentuhan Vir membuat hati Aileen berdebar, Ini bukan yang pertama namun sentuhan itu selalu berhasil membuatnya mengangkasa.
“Kenapa harus Queen? Kenapa bukan King?”
“Karena ruangannya cantik, indah dan menawan. Itu ciri khas seorang ratu! dia cantik sedangkan Raja untuk pria, mereka tidak cantik!” Vir menjelaskan sambil mencuri satu kecupan dari bibir sensual istrinya.
Aileen tersenyum mendengar penjelasan Vir yang selalu mendetail, itu ciri khasnya. Pria itu selalu memberikan penjelasan yang tepat.
“Maaf aku hanya bisa membawamu ke sini! Tapi aku janji, suatu saat kita akan pergi liburan bersama!”
“Tidak masalah, di sini saja cukup! Viewnya tak kalah keren dari pemandangan luar negeri”
Vir kembali mengeratkan pelukannya, Hati dan pikirannya selalu merasa tentram setiap kali berada di posisi begitu dekat dengan Aileen.
Aileen mengerutkan keningnya, Ia menatap paperbag itu.
“Dolce gabbana?” Aileen membaca tulisan di paperbag yang merupakan paperbag brand ternama dari Italy. salah satu brand yang menjadi brand parfum langganannya.
Vir mengangguk, tangganya mempersilahkan Aileen untuk membuka
Perlahan Aileen membuka satu persatu bungkusan yang ada dalam paerbag tersebut.
Ia tercengang ketika melihat sebuah White lace drees produksi Dolce Gabbana
“Buka lagi!" perintah Vir.
Aileen lalu meraih bungkusan selanjutnya, ia kembali tercengang dengan senyum merekah di bibir merahnya.
“Vir, dress ini?" Aileen menunjukkan dua baju itu pada Vir.
“Itu semua untuk mu, Sun!” Vir tersenyum, ia ikut senang melihat istrinya bahagia dengan hadiah yang ia berikan
“Benarkah?” Vir mengangguk mengiyakan, dengan mata berkaca-kaca Aileen setengah berlari ke arah Vir dan memeluknya erat
Sudah lama ia begitu menginginkan dua baju itu, hanya saja belum ada waktu untuk sekedar pergi membelinya. kesibukannya akhir-akhir ini benar-benar padat.
“Hey kenapa malah menangis” Vir mengusap lembut kepala Aileen. wanita itu masih menangis haru.
“Kau tahu Vir, aku sudah lama mengincar dua dress ini dan kau membelikannya untuk, Hiksss.. kau benar-benar tahu keinginan ku dan kau adalah pria pertama yang memberikanku benda seperti ini” ujar Aileen haru, Vir memang lah pria pertama diluar keluarganya yang membelikan baju untuknya
__ADS_1
“Benarkah? Aku senang mendengarnya! Aku memang selalu jadi yang nomor satu di hatimu” Vir menangkup wajah Aileen lalu mengecup keningnya.
“Thanks for everything my moon, Kau terbaik” ucap Aileen seraya memeluk erat suaminya.
“Anything for you, My Sunshine!”
Aku mencintaimu Sun, sangat mencintai!
Aku mencintaimu mu My Moon, sangat mencintai mu! Lirih Aileen dengan mata terpejam
“Sekarang cobalah dress impian mu ini!”
Dengan senang hati Aileen lalu mencoba bajunya. Ia berjalan layaknya model yang sedang catwalk di hadapan penonton, Aileen menunjukkan senyum terbaiknya kepada Vir yang duduk di sofa layaknya juri.
“Bagaimana? bagus?” Vir mengangguk “Apa aku sudah terlihat seperti model?” ucap Aileen sambil menopang tangannya di pinggang dan berjalan mondar mandir menunjukkan dress berwarna putih itu.
Vir tersenyum melihat tingkah Aileen yang ternyata seperti ini. Ia mengutuki kebodohannya yang baru melihat sisi berbeda dari diri Istrinya.
Aileen kembali dari kamar dengan menggunakan baju yang berbeda, ia mengenakan dress biru muda itu dengan rambut yang terhempas ke kiri dan kekanan Karena jalannya yang meliuk-liuk bak model.
“Seharusnya dulu aku jadi model, bukan jadi dokter. hahaha” Aileen terkekeh sendiri sambil terus mondar mandir ala model yang sedang fashion show dari ujung ke ujung
“Kau tidak boleh jadi model” ucap Vir datar seraya menopang dagu diatas tangan yang bertumpu di atas kaki yang menyilang.
“Kenapa?” Aileen yang sudah lelah menghempaskan dirinya ke sofa single.
“Kau tidak boleh jadi pusat perhatian, kau hanya boleh jadi model saat bersama ku saja. Itu sudah cukup!” Vir menarik dagu Aileen kemudian ******* bibir itu dengan lembut.
Aileen memutar mata malas, ia sudah terbiasa menghadapi sikap posesif suaminya meskipun hanya sebuah perandaian pria itu tetap tak menerimanya.
“Oh iya apa kau pergi ke italy untuk membeli ini semua?”
“Tidak, aku memesannya secara online”
Aileen hanya mengangguk, Hari ini ia benar-benar sangat bahagia
“Moon, kau pandai memilih baju! Semua ini seleraku!” Aileen beralih duduk di sebelah Vir, ia memeluk lengan pria itu. Dan Vir tersenyum lalu mengecup puncak kepala Aileen kemudian membalas pelukannya.
“Tentu sun, Aku lihat kau tak pernah memakai baju yang minim bahan. Jadi aku memilih midi dress seperti ini” Vir menuangkan cocktail ke gelasnya. sepertinya ia lupa jika Aileen ada di dekatnya. Tatapan wanita itu sudah menyala
Vir menatap Aileen sambil mengarahkan segelas cocktail ke mulutnya. Ia terpaku dan tersenyum kikuk saat Aileen menatapnya datar.
“No, Moon! kau tidak boleh meminumnya!”
“Iya sayang, tidak akan!” Vir mencium kening Aileen “Oh ya kau tahu, aku selalu suka melihat tampilanmu yang tertutup begini! Sederhana tapi Elegan!” ucap Vir seraya mencubit pipi Aileen.
Aileen memutar mata malas, Ia tahu Vir sedang mengalihkan pembicaraan agar ia tak lagi marah karena masalah cocktail tadi. Walaupun begitu, ia tetap merespon setiap ucapan suaminya
“Tentu saja Moon, aku tidak suka menggunakan pakaian seksi! Lagi pula itu semua tida cocok dengan profesi ku sebagai ahli medis”
“Memang harus seperti itu, Sun. kau hanya boleh terlihat seksi saat di depan ku” tatapan Vir sudah mulai sayu, Ia mulai menciumi leher istrinya, hanya mendengar kata seksi saja tubuhnya sudah mulai beraksi.
“Eil sepertinya dia sudah bangun” ucap Vir dengan nada berat
Aileen menyerngit heran, ia tidak mengerti apa yang dimaksud Vir.
“Ganti baju mu Sun, aku tunggu di kamar!” vir mengecup bibir Aileen kemudian beranjak ke kamar, Ia meninggalkan Aileen yang masih terpaku di sana
“Pergilah ke Walk in Closed, Aku sudah menyiapkan baju untukmu, Kau jangan terlalu lama! kalau tidak aku akan marah” ucap Vir kemudian menghilang di balik pintu.
Tak mau ambil pusing, Aileen segera menuju walk in closed yang ada di dalam kamar, yang berada tepat di samping kamar mandi.
Aileen melalui Vir yang terlihat tengkurap di atas ranjang dengan wajah tenggelam di atas bantal, satu tangan pria itu terlihat menghilang di balik tubuhnya. Entah apa yang ia lakukan, Aileen sendiri tidak tahu. Ia mengedikkan bahu sambil berjalan ke Walk in Closed.
Ia mulai memeriksa satu persatu lemari. Aileen menelan ludah kasar saat melihat begitu banyak jenis lingerie yang tergantung di sana, mulai dari warna pelangi semuanya ada di sana. Tak hanya itu bahkan di sana juga ada beberapa jenis G-string yang begitu menjijikkan. Ia sama sekali tak pernah membayangkan untuk memakai benda laknat yang tidak tahu apa fungsi dan kegunaannya. Baginya G-string sangatlah memalukan dan itu hanya pakaian orang tidak waras.
__ADS_1
Perkataan Vir saat di rumah sakit menelisik ke ingatannya
“Kita akan mencari sensasi baru..” Aileen benar-benar tak menyangka jika Vir telah merencanakan semua ini. Ternyata sensasi baru yang dimaksud adalah bercint* di sini dengan cara ini.