Lihat Aku, Buka Hatimu

Lihat Aku, Buka Hatimu
Part 119


__ADS_3

Aileen terus memandangi wajah tampan suaminya yang masih tertidur pulas dalam pelukannya. Dengan mulut yang sedikit terbuka dan dengkuran halus yang ke luar membuatnya terlihat begitu menggemaskan. Sejak kejadian mimpi buruk semalam, Vir bahkan tak pernah melepaskan pelukannya dari tubuh Aileen.


Ia menarik selimut hingga menutupi tubuh Vir yang tak memakai baju. Entah apa yang semalam suaminya itu mimpikan, ia sama sekali belum mengetahuinya.


“Sebenarnya kau mimpi apa? Kenapa sampai seperti itu?” lirih Aileen sambil mengusap kening Vir dan mengelus lembut rambutnya yang mulai sedikit gondrong.


Tubuh Vir mulai menggeliat saat merasakan cahaya matahari mulai menerpa wajahnya dari celah gorden yang sedikit terbuka.


Aileen yang melihat itu, berusaha melindungi wajah Vir dari cahaya. Ia tak ingin tidur suaminya terganggu, namun Vir justru terbangun.


“Moorning my moon!” Aileen mendaratkan morning kiss pada kening Vir saat ia membuka matanya dan tersenyum manis.


“Moorning...” Vir kian mengeratkan pelukannya sambil menelusupkan kepalanya dalam-dalam pada dada Aileen.


“I love you..” lirih Vir dengan suara tercekat, ia kembali mengingat mimpinya semalam. Mimpi yang begitu menakutkan.


“I love you more..” bisik Aileen sambil mengusap lembut punggungnya.


Keduanya terdiam sejenak, larut dalam pikiran masing-masing dengan Aileen yang berbisik untuk menenangkan suaminya itu.


“Jangan dipikirkan, itu hanya mimpi! kata orang mimpi hanyalah bunga tidur, tidak ada yang perlu dicemaskan. Aku ada di sini dan akan selalu ada di sisi mu, percayalah tidak akan ada yang berubah..” tangan Aileen tergerak mengusap rambut hitam Vir.


“Selagi kita bersama, kita akan tetap kuat..”


“Tapi aku takut, mimpi itu begitu nyata!” lirih Vir dengan suara yang hampir tak terdengar “Kata orang, mimpi bukan hanya sebagai bunga tidur. Sebagian besar orang meyakini jika mimpi adalah sebuah peringatan dari Tuhan, karena setiap mimpi pasti memiliki arti dan maknanya masing-masing..”


Vir bukanlah orang awam yang tidak tahu apa-apa soal filosofi mimpi. Sedikit banyak ia tahu hal itu, dan seperti yang ia ketahui, begitulah arti mimpi yang sering ia dengar dari teman-temannya yang paham dalam ilmu agama, tidak seperti dirinya.


Aileen tersenyum mendengarnya, Ia bangga karena dibalik sikap Arogannya ternyata suaminya itu masih memiliki pemahaman mendalam tentang agama.


Aileen lalu menangkup wajah Vir hingga mata mereka saling tatap.


“Menurut yang ku dengar, mimpi itu ada tiga,” Aileen tersenyum lembut sambil menyusuri setiap garis wajah suaminya seraya berkata “Yang pertama ada mimpi baik yang merupakan kabar gembira dari Tuhan, kedua mimpi karena bawaan pikiran seseorang ketika terjaga, dan juga ada mimpi menyedihkan yang datangnya dari setan”


Aileen mendaratkan kecupannya pada wajah Vir yang terus menatapnya tak berkedip.


“Jadi mimpi yang kau alami semalam itu pasti mimpi yang menyedihkan dan kita tahu itu datangnya darimana! dari setan...” jelas Aileen sambil membisikkan kata-kata yang terakhir tepat di telinga Vir.


“Dan itu terjadi pasti karena kau tidak baca do'a saat mau tidur kan?”


Vir kelihatan lebih rileks dari sebelumnya, penjelasan dari Aileen yang juga awam ilmu agama sedikit tidak membuatnya lebih tenang.


“Lain kali kalau mau tidur harus baca do'a dulu agar tidak mimpi buruk seperti semalam..” Vir mengangguk menyetujui


“Aku jadi penasaran, sebenarnya kau mimpi apa? kenapa sampai histeris seperti itu..” Aileen tak bisa lagi menyembunyikan rasa penasarannya


Namun bukannya menjawab Vir malah tersenyum lalu kembali memeluknya penuh sayang.


Sejenak keduanya terdiam sebelum akhirnya Vir berkata “Aku tidak akan menceritakannya. Menurut yang ku dengar, mimpi buruk tak boleh diceritakan." Ujar Vir setelah sempat mengingat kembali ucapan seorang temannya.


Aileen hanya tersenyum, ia tak ingin memaksa Vir untuk menceritakan semuanya. Baginya melihat Vir lebih tenang seperti ini saja sudah lebih dari cukup.

__ADS_1


...____...


“Aku tidak mau melakukan itu!! Harusnya kita cukup tahu diri untuk tidak meminta belas kasih dari mereka..” tolak seorang pria paruh baya setelah seorang wanita seusianya memintanya untuk melakukan sesuatu.


“Tapi ini demi kesembuhan putrimu juga, apa kau tidak dengar yang dikatakan dokter ? 'mungkin dia akan sedikit membaik jika bertemu dengan pria yang terakhir kali menemuinya'." ucap si wanita seraya mencoba mengulangi ucapan dokter.


“Tetap saja, lagi pula apa yang diharapkan dari mereka? Meminta Vir kemari tidak akan membuat keadaan Fia membaik! Kita tahu dia sudah menikah dan tidak akan pernah membuat keputusan hanya untuk menemui Fia setelah apa yang terjadi” seloroh pria paruh baya itu.


Ya, mereka adalah orang tua Fia. Setelah mendapat kabar jika putrinya masuk rumah sakit mereka langsung kembali ke tanah air. Kini Fia pun sudah pulang ke rumahnya.


Orang tua Fia sendiri sudah mendengar semua kejadian yang terjadi dari dokter dan suster yang menjaga putrinya. Dari situ juga ia tahu, jika sebelumnya Fia sempat membuat keributan dengan seorang dokter yang ternyata adalah istri dari Virendra.


Bahkan ia yang awalnya sama seperti Fia tidak mengetahui soal pernikahan itu, sedikit terkejut saat mendengarnya. Mama dan Papa Fia begitu prihatin melihat keadaan putrinya, namun Papa Fia begitu menyayangkan tindakan brutal Fia yang mengakibatkan istri Vir itu sampai di scorsing.


Namun berbeda dengan Mamanya. Ibu Fia itu justru kelihatan membela putrinya, walaupun pada awalnya, kejadian yang terjadi ditimbulkan oleh putrinya.


“Pah, kau juga harus memikirkan keadaan putrimu..” sunggut Mama Fia, ia masih berusaha membujuk Papa Fia untuk menghubungi Vir, karena sejak kemarin dia terus saja menyebut nama Vir bahkan sempat menolak makan dan minum sebelum bertemu dengan pria itu.


“Fia mengalami mental illnes begini juga karena Vir.. Jadi dia juga harus bertanggung jawab!” tuntutnya yang masih tetap ingin papa memanggil Vir


“Cukup Mah..!” ujar Papa geram “Aku tidak akan melakukan itu!! Biarkan semuanya seperti ini, Fia harus bisa melupakan Vir..” gerutu papa dengan mata nyalang


“Ini sudah jalannya! Harusnya kita cukup tahu diri, Keluarga Vir tidak membeberkan kejadian di masa lalu saja itu sudah cukup.. Memangnya kau pikir Vir tetap akan bertahan selamanya jika suatu saat dia tahu siapa Keluarga kita?? Mungkin ini jalannya, jadi berhentilah mendesak ku untuk menghubunginya.. Biarkan Fia melupakan semuanya, sampai kapanpun mereka tidak akan pernah bisa bersatu..” desis Papa Fia sambil berlalu pergi.


Sedangkan Mama Fia terus menatap kepergian suaminya dengan perasaan kesal. Ia terlihat mengepalkan tangan sambil menghentakkan kakinya.


“Huh, Persetan dengan masa lalu itu!! Tidak seharusnya dia merusak kebahagiaan Fia ku.. Aku tidak terima!! Mereka dulu saling mencintai sebelum Vir menikah.” selorohnya dengan sorot mata tajam


...____...


Virendra, setelah merasa lebih baikan, Ia kembali melakukan rutinitas harian menggantikan sang istri bahkan ia sampai benar-benar tak masuk kerja. Tentu saja, ia sama sekali tak membiarkan Aileen menyentuh pekerjaan apapun.


Padahal wanita hamil itu bukanlah orang sakit yang tidak bisa mengerjakan semuanya. Namun Vir dengan begitu posesifnya malah membatasi pergerakannya.


“Duduk di situ saja!!” perintahnya saat ia mulai menyapu, membersihkan seluruh ruangan dari lantai atas sampai lantai bawah sedangkan Aileen hanya duduk diam memperhatikan apa yang ia kerjakan. Ya, walaupun cara menyapunya kurang bersih namun Vir sama sekali tak ingin diprotes. Menggemaskan!


“Biar aku saja, ini belum bersih..” pinta Aileen saat ia mendapati bagian lantai yang masih kotor. Namun lagi-lagi Vir malah menolaknya


Bahkan untuk memasak sarapan pagi pun ia melarang Aileen melakukannya. Ia hanya meminta Aileen menunjukkan semua bahan dan menyebutkan tutorialnya, sedangkan ia mulai mengerjakan semua sesuai arahan yang diberikan.


“Ck, sudah kubilang memasak itu tidak mudah! sini biar aku saja..” seloroh Aileen mencoba mengambil alih pekerjaan Vir, namun lagi-lagi ia menolak dan membawanya duduk di kursi mini bar lalu kembali melanjutkan kegiatan memasaknya.


“Makanya aku bilang juga apa, kita butuh ART untuk mengerjakan semuanya..” protes Vir sambil mulai mengaduk bahan makanan yang sudah masuk ke wajan. Tentunya menu makanan bergizi untuk ibu hamil.


“Tidak, Aku masih bisa mengerjakan semuanya! salah mu yang ngotot melarangku melakukan ini itu, padahal aku masih bisa..” gerutu Aileen sambil kembali mendekat melihat proses memasak yang dilakukan suami keras kepalanya.


“Lagi pula dulu kau sendiri yang tidak ingin memakai jasa ART karena ingin menyiksaku kan..” Aileen berkacak pinggang “Kenapa sekarang malah ngotot ingin pakai jasa ART, hehe..” cibirnya lagi


“Ck, jangan membahas masa lalu! Bukankah sudah pernah ku bilang, dulu aku bodoh, pikiranku buntu..”


Aileen terkekeh demi ucapan Vir dan melihat meja dapur yang begitu berantakan.

__ADS_1


“Sana duduklah, sebentar lagi matang jadi tunggu di meja makan saja..” usir Vir agar Aileen menjauh dari dapurnya.


“Jangan lupa dicicipi, jangan sampai cita rasanya kurang..” ujar Aileen memperingati.


Walaupun penuh dengan kehebohan dengan dapur yang sudah seperti kapal pecah namun Vir tetap melakukan semua yang Aileen katakan dengan senang hati. Bahkan ia terlihat begitu menikmati proses memasak itu dengan penuh semangat.


oh ternyata begini rasanya menjadi seorang wanita.. Tidak mudah dan harus penuh dengan perhitungan, apalagi jika sudah dikejar waktu.


Pikir Vir yang pernah begitu bodoh di awal dulu ingin Aileen mengerjakan semuanya sendiri, walaupun tanpa mengeluh namun Ailee mampu mengerjakan semuanya.


Ia benar-benar mengutuki kebodohannya di masa lalu, kini ia pun merasakan bagaimana rasanya jadi wanita. Baru seperti ini saja ia hampir kewalahan. Bagaimana dengan wanita yang setiap hari melakukan semuanya di sela kesibukan pribadinya walaupun beberapa ada yang duduk santai karena memiliki ART.



Beberapa saat kemudian, setelah sarapan dan membereskan semuanya. Kini sepasang suami istri itu tengah berada di ruang tv, dengan Vir yang tengkurap di pangkuan sang istri.


“Ahhk, rasanya badanku pegal semua..” desah Vir sambil mengarahkan tangannya ke bagian punggungnya yang sakit agar Aileen memberi pijitan di sana.


“Lemah! baru begitu sudah mengeluh..” cibir Aileen sambil memijat punggung Vir setelah di beri minyak pijat.


“Makanya besok biar aku saja yang mengerjakan semuanya, kau tak perlu berlebihan seperti ini..”


Vir terdengar menghela napas, pria yang mengenakan kaos oblong dan celana pendek itu membalikkan tubuhnya menatap sang istri.


“Bisakah sekali saja tidak membantahku?” gerutu Vir sambil mendaratkan tangannya menyentuh pipi Aileen


Aileen tersenyum lalu menunduk untuk menyatukan wajahnya dengan Vir, merasakan aroma mint dari bibir suaminya.


“Lalu bagaimana pekerjaanmu?” Aileen melepas tautannya dan kembali pada posisi semula.


“Aku akan ambil cuti sampai bayi kita lahir..” ujar Vir sambil memalingkan wajahnya pada perut di depannya.


Aileen menyerngit heran, seolah tidak yakin dengan jawaban Vir. Walaupun jauh di lubuk hati yang paling dalam ia begitu bahagia mendengarnya.


“Aku bosnya, sah-sah saja bukan?” sahut Vir yang sepertinya tahu isi pikiran Aileen “Lagi pula aku akan tetap bekerja dari rumah agar tetap bisa menemani kalian..”


Vir menyibakkan kaos yang Aileen kenakan lalu mencium seluruh bagian perut itu.


“Daddy akan menjaga kalian, menemani mu tumbuh di dalam sini adalah moment berharga yang tidak boleh Daddy lewatkan..” seru Vir penuh semangat.


“Terimakasih Daddy, mommy dan aku menyayangimu..” Aileen menimpali dengan menirukan suara anak-anak membuat Vir mendongak menyeringai.


Lama mereka saling tatap, beradu pandang, menyelami perasaan satu sama lain tanpa sepatah katapun. Hanya tatapan yang berbicara jika keduanya begitu saling mencintai.


Vir tersenyum simpul sambil menarik tengkuk Aileen hingga menunduk lalu menyatukan pangutan mereka. Saling menyesap keindahan dan menyalurkan cinta melalui sentuhan penuh arti.


...___________...


Hy Readers, jangan lupa tinggalkan jejak ya.. komen, Vote dan beri secuil hadiah untuk menyemangati Author..


Big Hug untuk kalian yang masih stay dan setia mengikuti cerita ini..

__ADS_1


Salam sayang Eil_Vir💓


__ADS_2