Lihat Aku, Buka Hatimu

Lihat Aku, Buka Hatimu
Part 68


__ADS_3

"Mommy dan Daddy sekarang dimana?" tanya Aileen pada Vir


“Sudah di rumah” sahut Vir acuh tak mengalihkan pandangannya dari depan


Aileem terdiam, ia terus memikirkan kenapa orang tuanya sama sekali tak menghubungi dirinya jika sudah kembali. Bahkan mereka malah menghubungi Vir, pertanyaan itu terus saja berseliweran di kepala dokter cantik itu.


Keduanya larut dalam pikiran masing-masing, dengan Aileen yang masih memikirkan hal yang sama sedangkan Vir masih fokus mengemudi.


Hanya suara musik yang menggema di dalam mobil itu.


Aileen yang hanyut dalam lamunannya tiba-tiba fokusnya teralih ke arah Vir yang tengah bernyanyi mengikuti penggalan lirik pada lantunan lagu tersebut.


“Oh Mengapa, tak bisa dirimu yang mencintai ku? tulus dan apa adanya... Aku memang, bukan manusia sempurna tapi kulayak dicintaa hmmmnt, hmmnntt, hmmnt..”


Dia terus menatap ke arah Vir yang kelihatan begitu menghayati lagunya.


“Tidak usah menatap ku seperti itu! Aku tahu aku tampan, Suara ku juga bagus kan” ucap Vir dengan penuh percaya diri, membuat Aileen menatap malas. Ya walaupun semua yang dikatakan memang benar adanya. Hanya saja tingkat kepercayaan diri suaminya itu sudah melampaui batas dan itu tidak boleh dibiarkan.


Aileen mengalihkan pandangannya ke arah depan


“Apa mau mendengar suara ku lagi? Aku akan menyanyi untukmu"


“Tidak perlu, Aku hanya sedikit heran ternyata orang sepertimu bisa menyanyi juga" lirih Aileen namun masih bisa di dengar oleh pria itu


Mendengar ucapan Aileen ia malah tersenyum sambil berkata “Saking herannya kau sampai terkagum pada ku bukan?" ucap Vir yang memang sengaja menggoda istrinya, baginya wanita di sampingnya itu terlalu menggemaskan saat sedang serius.


Tingkah Aileen yang seperti ini kadang membuat Vir berpikir bahwa istrinya itu terlalu serius atau memang tak bisa tertawa karena ia memang tidak pernah melihat Aileen tertawa saat bersama dirinya. Ya bagaimana mau tertawa bersama jika selama ini Vir selalu menjengkelkan.


Tapi sepertinya kali ini Vir begitu penasaran ingin melihat wajah istrinya saat sedang tertawa karena dirinya. Ia pun mulai berpikir keras untuk menemukan cara agar Aileen bisa tertawa dengannya. Entah mengapa ia begitu penasaran dan ingin melakukan hal itu.


“ck, sudahlah. Jangan terlalu Pd! lebih baik fokus mengemudi agar kita cepat sampai” ucap Aileen yang mana langsung dituruti oleh Vir.


Mungkin ia akan membuat Aileen tertawa lain kali saja.


🍃🍃🍃🍃🍃


Beberapa menit kemudian, Akhirnya Aileen dan Vir sudah sampai di kediaman orang tuanya.


Dengan terburu-buru Ia segera berlari meninggalkan Vir yang baru saja turun dari mobil. Sepertinya ia terlalu merindukan Mommy dan Daddy sampai melupakan keberadan suaminya. Hal itu membuat pria itu mendengkus kesal.


”Haiis, beraninya dia meninggalkanku”


Beruntung langkah pria itu besar jadi ia bisa menyusul Aileen. Vir langsung menggenggam tangan istrinya yang sudah hampir membuka pintu, membuat wanita itu ercegat dan kembali mundur.


Karena tarikan Vir yang sedikit kencang membuat tubuh Aileen yang tidak begitu siap terhuyung ke belakang dan mendarat sempurna di depan tubuh Vir.


Pria itu tersenyum penuh arti “Lihatlah, kau bahkan tak bisa jauh dariku. Aku tahu kau memang selalu ingin di samping ku”


Ucapan Vir itu membuat Aileen mengernyit heran pada suaminya yang terlalu pintar memutar balikkan fakta. Padahal jelas-jelas Aileen merasakannya jika dirinya lah yang menarik tangannya sampai seperti ini.


Namun Aileen tidak memperdulikan itu, Yang terpenting sekarang adalah menjauhkan diri dari Vir sebab ia tidak tahu kenapa jantungnya terus saja berdetak kencang setiap kali kontak fisik dengan suaminya. Ia tidak ingin Vir mengetahui hal itu, yang ada ia akan semakin dipojokkan.


“Kemarilah, Aku tidak akan meninggalkan mu” Vir menggengam erat tangan istrinya dengan diiringi seringai licik dari bibir tipisnya.


Dasar Drama king, untung saja kau suamiku huh kalau tidak sudah ku suntik mati sejak lama.. Gerutunya dalam hati


Sesampainya di dalam, semua keluarga yang ada di sana langsung tersenyum saat melihat kedatangan keduanya.


Aileen sendiri merasa heran, harusnya dialah yang menyambut Daddy dan mommy beserta Om Ferdy dan Tante Syella yang baru tiba tapi kenapa kondisinya malah terbalik justru dia dan Vir sudah seperti orang yang baru tiba dari luar negeri.

__ADS_1


“Kalian, kemarilah” ucap Oma dan Opa


“Daddy, Mommy kenapa tidak memberi tahu ku jika kalian datang. Aku pasti akan menjemput ke bandara” Aileen beralih memeluk Daddy dan Mommy secara bergantian


“Hanya tidak ingin merepotkan mu sayang. Lagipula Daddy sudah menghubungi Vir, bukankah itu sama saja” jelas Mommy seraya mengusap lembut rambut putrinya.


Vir pun ikut memberi salam pada Mertuanya. Mereka Semuapun berbincang melepas kerinduan satu sama lain.


Shakeel dan Orang tuanya pun sudah kembali ke rumahnya.


“Vir, Eil kalian menginap lah di sini” ucap Oma Fera


“Iya nak, Mommy Sangat merindukan kalian” sahut Mommy


Aileen beralih menatap Vir, seolah meminta persetujuan dari pria itu.


Daddy Al terlihat terus memperhatikan interaksi antara anak dan menantunya .


Sementara Vir yang melihat Aileen begitu ingin menginap pun tersenyum dan berkata “Kalau mau menginap boleh, aku ikut mana baiknya saja”


Ucapan Vir kedengaran seperti suami yang begitu menuruti keinginan istrinya.


Hal itu membuat Biyan yang masih belum melupakan kejadian dulu menatap jengah pada Kakak iparnya itu.


cih, dia memang sangat lihai berakting. Aku yakin dia hanya bersikap baik seperti ini saat bersama keluarga ku saja kan, Aku tahu kau tak sebaik sandiwara mu.


“Semuanya Aku ke kamar dulu” Biyan pun beranjak pergi sambil terus menatap Vir dengan tatapan dingin


Daddy, dan Opa Surya pun pamit ke kamar lebih dulu. Waktu sudah menunjukkan sore hari jadi Mereka ingin bersiap untuk membersihkan diri.


Kini di ruang keluarga hanya tinggal Mommy, Oma Fera, Aileen dan Virendra.


“Oh iya Jessica, Kau tidak melupakan pesanan ku bukan?" tanya Oma Fera.


Oma yang keliatannya begitu senang segera menyuruh Mommy untuk mengambil pesanan yang dimaksud.


Aileen yang melihat hal itu merasa penasaran, tiba-tiba ia merasa tidak enak seolah akan terjadi sesuatu yang memalukan pada dirinya.


“Apa tidak ingin mengambil pakaian ganti terlebih dahulu” Bisik Vir tepat di telinga Aileen membuat wanita itu merasa geli.


Aihh pria ini, apa sulit baginya untuk tidak kontak Fisik denganku. Apa dia tidak kasihan pada diriku ini yang selalu saja salah tingkah setiap dia sentuh. gerutu Aileen dalam hati


“Hey, aku bertanya” bisik Vir sekali lagi sebab melihat Aileen tak merespon ucapannya


“Tidak perlu, aku masih punya banyak pakaian di sini”


“Lalu bagaimana dengan ku? Aku tidak punya pakaian ganti di sini” bisik vir sekali lagi yang mana membuat Aileen sedikit menjauh sebab dia benar-benar merasa grogi jika terus seperti ini


“Nanti aku pikirkan” ucap Aileen. Dia merasa bersyukur sebab Vir tak lagi banyak tanya. jika tidak, ia benar-benar tak bisa lagi mengejar jantungnya yang sepertinya siap berlari ke luar dari tubuhnya.


Sementara Oma yang sedari tadi melihat kelakuan Vir dan Aileen yang bisik-bisik manja membuatnya tersenyum bahagia.


Tidak lama setelah itu Mommy sudah kembali dengan membawa dua buah paperbag. Mommy pun menyerahkannya pada Oma Fera.


“Eil” Mendengar Oma menyebut namanya membuat perasaan Aileen semakin tak karuan, Ia yakin seratus persen jika kali ini dirinya benar-benar akan dipojokkan oleh sesuatu yang ada di dalam paperbag itu.


Sementara Mommy yang sepertinya tahu apa isi paperbagnya terlihat mengulum senyumnya.


“Karena malam ini kau menginap di sini, Oma ingin kau memakai ini” Oma menyerahkan paperbag itu pada Aileen

__ADS_1


Aileen lalu membukanya, ia tercengang melihat isinya. Yang benar saja, tebakannya memang tidak pernah salah. Omanya malah memberikan beberapa lembar lingerie yang berbahan tipis dan seksi, untuk dilihat saja ini sangat memalukan apalagai jika harus digunakan. Wajah Aileen seketika berubah seperti kepiting yang direbus dengan suhu yang paling panas.


Sementara Vir, pria itu ikut tercengang dengan pakaian yang istrinya pegang. Ia kelihatan menelan ludah kasar, Bayangan Aileen mengenakannya langsung melintas di otaknya. Ia sendiri sudah sering melihat wanita berbikini saat di luar negeri dan respon dirinya pun biasa saja namun entah mengapa membayangkan Aileen mengenakan pakaian laknat itu saja sudah berhasil membuat hawa panas membakar sekujur tubuhnya.


“Maafkan atas kelancangan oma, Vir. tapi oma banar-benar tak tahan melihat pakaian tidur istri mu yang terlalu alim. Jadi oma berinisiatif ingin memberikan hadiah ini padanya” tanpa rasa bersalah oma terus mengoceh “Semoga kalian suka dengan hadiah ini”


“Tapi alangkah bagusnya jika kau sendiri yang memilih pakaian itu sesuai seleramu" Sambung Oma lagi


“Oma” lirih Aileen yang malunya sudah terasa sampai di ubun-ubun.


“Diamlah Eil, apa kau tidak bisa menuruti keinginan oma mu yang sudah tua ini” Aileen selalu saja dibuat diam jika Oma sudah mengeluarkan senjata ampuhnya. wanita itu sudah dibuat mati kutu. oma telah membuatnya kehilangan wajah di hadapan Vir.


“Istri mu ini memang tidak terlalu suka memakai pakaian sexy tapi kalau dihadapan suami harus mengenakan pakaian dinas bukan? bagaimana cucu cicit kami bisa segera hadir jika pergerakan kalian terlalu lamban” ucap Oma tersenyum tanpa dosa


Aileen terus menatap ke arah Mommy nya yang kelihatan menahan tawa tanpa mau membela putrinya yang sedang di bully oleh oma. Sepertinya Mommy juga tak mampu mencegah Ibu mertuanya itu.


Jika saja Daddy ada di sini, dia pasti akan membela ku, hmmnt.


“Eh tentu Oma, Aku dan Eil pasti akan berusaha untuk menghadirkan cucu untuk kalian. terimakasih untuk hadiahnya” Melihat Vir yang malah Berbicara seperti itu membuat Aileen melongo tak percaya.


“Ah syukurlah, aku senang mendengarnya! Tak perlu berterima kasih, cukup beri aku cucu kami akan sangat senang” Oma mulai beranjak dari tempatnya


“Kalau begitu istirahat lah, jangan lupa nanti malam suruh istrimu pakai pakaian dinas itu! dan ingat Eil kau harus punya banyak koleksi pakaian ini” ucapan oma begitu menohok. Ia benar-benar tak menyangka jika omongan oma pada saat di luar negeri waktu itu benar-benar di sampaikan pada Vir.


“Tentu oma, aku berencana akan membeli kan Eil banyak yang seperti ini, kalau perlu dengan perusahaan konveksinya sekaligus” ucap Vir terkekeh, mencoba mencairkan suasana tegang pada istrinya


karena sepertinya akan menarik jika dia mengenakan pakaian kurang bahan ini. tersenyum dalam hati


“Ya itu lebih baik, Jessica ayo antar aku ke belakang”


“Vir, Eil mommy dan oma kebelakang dulu! Kalian langsung ke kamar saja”


kini Hanya tinggal Vir dan Aileen yang ada di sana.


Aileen terus menatap Vir yang masih menampakkan senyum mengembang di wajahnya. Ia kesal sebab suaminya itu malah meladeni ucapan oma yang memojokkan dirinya.


“Hiya Vir. Kenapa kau malah mengatakan hal seperti itu pada Oma, kau benar-benar membuat ku malu” Aileen menyerahkan semua pakaian laknat beserta paperbagnya di atas pangkuan Vir.


pria itu hanya terkekeh geli melihat Aileen yang sedang marah


“Kenapa? bukannya bagus agar lebih mudah melakukan ***.” Mengedipkan mata dan bertingkah menggoda


“Astaga, aku tidak menyangka pikiran mu sekotor ini” Aileen beranjak dari duduknya


“Kau dengar sendiri mereka ingin cucu. ayo kita buatkan!” goda Vir sambil menarik tangan Aileen namun wanita itu malah menepisnya dan berlari meninggalkan Vir seorang diri


Vir semakin dibuat gemas dengan tingkah Istrinya itu


Ia lalu menyusul Aileen yang melangkah menuju kamar.


“Hey jangan lari, yang oma katakan itu benar semua jadi kita harus sering-sering melakukannya"


“Tidak”


“Mari coba pakaian ini dan lakukan sesuatu setelahnya”


“Tidak, lakukan saja sendiri!”


“Apa ingin jadi istri durhaka?”

__ADS_1


“Tidak juga, tapi aku tidak mau”


Begitu seterusnya hingga mereka berdua sampai ke kamar


__ADS_2