
“Itu artinya kita ditakdirkan untuk bersama karena memang kita saling melengkapi satu sama lain..!”
“Kenapa tidak bilang begitu dari dulu?” Aileen mendongak menatap wajah suaminya.
“Karena dulu aku bodoh, buta dan tuli” Vir mempererat rangkulannya pada Aileen sambil terus berjalan.
“Ck, ternyata dulu kau cacat?” cebik Aileen dengan tawa tertahankan membuat wajah serius Vir menatap tak suka.
“Aku serius Sun!” protesnya tak terima “Memangnya kenapa kalau aku cacat? Apa kau akan meninggalkanku?” langkahnya berhenti kemudian menarik tangan Aileen untuk menatapnya lekat.
“Aku sudah bertahan sampai kau melalui masa cacat mu bukan?” Vir semakin jengah mendengar ucapan istrinya
Aileen terkekeh melihat raut wajah suaminya yang mulai datar, Ia lalu meraih kedua tanga Vir kemudian menggengamnya erat
“Apa perkataan ku salah? Bukankah kau sendiri yang mengatakan dirimu bodoh, buta dan tuli? Lalu dimana salahnya, Moon? Aku memang sudah berhasil menemanimu di masa cacat mu itu sampai saat ini kan?” Aileen berusaha menjelaskan dengan selembut mungkin sebab ia tahu jika suaminya sudah menunjukkan wajah marahnya maka akan sulit untuk dibujuk
Vir menghela napas lalu tersenyum, Ia mengusap lembut wajah istrinya “Kau benar juga, Sun! Dulu aku memang cacat, aku tuli tidak mendengarkan ucapan orang yang menyuruhku bersama mu dan aku juga buta tidak bisa melihat sisi baikmu..” Vir memeluk erat tubuh itu sambil sesekali mencium keningnya
Aileen merasa sangat bahagia dengan Vir yang sudah menyadari semua kesalahannya di awal dulu. Kini Harimau garang yang dikenalnya itu sudah berubah menjadi kucing jinak yang begitu penurut dan lemah lembut, ya walaupun kadang sesekali sikap arogan itu sering muncul seenaknya.
“Moon, apa kau ingat waktu itu kau pernah membawa mantanmu itu ke rumah?” Vir melepaskan pelukannya lalu menatap lekat manik cantik wanitanya.
“Kenapa?”
“Waktu itu aku sangat kesal!”
Vir tersenyum, ia mengingat kejadian tersebut. Dimana saat itu ia memang mengajak Fia ke rumah namun tanpa di duga Aileen datang dan melihat mereka di sana. Pada saat itu Aileen terlihat biasa saja dan hanya melaluinya namun nyatanya ia ternyata kesal melihat itu dan baru mengatakannya sekarang.
“Benarkah? Tapi waktu itu kau terlihat biasa saja?” ucap Vir penasaran
“Memangnya kalau aku marah pada saat itu apa untungnya, kau pasti akan balik memarahi ku di depannya. Jadi aku diam dan terus mengumpati mu sepanjang jalan” ucap Aileen yang merasa puas.
“Kau memang tupai licik! Aku pikir karena takut ternyata kau mengumpati ku! hmmmnt, tapi aku penasaran, apa yang kau katakan dalan umpatan itu?”
Aileen Menatap Vir, seakan ragu namun ia tetap mengatakannya “Suami sialan! Tidak tahu diri! beraninya membawa wanita lain berbuat mesum di rumah ini!” Aileen memperagakan dirinya seolah sedang emosi sungguhan, ia bahkan sampai menghentakkan kakinya.
Melihat itu, Vir hanya tersenyum. Ia bersandar di dinding sambil melipat kedua tangannya. Baginya Aileen sangat menggemaskan dengan tingkah lucunya.
“Apa hanya itu umpatannya?” tanya Vir
“Tunggu, masih ada lagi!” ucap Aileen
“Saat sampai di kamar, aku menutup pintu kamar kemudian melepaskan masker ku. Aku bersandar di dinding dan berkata seperti ini ’Percayalah Vir, sejauh apapun kau pergi! Sekeras apapun kau menghindar! Kau tak akan bisa menentang takdir, sebab akulah takdirmu! Suatu saat kau akan sadar bahwa akulah yang seharusnya kau cintai sejak dulu! dan saat itu tiba akan hanya ada penyesalan dalam dirimu' Aku bilang begitu sambil terisak. Entah mengapa pada saat itu hati ku begitu sakit” ucap Aileen dengan begitu menyedihkan
Sementara Vir yang merasa sangat bersalah kembali memeluk Aileen degan begitu erat.
“Terima kasih sudah bertahan sampai saat ini! Maafkan kebodohan ku, Sun. Aku menyesal!”
“Sudahlah, Moon. Jangan dibahas lagi! Tidak ada yang harus disalahkan. Hanya saja kita dipersatukan diwaktu yang tidak tepat sebab kau masih memiliki kekasih dan aku mengerti itu. Aku bisa membayangkan bagaimana jika aku yang ada di posisi kalian, mungkin akan sangat sulit” Aileen mengelus lembut punggung suaminya. Hal itu semakin membuat Vir haru, istrinya merupakan sosok wanita yang begitu pengertian.
“Dan terimakasih untuk semua umpatan dan doa mu, Sun! Seperti katamu, sekeras apapun aku mendustai takdir, jika Tuhan menakdirkan kita bersama maka aku akan kembali kepada mu dan saat ini aku benar-benar menyesal pernah menyakiti mu. Aku mencintaimu” lirih Vir dengan begitu haru membuat hati Aileen bergetar tak karuan. Ia merasa begitu bahagia, kehidupannya seakan begitu lengkap. Kesabaran dalam penantiannya telah membuahi hasil.
Saat mereka masih berpelukan dan menyelami perasaan satu sama lain tiba-tiba beberapa pengendara motor ugal-ugalan lewat di sana dan berteriak tak tahu sopan santun.
“Woyy, kalau mau pacaran tuh jangan dipinggir jalan!” teriak remaja nakal itu disela suara mesin motor yang begitu bising, mereka bahkan melemparkan botol minuman kaleng ke arah Aileen, beruntung Vir yang melihat itu langsung membalik tubuhnya dan melindungi Aileen. hingga ia lah yang terkena lemparan tersebut.
“Damn It!! Bocah sialan! Ugal-ugalan! Kau pikir ini jalan nenek moyangmu!” umpat Vir pada remaja itu, Mereka hanya tertawa mengejek ke arahnya.
“Ck, kau tidak tahu siapa aku! Lihat saja akan ku buat kalian menyesali perbuatan kalian malam ini!” umpat Vir yang tak terima diperlakukan seperti itu apalagi hampir mengenai istrinya.
“Moon, kau tidak apa-apa?” ucap Aileen sambil membersihkan punggung Vir yang sedikit basah karena kaleng tadi masih ada isinya.
“Tidak sayang. kau sendiri tidak apa-apakan?” Vir yang begitu menghawatirkan istrinya langsung memeriksa tubuh Aileen.
Aileen tersenyum haru melihat Vir yang begitu perduli padanya, padahal keadaan pria itulah yang perlu dipertanyakan namun ia malah lebih menghawatirkan istrinya yang jelas-jelas terlindungi dan terhalang oleh tubuhnya.
“Moon, aku tidak apa-apa sayang!” Aileen menangkup wajah suaminya dan menatapnya lekat “Harusnya aku yang bertanya, kau melindungi ku, jika tidak mungkin aku yang akan terkena lemparan itu..”
__ADS_1
Aileen memeluk Vir “Terimakasih sudah menjagaku!”
Tangan Vir terulur mengelus lembut rambut Aileen “Tidak perlu berterimakasih Sun. ini Sudah kewajibanku melindungi mu! Dan terimakasih sudah bertahan sampai saat ini” Vir memeluk tubuh Aileen begitu erat. Penyesalan akan perbuatan yang sudah-sudah kembali menyeruak dalam hati.
“Kau suami ku, Moon! meski dipaksa mundur oleh keadaan sekalipun aku akan tetap di sisimu” Aileen sedikit berjinjit kemudia menciumi pipi suaminya
“Kita kembali ke hotel saja ya”
“Katanya ingin jalan-jalan, kenapa kembali?”
“Aku takut kejadian seperti tadi lagi”
“Hey, jangan takut! Kau bersamaku Sun!
“Tetap saja Moon, aku takut anak nakal seperti tadi itu kembali! Ini semua salahku, seandainya menuruti mu untuk naik mobil mungkin kita tidak akan bertemu orang seperti mereka!”
Vir tersenyum mendengar ocehan istrinya.
“Kenapa menyalahkan dirimu, aku tidak apa-apa Sun! lihatlah” ucap Vir seraya memutar tubuhnya
“Tetap saja! Vir, kita pulang saja ya. jalan-jalannya bisa lain kali lagi..” lirih Aileen yang tetap ngotot ingin pulang.
“Baiklah” Vir menghela napas kemudian mencium kening Aileen “Ayo..” Vir menggandeng tangan istrinya lalu berjalan bergandengan tangan menyusuri trotoar.
...*****...
Beberapa saat kemudian, Aileen dan Vir sudah sampai di Hotel. Kini mereka tengah bersiap berlayar di pulau kapuk.
Vir membawa Aileen ke dalam dekapannya sambil menempelkan bibirnya di kepala sang istri. Bibir itu seolah sudah melekat di sana hingga sulit baginya untuk melepaskan diri.
“Moon, besok kita pulang ya! Aku sudah merindukan rumah..” dengan mata terpejam Aileen berucap sambil memeluk erat tubuh Vir yang bertelanjang dada.
Biasalah, pasti kalian tahu apa yang baru saja terjadi..
“Jangan terburu-buru Sun! kalau kau mau, kita bisa tinggal di sini..”
“Baikalah.. besok kita pulang! Tapi, jika ingin menginap di sini katakan saja aku akan langsung menuruti semua keinginan mu” Vir mencium bibir Aileen
“Terimakasih sayang, itu pasti”
“Kalau begitu, tidurlah!”
“Hmmmnt! Have a nice dream My moon” Aileen mengecup kening Vir kemudian membenarkan posisinya.
“Have a nice dream My Sun! Aku mencintaimu” Vir mematikan lampu nakas kemudian memeluk tubuh Aileen lalu mulai memejamkan mata.
...****...
Keesokan Harinya, Vir menepati janjinya untuk membawa Aileen pulang. kini mereka sudah tiba di cluster Magnolia tepat di depan rumah mereka.
Di sana terlihat mobil Marcedec-benz putih milik Aileen yang terparkir rapi bak pajangan. Sebab Vir sama sekali tak mengizinkannya untuk mengemudi sendiri. Selain posesif Vir juga membatasi pergerakan Aileen jika tanpa dirinya. Ia begitu posesif dan overprotektif.
“Aku, rindu rumah..hmmmnt”.Aileen merentangkan tangannya sambil menghirup udara pagi yang begitu menyegarkan.
Vir yang baru saja memarkirkan mobilnya langsung menghampiri Aileen
“Aku yakin kau pasti begitu merindukan sensasi bercinta di kamarkan, Ayo! mumpung weekend!” Vir menarik tangan Aileen sambil menyeringai.
“Moon, masih pagi! lagi pula kapan aku bilang merindukan sensasi bercinta di rumah..hmmnt” Aileen memutar mata malas sebab Vir selalu menjadikan orang lain kambing hitam, padahal mungkin dirinya lah yang merindukan sensasi bercinta di rumah.
“Ayolah, Sun! Vir junior merindukan gawangnya!” Vir memeluk Aileen dari belakang sambil menghadap ke arah jalan.
“Moon, mesum!”
“Mesum sama istri sendiri tidak apa sayang” Vir mencumbu Aileen.
__ADS_1
Aileen sendiri merasa urat malunya sudah hilang sebab keseringan menghadapi Vir yang selalu berkelakuan seperti ini dimanapun ia berada.
“Onty Eil!” teriak seseorang sambil menirukan suara anak kecil, membuat Vir dan Aileen menoleh ke sumber suara.
Di sana terlihat Moza dan babynya berjalan mendekat. Aileen tersenyum sambil berusaha melepaskan tangan Vir dari tubuhnya.
“Sayang, lepas! apa kau tidak malu ada mbak Moza" lirih Aileen pelan.
“Dia yang mengangguku, Sun! Aku ingin membobol gawang, kenapa dia datang?” cebik Vir yang merasa terganggu.
“Kita bisa melakukannya kapan saja moon, ayolah mbak Moza semakin dekat!”
“Aku akan bermain solo rank!" Vir melepaskan pelukannya. berusaha mengancam Aileen, sebab istrinya tak mengizinkannya untuk melakukan solo rank.
“Lakukan saja, sana masuk!” Aileen yang merasa beruntung dengan kehadiran Moza segera mendorong tubuh suaminya agar masuk ke rumah.
Ancaman Vir tak mempan “Eil, ayolah! suruh saja Moza itu pulang! Apa kau rela membiarkan ku bersolo rank dan menuntaskannya sendiri..hmmt” wajah Vir sudah memerah, ia berjalan mundur sambil menunjuk sesuatu yang mengeras menggunakan dagunya.
Namun Aileen tak perduli, Ia hanya terkekeh geli “Masuklah sayang, gawang tidak akan kemana-mana! ” ucap Aileen lalu berjalan ke arah Moza dan bayinya yang sudah sampai di halaman rumah mereka
“Hey mbak!
“hey eil, lama tidak bertemu!” Bercipika-cipika layaknya pertemuan wanita pada umumnya
Aileen terlihat memegang tangan mungil bayi Moza yang begitu menggemaskan.
“Iya mbak, aku jarang di rumah!! Hey, boy! Apa kabar?” sapa Aileen pada anak Moza dan bayi itu hanya terkekeh
“Suami mu kenapa Eil?” tanya Moza yang melihat Vir masuk ke dalam rumah dengan tidak bersemangat.
“Dia kelelahan mbak, lelah mengemudi” ucap Aileen menyembunyikan fakta yang sebenarnya. kan tidak mungkin ia mengatakan pada Moza jika suaminya ingin bercinta.
Mereka saling ngobrol di bangku yang berada tepat di bawah pohon palem yang berada di halaman rumah Aileen.
“Oh iya Eil, Aku lupa memberi tahu mu! waktu itu ada wanita yang kemari mencari kalian!” ucap Moza yang baru sempat memberi tahu, sebab pada saat Aileen kembali ke rumah ia sendiri sedang tidak ada di rumah.
“Siapa?” Aileen menyerngit heran
“Aku juga tidak tahu Eil, orangnya sangat menyebalkan dan kelihatan emosioan!" ucap Moza yang mana membuat Aileen semakin heran.
Menyebalkan dan emosian. siapa dia? lirih Aileen.
“Kapan mbak? kok aku baru tahu”
“Waktu itu, kalian menginap di kediaman orang tuamu, dan saat kalian kembali aku pergi ke rumah ibu ku jadi baru sempat memberi tahu mu sekarang” jelas moza
Aileen yang penasaran terus memikirkan siapa wanita yang dimaksud Moza dan kenapa ia datang marah-marah.
Setelah selesai mengobrol dengan Moza, Aileen langsung masuk ke rumah. Ia menemui Vir yang sedang menuruni tanggga menggunakan celana Jeans Levis dipadukan dengan kaos denim navy dan mengembangkan kemeja yang sengaja tidak dikancing sebagai othernya. Vir memang sering tampil casual saat di luar kantor. Kelihatannya ia akan pergi
“Moon, apa di sini ada CCTV?” tanya Aileen yang mana membuat Vir menghentikan langkahnya kemudian mencuri satu kecupan dari bibir yang menjadi candunya
“Ada, Kenapa?”
“Dimana? Aku mau lihat sesuatu”
“Di ruangan ku” Vir menunjuk ruang kerjanya yang berada di samping kamar tamu di lantai bawah.
“Aku boleh masuk?”
“Tentu, Sun! Tapi aku tidak bisa menemani mu, Aku ada urusan dengan Dito. Hanya sebentar”
Aileen mengangguk mengerti. Vir mencuri satu kecupan lagi kemudian melenggang pergi.
Sementara Aileen, ia langsung ke ruang kerja Vir. Ia segera membuka komputer yan terhubung langsung ke cctv. Aileen mencari rekaman Cctv pada tanggal yang Moza sebutkan dan ia bisa melihat siapa wanita itu.
“Aku sudah menduga, dia pasti Fia!” Lirih Aileen sambil memikirkan apa tujuan wanita itu datang.
__ADS_1