
Dito pun menarik nafas dalam dan akan mulai bercerita.
Aileen menatap serius, Ia meletakkan kedua tangannya untuk menopang dagu, bersiap akan mendengar kisah sang suami.
"Suatu hari, pada zaman dahulu kala ada seorang pangeran tampan yang suka berbohong..." ucap Dito begitu serius, dia bercerita dengan gayanya yang bak pujangga dengan tangan melambai, mengudara kesana-kemari. Sudah seperti pendongeng
Aileen yang sudah begitu serius ingin mendengarkan cerita dari Dito, fokusnya malah terpecahkan saat melihat tingkah Dito yang terkesan alay menurutnya. Namun ia tetap fokus mendengarkan, tapi ia mengerutkan keningnya saat ucapan Dito seperti ke luar batas dan malah seperti pendongeng sungguhan.
Ini bukan kisah suaminya, melainkan kisah fiktif yang Dito karang sendiri.
"Hiyaaa, Dito!! aku sudah begitu serius mendengarkan tapi kau malah mendongeng sungguhan" protes Aileen pada Dito yang ternyata malah mendongeng
Dito hanya terkekeh melihat Aileen yang marah seperti itu. Mereka malah kelihatan begitu akrab satu sama lain
"Sudah ku duga kau pasti tidak akan menceritakannya pada ku! Ah sudahlah aku ingin kembali ke seminar room saja" Aileen merapikan pakaiannya lalu meraih tasnya
"Eits, tunggu dulu! Aku sungguh akan menceritakannya pada mu!" cegah Dito
Aileen berdecak kesal "Aihh aku tidak ingin buang-buang waktu mendengar dongengan mu itu"
"Ayolah Eil, tadi kau terlalu kaku dan kelihatan tegang jadi aku berinisiatif untuk mnghibur mu! Duduklah aku akan menceritakan semuanya!" mempersilahkan agar Aileen Kembali duduk.
"Aku beri waktu 30 menit" Aileen kembali duduk
Dito menyerngit heran
Sikapnya sama persis dengan Vir, ini baru dinamakan jodoh!
"Kenapa jadi kau yang memberi ku waktu?" Dito memicingkan matanya
"Aku tidak ingin kau menipu ku dengan mendongeng lagi" ucap Aileen
"Sikap mu ini sama persis dengan suami mu" Dito kemudian kembali meminum kopi hitamnya
"Haish, terserah kau saja! Ayo cepat cerita, satu jam lagi aku harus kembali ke seminar room"
"Baiklah...
Jadi, dulu aku, Niko dan Vir bersahabat. hubungan kami mulai renggang saat Vir berencana membangun sebuah usaha tanpa bantuan orang tuanya. Saat itu kami sama-sama bekerja sebagai programmer, Suatu hari Vir mendapat job besar dan di sewa oleh perusahaan ternama dari luar negeri, Gajinya dari sana cukup besar dan dia mengirimnya pada kami untuk ditabung. Vir bercita-cita ingin membangun sebuah usaha di industri perhotelan atas nama kami bertiga dan memercayakan Niko sebagai bendahara untuk memegang uang tabungannya. Namun Niko malah menggunakan uang itu tanpa sepengetahuan kami..."
Aileen masih serius mendengarkan.
"Lalu bagaimana dia bisa bertemu dengan Fia?" tanya Aileen yang sepertinya sudah tidak sabar menunggu bagian itu.
"Aiih dengarkan Aku dulu, jangan memotong ucapan ku Eil! semuanya bersangkutan jadi dengar secara bertahap"
Aileen memperbaiki posisi duduknya dengan benar, lalu Kembali mendengar cerita dari Dito
Flashback On
Beberapa tahun yang lalu.
Dari situlah awal mula keretakan hubungan mereka. Niko yang tidak bertanggung jawab malah marah saat Vir meminta uangnya.
"Lalu dimana sisa uangnya ko? kenapa hanya ini yang tersisa" ucap Vir seraya menunjuk buku tabungan hasil kerja keras mereka bertiga, walaupun di sana uang dari Vir lah yang paling banyak
"Aku tidak tahu, Berhenti bertanya padaku!" ucap Niko emosi
"Ko, kau tidak bisa seperti ini! Jika uangnya tidak ada bagaimana kita bisa memulai semuanya" ucap Dito yang tak habis pikir dengan Niko yang tega melakukan ini
"Aku tidak tahu dan tidak ingin tahu lagi, kalian berdua pikirkan saja sendiri! Aku sudah tidak ingin berusaha bersama kalian, Aku akan menjabat sebagai CEO di Perusahaan iklan ayah ku!! Kalian berusaha saja sendiri, jangan bermimpi bisa membangun usaha yang belum tentu akan berhasil seperti ini!" ketus Niko dan langsung pergi dari sana, meninggalkan Dito dan Vir yang geram padanya
"Bre*gsek! Sialan, ini semua karena mu Niko!! Kau yang menggunakan uang itu!" Teriak Vir yang mulai emosi, namun Dito menahannya untuk tidak mengejar Niko.
Niko yang sudah menjauh hanya mengangkat dua jari tengahnya sambil berteriak
"Fu*k You!"
"Sialan!!! kau bukan sahabat ku lagi! Aku tidak sudi bersahabat dengan manusia licik seperti mu!!! Dasar be**bah, ko***tor sialan!" umpat vir pada Niko yang hanya berjalan acuh dan enggan berbalik.
Vir dan Dito sama-sama terpuruk, Ia bingung harus cari uang tambahan dimana lagi saat Niko sudah menguras separuh dari tabungan mereka untuk kepentingan pribadinya. membuat vir dan Dito merasa kecewa dan berujung pada persahabatan mereka yang retak
Virendra sendiri tidak ingin meminta suntikan dana dari Hans, karena sudah pasti Ayahnya tidak akan setuju dan malah memintanya segera bekerja di perusahaan.
Saat itu Vir sudah di suruh mengelola perusahaan namun ia menolak karena masih merasa kecewa pada ayahnya yang sering membanggakan Vino dan membeda-bedakan dirinya dengan sang kakak.
Ia juga tidak ingin bekerja di perusahaan hanya karena tak ingin bertemu Niko yang menjadi CEO di perusahaan iklan yang katanya sering bekerja sama dengan perusahaan Ayahnya.
.
__ADS_1
.
.
Hari-hari terus berlalu, Vir dan Dito masih bekerja sebagai programmer bersama sambil mengumpulkan uang mereka.
Di saat yang bersamaan pula Vir tidak sengaja bertemu dengan Fia yang tidak lain merupakan kekasih Niko.
Fia jatuh hati pada Vir yang baginya lebih segalanya dari Niko. muda, tampan dan pekerja keras. Itulah yang membuat Dia tertarik pada Virendra.
Vir yang tidak tahu jika Fia adalah kekasih Niko pun mulai jatuh hati saat Fia selalu berusaha mencari Perhatian darinya.
Hubungan Niko dan Fia yang pada saat itu terkesan tertutup membuat tidak banyak yang tahu dengan hubungan mereka, apalagi Vir sempat bekerja di luar Negeri membuat ia sama sekali tidak mengetahui hal itu
Dito yang sedikit banyak tahu tentang hubungan Fia dan Niko tidak begitu mendukung.
"Kau kencan dengannya?" tunjuk Dito pada wanita yang sudah beranjak pergi
Kini mereka masih berada di halaman sebuah Restoran
Vir masih tersenyum menatap punggung Fia dari kejauhan.
"Vir!! Jangan bilang dia mendekati mu karena kau calon penerus Angkasa Corp tbk"
Vir beralih menatap Dito "Kami hanya berteman! dia punya butik, dan dia akan menyuntikkan dana untuk kita!!" Vir bersemangat saat ia berhasil menemukan orang yang akan menyuntikkan dana tambahan untuk mereka
"Tapi dia kelihatan menyukai mu!" ucap Dito yang khawatir, Ia tahu sedikit banyak tentang Fia dan Niko
"Tidak masalah, dia baik!" ucap Vir singkat lalu berjalan menuju mobilnya.
" Dia lebih tua dari kita" ucap Dito seraya berusaha menyusul langkah Vir.
"Umur bukan masalah Dit!" kata Vir seraya berjalan dengan Dito yang sudah ada di sampingnya
Dito jengah Melihat Vir yang seperti ini. Ini memang kali pertama bagi sahabatnya itu jatuh cinta.
Dito bisa melihat jika Vir memang sedang jatuh cinta. Tapi apakah secepat ini? Bahkan dari sekian banyak wanita yang mendekati Vir kenapa harus Fia yang ia pilih.
"Kau tidak tahu siapa dia Vir" ucap Dito berusaha mencegah agar Vir tidak berhubungan dengan Fia
"Aku tahu, dia mantannya Niko kan" Vir berbalik menatap Dito lalu kembali fokus menatap ke depan.
"Iya, dia bilang mereka sudah lama putus"
Dito menggeleng tak percaya, baru saja kemarin ia melihat wanita itu berkencan dengan Niko tapi kini ia sudah mendengar wanita itu sudah mengatakan bahwa mereka putus
Kenapa secepat itu mereka putus?
.
.
.
Waktu terus berlalu. Hubungan Vir dan Fia juga semakin dekat, bahkan mereka sudah berstatus sebagai epasang kekasih.
Dito yang awalnya tidak setuju sering memperingati Vir.
Namun makin kesini Dito yang mengira Fia mendekati Vir karena ada maunya tidak melihat hal itu. Dito bisa melihat jika Fia begitu tulus pada Vir.
Tapi bagaimana dengan hubungan Fia dengan Niko?
Entahlah, semoga mereka benar-benar hanya mantan.
Namun masalah baru muncul saat Mereka bertiga bertemu dengan Niko.
"Fia??" kata Niko yang terkejut melihat Fia bersama Virendra dan Dito
"Cih, mau apa lagi kau di sini?" tanya Vir sinis dengan tatapan tak bersahabat.
"Ini tempat umum, memangnya siapa yang akan melarang ku jika aku ada di sini?" ucap Niko dengan tatapan tak kalah sinisnya
"Oh iya Fi kenapa kau dengan mantan sahabat ku ini? jangan bersama dua pria kere ini!!" ucap Niko dengan nada merendahkan Sambil tersenyum mengejek
Vir yang emosi langsung menghajar wajah Niko. "Bre**sek!!"
Bugh..
Dito juga ikut menghajar Niko yang yang baginya sudah sangat keterlaluan "Tutup mulut sampah mu itu!!" ucap Dito geram
__ADS_1
Niko memegangi ujung bibirnya yang sedikit terluka.
Ia tersenyum tanpa berniat membalas serangan Vir dan Dito.
Namun Niko beralih menarik tangan Fia yang hanya jadi penengah diantara mereka.
Vir yang tak terima Niko menarik tangan Fia langsung menepis genggaman Niko dari tangan Fia.
Niko berbalik, ia hanya menatap seolah mengatakan 'kau ini kenapa?'
Vir menghela nafas dan maju satu langkah di depan Fia.
"Dia kekasih ku!" ucap Vir lantang.
Niko tersenyum mendengar pengakuan Vir
"Jangan gila!! dia kekasih ku Virendra!" tegas Niko
Fia mulai gelagapan. Sepertinya ia mengaku putus dengan Niko agar bisa bersama dengan Vir yang lebih tampan dari Niko.
"Kita sudah lama putus Niko, sekarang aku sudah dengan Vir" ucap Fia membela diri
"Kita tidak pernah putus Fi!" Niko masih berusaha memegang tangan Fia
Fia menggeleng dan menghempaskan genggaman Niko dari tangannya.
"Kau memang tidak pernah mengakuinya, Tapi aku sudah lama menganggap hubungan kita berakhir" ucap Fia dan langsung menarik Vir pergi dari sana.
"Kau keterlaluan Vir, kau licik! kau merebut Fia dariku!! Dan kau Fi, aku rela kita putus asalkan kau tidak dengan dia!! Aku benci itu" Teriak Niko geram
Flashback Off
"... jadi bgitu ceritanya" ucap Dito sambil menganggukkan kepalanya seraya menseruput kopi hitam miliknya
"Berarti uang tambahan untuk hotel ini sebagian suntikan dana dari Fia?" tanya Aileen yang sudah sedikit mengerti awal mula kisah suaminya dengan Fia
Dito hanya mengangguk.
"Kenapa tidak cari dana melalui investor saja?"
"Aku tidak tahu, suami mu itu begitu memerhatikan semuanya secara detail, walaupun ujung-ujungnya dia harus cari pinjaman kesana-kemari. Kau tahu Eil, di awal merintis kami bahkan sudah melalui berbagai banyak rintangan! Tidak mudah sampai berada di tahap ini" jelas Dito ketika mengingat perjuangannya dengan Vir dulu.
"Aku bangga pada kalian, Tidak butuh waktu lama hotel kalian mampu bersaing dengan hotel berbintang lainnya. Bahkan aku dengar, hotel ini sering mendapat penghargaan.." Aileen tersenyum bangga.
"Ya begitulah Eil, Ini juga tidak lain hasil dari kerja keras Vir, dia begitu optimis dan yakin bahwa kami akan bisa sampai ke tahap ini"
Keduanya terdiam sejenak, dengan Aileen yang cukup kagum dengan suaminya itu.
Di balik sifat Arogannya dia punya kegigihan dan kerja keras yang luar biasa.
Aileen tersentak dari lamunannya, Ia kembali menatap Dito.
Dito yang sudah tahu jika Aileen ingin mengatakan sesuatu pun mengangkat kedua alisnya seraya mengedipkan bahu, Ia seperti bersiap untuk menjawab pertanyaan yang akan Aileen berikan.
"Aku penasaran, kenapa Ayah dan Ibu sampai tidak merestui mereka"
Dito menghela nafas dalam.
Dia akan berusaha menjawab semua pertanyaan Aileen secara detail
"Aku sendiri kurang tahu, tapi yang aku dengar dari Vir, di tahun pertama hubungan mereka, Vir membawa Fia ke rumahnya untuk diperkenalkan pada orang tuanya.." Baru Dito ingin melanjutkan ucapannya, Aileen sudah menyelanya dengan sebuah pertanyaan lagi
"Apa kak Vino juga ada?" tanyanya
Dito berdecak kesal, "Ck, diam dulu Eil! Biar aku jelaskan satu persatu. Lagi pula sepertinya saat itu Vino sedang ada di Singapura"
”Heheheh maaf, kalau begitu silahkan di lanjut" Aileen terkekeh melihat wajah Dito yang kesal. sepertinya ia sudah lelah bercerita, namun tetap ia paksakan untuk memberi informasi akurat pada Nyonya Virendra
"Saat orang tua Vir menanyakan satu persatu identitas Fia dan keluarganya, Orang tua Vir sudah menunjukkan respon yang berbeda! Ia menolak Fia secara terang-terangan, dengan alasan umur. ya walaupun hanya terpaut selisih yang tidak terlalu jauh"
"Apa mungkin ada alasan lain?" Aileen yang terlihat begitu serius malah terlihat seperti sedang mewawancarai Dito
"Emmmnt, sepertinya ada tapi aku tidak tahu itu, Mungkin karena kalian berdua memang sudah dijodohkan! Ah tapi setelah mendapat penolakan dari Ayah dan Ibu, Vir dan Fia masih tetap menjalin hubungan" berucap jengah dengan hubungan panjang Vir dan Fia yang begitu melelahkan
"Kau tahu sendiri suami mu itu terlalu keras kepala! Kalau aku jadi dia, mungkin tidak akan ku teruskan! Hubungan tanpa restu itu ibarat menggayuh perahu di tengah luasnya samudra, Entah kapan menemukan daratan dan mustahil bisa selamat"
Aileen tersenyum mendengar ucapan Dito yang selalu puitis dan sarat akan makna
"Kenapa mustahil?" ucap Aileen sambil mengulum senyumnya. sepertinya ia sengaja agar bisa mendengar ocehan Dito
__ADS_1
"Aih kau pikir saja sendiri, memangnya perahu mana yang bisa selamat di tengah samudra? kau tahu kan perahu itu sangat kecil"