Lihat Aku, Buka Hatimu

Lihat Aku, Buka Hatimu
Part 124


__ADS_3

Setelah hampir 30 menit mengendarai mobil dari rumah, akhirya mobil Vir itu tiba di halaman hotel tempat acara reuni akan digelar.


Setelah memarkirkan mobil, Virendra menggandeng tangan sang istri masuk ke hotel dan langsung menuju resepsionis.


“Tempat acara reuni SMA Pelita Bangsa dimana?”


“Di sebelah sini pak.. Bapak tinggal ikuti saja lorong samping ini, aulanya berada di depan kolam renang and bla bla bla..” resepsionis itu menjelaskan panjang lebar.


Setelah itu Vir dan Aileen lalu melangkah mengikuti arahan dari Resepsionis.


“Pelan-pelan sayang..” Vir merangkul tubuh Aileen ketika wanita itu hampir jatuh karena tersandung.


Lama berjalan, akhirnya mereka tiba tepat di depan area kolam renang yang di sisi kirinya terdapat pintu dengan plang ''Hall 2” di depannya pun ada 2 orang berseragam yang berjaga dan ada satu orang pria yang begitu dikenalnya terlihat menatap lega ketika melihat kedatangan mereka.


“Akhirnya kalian datang juga..” ucap orang tersebut “Hai Eil..” sapanya


“Hai..”


“Aura bumil makin cerah ini..” sahut pria itu lagi, yang tak lain dan tak bukan adalah Dito sahabat Vir.


Aileen hanya tersenyum mendengar ucapan Dito.


“Kalau begitu ayo masuk, yang lain sudah di dalam semua..”


Mereka pun masuk ke dalam aula yang nampak meriah dengan di penuhi para hadirin yang merupakan teman seangkatan Vir dan Dito ketika masa SMA dulu.


“Virendra, Ardito.. Senang bertemu kalian lagi!” sapa seorang pria yang datang menghampiri dan disusul dengan para teman-teman lainnya


Mereka bertiga pun membalas jabatan tangan teman yang datang satu persatu.


“Para Bad boy Pelita Bangsa pada masanya sih ini..” sahut salah seorang yang memakai kaca mata, dan dua ornag yang lain menyorak membenarkan.


“Eh tapi ada yang kurang, bukannya dulu kalian selalu bertiga sama siapa lagi namanya, Ah lupa..” timpal lelaki yang lebih kurus dan bermata sipit


“Sudah punya istri ya ternyata..” dan tentu pernyataan ini ditujukan pada Vir. Melihat interaksi Aileen dan Vir dengan cincin yang sama melingkar di jarinnya, tentu semua yang melihat tahu jika keduanya adalah sepasang suami istri.


Dan Vir juga Dito hanya tersenyum mendengarnya. Keduanya sama sekali belum sempat menjawab sebab suara dari atas penggung mengalihkan fokus mereka semua.


Seorang wanita menginstruksikan agar semua yang hadir segera duduk di kursi yang sudah di sediakan.


Lama wanita itu memberi sambutan, mulai dari cerita ketika SMA mereka dulu hingga beberapa patah kata sebagai bentuk ucapan terimakasih atas semua yang hadir.


“... Masa-masa SMA memang masa-masa yang sulit dikenang, banyak kenangan manis dan buruk yang mewarnai hari kita di masa itu. Masa itu pula lah yang mengantar jiwa-jiwa remaja kita menuju gerbang kedewasaan yang tentu menjadi salah satu perjalanan hidup hingga membuat kita memahami arti kehidupan. Maka dari itu mari kita kenang masa-masa itu dengan saling melepas rindu dalam reuni singkat ini.. Oke teman-teman selamat saling berinteraksi and enjoyed with this party..”


Sambutan itupun di soraki dengan riuh tapuk tangan dari sekitar 100 lebih orang yang hadir. Ya, mungkin karena libur tahun baru Cina, jadi banyak yang menyempatkan diri untuk hadir.


Acara itu semakin meriah ketika lantunan musik mulai mengalun di ruangan tersebut. Berbagai jenis makanan dan minuman pun tersedia disana. Sepertinya si penyelenggara acara benar-benar mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang.


“Temanmu asyik semua ya..” bisik Aileen pada suaminya.


“Begitualah, mamanya juga lama tidak bertemu..” Vir mengelus pundak Aileen. Ia dan Dito kembali berdiri setelah beberapa temannya kembali menghampiri dan mengajaknya berbincang mengenai beberapa topik


“Banyak juga alumni SMA Pelita Bangsa yang magang di Hotel kita..” ucap Dito sekedar memberi tahu

__ADS_1


“Iyakah?? berarti alumni SMAPEL masih banyak yang lanjut disini..”


Dito dan beberapa teman yang lain masih asyik berbincang ketika Vir terlihat berbisik pada istrinya.


“Kalau Capek bilang ya, Biar Aku bisa membawa mu duduk..” ujar Vir, namun Aileen justru menggeleng. Ia terlihat sama sekali belum lelah, justru kelihatan begitu bersemangat.


“Mau makan apa atau mau minum sesuatu mungkin? Biar ku ambilkan..”


“Nanti saja sayang, Aku masih belum mau dua-duanya..” Aileen mengusap punggung tangan suaminya dengan tatapan yang menjelajahi ruangan itu


“Ckckck, Vir kau mesra sekali ya.. Perhatian mu sangat luar biasa..” teman yang tadi berbincang dengan Dito ternyata sedari tadi memerhatikan interaksi Aileen dan Virendra.


Vir menoleh, dengan wajah berseri ia mantap berkata “Iyalah, namanya juga suami istri, Jadi harus mesra..”


“ Wis jokes bapak-bapak memang beda..” ucap yang satunya menimpali


“Jangan heran lah, Aku juga jika punya istri pasti akan ku perlakuan seperti itu..” , celetuk Dito dengan pongahnya


“Wih hebat, hebat.. Berarti kalian berdua ini sudah tidak playboy lagi ya..” timpal seorang wanita yang ikut bergabung.


“Memangnya sudah ada calon Dit?”


“Haha belum sih..” Dito menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Mereka semua pun tertawa bersama, sambil ada beberapa wanita yang ikut berkumpul dengan memberi semantan playboy pada Dito dan Vir.


Aileen yang mendengar itu seketika melirik sinis ke arah suaminya. Sementara Vir yang menyadari itupun ikut menoleh, ia menatap sang istri seolah mengatakan ada apa?


“Oh jadi kau dulu playboy ya, Kalian berdua memang playboy??” Aileen mendelik sebal, sungguh omongan ibu hamil memang tak bisa difilter. Bisa-bisanya ia mempertanyakan hal itu di tempat keramaian. Ini sungguh bukan Aileen yang selalu bisa mengontrol diri. Mungkin akibat hormon ibu hamil.


“Eh tidak-tidak, siapa bilang? Aku bukan playboy. Kalau Dito iya..” ucap Vir membela diri.


Dan teman-teman yang berkumpul itu kian terkekeh begitu melihat Vir yang seperti itu.


Pembicaraan terus berlanjut, bahkan kini Aileen pun mulai ikut berbaur. Ia bahkan terlihat menikmati obrolan dengan teman-teman suaminya.


“Eh Btw Niko apa kabar? kenapa aku tidak melihatnya?" tanya seorang wanita.


Namun Vir sama sekali tak mendengarnya, ia terlihat fokus pada Aileen dan menuntunnya ke kursi.


Dito menghela napas lega melihat itu, ia bersyukur Vir tak mendengarnya. Sebab ia tahu betul Virendra sangatlah sensitif jika menyangkut semua hal tentang Niko.


“Kalau soal itu aku tidak tahu, Kami sudah lama tidak berhubungan..” jawab Dito apa adanya


Semua teman-temannya pun terkejut mendengarnya. Sebab yang mereka tahu, ketiga pria itu dulu sudah sangat dekat, bahkan sudah seperti saudara. Kemana-mana selalu bersama.


Namun Dito sama sekali tak menjawab keingin tahuan teman-temannya yang penasaran. Ia lebih memilih bungkam daripada menjelaskan semuanya. Toh mereka pasti tidak akan mengerti, pikir Dito.


Sementara Aileen dan Vir terlihat tengah berbincang.


“Duduk di sini dulu ya, Aku mau keluar sebentar..”


“Mau kemana?” Aileen mencegah tangan Vir

__ADS_1


“Mau ke mobil, ambil syal.. Di sini cukup dingin..” Vir mengelus rambut sang istri, setelah itu ia pun berlalu.


“Kau mau kemana?” tanya Dito saat Vir berlalu di sampingnya


“Ke mobil, Titip Aileen sebentar..” Timpal Vir, sambil terus melangkah keluar.


“Aman..” teriak Dito.


Tidak lama setelah itu, Vir sudah kembali. Ia datang sambil membawa syal miliknya yang kebetulan hampir senada dengan outer yang Aileen kenakan.


Sambil berjalan, ia tersenyum melihat sang istri yang terlihat masih sibuk mengamati setiap orang yang hadir.


“Pakai ini ya, biar tidak dingin..” Vir melampirkan syal ditubuh Aileen. Namun Aileen justru melingkarkannya ke leher membuat Vir menyerngit heran.



“Begini saja.. Kan sudah ada ini.." tunjuk Aileen pada outer rajut yang ia kenakan


“Senyamannya saja, yang penting kalau dingin langsung dilapisi lagi..” Aileen pun mengangguk mengiyakan


“Aku haus..” Ucap Aileen manja membuat Vir tersenyum dengan tingkahnya.


“Tunggu, bia ku ambilkan.. Mau minum apa atau mungkin mau sekalian makanan?” tanya Vir, ia masih menunggu jawaban dari sang istri sambil terus menatap wajah wanita yang begitu dicintainya itu


“Lemon tea..” jawab Aileen singkat kemudian kembali memikirkan makanan yang ia inginkan “Desert saja kalau ada, aku sudah sangat kenyang kalau harus makan makanan berat..”


“Oke siap, Bumil tunggu di sini ya... Anak pintar, daddy ambilkan kalian makanan dulu ya nak” Vir mengelus perut sang istri kemudian segera menunju meja prasmanan.


Sementara dari kejauhan, Dito dan teman-teman yang melihat Vir terlihat begitu sibuk hanya menggeleng kecil serta terkagum dengan sikapnya.


“Manusia galak ternyata bisa bertindak lembut seperti itu ya..” timpal teman yang satu.


“Seperti kata dia, namanya juga istri apapun pasti dilakukan..” timpal yang satunya lagi.


“Betul sekali, apalagi istrinya sedang hamil, jelas diberi perhatian lebih..” ujar Dito menimpali


“Jadi istrinya sedang hamil?” sahut mereka ingin tahu


“Iya, sudah hampir dua bulan”


...**...


Sementara itu, Aileen yang tengah duduk sendiri menunggu suaminya terlihat memerhatikan sekitaran dengan seksama saat telinganya mendengar seseorang mengajaknya berbicara.


“Hay cantik, kenapa sendiri? Aku temani ya..!”


............


Hay hay pembaca sekalian..


jangan jadi silent readers yukk, usahakan selalu meninggalkan jejak, baik berupa like ataupun jejak di kolom komentar.. Karena komentar kalian itu sangat berarti untuk semua author dimana pun itu, termasuk aku🙃.. Jadi sekali lagi jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya..🙏🙏


Karena kami para Author sudah pasti membaca semua komenan kalian, dan akan sangat merasa diapresiasi untuk itu..

__ADS_1


oke Happy reading, see you in the next chapter..💓


__ADS_2