
Dua hari telah berlalu, dua hari itu pula Aileen dan Virendra masih menginap di kediaman Orang tuanya.
Vir hanya pulang untuk mengambil pakaian kerjanya lalu menjalani aktivitas seperti biasa, mulai dari mengantar Aileen, ke kantor dan bolak-balik memantau hotel.
Sore itu di halaman rumah sakit, seorang dokter terlihat tengah menunggu seseorang.
“Halo Dokter Aileen, sudah mau pulang ya?” sapa seorang pria muda yang juga mengenakan jas putih.
Aileen memutar mata malas ketika melihat dokter baru itu mendekatinya. Pria itu bernama Wandi, dia merupakan dokter kandungan yang baru masuk sekitar dua hari yang lalu.
Aileen selalu merasa risih sebab Wandi selalu saja mendekatinya bahkan sering mengajaknya untuk sekedar ngobrol saat ada waktu luang.
“Apa dr Aileen mau aku antar?” melihat Aileen yang tak menjawab dr Wandi kembali memberi tawaran.
“Namaku Aileen di eja 'Eilin' bukan Aileen.!" ketusnya yang bukannya menjawab Ia malah menerangkan ejaan namanya yang benar pada dr Wandi yang semenjak masuk selalu salah sebut.
“Tapi aku lebih suka memanggil dokter dengan sebutan Aileen tanpa ejaan yang benar” ucap Wandi menyebalkan
“Terserah anda”
Pria itu tersenyum melihat respon Aileen yang sangat acuh
“Ohiya tadi kau belum menjawab ajakanku, Apa mau diantar?”
“Tidak perlu, itu jemputanku sudah datang” tunjuk Aileen pada mobil sport suaminya yang sudah memasuki area rumah sakit.
Dr Wandi bungkam seketika, matanya tak berhenti menatap seorang Pria yang hendak turun dari mobil.
Vir turun dengan gagahnya, pria berkacamata itu terlihat sangat berkharisma dengan mengenakan kaos putih polos yang dipadukan dengan jas hitam juga celana panjang hitam yang melekat sempurna di tubuhnya.
Ia berjalan ke arah Aileen dengan senyum secerah matahari pagi.
“Sayang, Aku sudah lama menunggu” Aileen langsung berlari kepelukan Vir. wanita itu bergelanyut mesra dilengan suaminya seraya melemparkan senyuman pada dokter Wandi yang masih ada di sana.
Vir sendiri dibuat heran dengan sikap istrinya yang tiba-tiba jadi agresif seperti ini. Meskipun begitu, dengan senang hati ia membalas merangkul tubuh istrinya
“Maaf sayang tadi aku baru saja mengadakan rapat” ucapnya seraya mengecup mesra bibir sang istri.
Hal itu membuat Aileen melongo tak percaya, rasanya ia malu sekali di cium depan umum namun itu lebih baik agar dokter Wandi berhenti mengganggunya.
Meskipun tidak tahu apa tujuan dokter Wandi mendekatinya namun Aileen merasa puas sebab melihat wajah pria itu memerah karena adegan yang Vir lakukan.
“Kita pulang sekarang?” ucap Vir yang hanya dibawab anggukan oleh Aileen.
“Kalau begitu saya pamit duluan dok” ucap Aileen
“Eh, iya silahkan” sahut dr Wandi salah tingkah
Vir yang sedari tadi menatap tak suka pada Wandi langsung pergi begitu saja tanpa basa-basi.
Saat di mobil, Vir terus melirik Aileen yang terlihat sibuk pada Handphonenya
“Aku tidak senang kau agresif hanya karena ingin membuat dokter tadi cemburu” ucap Vir menohok seketika membuat Aileen menatap ke arahnya.
Bagaimana dia bisa tau, apa dia bisa baca pikiran orang lain?
Aileen menghela napas “Aku risih dia terus mendekati ku Vir, lagipula apa salahnya kau kan suamiku”
“Kalau begitu aku akan memberinya pelajaran agar berhenti menganggumu”
“Eh, tidak perlu seperti itu! Aku yakin dia akan berhenti menganggu setelah tahu aku sudah bersuami”
Chit....
Mendengar ucapan Aileen tiba-tiba Vir mengerem mendadak menepikan mobilnya ke pinggir jalan. Hal itu sukses membuat wajah Aileen pucat pasih. Ia tidak mengerti apa yang membuat suaminya melakukan hal berbahaya seperti ini
Vir mentap Aileen dengan wajah datar, dengan sigap pria itu menarik tangan istrinya dan langsung meluma* bibir itu secara rakus.
Aileen yang tak menyambut ciuman itu membuat Vir mengigit bibirnya agar ia membuka mulutnya.
Saat mulut Aileen sudah sedikit terbuka, vir langsung menyesa* rongga mulut isterinya dengan ganas.
Setelah selesai Vir lalu menatap Aileen secara intens.
“Lain kali kau harus umumkan pada orang yang kau temui jika dirimu sudah menikah” Aileen hanya terdiam mendengar ucapan Vir. Rupanya pria itu marah hanya karena menduga jika Aileen tak memberi tahu dr Wandi tentang statusnya.
“Pantas saja dia terus mendekatimu, ternyata dari awal kau tidak memberi tahu statusmu”
Vir menginjak pedal gas dan kembali
__ADS_1
melajukan mobilnya dari.
Aileen tidak menyangka jika Vir akan marah seperti ini.
****
Sementara itu di Cluster Magnolia.
Seorang wanita tengah berdir tepat di halaman rumah milik Vir dan Aileen.
Wanita itu terlihat beberapa kali mengetuk dan memencet bel namun tak seorangpun yang membukanya. Jelas tidak ada, ini baru jam pulang kantor, orang yang ia cari masih di jalan. kalau pun Aileen dan Vir pulang pasti keduanya akan pulang ke kediaman Daddy Alfin.
“Argggh, dia kemana sih!” teriaknya geram
dia adalah Fia. Fia yang sudah beberapa hari tak bertemu Vir merasa kosong, hari-harinya terasa sepi tanpa kehadiran pria itu. Ia bahkan sudah mencari Vir ke hotel dan kantornya namun tak pernah bisa bertemu dengan pria itu.
Vir benar-benar menjauhi dirinya, Ia tidak bisa menerima semuanya begitu saja.
Di rumah itupun hanya ada satu mobil yang merupakan mobil Aileen.
Moza yang sore itu kebetulan sedang menggendong anaknya di halaman rumah melihat Fia yang kelihatan begitu kesal.
Moza yang penasaran segera datang menghampiri.
“Permisi, kalau boleh tahu mbak cari siapa ya?” tanya Moza
“Penghuni rumah ini kemana?”
“Oh, Beberapa hari ini dokter Aileen dan suaminya menginap di kediaman orangtuanya”. jelas Moza.
“Tapi ini Mobilnya ada” tunjuk Fia pada mobil Aileen yang terparkir di sana.
“Sepertinya dia pergi menggunakan mobil suaminya”
Cih, Apa Vir benar-benar ingin membuka hati untuk wanita itu..? Fia tersenyum sinis dengan tatapan yang menghujam
“Kalau boleh tau mbak ada urusan apa ya, biar saya sampaikan kalau dia sudah pulang”
“Apapun itu bukan urusanmu, Lagipula aku tidak mencari dia” ketus Fia seraya berjalan ke arah mobilnya.
Moza yang mendapat jawaban yang tak berkenan merasa kesal dan mengumpati Fia yang menurutnya sangat tidak sopan.
🍁🍁🍁🍁🍁
Vir kau dimana? hibur aku, temani aku ke club!! Aku baru saja di tolak padahal niatku baik ingin menikahinya😭
Vir yang tengah berbaring di sofa terkekeh membaca pesan dari Dito yang baginya sangat menarik untuk dikulik.
Kasihan, kelihatannya akhir-akhir ini hidupmu sangat mengenaskan😝.. Wanita mana lagi yang ingin kau kencani sampai dia menolakmu secara tidak hormat? Hahahhaa
Tulis Vir kemudian memencet tanda kirim.
Tidak lama kemudian Dito sudah membalas pesannya. Tidak seperti biasanya, ini merupakan hal langka bagi Dito memakai jurus kilat dalam membalas pesan.
Kau tega padaku🤧. Wanita itu jahat, dia jahat sekali. Makanya kau harus menemuiku agar aku punya tempat curhat..
Sepertinya dia memang sedang patah hati. Pikir Vir
Cih sangat dramatis! Baiklah akan aku pikirkan, Aku akan pergi setelah minta izin pada istriku dulu
Balas Vir, tidak lama kemudian balasan dari Dito sudah masuk lagi.
Hiyaaa, kau tega sekali 😭.. jangan dipikirkan sebaiknya langsung datang sekarang! Mentang-mentang sudah baikan lalu kau mengabaikan sahabatmu ini. susah lho mendapatkan sahabat seperti aku, Langka dan hampir punah😎
Vir terkekeh melihat balasan dari Dito, Ia memang sangat beruntung memiliki sahabat seperti pria itu. Apalagi semenjak mengenal Aileen, Dito benar-benar merubah pola pikir hidupnya menjadi lebih baik. Entah apa yang membuatnya begitu mengagumi Aileen, Vir sendiri tidak mengerti akan hal itu
Yang sepertimu banyak di Market place, bahkan bisa COD🤪. Sharelok, aku Otw!
Setelah mengirim itu, Vir langsung menaruh hanphonenya di saku celana. Ia mengabaikan benda pipih itu yang terus bergetar.
Vir meraih Hodiie dan kuci mobilnya. Ia segera keluar mencari keberadaan Aileen.
“Bi, apa kau melihat Eil?” tanya Vir saat berpapasan dengan adik iparnya di ruang keluarga.
Namun bukannya menjawab, Biyan malah melemparkan tatapan sinis dan meninggalkan Vir sendiri.
“Sshit, bocah sialan!” umpat Vir yang kemudian melanjutkan mencari keberadaan istrinya ke setiap ruangan yang ada
Saat di depan ruang Karaoke Vir bertemu dengan Mommy yang baru keluar dari sana.
__ADS_1
Di rumah itu memang ada ruang karaoke sebab mommy jessica suka bernyanyi.
“Mau kemana?” tanya Mommy yang melihat menantunya sangat rapi.
“Eh, ini mom, aku mau keluar sebentar” Mendengar itu mommy hanya mengangguk mengerti.
“Ohiya, Apa mommy melihat eil?" tanya Vir lagi
“Sepertinya dia sedang menemani opa di Balkon”
Setelah itu, Vir kemudian kembali naik ke lantai dua. Saat di pintu balkon, ia melambaikan tangannya pada Aileen yang kebetulan berbalik ke arahnya.
“Opa, Eil masuk dulu sebentar” ucap Aileen pada Opa
“Pergilah, tapi jangan lama” opa yang masih fokus melukis langit malam memberikan izin, jadi Opa Surya dan Aileen memang memiliki hoby yang sama, yaitu sama-sama suka melukis dan sering menghabiskan waktu luang bersama.
“Sedang apa?” bisik Vir setelah menarik Aileen sedikit menjauh dari sana.
Mereka sudah seperti pasangan remaja yang diam-diam ketemuan di belakang keluarganya.
“Aku sedang menemani Opa melukis langit malam” lirik Aileen pada Opanya yang kelihatan begitu serius melukis
“Begini, aku mencarimu hanya ingin minta izin aku ingin ke luar sebentar, bolehkan?”
Aileen mengerutkan keningnya, ia tersenyum sebab ini pertama kalinya Vir minta izin ke luar padanya.
“Boleh, memangnya mau kemana?”
“Bulan ingin bertemu bintangnya” ucap Vir dengan wajah menahan senyum saat melihat raut wajah istrinya yang sudah berubah.
Aileen yang merasa kesal langsung mengalihkan pandangannya, Ia malas menatap suaminya itu. Entah mengapa hatinya seperti teriris mendengar Kata Bulan yang ingin menemui Bintang, Ia sendiri tahu betul siapa bulan dan siapa bintang.
Melihat wajah Aileen yang tak kunjung membaik seketika tawa Vir pecah, namun ia yang sadar seketika menutup mulutnya sebab takut Opa merasa terganggu.
“Hey, apa kau marah? Aku hanya bercanda” Vir yang terkekeh lalu menarik Aileen ke dalam pelukannya, beberapa kali ia menghunjani wajah wanita itu dengan ciuman mesra.
“Lagi pula Bulanmu ini mana bisa bersinar tanpa Mataharinya. Bukankah Matahari merupakan sumber kehidupan bagi bulan, lantas bagaimana mungkin aku bisa menjalani hidup tanpa Matahariku?” Sepertinya kali ini Vir sudah ketularan puitis seperti yang sering Dito dan istrinya itu lakukan.
Mendengar itu Aileen langsung melingkarkan tangannya di tubuh vir, Ia membalas pelukannya dengan tak kalah eratnya. Entah mengapa rasanya hatinya sangat bahagia mendengar Vir mengatakan hal itu, meskipun ia tahu itu hanya sebuah kata-kata yang belum tentu kebenaran dan ketulusannya namun hatinya bagai taman bunga yang dihinggapi ribuan kupu-kupu. Sangat Bahagia.
“Aku pergi dulu ya” Vir kembali mengecup kening istrinya.
“Jangan khawatir, Bulan ini hanya ingin bertemu dengan asteroid yang tidak penting”
Aileen terkekeh mendengar ucapan Vir yang menyebut orang yang akan ia temui sebagai asteroid. Ia pun mengangguk menyetujui.
“Hati-hati di jalan, ingat jangan mabuk!”
“Kalau sedikit, boleh?”
“Tidak boleh!”
Vir menghela napas “Baiklah” ucapnya pasrah seraya menunjuk bibirnya, mengisyaratkan agar Aileen mendaratkan ciumannya di sana.
Ragu-ragu Aileen menurutinya, namun sepertinya Vir tidak akan pergi sebelum mendapat apa yang ia inginkan.
Dengan berat hati Aileen lalu mengecup bibir itu namun Vir malah meluma*nya dalam waktu yang cukup lama
“Aku pergi dulu” Vir melambaikan tangannya “Jangan lupa lukis matahari juga!” ucapnya sedikit berteriak saat hendak menuruni tangga
“Tidak bisa, matahari tidak ada di langit malam!” sahut Aileen
“kasih bisa saja, memangnya kau mau membiarkan Bulanmu ini hanya berdua bersama bintang?” Teriak Vir yang sudah menghilang di balik tangga.
Aileen yang mendengar itu berlari lalu melirik ke arah Vir yang sudah ada si bawah sana.
“Kalian tidak akan bisa bersama, Karena aku akan memunculkan UVO, komet, Asteroid dan galaksi diantara kalian biar tak bisa berudaan, hehehe” ucap Aileen sambil terkekeh.
Vir yang mendengar itu hanya mendongak seraya meletakkan telunjuknya di kening mengisyaratkan jika istrinya sudah tidak waras.
Aileen terus tersenyum menatap Vir yang sudah menghilang di balik pintu, Ia kemudian kembali menemani Opa melukis.
..._______...
Aku kasih bonus nih😉...
Btw kalian jangan lupa tinggalkan jejak biar karya receh ini bisa berkembang seperti adonan donat🤭🤭
yah,yah yah yah😉😉😅
__ADS_1
Love you All❣️❣️