Lihat Aku, Buka Hatimu

Lihat Aku, Buka Hatimu
Part 86


__ADS_3

Siang kian terik, panas yang ditimbulkan tak hanya mampu membakar kulit namun juga mampu membakar kalori.. ehh..


Vir si pria putih yang tak takut sengatan matahari tiba di depan sebuah bangunan yang tampak seperti gudang.


Bagaimana mau takut, jika mataharinya saja sudah ia taklukkan. Dan tujuannya kemari hanya karena mataharinya itu.


“Jemput Aileen, jika dia sampai lecet sedikit pun kalian akan ku beri pelajaran..!” Perintah Vir pada dua orang pria yang berjaga di pintu. pria itu mengiyakan perintahnya, kemudian berlalu pergi.


Vir berjalan masuk dengan satu tangan memainkan kunci mobilnya sedangkan tangan satunya terselip di saku celana jeans yang ia kenakan.


Mendengar suara langkah kaki, Dito yang sedang duduk di kursi langsung berbalik ke arah Vir. Dito yang masih mengenakan kemeja dengan jas yang ia sibakkan dipundak. Dilihat dari penampilannya, Dito masih mengenakan pakaian yang tadi malam ia kenakan dengan wajah kusut menahan kantuk.


“Itu mereka!” tunjuk Dito pada beberapa orang remaja dengan satu orang wanita yang duduk terpisah.


Beberapa remaja tersebut nampak menahan ludah saat melihat pria yang semalam mereka teriaki dan lempari dengan kaleng.


Ternyata Vir mengerahkan Dito dan anak buahnya untuk mencari orang yang semalam memperlakukannya secara tidak hormat. Namun siapa wanita yang juga ada di sana, Entah apa kesalahan yang dilakukannya sampai Vir juga menyekapnya.


Vir berjalan mendekat dengan senyum mencebik di bibirnya. Ia melangkah perlahan dengan tatapan mendominasi.


“Apa kalian sudah tahu siapa aku?” ,Vir mencekram kerah baju seorang remaja yang wajahnya begitu melekat sebagai pelempar botol padanya.


Remaja itu menunduk, tentu Dito sudah memberi tahu apa alasan mereka semua di tangkap. Pastinya karena Vir ingin memberi sedikit pelajaran pada orang yang hampir membahayakan istrinya. Vir begitu mencemaskan Aileen, ia begitu tak terima dengan perlakuan remaja ugal-ugalan yang semalam bersikap kurang ajar itu.


“Ma-maafkan, Ka-kami Tuan. Kami tidak sengaja dan tidak berniat melukai anda dan istri..” terbata-bata remaja itu memohon seraya menangkup tangannya yang terikat. Empat remaja itu diikat dalam satu ikatan.


“Tidak sengaja? Tidak berniat melukai??” Vir terkekeh sambil menamparnya satu persatu, membuat nyali remaja yang semalam sok pemberani itu menciut seketika.


“Sudah jelas-jelas kalian meneriaki ku dengan tidak tahu sopan santun dan melempari istri ku dengan kaleng lalu sekarang dengan entengnya mengatakan tidak sengaja?? Huhhh dasar sampah masyarakat!!" umpat Vir membuat remaja itu mati kutu tak berkutik


“Umur kalian berapa?”


”16, 17 tu-tuan..” ucap mereka bersamaan


Vir kembali terkekeh, ia menggeleng kecil sambil menepuk-nepuk pipi mereka.


“Masih sekecil ini tapi sudah jadi sampah masyarakat, mau jadi apa kalian saat besar?” Remaja itu terus menunduk sambil memohon agar dimaafkan, Mereka mengaku salah dan menyesal. Mereka sama sekali tidak tahu telah berhadapan dengan siapa.


“Bukan minta maaf padaku! Tapi Pada istriku, kalian hampir saja melukainya, jika saja kaleng itu mengenainya, aku pastikan hari ini satu jari kalian tidak akan berfungsi!” ucap Vir menohok, kemudian berjalan ke arah wanita yang sedari tadi terus menunduk.


Vir berdiri tepat di hadapannya.


“Dan kau..!" tudingnya mendominasi


Bibir wanita itu nampak bergetar, ia begitu gugup dan ketakutan berhadapan dengan Bos arogan yang terkenal galak jika berhadapan dengan orang yang berani menentangnya.


Ia begitu mengutuki kebodohannya yang pernah memotret Aileen diam-diam sedang bersama Zaky. Entah apa tujuannya hingga mengirimkan foto tersebut pada Vir.


“Kau staff di Angkasa Land Hotel juga, bukan?” berucap pelan namun penuh penekanan


“Ee i-iya Tuan..” berucap dengan terbata-bata


“Divisi apa?”


“Event planner, Tuan” Mendengar itu, tatapan vir menajam. Meskipun tak mengenal satu persatu wajah Stafnya namun kini ia cukup mengingat siapa wanita yang ada di depannya itu. Dia adalah staff yang waktu itu Ia tugaskan untuk mengantar istrinya ke Seminar room.


Vir menghela napas, Ia paling tidak suka ada staf yang malah cosplay jadi mata-mata seperti ini. Apalagi yang ia mata-matai adalah istrinya, dan hal itu hampir saja menimbulkan kesalah pahaman.


“Apa aku menyuruhmu mengawasi istriku?” Virr memukul dinding di sampingnya. Wanita itu terkejut Sambil terus menunduk, bulir bening terlihat menetes dari pelupuk matanya.

__ADS_1


“Ma-maafkan sa-saya Tuan, saya salah!” Ucapnya yang begitu menyesal telah dengan bodohnya berharap Vir akan menyanjungnya karena telah memberikan informasi mengenai istrinya yang sedang bersama pria lain, namun nyatanya yang ia dapatkan malah amukan dari bosnya itu.


“Ck, jangan memohon dihadapan ku! Memohonlah pada istriku, jika dia memaaafkan mu maka aku akan memaaafkan mu juga..”


...➖➖➖➖➖...


Di halaman gedung tersebut, Aileen yang diminta ikut dibuat heran saat sampai di sana.


Meskipun si penjemput telah mengatakan jika ini perintah dari Vir namun Aileen tetap kelihatan panik, sebab mengira sedang terjadi sesuatu pada suaminya namun ditepisnya pikiran tersebut.


“Mari, nona! Kita masuk” Aileen lalu mengikuti langkah pria yang menjemputnya


Sementara itu, di dalam Vir terlihat masih mengintrogasi stafnya.


Sedangkan Aileen yang melihat itu kelihatan begitu heran, ia perlahan mendekat ke arah Dito yang hanya duduk di sebuah kursi sambil menopang wajahnya memerhatikan Virendra yang terus mengoceh. Dito sendiri tak pernah melihat Vir yang begitu berlebihan hanya karena mereka berbuat masalah yang menyangkut dengan Aileen.


Dito semakin yakin Jika Vir benar-benar begitu mencintai istrinya.


Vir, Cinta Aileen telah memabukkanmu! Kau sampai berubah jadi monster hanya karena mereka berusaha melawan istrimu..


“Dit..” suara Aileen membuat Dito langsung menoleh. Ia mengusap wajahnya sambil berdiri menghadap Aileen.


“Hey Eil, kau sudah sampai rupanya” ucap Dito yang begitu acak-acakan


Aileen mengangguk, namun perhatiannya masih tertuju pada sekumpulan remaja yang terikat dan wanita yang sedang diomeli suaminya “Vir kenapa, Dit?”


“Sedang mengomel.!” ucap Dito Sambil berjalan ke arah Vir.


Aileen yang mendengar ucapan Dito mencebikkan bibirnya.


Ternyata sikap mereka sama saja. Sama-sama menyebalkan, Huhh...gerutu Aileen dalam hati


Vir tersenyum dan langsung menghampiri istrinya.


“Sun..” Ia membelai kepala Aileen lalu mencium keningnya. Membuat Dito yang melihat itu hanya mampu menelan ludah. Sahabatnya kini benar-benar telah menjadi budak cinta akut..


Aileen mengelus punggung Vir “Moon, Apa yang terjadi?” katanya sambil terus menatap remaja dan wanita itu secara bergantian.


Vir tersenyum, ia menyelipkan helaian rambut Aileen yang tergerai “Kemarilah, Sun!” Vir menarik tangan istrinya ke arah Stafnya itu terlebih dahulu.


“Minta maaf, pada istriku!” Bentak Vir.


Aileen benar-benar tak mengerti apa yang terjadi, namun ia masih ingat siapa wanita yang ada di depannya itu


“Moon?” Aileen menatap Vir penuh tanya.


“Kau ingat dia, Sun?” Aileen mengangguk sambil kembali menatap wajah suaminya lekat. “Dia yang memotret mu secara diam-diam saat bersama Zaky” Aileen tercengang, kini ia mulai mengerti. Namun ia tak menyangka jika Vir sampai menyekap Stafnya sendiri hanya untuk minta maaf padanya.


Aileen senang dengan perlakuan suaminya, namun baginya ini terlalu berlebihan. Ia pun sudah memaafkan wanita itu. Dan Vir, pria itu sama sekali tidak puas dengan reaksi istrinya yang langsung memaafkannya begitu saja.


Dan lebih parahnya lagi, saat dirinya meminta para remaja itu untuk minta maaf namun Aileen malah memberikan wejangan pada mereka agar tidak berbuat seperti itu lagi


“Urus mereka Dit, terserah mau diapakan!” perintah Vir, kemudian pergi dari sana.


Sementara Dito yang benar-benar sudah lelah hanya bisa memerintahkan anak buahnya untuk menangani.


Dia benar-benar telah melewati hari weekendnya hanya untuk mengurus masalah ini.


...****...

__ADS_1


Vir tak henti-hentinya mengoceh, ia tidak merasa puas. Bukan ini yang ia inginkan. Yang ia inginkan adalah memberikan pelajaran dan efek jera pada si pembuat onar, namun Aileen malah mengajaknya pulang. Dan dengan berat hati Vir kembali menyuruh Dito untuk menyelesaikan semuanya.


Kini Vir dan Aileen sudah berada di mobil.


“Ck, kalau tahu begini. Tidak seharusnya aku memanggilmu,. harusnya aku memberi mereka pelajaran terlebih dahulu” ucap Vir yang sangat tidak puas dengan reaksi istrinya. Ia bahkan rela menyekap Mereka hanya agar Aileen langsung yang menghukumnya, namun nihil, istrinya malah memintanya untuk melepaskan mereka begitu saja.


“Memangnya kau ingin aku bagaimana, Moon? Kita tidak boleh bersikap seperti itu pada rakyat kecil”


“Mereka hampir mencelakai mu, Sun? dan Wanita itu sudah tidak sopan dengan mengambil gambar mu secara diam-diam”


Aileen menghela napas, kemudian meminta suaminya menepikan mobil ke bahu jalan. Vir menurutinya dan saat sudah berhenti, Ia sedikit terkejut saat Aileen menariknya dan langsung meluma* bibirnya dengan lembut.


Vir tersenyum di sela ciuman yang semakin panas. Aileen sendiri melakukan itu agar suaminya mau berhenti membahas masalah tadi.


“Sudah ya, Moon! Jangan mengomel terus. Kau terlihat seperti seorang ibu yang begitu cerewet” Aileen tersenyum sambil mengelus lembut wajah Vir, pria itu terus menatapnya dengan tangan yang masih menggenggam tangan Aileen yang ada di pipinya.


“Istriku, sudah makin berani rupanya!” Vir tersenyum penuh arti, pesona Aileen benar-benar telah membuatnya terpikat


“Aku akan berhenti marah, Sun! Tapi sebelum itu, kau harus bertanggung jawab. Vir junior bangun!” Vir melepas seat beltnya lalu mencondongkan tubuhnya ke arah Aileen. Membuat wanita itu terkejut atas apa yang Vir lakukan.


Sungguh ia menyesali tindakannya yang malah membawa dirinya berujung seperti ini. Sudah pasti ia tidak akan bisa menolak keinginan suaminya jika sudah menyangkut masalah ga*rah


“Sun, ciuman mu memberikan ku ide cemerlang! Kita harus mencoba sensasi bercinta di mobil! pasti sangat luar biasa..!” Vir menarik tuas jok, hingga membuat jok Aileen berubah menjadi posisi rebah


“Moon, Apa yang kau lakukan? Kita sedang berada di jalan” Aileen menelan ludah kasar saat Vir sudah ada di atasnya.


Vir menyeringai dengan tatapan berkabut gairah “ Tenang saja sun, kita masih di kawasan gudang. Disini sepi” Vir mulai membuka kancing celananya sambil menyibakkan kaosnya hingga menampakkan ukiran roti sobeknya


Aileen terlihat menelan ludah, akal sehatnya mencoba menolak namun naluri kewanitaannya terus meremang seaakan ingin segera di sentuh oleh pemiliknya.


“Vir, bagaimana kalau ada warga yang lewat dan akan menangkap kita! Reputasimu bisa tercemar sayang” Masih berusaha menolak dengan suara tercegat saat Vir mulai menyibakkan Dress yang ia gunakan hingga ke leher, tangan Vir menarik penutup gunung kembarnya, lalu mulai mendaratkan ciuman kecil di sana.


“Itu tidak akan terjadi sayang, kita tinggal tunjukkan buku nikah dan mereka tidak akan bisa menghakimi kita. Tenang saja, Aku benar-benar tak bisa menahannya, Sun. Tubuhmu seperti magic yang selalu mampu menyihir ku” Suara Vir terdengar tidak jelas dengan diiringi decapan yang timbul karena permainan bibir sensualnya.


Aileen melenguh penuh kenikmatan saat tangan Vir mulai menelusup di bawah sana sementara mulutnya terus bermain-main di dadanya.


“Vir, Aughhht...”


“Iya sayangku, aku akan membuat mu melayang! Mari terbang bersama...” Vir mengarahkan tongkat magic miliknya dan membenamkannya di dalam sana.


Ia mulai memacu tubuhnya, membuat mobil sport itu menari seperti sedang break dance On the Dance Floor.


Pikiran tentang rasa takut akan tertangkap massa telah hilang dari kepala Aileen. Kenikmatan telah melenyapkan segalanya dan kini hanya menyisakan gairah untuk mencapai puncak bersama.


“Aughhh Eil, My Wife, Bidadari ku, kesayangan ku, Ahkkk.. Aku mencintaimu Sun!” Ucap Vir terbata-bata bersamaan dengan pacuan demi pacuan yan ia berikan.


Ungkapan Cinta yang Vir berikan seakan menambah bumbu percintaan mereka menjadi semakin menggairahkan. Aileen terpesona dan dibuat hilang akal melihat alunan tubuh suaminya yang meliuk-liuk saat menikmati tubuhnya.


“Moon, hmmmpt, akhh..” Aileen menggenggam tangan Vir yang terus menari di dadanya.


“Sebut namaku Sayang, panggil Aku! Katakan kau mencintaiku!” pinta Vir, ia mulai merebahkan tubuhnya hingga tak menyisakan celah antara dirinya dengan Aileen.


“Virendra, ahkk.. Aku mencintaimu, Moon, Sayangku.!” Aileen memeluk tubuh Vir saat merasakan sesuatu menye*pro* ke dalam sana, Tubuh Vir menggelinjing saat melepaskan benihnya tepat di garis finish.


“Makasih Sun, makasih atas segalanya! Aku mencintaimu!” Vir mencium seluruh wajah Aileen bersamaan dengan tubuhnya yang lunglai di atas tubuh istrinya.


Menyatu dengan bulir keringat yang terus bercucuran bak tetesan gerimis yang membentuk sebuah molekul Air. Mesin AC seolah tak mampu meredam hawa panas yang ditimbulkan oleh kegiatan panas keduanya.


Vir lalu meraih tisu yang ada di dashboard kemudian membersihkan benih-benih percintaan mereka yang suatu saat akan tumbuh menjadi buah hati keduanya yang akan menjadi pengikat suci ikatan pernikahan mereka..

__ADS_1


__ADS_2