Lihat Aku, Buka Hatimu

Lihat Aku, Buka Hatimu
Part 39


__ADS_3

Saat hari hampir petang, senja sudah berpamit mempersilahkan waktu bagi gelap untuk menemani malam. Semilir angin bertiup riuh membuat dedaunan yang bertaburan menari bersama kemana arah mata angin membawanya.


Sebuah taxi berhenti tepat di depan rumah yang cukup mewah, rumah itu adalah rumah mendiang opa Haris


Sepasang kekasih baru saja tiba di rumah selepas seharian menikmati kencan buta. Ya hubungan mereka memang diibaratkan seperti kencan buta, belum sempat mengenal satu sama lain tapi harus dipersatukan dalam sebuah pernikahan. Apalagi hari ini merupakan hari pertama bagi Vir dan Aileen pergi jalan-jalan bersama ala sepasang muda-mudi yang tengah menjalin kasih walaupun saat menghabisi hari terkadang mereka memperdebatkan hal kecil yang tidak seharusnya di perdebatkan.


Setelah membayar ongkos perjalanan Vir turun terlebih dulu, ia memegang pintu taxi hingga Aileen benar-benar turun.


Vir masih menatap Aileen yang masih merapikan coat-nya


Setelah itu mereka sama-sama melangkah masuk ke halaman rumah.


Di teras yang cukup luas itu, terlihat dua orang pria tengah duduk bersama sambil menikmati udara malam yang sejuk di kota itu. Mereka menatap Vir dan Aileen secara bergantian.


Dua pria itu adalah Biyan dan Shakeel yang menatap tak percaya ke arah Aileen dan Virendra yang kelihatannya begitu dekat satu sama lain. Sampai-sampai Biyan dan Shakeel tidak bisa membedakan apakah itu hanya sebuah sandiwara seperti biasa atau memang benar-benar keduanya sudah lebih dekat.


"Kalian darimana?" tanya Keil yang tak mampu lagi menahan rasa penasarannya.


Berbeda dengan Biyan, saat melihat kakak iparnya ia terlihat badmood.


Vir menghentikan langkahnya, kemudian menjawab pertanyaan Shakeel


"Kami dari bandara!" katanya acuh


Shakeel terlihat mengerutkan keningnya "Bukannya Ayah dan Ibu mu sudah pergi sejak siang tadi, lalu kenapa kalian baru pulang sekarang?" katanya yang Sedikit kepo.


"Kami dari jalan-jalan, makanya baru pulang sekarang" sahut Aileen "Ngobrolnya nanti lagi, Kami ingin istirahat" kata Aileen dan langsung beranjak seraya menarik tangan Vir.


Virendra yang ditarik seperti itu berbalik menatap Byan yang masih melemparkan tatapan kebencian padanya, Vir melambaikan tangannya membuat Biyan mendelik sebal.


Biyan mencebikan bibirnya "Lihatlah setelah Daddy dan Mommy menegurnya dia menjadi lebih baik, bahkan sampai pergi jalan-jalan bersama. Dasar pasangan aneh!!" Biyan berucap lirih namun masih bisa di dengar oleh Shakeel.


Shakeel terlihat tak percaya atas apa yang baru saja ia dengar "Apa aku tidak salah dengar Bi? Maksud mu kau sudah memberi tahu Daddy dan Mommy mu?" tanya Keil masih tak percaya pada apa yang ia dengar. Jika memang benar, itu artinya Biyan memang keras kepala. pikirnya dalam hati.


"Bi.." panggil Keil yang tak kunjung dapat jawaban dari Biyan yang sibuk bermain game di hpnya


"Hmnnnnt" sahut Biyan seraya menganggukkan kepala


"Astaga Bi.." Shakeel menepuk jidatnya "Jadi bagaimana? Apa Daddy mu marah pada Vir?"


Biyan pun menceritakan semuanya, Ia mengatakan jika Daddy-nya memang marah tapi Mommy jessica berhasil menenangkan Daddy agar memberikan kesempatan untuk Vir dan Aileen berusaha menerima semuanya


"Lalu bagaimana dengan Eil? pasti dia akan marah pada mu bahkan pada ku juga" Kata Keil yang takut jika Aileen mengira dirinya yang sudah jadi ember bocor


"Sepertinya suami- istri itu tidak marah, kakak juga tidak mengatakan apa-apa padaku" ujar Biyan menjelaskan, membuat Keil bernapas lega.


Keil tidak ingin mengecewakan Aileen sepupunya, apalagi selama ini Aileen juga selalu membantu menjaga rahasianya agar tak sampai ke telinga mama dan papanya. Ya walaupun Keil sendiri tak terima dengan tindakan Vir waktu itu. Namun melihat kedekatan mereka tadi, Keil merasa bersyukur karena hubungan Aileen dan Vir semakin membaik dan Keil berharap itu untuk selamanya.


....


Saat Vir dan Aileen melewati ruang keluarga, terlihat semua keluarganya tengah berkumpul di sana kecuali Biyan dan Shakeel. Karena mereka sedang berada di teras.

__ADS_1


Semua keluarga tersenyum ke arah Vir dan Aileen


"Kalian pasti dari jalan-jalan ya?" tanya Oma Fera


"Bagaimana jalan-jalannya, apa kalian juga singgah ke hotel?" tanya Om Ferdy membuat wajah kedua sejoli itu Blushing.


Tante Syella menyenggol lengan suaminya yang selalu saja membuat Aileen dan Vir salah tingkah


Pertanyaan macam apa itu! cebik Vir dalam hati


Sementara Daddy dan Mommy merasa senang melihat hubungan Vir dan Aileen ada kemajuan.


Semua orang tahu jika seharusnya mereka sudah pulang sejak siang tadi, tapi sepertinya mereka pergi jalan-jalan sehingga baru pulang saat malam hari. Terlebih lagi tadi siang Aileen sempat menyuruh kurir untuk mengantar belanjaannya membuat semua keluarga semakin senang dan berpikir traveling.


"Kalian berdua masuklah, pasti kalian lelahkan seharian jalan-jalan" kata Mommy.


Ahh mommy memang terbaik, selalu jadi Dewi penyelamat kami, Aku benar-benar tidak sanggup berlama-lama di sini untuk mendengar pertanyaan konyol seperti itu.. Gumam Vir dalam hati


Ia menganggukkan kepalanya, lalu menunduk sopan "Semuanya kami pamit ke kamar dulu" Ucap Vir lalu menarik Aileen masuk.


Entah mengapa sedari tadi kedua pasangan itu selalu saling tarik menarik sudah seperti sepatu yang tak bisa berjalan jika yang satunya tidak ada.


Semua tersenyum menatap kedua pasangan itu sampai tak terlihat di balik dinding ruangan.


Sementara itu Aileen masih fokus menatap Vir yang masih menggenggam tangannya menuju kamar. Ia benar-benar tidak menyangka jika Vir bisa sesopan itu, baru kali ini ia melihat suaminya bersikap seperti tadi bahkan sampai menunduk sopan di depan keluarganya.


"Aku tahu aku tampan, jadi jangan melihat ku seperti itu!! nanti mata mu bisa lepas" Kata Vir begitu sampai di kamar, Ia melepaskan genggamannya lalu berjalan ke arah kamar mandi.


.


.


.


Di ruang keluarga kini hanya tinggal Mommy Jessica dan kedua mertuanya, mereka terlihat masih asyik berbincang satu sama lain.


"Mama dan Papa yakin akan berangkat besok? Apa tidak ingin pulang bersama kami saja..!" tanya Mommy yang tidak begitu yakin dengan keputusan mertuanya yang akan berangkat besok pagi bersama Aileen dan Virendra.


"Iya, kami sangat yakin! lagi pula kami sudah terlalu lama di sini! Orang tua seperti kami ini sangat merindukan tidur di rumah sendiri, rasanya berbeda jika harus berlama-lama, apalagi di negeri orang, Bukan begitu pah?" kata oma Fera seraya menanyakan bersetujuan pada Opa Surya.


Opa Surya mengangguk "Kau jangan khawatir, kami akan baik-baik saja!"


"Bagaimana kalau aku meminta Eil dan Vir menemani kalian untuk sementara waktu sampai aku dan Daddy anak-anak kembali" kata Mommy Jessica yang masih khawatir dengan keadaan mertuanya


"Jangan berlebihan Jessica, Jangan merepotkan mereka! lagi pula di rumah ada Biyan dan para pelayan yang akan mengurus kami jadi jangan khawatir, Lagi pula bukankah Shakeel juga akan tinggal bersama kami sampai kalian dan orang tuanya kembali" kata Oma Fera yang malas karena menantunya terlalu berlebihan, toh sebelumnya mereka juga baik-baik saja walaupun tinggal hanya dengan Biyan dan Shakeel


Mommy Jessica pun menyerah, Ia menghela nafas. "Baiklah terserah mama dan papa saja, lagi pula tidak lama lagi kami semua akan kembali"


Suasana hening, semua larut dalam pikiran masing-masing.


"Apa mommy melihat paket yang di antar oleh kurir siang tadi?"

__ADS_1


Dari arah belakang terdengar suara Aileen, Mommy, Oma Fera dan Opa Surya pun menoleh pada Aileen yang sudah rapi dengan gaun tidurnya yang panjang sampai betis.


"Ada di samping pintu kamar kalian, Mommy menyimpannya di sana!" kata Mommy sembari terus memperhatikan penampilan putrinya "Memangnya apa isinya?" tanya Mommy penasaran


"Bukan apa-apa, hanya sedikit souvenir untuk keluarga di Rumah Sakit" jelas Aileen.


Bukan apa-apa katanya, Jika semua total harganya saja mencapai 63 juta maka souvenir macam apa yang dia beli itu, lalu dengan entengnya mengatakan hanya sedikit souvenir.


Momy hanya mengangguk mengerti


"Apa mommy ingin lihat?" Aileen menawarkan pada Mommy


"Tidak usah sayang, lebih baik berikan saja pada teman-teman mu"


Aileen pun hanya mengangguk mengerti lalu hendak kembali


"Eil..!" kata Oma Fera membuat Aileen menghentikan langkahnya


Aileen berbalik menatap Opa dan Omanya secara bergantian


"Pakaian mu ini terlalu tertutup untuk pasangan baru seperti kalian, Pakai lah yan agak terbuka agar Vir bisa lebih mudah membukanya" kata Oma Fera sembari memperhatikan gaun orange yang Aileen kenakan


Aileen mengerutkan keningnya, tidak menyangka jika Oma akan menegur pakaiannya sampai-sampai membahas hal Vulgar yang di luar Nalar baginya.


Astaga, kenapa semua orang selalu berbicara sevulgar ini? tidak bisa kah mereka sedikit menyensornya.. Aileen menjerit dalam hati


Apakah semua pengantin baru akan mendapat serangan seperti ini? Pikirnya dalam hati


"Apa kau tidak punya lingerie?"


Aileen menggeleng..


Memangnya untuk apa mengoleksi pakaian kurang bahan seperti itu, toh dia lebih nyaman menggunakan baju tidur sesuai seleranya


Oma tepuk jidat mengetahui pengantin baru seperti Aileen tak punya lingerie yang merupakan pakaian dinas para istri.


"Jessica kau harus membelikan putri mu pakaian dinas! Jika tidak, kapan cucu buyut kami akan launching, Pakaian dinas akan membantu itu agar Vir selalu tergoda setiap saat padamu" kata Oma yang tak habis pikir dengan semua ini


Aileen menelan ludahnya kasar, Ia merasa malam ini merupakan malam yang sial mencekam baginya, karena oma membahas hal yang menurutnya di luar nalar.


Bagaimana mungkin memakai pakaian seperti itu saat bersama Vir, yang ada Vir mengira ia akan menggodanya.


Aileen hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Sementara Mommy hanya mengulum senyumnya melihat sang putri dengan wajah yang sudah memerah.


"Ah kau payah sekali Eil!! Mommy mu juga payah sampai tidak memperhatikan hal sekecil ini... Biar oma yang akan meminta Vir membelikannya untuk mu, Aku yakin dia akan menuruti ku" Oma tersenyum sumringah "Jika dia yang memilih untuk mu, itu akan jauh lebih baik, dia yang akan melihatnya sudah tentu dia akan memilih lingerie yang sesuai dengan seleranya" Oma terkekeh geli, tersenyum penuh kemenangan.


Mendengar ucapan oma yang begitu lancar seperti Air mengalir tanpa titik koma, seketika mata Aileen melotot, batinnya menjerit, bagiamana mungkin hal seperti ini begitu enteng bagi para orang tua sepertinya


Aileen malu sekali apalagi di sana juga masih ada opa yang hanya tersenyum mendengar ocehan istrinya

__ADS_1


Ia tahu mereka semua merupakan para sesepuh dalam urusan ini, tapi bisakah jangan melakukan ini padanya? Ini sangat memalukan bagi pasangan yang dijodohkan seperti dirinya dan Vir.


__ADS_2