Lihat Aku, Buka Hatimu

Lihat Aku, Buka Hatimu
Part 67


__ADS_3

Aileen sendiri tidak tahu bagaimana perasaannya, sungguh ia tak bisa menyangkal rasa sakit saat melihat suaminya berpelukan dengan wanita lain. apakah salah jika seorang istri kecewa saat melihat suaminya dengan wanita lain.


"Aku mohon percaya padaku, Aku bersungguh-sungguh dengan ucapanku yang menginginkan kita memulai semuanya" Vir beralih berdiri dihadapan Aileen dan mengenggam tangan wanita itu.


"Aku memang salah tidak menepati janji, maka dari aku minta maaf. Tapi tolong percaya padaku! Semenjak memutuskan untuk mengakhiri hubungan dengannya aku sama sekali tak pernah memeluknya Eil, Aku hanya berusaha menolongnya"


Melihat raut wajah Vir yang bersungguh-sungguh membuat Aileen tak enak hati. Sebelumnya ia tak pernah melihat ekspresi Vir yang memohon seperti ini.


Aileen menghembuskan napas berat kemudian berkata "Aku memaafkanmun tapi tolong beri aku waktu sendiri!" Aileen melepaskan genggaman Vir kemudian pergi dari sana.


Vir bisa melihat jika Aileen tak masuk ke kamar mereka melainkan pergi ke kamar lamanya.


Hal itu membuat Vir makin merasa bersalah. Andai saja dia memberi tahu Aileen saat ingin pergi mungkin kejadiannya tidak akan begini.


Its oke, ini memang salahku..


****


Keesokan harinya, Semua berjalan seperti biasanya. Bangun lebih awal dan menjalani aktivitas pagi dengan semangat yang baru.


Meskipun akhir pekan tak membuat sebagian orang untuk bermalas-malasan menjalani aktivitasnya di rumah.


Seorang pria dengan pakaian santai yang Kasual terlihat memasuki ruang makan dengan senyum yang mengembang di wajah tampannya. Ia senang melihat istrinya yang tengah menyiapkan sarapan untuk mereka.


Bahkan setelah kejadian semalam, Vir tidak menyangka jika Aileen masih akan melaksanakan tugasnya. Nyatanya meskipun dalam keadaan marah wanita itu masih tetap melakukan semua kewajibannya, hal ini membuat Vir kagum padanya.


Vir duduk di kursi sambil mengecek Hp-nya, membaca setiap email dan chat yang masuk takutnya ada sesuatu yang penting.


Setelah itu Ia meletakkan Hp-nya dan memulai sarapan bersama.


Tidak ada yang memulai obrolan lebih dulu, sarapan hari ini hanya di lalui dengan keheningan yang dihiasi dentingan garpu dan sendok yang saling bersahutan.


"Vir.." lirih Aileen yang terlihat ingin mengatakan sesuatu


Hal itu membuat Vir yang masih mengunyah menatap ke arah Aileen dengan tatapan penuh tanya.


Melihat istrinya yang tak kunjung bicara membuat Vir tersenyum, Ia menyadari ekspresinya yang seperti itu membuat Aileen sungkan "Ada apa?" Vir meletakkan sendok dan garpunya. Seulas senyum terbit dari bibirnya


"Aku, Aku minta maaf karena sudah salah paham! Seharusnya aku tidak marah atas apa yang kau lakukan. Ini tentang kemanusiaan, harusnya aku mendukungmu bukan malah marah "


Ya setelah Aileen pikir-pikir rasanya ia terlalu berlebihan, Ia cemburu melihat Vir bersama Fia hingga membuat nuraninya tertutup. Seharusnya ia sebagai seorang dokter bisa memahami situasi, yang suaminya lakukan tidak lah buruk. Dengan itu sepanjang malam Aileen memikirkan semuanya dan berniat untuk meminta maaf atas tindakan berlebih yang ia lakukan.


Padahal jika dilihat dari sudut pandang seorang istri, yang ia lakukan merupakan suatu hal yang lumrah dialami oleh sebagian besar istri-istri pada umumnya.


Vir kemudian berdiri, Ia berjalan ke arah Aileen yang duduk tepat di depannya.


Vir menarik satu kursi lalu duduk di samping istrinya.


"Kamu sama sekali tidak salah, wajar jika cemburu pada suami sendiri" berucap lembut sambil menatap lekat wajah sang istri


Aileen nampak memikirkan ucapan Vir. Apakah yang ia rasakan semalam benar-benar disebabkan karena dirinya cemburu, Ia sendiri masih belum mengerti.


"Aku yang seharusnya minta maaf, Apa mau memaafkanku?"


"Pikir sendiri saja, Apa aku akan memasak jika belum memaafkanmu" berucap dengan wajah datar


Vir tersenyum kemudian membawa Aileen ke dalam pelukannya seraya beberapa kali mencium puncak kepala wanita itu. Ia senang sebab Aileen bukanlah sosok orang yang membiarkan masalah larut begitu saja tanpa adanya komunikasi, dengan begini kesalahpahaman yang terjadi akan mudah teratasi.


Aku tidak menyangka ternyata dia bisa bersikap manis juga.. Lirihnya dalam hati saat melihat perlakuan Vir yang begitu tulus


"Sebagai gantinya, Aku akan menebus janjiku yang kemarin. Mau apa? Aku akan menurutinya" ucap Vir dengan sombongnya dengan tubuh masih memeluk Aileen yang sedang makan.


"Tidak mau apa-apa, aku hanya ingin istirahat" ucap Aileen seraya masih memakan beberapa sendok makanan dengan satu tangannya masih melingkar di pinggang suaminya.

__ADS_1


"Ohya Eil, Aku penasaran bagaimana kau bisa tahu aku sedang bersama Fia dan mengira aku sedang berpelukan dengannya" tanya Vir seraya beberapa kali menerima suapan dari istrinya.


"Mau dengar setengahnya atau semuanya?"


"Haiss, Pertanyaan macam apa itu?" protes Vir pada Aileen


Wanita itu malah terkekeh melihat ekspresi menyebalkan suaminya ketika sedang kesal


"Ck, Jangan buat aku penasaran! cepat katakan semuanya!"


Aileen pun menceritakan semuanya dari awal saat menunggu Vir di Cafe kemudian bertemu dengan Zaky dan pergi makan bersama.


"...saat mau pulang aku malah melihat mu begitu dekat dengan Fia dan aku sadar saat melihat nama butik itu. Aku kecewa kau tidak menepati janjimu dan malah pergi menemui Fia di butiknya" jelas Aileen seraya mengerdikkan bahunya


Vir memicingkan matanya, bukannya Merasa bersalah tapi ia lebih penasaran pada pria bernama Zaky yang pergi bersama istrinya itu.


"Zaky?" tanya Vir


"Iya Zaky, sahabatku yang di hotel waktu itu" ucap Aileen mengingatkan


Vir yang langsung mengingat orang itu seketika memasang wajah tak suka.


"Beruntung hari ini aku yang salah jika tidak kau sudah habis kumakan karena berani pergi dengan pria lain" ketus Vir, ia melepaskan rangkulannya dari tubuh sang istri.


Apa? Kenapa dia malah marah seperti ini..


"Lain kali jangan pergi bersamanya tanpa seizinku" ucap Vir seenak jidat memperingati sedangkan dirinya kemarin malah menemui Fia yang notabene adalah orang yang sedang berusaha ia lupakan lantas dengan alasan apa dia melarang Aileen bertemu Zaky sedangkan pria itu adalah sahabatnya.


Yang bisa Aileen lakukan hanyalah berucap sabar dalam hati sambil berkata "Beruntung kau suamiku, dan perintahmu adalah kewajiban yang harus ku turuti" ucap Aileen dalam hati berusaha menenangkan diri.


"Kalau begitu kau dengan Fia juga tidak boleh bertemu tanpa seizinku"


"Itu pasti" ucap Vir acuh


"Tapi kenapa? kami sudah bersahabat sejak ama" rengek Aileen yang masih tak terima dengan keputusan Vir


"Jika dia benar-benar hanya sahabat aku akan memikirkan" Vir nampak memikirkan sesuatu namun tidak ada yang tahu apa yang ia pikirkan


****


Siang harinya


Berhubung hari ini hari libur dan di rumah masih banyak sisa makanan, Aileen pun berniat berbagi dengan orang yang membutuhkan seperti kebiasaannya yang sudah-sudah.


Dan karena Vir sudah mengatakan ingin menuruti keinginannya jadi Ia pun mengajak Vir pergi ke tempat orang-orang pinggiran itu dengan Aileen sebagai Maps-nya yang menunjukkan jalan pada Vir sang driver.


Hari ini mereka sudah seperti pengantar paket gofood.


Vir menatap lekat tempat yang ia tuju, keningnya berkerut tatkala menyadari lingkungan sekitar yang dipenuhi dengan tumpukan sampah-sampah plastik dan aluminium. Vir bisa melihat jika tempat ini merupakan tempat orang-orang pinggiran yang mengumpulkan barang rongsokan.


Pria itu terlihat memijat pangkal hidungnya, Ia meringis memikirkan nasib mobil sport miliknya yang malah pergi ke tempat seperti ini, belum lagi tanahnya kelihatan becek karena hujan baru usai.


"Tunggu apa lagi, ayo turun" Aileen yang sudah ada di luar sambil menenteng dua kantong makanan mengetuk kaca mobil Vir.


Kaca mobil itu terbuka, menampakkan wajah suaminya yang kelihatan tidak bersemangat


"Aku tunggu di sini saja ya, jalannya terlalu kotor" memohon dengan wajah memelas. Ia tak habis pikir kenapa istrinya harus sebaik ini mendatangi mereka satu persatu menuju tempat kumuh begini.


"Ayolah, kakimu tidak akan lecet karena menginjak tanah kotor ini, Lagi pula kau punya alas kaki kan?"


Vir mengangguk seperti anak kecil yang sangat penurut


"Kalau begitu untuk apa pusing, kau baru akan panik ketika datang kemari tak menggunakan alas kaki. Ayo turun!" bujuk Aileen sekali lagi. Mengajak Vir benar-benar sebuah keputusan yang salah, mengajak suaminya itu hanya membuat tenaganya habis hanya untuk membujuknya saja

__ADS_1


"Aku tunggu di sini saja ya bu dokter" Memohon seperti anak kucing yang meminta belas kasih pada Tuannya.


"Ayolah Sayang, kita sudah sama-sama ke sini masa aku harus pergi seorang diri lagipula bukankah katamu sebagai ganti kesalahan mu kau akan menuruti keinginanku" mencebikkan kesal pada suaminya


Vir menghela napas " Baiklah, tapi bisa ucapkan sekali lagi?" katanya yang membuat Aileen tak mengerti, apa yang harus ia ucapkan sekali lagi


"Tadi kau memanggilku apa?"


Aileen nampak berpikir, berusaha mengingat ucapannya dan ia mengingat jika tadi dirinya sempat membujuk Vir dengan panggilan sayang.


Oh Aileen dibuat tepuk jidat dengan tingkah Vir. Dengan berat hati ia pun mengulang perkataannya


"Ayolah sayang, ikut aku turun Aku tidak bisa pergi sendiri" Sudah sekalian menjilat dengan begitu handalnya hanya untuk Vir ikut dengannya.


"Ck, baiklah! Sepertinya kau begitu tulus dan memang sangat menyayangiku. Maka dari itu aku akan ikut denganmu" ucap Vir kemudian menaikkan kaca mobilnya lalu menyusul Aileen turun


Apa katanya? kenapa jadi aku yang kelihatan teraniaya padahal dia memintaku untuk mengulang perkataan yang tidak sengaja kuucapkan. Menggerutu dalam hati sebab Vir selalu bisa membolak-balikan keadaan.


Merekapun pergi bersama menyusuri tempat itu dan membagikan semua makanan yang sudah di kemas dalam sebuah kotak styrofoam


"Dia siapa bu dokter? Sangat tampan"


"Iya dia tampan sekali" tanya beberapa orang di sana, mereka memang tahu jika Aileen berprofesi sebagai seorang dokter sebab wanita itu sering memeriksa orang-orang tersebut jika ada yang sakit


"Dia suami saya" ucap Aileen


"Wah ternyata ibu dokter sudah menikah"


"benar-benar pasangan serasi, cantik dan tampan" ucapnya bersahutan


Sementara Vir, reaksi pria itu jangan ditanyakan lagi. Mendengar pujian itu dia dengan bangganya melambaikan tangan pada orang-orang yang ada di sana terlebih lagi seraya memberikan senyum termanisnya membuat yang melihat serasa mendapat asupan Vitamin gratis


Idih, ternyata dia narsis juga. Dengan orang-orang kecil seperti ini saja dia tebar pesona bagaimana jika dengan orang-orang kelas atas.. Pikir Aileen yang mengira suaminya se-Narsis ini jika bersama dengan kalangan elit kelas atas.


Padahal ini pertama kalinya bagi Vir, dia merupakan orang yang cuek namun melihat senyum semangat dari wajah mereka Vir merasa iba dan menutuskan untuk bersikap ramah dan berharap mereka akan merasa terhibur.


Yang benar saja, melihat Vir yang seperti itu membuat orang-orang itu menghilangkan spekulasi negatif tentang orang kaya yang identik dengan sikap Sombong dan bersikap semena-mena.


Mereka semua tersenyum bangga melihat pria tampan kaya yang mau menyapa mereka bahkan membantu istrinya memberi makanan pada semua.


Derggggt, Derggggt.


Vir merogoh HP-nya dari saku celana panjang yang ia kenakan.


pria itu berjalan menjauh saat menerima telepon, Aileen melirik ke arah Vir yang sedang menelepon.


"Dia baik ya,"


"Ternyata tidak semua orang kaya jahat dan sombong"


"Mereka ini orang-orang baik"


puji mereka pada sepasang suami istri itu


"Kita pergi sekarang ya, Mommy dan Daddy sudah datang" bisik Vir saat kembali dari menerima telepon


"Apa?" Aileen tak percaya, sebab orang tuanya sama sekali tak ada mengabarinya, dan malah mengabari Vir.


Aileen pun meraih hp-nya dari dalam tas, Ia mengecek panggilan dan pesan namun sama sekali tak ada dari orang tuanya.


"Tapi kenapa mereka mengabari mu sedangkan aku tidak?" tanya Aileen yang merasa aneh sebab tak biasanya Daddy dan Mommy tak mengabarinya.


Vir mengerdikkan bahu, menandakan ia tidak tahu apa-apa.

__ADS_1


"Sudahlah, itu tidak penting. Yang terpenting sekarang kita harus pergi ke sana" ucap Vir kemudian berpamit pada semua orag di sana lalu menggengam tangan Aileen dan pergi dari sana


__ADS_2