Lihat Aku, Buka Hatimu

Lihat Aku, Buka Hatimu
Part 56


__ADS_3

"Sekarang kau boleh ceritakan apa saja yang terjadi selama aku pergi. ceritakan semua, aku akan mendengarkannya" ucap Zaky, walaupun ia sendiri dibuat kalang kabut dan harus siap menelan pil pahit jika saja mendengar sesuatu yang akan memporak-porandakan hatinya.


"Selama kau pergi tidak begitu banyak yang terjadi, hanya saja akhir-akhir ini keluarga ku ditimpa kedukaan beruntun" Aileen menjeda ucapannya


Zaky terlihat menahan nafas, bersiap untuk mendengar semuanya. Dia yakin masih ada yang ingin disampaikan Aileen.


Entah mengapa jantungnya berdegub begitu kencang, seperti akan mendengar sesuatu yang mengejutkan


Aileen menoleh sekilas, kemudian menarik nafasnya lalu berbicara "Dan juga sekarang aku sudah berstatus istri orang, Aku sudah menikah Za"


Deg...


Ucapan Aileen itu benar-benar seperti ribuan panah yang menghujan tepat di jantung Zaky.


Pria itu meringis dalam hati, sekuat tenaga ia tidak ingin percaya namun Aileen dengan lantangnya mengatakan bahwa dia benar-bemar sudah menikah.


"Apa? Apa katamu? A-apa aku tidak salah dengar?" ucap Zaky sekali lagi berusaha memastikan


"Kau tidak salah dengar Za, Aku memang sudah menikah dan suami ku owner Hotel ini" ucap Aileen lugas seraya menatap bangunan kokoh tempat mereka duduk saat ini.


Sekali lagi Zaky menutup matanya, menarik nafas dalam. Berusaha untuk menenangkan diri. Harapannya dihancurkan oleh kenyataan, Aileen tidak salah. Dia lah yang terlambat, dengan bodohnya memendam rasa tanpa berniat mengutarakannya dengan dalih menunggu waktu yang tepat dan hingga dirinya benar-benar pantas bersanding dengan Aileen.


"Bagaimana bisa Eil, kenapa kau tidak memberi tahuku"


"Dengan apa aku memberi tahumu?" Aileen menatap Zaky lekat


Zaky menunduk, Ia lupa jika selama tiga tahun mereka sama sekali tak berkomunikasi. Jadi bagaimana bisa Aileen memberi tahunya.


"Apa kalian menjalin kasih sebelum menikah?" tanya Zaky dengan berusaha menunjukkan senyuman termanisnya pada Aileen


"Tidak, kami dijodohkan"


Mendengar penuturan Aileen seketika Zaky mendapat angin segar. Jika memang benar adanya, itu artinya hubungan mereka bisa saja tidak bertahan lama sebab tidak ada cinta di dalam pernikahan yang berawal karena perjodohan. Meskipun tidak semuanya berakhir perpisahan namun besar harapan Zaky untuk tetap bersama Aileen sekalipun harus menunggu jandanya. Meskipun ia sangat tahu jika dalam kamus Aileen tidak ada yang namanya perpisahan.


"Itu artinya kalian tidak saling mencintai?" ucap Zaky dengan sedikit bersemangat, berharap dugaannya benar adanya.


Aileen menatap Zaky, netranya nampak berkabut bingung. Haruskah ia menceritakan semuanya.


sejenak ia terdiam sebelum kemudian berbiu


"Kami saling mencintai, Dia mencintai ku begitupun sebaliknya" ucap Aileen dengan bibir bergetar menyembunyikan kenyataan yang sesungguhnya.


Maafkan aku Za! Aku yang sekarang bukanlah Aku yang dulu, bukan lagi Aileen yang akan mencurahkan semua masalahnya pada mu! Sekarang status ku berbeda, Aku seorang istri dan aku tidak akan menceritakan aib rumah tangga ku kepada siapapun sekali pun itu penuh dengan rintangan.


Zaky kembali di hantam mundur oleh kenyataan. Kenyataan yang memaksanya harus berhenti dan merelakan perasaannya lenyap bersama harapan yang harus terkubur karena kesalahannya sendiri yang terlambat.


"Selamat Eil" Zaky menghela nafas dalam, berusaha mengatur nafasnya semaksimal mungkin "Aku bahagia jika sahabat ku juga bahagia! Maaf karena aku hilang kabar aku jadi tak bisa menyaksikan hari bahagia mu" tersenyum penuh kepalsuan disaat hatinya tersayat oleh kenyataan


Aileen hanya mengangguk Iya kemudian berkata "Bad Friend, kau jahat sekali!! tega tak menghadiri pernikahan ku" mencebik kesal


"Kalau begitu menikah lah lagi agar aku bisa menyaksikan kau menikah dan kita akan berfoto bersama!" ucap Zaky dengan senyuman dipaksakan


"Hahaha memangnya orang mana yang mengulang pernikahannya" terkekeh karena ucapan Zaky


Kalau perlu menikahlah dengan ku Eil, Aku tidak bisa melihatmu bahagia dengan orang lain.. Ucap Zaky meringis dalam hati.


Sementara Aileen masih terkekeh mendengar ucapan Zaky yang tak masuk akal. Ia sama sekali tak menyadari ada hati yang terluka karena kenyataan yang baru saja dia ungkapkan.


"Mana, aku ingin melihatnya!" Zaky menengadahkan tangannya

__ADS_1


Aileen menatap Zaky seraya mengerutkan keningnya, Ia tidak mengerti apa yang ingin sahabatnya itu lihat.


"Aku ingin melihat foto pernikahan mu, mana!" masih menengadahkan tangan, menunngu Aileen memperlihatkan foto pernikahannya.


Aileen yang sempat terdiam segera mengambil hanphonenya dan membuka galeri foto. beruntung di sana ada beberapa foto pernikahannya yang ia simpan. Jika tidak, mungkin Zaky akan curiga. bagaimana bisa ada seseorang yang tidak menyimpan foto pernikahannya.


Zaky meraih handphone dari tangan Aileen lalu melihat foto tersebut.


Sejenak Zaky terdiam, hatinya kembali nyeri melihat foto sang mempelai yang tersenyum bahagia di atas panggung pelaminan. Tanpa tahu kenyataan yang sesungguhnya bahwa senyum kedua mempelai itu hanya sebuah pemanis saja.


Pria ini? Jadi dia suami mu Eil.. lirihnya dalam hati saat memperbesar wajah suami Aileen.


Zaky mengabaikan rasa sakitnya, Ia terus menggeser setiap slide foto yang ada di sana. Hingga ia pun menemukan sebuah kenyataan dimana ia mendapati Foto Aileen dan Vir saat di luar negeri waktu itu. Membuat ia semakin yakin jika Aileen dan Vir memang saling mencintai, melihat di foto itu keduanya sama-sama tersenyum harmonis.


Kelihatannya mereka sangat bahagia..


Zaky tersenyum getir, pandangannya teralih ke sembarang arah sambil mengembalikan handphone itu pada Aileen.


"Lain kali kenalkan aku dengan suami mu" ucap Zaky yang kini beranjak dari duduknya kemudian melirik arloji di tangan kanannya


"Tentu" sahut Aileen dengan senyum mengembang


"Kalau begitu aku pergi dulu"


Aileen hanya mengangguk.


Zaky pun pergi.


Setelah sampai di kamarnya ia tersandar di pintu, tubuhnya merosot ke lantai. Hatinya begitu sakit menerima kenyataan ini.


Bulir bening terlihat menetes dari ujung matanya, Ia harus merelakan wanita yang selama ini ia cintai bahagia bersama orang lain.


"Hati ku memang sakit menerima ini, tapi aku juga tak bisa egois Eil. Aku memang sangat menginginkan mu tapi takdir berkata lain, kau bukan untukku dan aku akan berusaha merelakan mu! Aku akan belajar menerima kenyataan bahwa kita hanya di takdirkan sebagai seorang sahabat, Tidak lebih... Aku bahagia jika kau juga bahagia bersamanya!" lirih Zaky seraya berusaha tegar.


Cukup baginya kehilangan Aileen sebagai cintanya, Ia tak ingin kehilangan wanita itu sebagai sahabatnya. Sampai kapan pun hanya akan ada tali persahabatan diantara mereka.


****


"Katamu kau ingin di temani ke suatu tempat, tapi kenapa malah ke sini" protes Dito pada Vir yang memberhentikan mobilnya tepat di depan sebuah Bar yang terkenal di kota itu


"Aku berubah pikiran dan akan menemuinya tanpamu di lain waktu" ucap Vir seraya melepaskan seatbelt-nya.


Tadinya dia berniat mengajak Dito menemui seseorang namun entah mengapa di tengah perjalanan ia malah berubah pikiran dan berbelok arah menuju Bar ini.


"Memangnya siapa yang ingin kau temui sampai harus menunda-nunda seperti ini?"


"Kau tidak perlu tahu! Ayo turun" ucap Vir seraya membuka sebungkus permen lalu mengunyahnya


"Aih, lalu untuk apa mengajak ku jika tak ingin memberi tahu ku" Dito memutar mata malas


"Come on, dude! jangan jadi orang kepo, itu tidak baik! Ayo turun!" Ajak Vir seraya melambaikan tangannya


Ia hendak membuka pintu mobil


"Kalau mau turun, turun saja sendiri, Aku tunggu di sini" ucap Dito yang masih enggan beranjak membuat Vir menatap heran padanya.


"Kau ini kenapa hah? Biasanya kau yang paling semangat jika menginjakkan kaki di tempat ini!" Protes Vir pada Dito yang belakangan ini banyak berubah


"Aku benar-benar ingin taubat Vir, Hmmnt"

__ADS_1


"Ck, ternyata kau sungguh ingin hijrah! Aku bangga dan salut padamu" ucap Vir seraya mengajukan tos pada Dito


Dito pun membalasnya dengan senyuman berbangga diri.


"Kalau begitu kita pulang saja!" ucap Vir, namun Ia sendiri malah turun dari mobil membuat Dito menyerngit heran. Ia sudah hafal betul setiap pergerakan yang akan sahabatnya itu lakukan


"Kau yang mengemudi! aku lelah" ucap Vir setelah membuka pintu mobil bagian kiri


Yang benar saja, dugaan Dito benar adanya! Sudah pasti Vir tidak akan membiarkannya sehari saja tenang jadi penumpang tanpa harus di suruh mengemudi, Dito dibuat kesal akan hal itu.


"****, lalu bagaimana dengan mobil ku" ucap Dito yang sudah bisa menebak jika Vir tidak akan mengantarnya mengambil mobilnya yang masih ada di Hotel


"Bawa saja mobil ku, besok siang aku ambil"


Kini mereka sudah bertukar posisi dengan Dito yang mengemudi sementara Vir sudah terlelap dengan menutupi wajahnya menggunakan jas.


"Cih sahabat sialan!" umpat Dito pada Vir yang sudah berlayar di alam mimpi membiarkan dirinya mengemudi seorang diri


*****


Sementara itu, di sebuah kamar nampak seorang wanita tengah duduk di depan meja riasnya.


Kelihatannya ia baru selesai mandi dengan handuk yang melilit tubuhnya yang masih basah dan rambutnya pun masih terbalut handuk


Ting..


suara notifikasi handphone


Aileen yang tengah memakai body lotion lalu meraih handphonenya yang berada di samping jejeran alat makeup dan skincare yang ada di atas meja itu.


"Kau dimana? Apa sudah pulang? Jika belum aku akan menjemput mu! Maaf tadi aku ada urusan jadi baru bisa mengirim pesan sekarang" isi pesan beruntun dari pengirim dengan nama kontak makhluk aneh


Aileen tersenyum membaca pesan dari suaminya itu.


"Tidak usah menjemput ku, aku baru saja sampai di rumah" Tulis Aileen yang hendak membalas pesan sang suami


Dia sudah hampir memencet logo send pada keyboard namun tiba-tiba terdengar suara pintu kamarnya yang terbuka membuat Aileen menoleh.


"Vir!" Aileen beranjak dari duduknya


Ia terkejut saat melihat Vir sudah ada di sana seraya menatapnya dengan tatapan sayu penuh damba.


Saat mengirim pesan tadi, Vir memang sudah ada di rumah dan hanya ingin memastikan apakah Aileen sudah ada di kamar atau belum.


Karena lama mendapat balasan, Vir pun memutuskan untuk mengecek langsung ke kamar sang istri.


Dan kini pandangan Vir tertuju pada tubuh Aileen yang hanya terbalut handuk sebatas paha. Ia terlihat kesulitan menelan ludahnya, Vir berjalan mendekat.


Aileen menyadari dirinya yang hanya mengenakan handuk membuat ia berjalan mundur. Vir semakin mendekat dengan pandangan tak teralihkan dari tubuh sexy istrinya.


Dia tergoda, sungguh dia pun hanyalah pria normal yang memiliki hasrat yang sudah tentu akan terkesima dengan pemandangan seperti ini.


"Vir kau mau apa?" ucap Aileen pada Vir yang kini hanya berjarak beberapa centi darinya


Vir hanya menyeringai sambil sesekali terlihat menelan ludah kasar.


"Jangan mendekat Vir! kau mau apa hah?" teriak Aileen yang mulai gusar


Ia terus berjalan mundur berusaha menghindar dari Vir yang kini sudah semakin dekat, hingga tidak ada lagi celah untuknya bergerak, tubuhnya tertempel di sudut dinding kamar yang membuatnya sama sekali tak bisa lagi berbuat apa-apa. Ia terjebak dalam kukungang tubuh Vir yang menindih tubuhnya ke dinding.

__ADS_1


__ADS_2