
Aileen yang baru pulang dari rumah sakit sangat merasa cemas apa lagi tak menemukan mobil suaminya di sana, ia pun langsung berlari masuk ke dalam rumah.
Sedari tadi pikirannya terus tertuju pada Vir yang katanya diantar pulang, membuat ia penasaran karena tak biasanya suaminya itu di antar seperti ini
Kamar yang pertama kali ia tuju adalah kamar Vir.
Ia membuka pintu, terlihat di sana pria itu tengah terbaring dengan posisi tengkurap.
"Apa dia minum? Ya dia pasti minum, jika tidak, mana mungkin kamar ini akan berbau seperti ini" Aileen menghibas-hibaskan tangannya lalu meletakkan tasnya di meja
Ia pun segera melepas sepatu dan jas yang masih melekat di tubuh pria itu, ia bahkan mengganti kemejanya dengan kaos hitam. Namun ia tak mengganti celananya, tentu saja, dia sendiri tak selancang itu.
Setelah itu ia pun menyelimuti Vir dan mengatur suhu ruangan agar pria itu dapat tidur dengan nyenyak.
***
Keesokan harinya. terlihat sepasang suami istri tengah menyantap sarapan pagi dengan suasana penuh keheningan.
Vir sendiri tidak tahu jika semalam Aileen lah yang mengganti bajunya, ia hanya mengira Dito lah yang melakukan semuanya.
Itu jauh lebih baik, daripada ia harus mengamuk dan memarahi Aileen karena berani menyentuhnya. yang ada ia akan menyudutkan Aileen dengan mengatakan mengambil kesempatan dalam kesempitan.
"Minum air putih yang banyak, semalam kau minum alkohol berlebihan" Ujar Aileen cuek tanpa menoleh sedikitpun
Vir yang mengunyah makanannya hanya menatap sekilas ke arah Aileen lalu kembali fokus dengan makanannya.
"Jangan minum alkohol lagi, itu tidak baik untuk kesehatan!" lanjut Aileen memperingati
"Diamlah! Aku sedang makan"
"Aku hanya memberi tahu mu, agar kau tidak menyesal di kemudian hari. "
"Iya aku mengerti, aku tidak akan minum lagi kecuali banyak masalah"
"Tetap saja Vir, klo banyak masalah ya diselesaikan! Jangan malah minum.."
"Haissh iya iya.. Sudahlah jangan mengoceh terus"
***
Aileen berjalan dengan anggunnya menuju lantai tempat ruangannya berada.
Meskipun menggunakan masker, namun para tenaga medis dan pasien yang ia lalui selalu menyapanya dengan ramah
Tidak ada yang tidak mengenalnya di sana, Ia salah satu dokter termuda di rumah sakit itu yang memiliki pesona dan kinerja yang luar biasa.
"Pagi dok!" sapa setiap orang yang mengenalnya
"Pagi juga" Aileen membungkuk hormat, lalu masuk ke ruangannya dan mulai memakai id card dan juga snellinya. Ia pun mulai menjalankan kegiatannya seperti biasa.
.
__ADS_1
.
Sementara itu di sebuah ruang meeting, para peserta meeting terus menatap heran ke arah pria asing yang ada di dalam sana.
Vir yang menyadari tak ada satupun orang yang memulai pembukaan pun berbalik melirik satu-satu para staf, pandangannya kemudian beralih kepada semua orang yang menatap heran kepada Dito. Sementara yang di tatap tak sadar akan hal itu, dia hanya sibuk memainkan tabletnya memantau pergerakan di hotel dari dalam sana.
Vir mengulun senyumnya, ia menyadari para staf dan semua yang hadir di sana tak kunjung memulai agenda hari ini karena adanya Dito yang merupakan orang asing bagi mereka, tentu semua tidak ingin orang asing tahu apa yang mereka bahas.
Namun mereka juga takut menegur karena melihat pria itu datang bersama Vir.
"Bisa dimulai sekarang Meetingnya?" Tanya Vir
"Tapi pak.." ucapan sekertarisnya menggantung seraya menatap ke arah Dito
Vir malah tersenyum membuat semua yang ada di sana menjadi heran.
"Tenang saja, dia ini sahabat sekaligus Asisten saya di hotel, dia tidak akan menggangu apalagi sampai membocorkan rahasia"
Mendengar ucapan Vir, semua menghela nafas lega, Meeting pun segera di mulai..
.
.
.
"Apa yang kau lakukan di sini?" Vir yang baru pulang kerja mengernyit heran tatkala mendapati Aileen sedang berdiri di halaman rumah malam-malam seperti ini.
Virendra yang bingung, menatap ke arah pandang Aileen, Yang mana tepat di rumah tetangganya itu terlihat banyak orang yang berkerumun, ada yang merekam mengunakan handphone dan ada juga yang hanya diam sebagai penonton. Sedangkan dari arah dalam terdengar suara kegaduhan dari seorang wanita dan pria yang sepertinya sedang bertengkar.
"kau berani bermain di belakang ku.. dasar brengsek!! Sudah jadi mantan masih saja mengganggu" teriak seorang wanita.
Vir memicingkan mata, berusaha menajamkan pendengaran, ia juga ikut penasaran dengan apa yang terjadi di sana.
"Sudahlah, aku minta maaf! Lagi pula kita menikah bukan karena cinta. Kita ini dijodohkan!! sedangkan aku dan dia sudah lebih dulu saling mencintai sebelum pernikahan ini terjadi" ucap seorang pria
Sepertinya Vir mulai memahami situasi, Dia pun berdiri di belakang Aileen, sudah seperti pengamat pertengkaran antara tetangganya itu
"Tidak bisa seperti itu, kau sudah menikah dan dia hanyalah mantan, Sekali mantan tetaplah mantan!! " Wanita yang berstatus istri itu teriak tak terima "kau ini sudah beristri, kau tidak boleh mempermainkan janji suci pernikahan seperti ini!!!"
"Tapi Pernikahan kita tanpa cinta" timpal sang pria, sementara seorang wanita yang sepertinya kekasih pria itu terus bersembunyi dibelakangnya
"Apa katamu? tanpa cinta?? " wanita yang berstatus istri menghela nafas lalu tertawa jahat "Tapi kau meniduri ku sampai kita punya bayi, dasar brengsek!!!" teriaknya lagi, sungguh ia tak bisa mengontrol diri, mengingat ia tak hanya mempertahankan hubungan untuk dirinya seorang, melainkan ada seorang bayi yang harus tetap memiliki ayah disisinya dan berhak memiliki keluarga yang utuh, itulah sebabnya kenapa wanita itu sampai seperti ini.
"Apa kau melindunginya?" Teriaknnya saat melihat suaminya berusaha melindungi sang kekasih saat ia mencoba menarik tangan si wanita
"Haissh, sudahlah apa kau tidak malu kita jadi tontonan seperti ini!"
"Tidak, aku sama sekali tidak perduli!! Biarkan saja mereka semua tahu kelakuan mu" ucap si istri penuh emosi
"Hey, dan kau!!! Dasar pelakor!! Sini.. kemari! Jangan lindungi dia.. biar ku cincang-cincang tubuh murahan itu.." Ia berusaha menarik wanita yang katanya si pelakor
__ADS_1
"Jangan gila, kau ingin masuk penjara??" Cegah sang suami
"Aku tidak perduli! Kemari.. Kemarilah Pelakor bajingan!"
Glekk..
Vir menelan ludah kasar melihat sikap barbar wanita jika sudah emosi.
Ia seperti tertampar melihat adegan itu, Ia merasa masalah mereka sama dengan kisah si suami yang sama-sama dijodohkan saat memiliki kekasih.
Apa wanita itu sudah gila??
Vir mengeleng, ia bergidik ngeri dan merasa sedikit beruntung karena Aileen tak segila itu. Apalagi sampai harus mengamuk. jika tidak, mungkin akan sangat mengerikan. pikirnya
Jika Aileen mengetahui Fia kekasihnya kembali dan sering menghabiskan waktu bersama. mungkin akan sangat mengerikan jika hal yang sama akan terjadi diantara mereka..
Eh tapi sepertinya hal itu tidak akan lama lagi, mengingat Fia sudah ada di sini, hanya tinggal menunggu waktu saja kapan bom waktu itu akan meledak dan siapakah yang akan menjadi korbannya?
"Haishh, sudahlah, jangan ikut campur dengan urusan mereka!!" Vir menarik tangan Aileen, Namun Eil enggan beranjak. ia menepis genggaman Vir dari tangannya.
"Tidak, aku tidak boleh masuk!" tolaknya
Vir mengerutkan dahi.
"Apa kau lupa aku ini dokter, aku harus tetap disini, jika terjadi sesuatu pada mereka aku akan dengan cepat memberikan pertolongan, karena disaat seperti ini pasti banyak yang membutuhkanku" Ucapnya
Ya Tuhan dia ini apa-apaan..
Vir mengusap rambutnya kasar, ia mengerti maksud Aileen yang seolah-olah menduga jika salah satu diantara mereka akan ada yang terluka
"Apa kau membantah ucapanku?" ucap Vir santai, tapi penuh penekanan, membuat nyali Aileen menciut untuk menolak. walaupun begitu ia tetap tak menunjukkan reaksi apa-apa, ia tetap sok tegar dengan menuruti keinginan Vir
"Hmmnt, baiklah.." Menghela nafas untuk menyerah dan mengikuti keinginan Yang Mulia Raja
"Cepat Masuk!!" Perintah Vir
Sesampainya di ruang tamu, Aileen. Terus menatap Vir yang tengah berdiri seraya melepas jas dan dasinya.
"Berhenti menatap ku seperti itu, jika tidak ingin mata mu aku congkel!!"
Aileen melemparkan ekspresi aneh mendengar perkataan gila sang suami.
"Jangan besar kepala!! Aku hanya tidak suka dengan orang kepo" ketus Vir lalu melenggang pergi,
Idih, apa-apaan dia, memangnya siapa yang besar kepala.. gumam Aileen seraya memutar mata malas
"Siapkan aku makanan! Aku belum makan malam" teriak Vir dari lantai atas
"Mau makan apa?"
"Terserah!!!"
__ADS_1
Dasar makhluk aneh!! Gumam aileen dan langsung menuju ke dapur