
Aileen memalingkan wajahnya saat tersadar dirinya sudah terlalu lama menatap Virendra.
Vir tersenyum kecil melihat itu "Kau sempurna Eil!" puji Vir sebelum kemudian mendapatkan kecupan pada seluruh wajah Aileen
Setelah cukup lama bermain-main dengan kecupan kecil, Vir beranjak sejenak untuk membenarkan posisinya.
"Ini yang pertama untuk mu juga bagiku, mungkin akan sedikit sakit. Tapi jangan khawatir aku akan pelan" ucap Vir Seraya men**cup mesra kening istrinya sebelum kemudian melakukan yang seharusnya.
Wanita itu sedikit meringis, merasakan sensasi perih yang luar biasa. Aileen terlihat menitihkan air matanya seraya men**kram erat tubuh Vir.
Vir menatap lekat wajah istrinya, terlihat jelas jika wanita itu tengah menahan rasa sakit yang menggerogoti.
"Sakit?" sejenak Vir menghentikan pergerakannya tapi masih tetap pada posisi yang seharusnya.
Aileen menggeleng kemudian mengarahkan tangannya nmenyentuh bahu sang suami.
Ada rasa bersalah dalam diri Vir, saat Ia merasakan kenikmatan yang luar biasa sementara istrinya harus merasakan sakitnya seorang diri. setimpal kah begitu? Namun ia pun sungguh tak bisa berhenti. Naluri dan sesuatu terus menuntut untuk melakukan itu tanpa henti.
Ia benar-benar dibuat gila..
"Peluk Aku Eil!" ucap Vir saat dirinya merasakan sensasi yang berbeda, yang sebelumnya tak pernah ia rasakan.
Inikah rasanya surga dunia.. Ini pengalaman pertama yang rasanya begitu indah dan nikmat, sungguh tak ada yang bisa menggambarkan bagaimana perasaannya saat ini.
Vir mengalihkan pandangannya, menelisik wajah istrinya. Ia tersenyum saat melihat Aileen mulai terbawa arus permainan yang ia berikan.
...🍂🍂🍂🍂🍂...
Beberapa saat kemudian, keduanya sudah selesai meledak bersama dalam sensasi yang luar biasa. Vir menarik Aileen ke dalam pelukannya lalu menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka.
Vir membelai lembut rambut Aileen seraya mengecup keningnya "Terimakasih Eil, Terimakasih karena aku yang pertama! Kau juga yang pertama untuk ku" Vir kembali memberi kecupan hangat pada kening istrinya.
Ada rasa beruntung dan bangga dalam dirinya karena menjadi orang pertama mendapatkan apa yang seharusnya.
"Istirahat lah, kau pasti lelah!" Vir semakin mempererat pelukannya.
Aileen tersenyum dengan mata terpejam, Ada rasa bangga dalam dirinya saat mendengar apa yang dikatakan Vir barusan. Ia bangga jadi yang pertama. tangannya terulur membalas pelukan sang suami. Berada di posisi ini rasanya begitu nyaman.
Hal ini sama sekali tak pernah terlintas dipikirannya, Ia sama sekali tak menyangka jika malam ini akan benar-benar terjadi. Meskipun ia masih ragu. Perasaan takut itu kembali hadir, Rasanya begitu sesak jika mengingat hubungan suaminya belum benar-benar usai, Ia takut jika Vir tidak akan menepati janjinya dan suatu saat malah memilih pergi bersama wanita pilihannya. Ia sama sekali tidak mengerti dengan hati dan perasaannya yang tidak karuan.
Aileen mengutuki dirinya atas apa yang baru saja terjadi, Ia mengutuki dirinya yang dengan mudahnya terbuai dan larut dalam sentuhan yang Vir berikan. Namun menyesal kemudian tiada arti, semua telah terjadi. Lagi pula jika ia menolak tidak akan membuat dirinya jadi wanita yang lebih baik karena menolak keinginan suaminya
Sama persis dengan Aileen. Virendra larut dalam pikirannya sendiri, Ia berusaha mencerna apa yang baru saja terjadi di antara mereka. Ia sama sekali tak menyangka jika hal ini akan terjadi.
Mata Vir yang tadinya terpejam kini telah terbuka lebar, tatapannya menajam dengan nafas yang memburu. Sejenak pikirannya tertuju pada Fia yang menangis saat mengetahui dirinya telah menikah. Ia merasa bersalah karena telah menghinati wanita itu.
__ADS_1
Ada apa dengan dirinya yang mampu menahan godaan wanita lain namun tak mampu bertahan dari satu godaan. Aileen yang sama sekali tak pernah menggodanya malah mampu meruntuhkan imannya, diamnya saja mampu membuatnya hilang kendali, bagaimana jika wanita itu yang menggoda secara langsung mungkin ia akan benar-benar gila.
Vi mengutuki dirinya yang dengan brengseknya tega merenggut kesucian sang istri. Apakah dia menyesal? Tidak, bukan itu. Ia hanya berusaha mengartikan bagaimana perasaannya pada Aileen sehingga dengan mudahnya bercinta dengan wanita itu. Ia sendiri bingung dengan perasaannya. Apakah ini cinta? tapi kenapa rasanya berbeda dengan cintanya dulu pada Fia. Vir sendiri dibuat bingung dengan perasaannya yang sama sekali tak bisa di cerna oleh akal pikiran namun tubuhnya memberikan getaran hebat yang dia sendiri tak bisa mengartikan itu.
Vir yang tadinya menatap kosong, secepat kilat kembali menatap Aileen yang sepertinya sudah terlelap dalam pelukannya. Bayangan Fia kini tergantikan dengan wajah teduh istrinya. Ia kembali mencium kening wanita itu.
Ingatan saat Aileen mendesah di bawahnya membuat ia tersenyum kecil. Vir menutup matanya berusaha meredam ingatan yang sama sekali tak bisa musnah.
Tidur mungkin akan menjadi jalan ninjanya untuk melupakan kejadian tadi, Lebih tepatnya untuk menghindari hasrat yang kembali siap meledak jika tak segera diredam.
Beberapa menit memejamkan mata sudah hampir membuat Vir berlayar di alam mimpi.
Namun suara bell rumah membuat Vir kembali terbangun.
Perlahan ia memindahkan kepala Aileen dari lengannya menuju bantal.
Ting, tong, ting tong... suara bell kembali berbunyi.
"Shiit, siapa yang bertamu malam-malam begini" Vir beranjak duduk, ia menatap jam dinding.
Waktu sudah menunjukkan pukul 1.45 dini hari.
Vir menyibakkan selimutnya, Ia tersadar dirinya masih polos tanpa pakaian.
Ia menatap kemeja dan celananya yang berserakan di lantai sementara jasnya tercecer di sudut kamar. Ingin mengenakan pakaian namun ia terlalu malas jika harus mengenakan pakaian itu kembali. Bukan malas, lebih tepatnya ia tidak ingin memakai pakaian yang sudah terjatuh ke lantai.
Dengan tubuh polos, Vir berjalan ke arah lemari pakaian, berharap menemukan pakaian pria yang bisa ia kenakan.
Vir menyibakkan satu persatu pakaian istrinya yang kebanyakan dress dan celana panjang membuat ia mendengkus kesal. Saat menemukan celana ia malah menemukan celana hotpans yang tidak mungkin muat pada tubuhnya.
Vir belum menemukan apa-apa yang ia cari. Ia beralih membuka lemari yang satunya lagi dengan terburu-buru karena suara bel itu semakin berbunyi tanpa jeda. sepertinya yang bertamu tak memiliki adab.
"Lihat saja, jika aku ke luar akan ku habisi dia!! Sudah bertamu malam-malam malah tidak tahu sopan santun sama sekali" gerutu Vir seraya memilah isi lemari itu.
Saat ia sudah hampir menyarah dan akan pergi mengambil pakaian di Kamarnya, Ia malah menemukan beberapa bathrobe di sana. Vir memilih badhrobe yang berwarna navy.
Vir tersenyum, sepertinya ia akan mengenakan bedrobe milik istrinya itu.
Yang benar saja, ia memang benar-benar menggunakannya..
Ia tersenyum seraya memutar-mutar badannya di depan cermin.
Vir melenggang ke luar kamar, Ia akan mengecek siapa tamu tidak tahu diri yang datang di tengah malam buta seperti ini.
Saat sampai di lantai bawah, Vir tidak langsung membuka pintu. Takutnya yang bertamu adalah orang jahat atau malah tidak ada orang sama sekali. untuk mengantisipasi hal itu, Vir memilih jalur aman. Ia mendekat ke arah jendela lalu sedikit menyibakkan tirai yang menutupi jendela tersebut.
__ADS_1
Dari sana Vir bisa melihat siapa yang ada di balik pintu.
Seorang pria yang berdiri dengan sebuah koper di sampingnya.
"Vino?" lirih Vir seraya memicingkan matanya, ia berusaha memastikan apakah itu benar-benar sang kakak atau hanya jelmaan jin yang mengganggu.
"Aih apa yang aku pikirkan, dia memang Vino! Lagi pula mana ada setan di daerah sini!!" Vir meyakinkan diri dan berjalan ke arah pintu.
Namun bukannya membuka pintu, Ia malah mematung memikirkan sesuatu.
Yang ia pikirkan adalah jika sang kakak datang malam-malam seperti ini. sudah pasti ia akan menginap. dan jika ia menginap sudah pasti akan memilih kamar yang berada di atas karena ia tahu betul jika saudaranya itu sama sekali tak pernah menyukai kamar di lantai bawah, ia lebih suka kamar di lantai atas. Sementara di rumah ini hanya ada tiga kamar, 2 di atas dan 1 di bawah.
Itu artinya dia dan Aileen harus pindah ke kamar yang sama. Lagi pula akan berbahaya jika Vino tahu bahwa selama ini mereka tidur di kamar yang berbeda. Bisa-bisa Vino akan mengadukan hal ini pada Ayah dan Ibunya dan Vir tidak ingin hal itu terjadi.
Secepat kilat Ia berlari menuju kamar, meninggalkan Vino yang masih setia memencet bel.
"Orang mana yang tidur begitu nyenyak sampai tak mendengar bel ini terus berbunyi, Hmmmt" gerutu Vino yang mulai kesal sebab si tuan rumah tak kunjung membuka pintu.
Ia sudah bosan menunggu terlalu lama dengan nyamuk yang sedari tadi tak berhenti menciumnya dengan bibir tajam khasnya itu.
Sementara itu, Vir yang baru selesai memindahkan Aileen ke kamarnya terlihat berkeringat seperti telah melakukan olahraga berat yang menguras tenaga.
Bagaimana tidak, setelah menghabiskan tenaga bersama Aileen kini Ia malah di sibukkan dengan acara pindah kamar yang mengharuskan ia memboyong semua perlengkapan istrinya menuju Kamarnya, Mulai malam ini Vir memutuskan ia dan Aileen akan tidur di kamar yang sama.
Terlebih lagi sang kakak terlihat membawa kopernya, bukankah itu artinya ia akan tinggal cukup lama di sini.
Semua barang Aileen sudah Vir pindahkan. Tidak ada yang tersisa di sana, mulai dari peralatan mandi, alat make up, pakaian dan semua-muanya telah Vir pindahkan. Bahkan mungkin sehelai rambut Aileen tidak ia biarkan meninggalkan jejak di kamar itu.
Ia tidak ingin meninggalkan jejak sedikit pun dan membiarkan Vino curiga kepadanya. Karena yang ia tahu kakaknya itu begitu detail dalam memerhatikan apa pun, dia begitu cermat dalam segala hal. Itulah sebabnya Ayah dan Ibu mereka lebih memerhatikan Vino yang begitu penurut dan tidak banyak tingkah seperti Vir.
______________________________________________
Gimana-gimana? ada yang panas gak?😅
kalo nggak, ngak apa-apa.kok🤭🤭
Nb :
btw semoga kalian setia menemani aku dalam menuntaskan cerita ini sampai akhir. Karena aku akan bikin cerita ini sangat panjang, sepanjang jalan kenangan..#Eaaa🤭
semoga kalian gak bosan yah nemenin aku berpetualang menjelajahi waktu bersama Aileen dan Virendra..
See you in the next episode..🍃
Jangan lupa tinggalkan jejak ya gays❤️❤️
__ADS_1
#Gak Like gak Flend✌️🤣