
"Jadi Fia sudah kembali, lalu bagaimana dengan Aileen, Apa Fia mengetahuinya?" tanya Dito
Seperti biasa, saat siang hari Virendra berkunjung ke hotelnya dan tentu akan bertemu dengan sahabatnya Dito.
"Dia belum mengetahui ini semua..Soal Aileen dia juga sama sekali tidak tahu itu, mereka tak saling mengenal.. lagi pula jika Aileen tahu aku sama sekali tidak perduli "
"Jangan mencoba bermain api Vir, itu berbahaya!!"
"Aku tidak bermain api, dia lah yang pengacau diantara hubungan ku dengan Fia"
"Walaupun begitu, hubungan kalian sah dimata agama dan hukum, Jadi kau tidak bisa seperti ini! kau harus bisa menentukan pilihan Vir.. Yang kau lakukan dengan Fia ini sama saja perselingkuhan, dosa!!"
Vir terkekeh mendengar ucapan Dito, akhir-akhir ini sahabatnya itu tiba-tiba sering menjadi penceramah dadakan.
"Cih, kau berbicara tentang dosa.. memangnya yang kau lakukan selama ini bukan dosa?" tanya Vir "Come on dude!! kau juga seorang pendosa, kita sama sama pendosa!! lagi pula yang aku lakukan tidak lah buruk seperti kau yang setiap hari berganti pasangan.. Aku dan Fia tidak akan berakhir hanya karena aku sudah menikah, lagipula aku tidak melakukan hal yang diluar batas. kami hanya menjalani hubungan seperti biasanya" ucap Vir
Dito menghela nafas panjang...Ia tahu ia juga seorang pendosa namun itu ia lakukan karena dirinya sama sekali belum terikat dengan siapapun, kalau pun ia sudah menikah tentu ia akan berhenti dan akan fokus pada Pernikahannya, Sebab ia juga salah seorang yang sangat menghargai arti sebuah kesetiaan dalam pernikahan
"Yang aku lakukan jelas beda Vir, aku melakukannya di saat status ku seperti ini sedangkan kau, kau sudah menikah Vir, kau sudah terikat sebuah janji suci.. jangan main-main diatas hubungan sakral yang kau ucapkan di hadapan Tuhan" Dito masih berusaha mengetuk pintu hati sahabatnya
Untuk yang kesekian kalinya, Vir kembali menggebrak meja..Ia kesal pada Dito
"Ahhhk diamlah Dit, kau ini kenapa hah?? kenapa akhir-akhir ini kau jadi lebih sering membela Aileen? apa kau benar-benar menginginkannya..." hardik Vir.
Malas mendengar ucapan Dito, ia pun ke luar dari ruangannya dan langsung kembali menuju gedung Angkasa Corp tbk (Act)
****
Hujan lebat mengguyur kota, memberi kelembapan pada tempat yang kekeringan. Membuat udara malam ini sangatlah dingin hingga menusuk tajam menembus kulit.
Malam ini Vir pulang lebih awal, sejak kemarin malam hingga sepanjang hari tadi ia sama sekali tak pulang ke rumahnya.
"Makanan macam apa ini, kenapa rasanya seperti ini?? Kau ini bisa masak atau tidak" Lagi lagi Vir mengomel saat sedang menyantap makan malam.
Sungguh membuat telinga Aileen yang sedang cuci piring menjadi panas..
Ya Tuhan suami macam apa yang kau kirim untuk ku ini... Bersabar lah Eil!! Fighting...!!
"Baru sehari saja aku tak memakan masakan mu rasanya sudah berubah seperti ini" Vir menggleng namun tetap menyuapi makanan itu ke dalam mulutnya.
"Kalau tidak suka jangan di makan, kan gampang" sahut Aileen, seraya melepas apron/celemek yang ia kenakan
"Kenapa masakan mu bisa berubah ubah seperti ini, apa kau tak bisa konsisten dalam memasak.."
Aileen menghela nafas lalu berjalan ke arah meja makan.
"Kemarikan, biar ku simpan makanannya. Lagi pula kau tidak menyukainya bukan??" Aileen merampas mangkuk dan piring makanan Vir.
Tindakan Aileen itu membuat Vir geram.
"Apa-apaan kau ini, sangat tidak sopan!! aku sedang makan tapi kau malah merebutnya" Vir menyusul langkah Aileen yang hendak menyimpan makanan itu ke dalam lemari.
"Hey kembalikan makanan ku!!"
Aileen menghindari Vir yang hendak mengambil sepiring nasi yang dipegangnya, sedangkan satu mangkuk tadi sudah berhasil dia simpan
"Aileen aku bilang kembalikan..aku belum selesai" Vir mengukung tubuh Aileen sehingga mentok di etalase dapur.
__ADS_1
"kau tidak suka masakan ku..! Jadi berhentilah mengomel dan kalau tidak suka jangan dimakan" ucap Aileen sambil menghindari tangan Vir yang terus bergerak meraih tangannya.
Lama saling berebutan, hendak meraih dan menghindar satu sama lain membuat mereka seperti anak kecil yang saling berebutan makanan.
Hingga tiba-tiba Aileen hampir terjatuh Saat menghindari Vir, kakinya tersandung di kaki makhluk aneh itu membuat tubuhnya hilang keseimbangan dan terjatuh.
Hap..
Beruntung Vir menangkap Aileen ke dalam pelukannya sehingga membuat mereka saling pandang, lebih tepatnya Aileen yang memandang sedangkan Vir, netra pria itu menatap penuh damba pada makanan yang masih Aileen genggam erat.
Vir malah tersenyum mengejek, ia meraih makanan itu dari tangan Aileen dan langsung melepaskan tubuh Aileen begitu saja sehingga membuatnya jatuh terpelanting..
bruakk...
"Auuw!!
"Hikkss Virendra sialan!!" Umpat Aileen pada Vir yang tersenyum penuh kemenangan dan kembali duduk di kursi.
Ia melanjutkan makannya tanpa menghiraukan Aileen yang mengaduh kesakitan.
"Aku tidak akan memasak untukmu lagi, jika ingin makan maka masak lah sendiri!! Aku tidak perduli lagi kau mau kelaparan atau tidak.." Cebik Aileen yang berhasil berdiri.
Aileen yang geram pun segera melangkah menaiki tangga dan menghilang di balik pintu kamarnya.
Sementara Vir, makhluk aneh tak berperasaan itu hanya tersenyum penuh kemenangan. ia sama sekali tak menghiraukan ucapan Aileen.
Aku sama sekali tak perduli, justru aku senang karena melihat mu menderita..membatin
.
.
.
Virendra menuruni tangga, seperti biasa ia sudah mendapati rumahnya yang sudah bersih, Ia mencium aroma masakan dari arah dapur. Ia pun melangkah ke sana, dilihatnya Aileen yang baru selesai memasak dan menata hidangan diatas meja.
3 menu hidangan yang masih panas dengan kepulan asap yang menari-nari di atasnya terlihat seperti jelmaan magnet yang siap menarik cacing diperutnya untuk segera menyantapnya.
"Bukan kah kau marah dan tidak akan memasak makanan untuk ku lagi" tanya Vir seraya menarik kursi dan duduk di atasnya
"Ini sudah tugas ku sebagai seorang istri, jika aku mengabaikan tugasku maka dosalah yang aku dapatkan" jelas Aileen
Secarik senyuaman terurai dari ujung bibir Vir. Namun senyuman itu tak berarti ia sedang senang, bisa jadi itu hanyalah senyuman tidak suka atau bahkan senyuman mengejek.
"Kau tak perlu repot-repot, perkataan mu itu hanya berlaku pada sepasang suami istri sungguhan yang saling mencintai satu sama lain, sedangkan kita sama sekali tak saling mencintai, hubungan kita palsu!!"
"Meskipun begitu, aku sama sekali tak pernah menganggap pernikahan ini main-main, saat akad kau mengucapkan janji suci di hadapan Tuhan dan disaksikan para malaikat, itu merupakan sesuatu yang suatu saat nanti harus dipertanggung jawabkan.. Maka dari itu aku berusaha melaksanakan tugas ku dengan baik" Jelas Aileen panjang lebar
Mendengar hal itu Vir terlihat menahan emosinya, Ia geram, Aileen selalu saja bisa mematahkan argumennya..
"Oh ya satu lagi, jika kau tak suka masakan ku, jangan dicela, tinggalkan saja!! Karena makanan yang kau cela itu sangat berarti bagi orang-orang di luar sana yang sering kesusahan mencari makan" Aileen lalu berjalan meninggalkan Vir yang mematung di meja makan.
Vir merasa tertampar dengan kata-kata wanita itu. ia berusaha mencerna perkataannya
"Apa selama ini dia selalu membagikan makanan pada orang yang membutuhkan??" Vir terlihat berpikir keras.
"Ah iya, bisa jadi karena aku selalu melihatnya masak banyak tapi saat pulang kerja aku sama sekali tak menemukan makanan apapun"
__ADS_1
Vir tersenyum...
Ternyata kau masih punya hati, aku pikir kau dan keluarga mu itu hanya bisa berfoya-foya diatas penderitaan orang lain
Ayolah Vir, jangan selalu berprasangka buruk pada keluarga Aileen..
Setelah siap dengan pakaian kerjanya, Aileen kembali ke ruang makan, di sana terlihat Vir masih duduk manis, bahkan Aileen mengira pria itu sudah berangkat tapi apa ini bahkan tidak ada satupun makanan yang ia makan, Vir hanya sibuk dengan laptopnya.
Sepertinya ada pekerjaan mendesak yang mengharuskan ia menunda sarapannya
Dergt, dergt, Derggt...
Lama Vir menatap layar Hp yang di dalamnya tertera nama sang Ibu
Shhhtt, jangan sampai para pelayan mengadu jika semalam aku tidur di sana..
"Halo, ibu apa kabar?"
"Ibu baik, kau dan Aileen bagaimana?" tanya ibu dari balik telepon.
"Kami juga baik.."
"Oh iya Vir, ibu dengar semalam kau menginap di mansion, lalu katanya Aileen tidak ikut bersama mu, kenapa?"
Nah, kan dugaan ku benar.. huh mereka memang seperti ember bocor
"Oh itu, kemarin dia ada tugas ke luar kota dan aku tidak bisa bermalam sendirian di rumah tanpanya, aku sangat merasa kesepian jadi aku pergi ke mansion" jelas Vir yang mana membuat Aileen yang asyik makan, menatapnya dengan tatapan heran
Apa katanya? cih sepertinya dia sedang bersandiwara sehingga menjual nama ku..
"Jadi seperti itu, oke baiklah kalau begitu. sudah dulu ya nak, kalian berdua baik-baik di sana"
telepon pun terputus, Vir menghela nafas panjang
"Kau boleh minta satu permintaan dari ku" Ucapnya asal tanpa menoleh, ia sibuk memasukkan laptopnya ke dalam tas lalu memulai sarapannya
Aileen menatap bingung, entah apa lagi maksud dari perkataan makhluk aneh ini..pikirnya
"Kau boleh mengajukan permintaan dariku, tapi jangan yang aneh-aneh" lanjut Vir yang tak mendengar jawaban dari Aileen
Apa dia bersungguh-sungguh?? apa dia baik baik saja?? haruskah aku memeriksa kesehatannya?? Aileen menatap dengan tatapan bingung penuh curiga
Haisss sekarang aku mengerti, sepertinya dia memberi ku imbalan karena sudah menjual nama ku sebagai alasan.
Aileen nampak berpikir memikirkan permintaan apa yang akan dia ajukan pada si makhluk aneh. Lama berpikir hingga ia mengingat janjinya pada opa untuk membawa Vir menginap sebelum mereka ke luar Negeri.
Ah iya Sepertinya ini moment yang tepat..!
"Aku hitung sampai tiga, jika kau belum juga berbicara maka akan aku batalkan pengajuannya.. satu, dua, tii..."
belum selesai Vir menghitung Aileen sudah menjawab
"Oke baiklah, kau cukup ikut aku menginap di rumah Opa ku"
Apa hanya itu permintaannya..ah baiklah itu sangat mudah
"Kapan?"
__ADS_1
"Minggu depan, 2 hari sebelum mereka berangkat ke Luar Negeri"
"Baiklah, akan ku ingat!"