Lihat Aku, Buka Hatimu

Lihat Aku, Buka Hatimu
Part 64


__ADS_3

Pagi hari, setelah sarapan ketiga Keluarga kecil iti berjalan ke luar rumah. Virendra dan Aileen bergegas untuk berangkat kerja sedangkan Vino terlihat menarik kopernya, siang nanti ia akan kembali ke Singapura dan setelah semua urusan selesai ia dan orang tuanya akan segera kembali ke tanah Air.


"Yah, rumah ini akan sepi lagi. Kenapa harus kembali secepat ini? hmmnt" Selama ada Vino Aileen memang tidak begitu merasa kesepian, sebab kakak iparnya itu selalu pulang lebih awal dari dirinya.


"Ck, jangan berlebihan Eil! lagi pula selama ini tanpa dia kau selalu baik-baik saja bukan? lalu kenapa sekarang tiba-tiba merasa sangat kehilangan saat dia harus kembali" timpal Vir yang merasa kesal sebab baginya Aileen terlalu berlebihan


"Vir, Apa salahnya? Semenjak ada kak Vino rumah jadi lebih ramai dan berpenghuni, tidak seperti rumah kosong lagi. huhh"


"Hentikan sandiwara ini Eil. Oke, oke agar tak merasa kesepian nanti akan aku datangkan anak-anak panti asuhan agar kau tidak merasa kesepian lagi" ucap Vir begitu serius membuat Aileen memutar mata malas atas apa yang Vir ucapkan


Jika memang cemburu, itu sangat berlebihan bukan? Haruskah mendatangkan banyak anak-anak untuk mengantikan keberadan kakaknya sendiri..


Sementara Vino yang sedari tadi menjadi penengah diantara sepasang suami istri itu hanya melemparkan ekspresi yang sulit diartikan pada keduanya.


"Sudahlah Eil! tidak akan ada habisnya mengajaknya berdebat, dia pemain pro dalam hal debat" ucap Vino seraya memelankan kata-kata terakhirnya, membuat adik iparnya itu terkekeh geli. Adik dan kakak ipar terlihat begitu dekat satu sama lain.


Vir memutar mata malas melihat kedekatan keduanya.


"Apa jangan-jangan Vir mengusir kak Vino hingga harus begitu cepat pergi?" ucap Aileen dengan bibir ditekuk menahan senyuman.


"Eil..!" Ucap Vir, kesal sebab dua orang itu terus saja memojokkan dirinya.


"Ayo berangkat sekarang, sebentar lagi jam 8, aku ada rapat penting" ucap Vir setelah melirik jamnya.


"Apa sebaiknya kita mengantar kakak ke bandara dulu?"


Vir berdecak kesal mendengar Istrinya yang sebegitu tidak relanya melepas kepergian Vino sampai ingin mengantarnya juga, bahkan dirinya yang merupakan adik kandung dari pri itu sama sekali tak berlebihan.


"Tidak usah Eil. sebentar lagi temanku akan datang menjemput. lagi pula benar kata Vir, ini sudah hampir waktunya jam kantor" tolak Vino, Ia senang melihat ketulusan hati adik iparnya yang begitu menghargainya sebagai ipar


"Nah kau dengar sendirikan, orangnya tidak mau di antar" sahut Vir


"Kalau begitu Kami berangkat dulu kak, Salam pada ibu dan Ayah" ucap Aileen seraya berpamitan pada Vino


"Tentu, aku akan menyampaikannya, pasti mereka akan senang mendapat salam dari anak perempuannya" Vino yang gemas repleks mengusap rambut Aileen, membuat macan yang tidur terbangun seketika.


Padahal ia hanya senang bisa dekat dengan Aileen, Vino senang bisa memiliki adik perempuan.


"Ehemmmnt" Vir berdehem dengan arah pandangnya tertuju pada tangan vino yang mendarat di kepala Istrinya


Hal itu sontak membuat Vino langsung menurunkan tangannya sambil cengengesan melihat tingkah posesif adiknya


Dulu saja sok menolak, sekarang kelabakan sendiri kan.. Terkekeh dalam hati


"Kalau begitu aku berangkat dulu, jemputan ku sudah tiba" tunjuk Vino pada sebuah mobil yang baru saja sampai di depan sana.


"Vir aku pergi dulu" Vino mengulurkan tangannya pada sang Adik


"Safe flight..!" ucap Vir menepuk bahu kakaknya lalu membantu menarik kopernya ke arah mobil yang menunggu di sana


"Salam Rindu untuk Ayah dan Ibu" Vino tersenyum, Vir benar-benar telah berubah menjadi lebih hangat pada keluarganya.


"Jaga Istri mu baik-baik, jika tidak Ayah akan marah pada mu" bisik Vino memperingatkan sang Adik

__ADS_1


"Ck, kau juga sudah mulai mengancamku" Vino yang sudah hampir masuk ke dalam mobil hanya terkekeh mendengar ucapan adiknya.


Mobil itu memencet klaksonnya kemudian melaju pergi


"Safe Flight and Take Care.. Daaa!" Aileen tersenyum seraya melambaikan tangannya pada mobil yang mulai menjauh dari sana


"Sok perhatian!" berucap ketus sabil berjalan ke arah mobil, Vir meninggalkan Aileen yang masih berdiri memandangi mobil Vino hingga tak terlihat.


Entah mengapa Ia begitu kesal melihat Aileen yang begitu akrab dengan Vino, padahal kedekatan mereka merupakan hal yang wajar dilakukan oleh seorang ipar.


Aileen yang merasa Vir mengejeknya hanya mengerutkan kening heran. Ia pun menyusul ke mobil.


"Safe Flight and take care kak" Sedari tadi vir terus mengulang kata-kata itu, membuat Aileen mendengkus kesal sebab merasa Vir sedang menyinggungnya


Hmmnt, dia ini kenapa lagi? Apa salahnya mengatakan hal itu pada kakaknya? Aileen yang kebingungan sendiri terus bertanya dalam hati.


Sekali lagi Vir mengulang ucapannya, Aileen yang tak bisa menahannya langsung beralih menatap Vir yang tengah fokus mengemudi.


"Kau ini ada masalah apa?"


"Tidak ada, aku hanya ingin safe flight and take care agar sampai di kantor" ketus Vir tanpa menoleh.


"Tapi kita sedang naik mobil bukan naik pesawat, seharusnya safe car" ucapnya asal, mencoba mencairkan suasana berharap Vir berhenti bersikap dingin padanya dan akan tertawa mendengar ucapannya itu.


"Kalau aku mau safe flight ya terserah aku, kenapa kau mengatur ku!!" lagi-lagi Vir menjawab dengan begitu ketus membuat Aileen langsung merubah moodnya menjadi silent mode.


Tingkah pria itu benar-benar membuat Aileen semakin bingung, apa yang sebenarnya terjadi pada Vir hingga terus berucap seperti itu padanya.


***


Beberapa saat kemudian mobil sport hitam itu sampai di halaman rumah sakit.


Sudah lama sejak Vir memberhentikan mobilnya namun Aileen tak kunjung turun bahkan Vir pun masih dalam mode aman tanpa berniat berkata sepatah katapun.


Aileen yang sedari tadi menunggu Vir mengucapkan sesuatu pun menyerah saat suaminya itu sama sekali tak berniat mengatakan apa-apa.


Wanita itu menghela nafas


"Vir..!"


"Hmmnt"


Entah apa yang membuatnya seperti ini, tapi ia begitu sangat menyebalkan, jika tidak berdosa ingin rasanya Aileen menghadiahkan cap lima jari pada wajah suaminya itu.


"Ada apa? Kenapa diam sedari tadi?" ucap Aileen dengan suara yang dihalus-haluskan. Ia berusaha tenang dalam menghadapi seorang suami yang sepertinya sedang marah.


Hal ini ia pelajari dari mommy beberapa waktu lalu yang memberikannya sedikit wejangan tentang hubungan dalam rumah tangga


Ya, Aileen sangat mengingat wejangan Mommy yang mengatakan "Jika dalam rumah tangga salah satunya ada yang marah usahakan mengingat untuk apa Tuhan menyatukan kita, mengalah terlebih dahulu kemudian tanyakan dengan lemah lembut apa yang menjadi masalahnya. Sebab jika dalam keadaan emosi masalah sekecil apapun akan menjadi besar"


Itulah yang membuat Aileen berusaha lebih tenang. Sebab mommy selalu memberikan wejangan yang bermanfaat untuknya.


"Vir, Apa aku ada salah?" ucap Aileen pada Vir yang masih enggan menatapnya.

__ADS_1


"Baiklah, kalau tidak mau bicara aku turun dulu, Semangat bekerjanya" ucap Aileen seraya mengulurkan tangannya pada Vir.


Melihat Vir yang masih tak bergeming membuat Aileen langsung menarik tangan yang masih menempel di stir kemudi itu, Ia menariknya kemudian mencium punggung tangan suaminya.


Setelah selesai, Aileen meraih tasnya kemudian hendak membuka pintu namun Vir mencegat tangannya lalu menarik wanita itu ke dalam pelukannya.


Aileen yang terkejut hanya mampu terdiam


"Kau terlalu berlebihan pada Vino! Kau istri ku, milikku! Aku tidak ingin perhatian mu juga hanya tertuju padanya, sebagaimana Ayah dan Ibu yang lebih memerhatikan dia daripada aku"


Ohjadi ini masalahnya, hmmn aku pikir masalah besar.! ck, kenapa dia seperti anak kecil yang merengek pada ibunya? Uhh sangat menggemaskan.


Aileen tersenyum dalam pelukan suaminya, bagaimana mungkin seorang pria arogan dalam sekejab bisa berubah menjadi anak kucing menggemaskan seperti ini.


Mendengar ucapannya, sepertinya Ayah dan Ibu pernah berpihak pada Vino. Tidak apa, suatu saat aku akan mencari tahu dan ingin mendengar penjelasan langsung darinya. ucap Aileen dalam hati dan membalas pelukan itu tak kalah eratnya


"Kalau aku salah aku minta maaf, tadi itu hanya ucapan selamat perpisahan dari adik untuk kakaknya, tidak lebih! Jadi jangan khawatir" Aileen mengelus lembut pipi suaminya.


Selalu seperti ini, Aileen selalu mampu menenangkannya. Sama seperti saat wanita itu menenangkannya untuk tidak menghajar Mr Angelo saat di luar Negeri pada waktu itu.


Cup


cup


cup


Vir mengecup semua bagian wajah istrinya membuat wajah Aileen seketika berubah menjadi seperti kepiting rebus.


"Eh"


"Emmnt, A-aku masuk dulu" ucapnya yang mencoba kabur dari situasi yang membuat perasannya tak karuan.


"Tunggu!" kembali mencegat tangan itu


Aileen menoleh


"Tidak lupa nanti sore kan?"


Aileen nampak berpikir, mencoba mengingat apa yang akan dilakukan nanti sore. Setelah mengingatnya, wanita itu kemudian tersenyum dan mengangguk.


"Aku akan menjemputmu "


Setelah vir melepaskan genggamannya, Aileen pun langsung melenggang masuk ke dalam rumah sakit.


"Have a nice day!" Teriak Vir dari dalam mobil seraya melambaikan tangannya membuat Aileen berbalik tersenyum dan ikut melambaikan tangan


Sementara dari kejauhan terlihat seseorang sedang mengintai pergerakan kedua pasutri itu.


"Cih, sok manis! sangat menjijikkan!" ucap Orang itu kemudian pergi dari samping pos satpam tempatnya sedari tadi berdiri


_________________


Selamat membaca dan jangan lupa tinggalkan jejak❤️❤️:-*

__ADS_1


__ADS_2