Lihat Aku, Buka Hatimu

Lihat Aku, Buka Hatimu
Part 40


__ADS_3

"Wajah mu kenapa ditekuk seperti itu?" tanya Vir yang melihat istrinya masuk dengan wajah murung+ditekuk


Aileen yang tidak akan memberi tahu hal tadi pada Vir hanya berusaha tersenyum, Ia berjalan mendekat ke arah ranjang lalu berbaring membelakangi Vir yang masih duduk selonjoran sambil meletakkan bantal di atas pahanya.


Vir mengerutkan keningnya melihat sikap Aileen yang seperti itu.


"Kau ini kenapa??" tanya Vir sambil kembali fokus pada handphone nya


"Aku tidak apa-apa" sahut Aileen dengan mata yang sudah terpejam


Vir meletakkan hpnya, ia ikut berbaring dan menarik Aileen ke dalam pelukannya seraya berkata "Ah aku tahu kau tidak bisa tidur tanpa pelukan ku kan, Kau malu mengatakannya makanya kau diam seperti ini! Kemarilah.." tersenyum kecil sambil membenarkan posisinya sembari memeluk Aileen


Sungguh seperti tupai yang licik, dia bahkan selalu bisa mengambingk hitamkan Aileen padahal jelas-jelas bukan itu alasannya, Sepertinya dia memang sudah tidak bisa tidur jika tidak memeluk Aileen.


Aileen yang mendapat perlakuan seperti itu benar-benar tak habis pikir pada Vir yang selalu mengatakan seolah dirinya begitu tergila-gila padanya.


"Kau terlalu percaya diri Vir, aku tidak Kenapa-kenapa! Lepaskan pelukan mu" Aileen berusaha melepaskan tangan Vir dari tubuhnya


"Diamlah, kau tidak usah mengelak seperti ini! Aku tahu dari raut wajah mu kau sangat menginginkan ku! Tenang saja, selagi masih di sini aku akan memberi mu kesempatan itu, maka peluk saja aku sepuasmu" katanya, berbicara seolah ia begitu bisa membaca isi hati seseorang.


Aileen semakin geram dibuat Vir yang selalu saja bisa memojokkan dirinya.


"Tidurlah, besok kita akan kembali ke Indonesia" kata Vir seraya memejamkan matanya,


"Vir..!" kata Aileen yang masih dengan posisi membelakangi suaminya


"Hmmmnt" sahut Vir, Ia kelihatan begitu nyaman ketika memeluk Aileen, wajahnya menempel pas pada leher bagian belakang Aileen yang hanya ditutupi rambut panjangnya


"Kalau oma menyuruh mu melakukan sesuatu atas nama ku jangan di dengarkan! Aku sama sekali tidak pernah memintanya ” kata Aileen. kelihatannya ia masih memikirkan perkataan omanya yang akan meminta Vir membelika baju kurang bahan untuknya.


Sungguh ia akan malu jika oma benar-benar melakukan itu, dan sudah pasti Vir akan mengira dirinya lah yang meminta Oma mengatakannya pada Vir


Aileen menatap lurus ke arah dinding, entah apa yang ia lihat di sana.


"Memangnya oma akan menyuruh ku apa?" tanya Vir dengan mata terpejam


"Entahlah, aku juga tidak tahu"


Lama Vir tediam sebelum kembali berbicara

__ADS_1


"Aku rasa aku akan mempertimbangkannya. lagipula aku tidak ingin oma mengira aku tidak ingin melakukan sesuatu untuk mu, yang ada image ku akan jelek" katanya


Lagi-lagi hanya karena image, dasar Vir si pria jaim (jaga Image). Alieen menghela nafas dengan wajah memelas.


Bagaimana mungkin kau akan membeli pakaian kurang bahan itu untuk ku, Aku tidak suka menggunakannya.. Aileen meringis dalam hati memikirkan bagaimana malunya dia nanti saat oma benar-benar melakukan itu.


"Ck, ck ck" Vir berdecak, Ia tak kunjung tidur dibuat Aileen yang terus mengajaknya bicara


"Aiih sudahlah, jangan bicara terus! Aku ingin istirahat Aileen Zaviera, besok pagi kita harus kembali ke Indonesia"


••••


Pagi Hari kembali tiba, Kini semua orang yang mengantar dan yang akan berangkat sudah berada di bandara menunggu waktu keberangkatan.


Walaupun menggunakan pesawat pribadi tapi mereka juga harus tetap menunggu sampai waktu take-off tiba. Pesawat juga harus melakukan persiapan dan pengecekan sebelum berangkat, seperti akan dilakukannya pengisian muatan pesawat. Hal ini biasanya meliputi pembersihan area dalam pesawat, pengecekan mekanik dan fungsi pesawat, hingga pada saat diputuskan pesawat siap menjalankan tugasnya untuk terbang lagi.


Sambil menunggu semua terlihat berpamitan satu sama lain.


Setelah semua selesai, semua yang akan berangkat pun dipersilahkan masuk ke dalam pesawat.


Setelah Semua berangkat Mommy, Daddy dan Om Ferdy juga Tante Syella Kembali ke rumah. Mereka akan menyelesaikan semuanya dan akan tinggal sampai 40 hari lagi baru akan kembali ke tanah Air.


.


.


.


#Indonesia


Di Angkasa Corp Tbk/Act, nampak seorang wanita berjalan dengan percaya dirinya masuk ke dalam perusahaan besar itu. Ia menuju ke meja Resepsionis


"Mana atasan kalian?" katanya dengan penuh penekanan, kelihatannya ia sedang marah


Ya, wanita itu memang marah. Dia adalah Fia yang terpaksa datang lagi ke Act untuk mencari Vir yang sudah seminggu lebih tak ada kabar bahkan tidak pernah menemuinya lagi semenjak masalah terakhir mereka. Fia kecewa karena Vir yang katanya ingin memperjuangkan semuanya malah menghilang tanpa kabar.


Bahkan Dito sahabat Vir juga tidak ingin memberi tahu dimana keberadan pria itu.


Bukan tidak memberi tahu, tapin lebih tepatnya Fia lah yang tak mempercayai ucapan Dito.

__ADS_1


Kesana-kemari mencari Vir namun tak kunjung bertemu membuat ia nekat datang lagi kemari.


Resepsionis itu tahu betul siapa Fia. Ia terlihat gusar takut Fia akan membuat kerusuhan, Apalagi jika sampai Hans tahu bahwa orang yang tidak dia inginkan menginjakkan kaki di perusahaan ini.


"Maaf mbak, Tuan Vir sedang tidak ada di sini!" katanya menjelaskan dengan tetap berusaha ramah, karena tugas seorang resepsionis memang harus seperti itu


"Bohong, dia pasti ada, kan? dia pasti sembunyi karena tidak ingin menemui ku"


"Tidak mbak, Tuan benar-benar tidak ada, sudah seminggu lebih beliau ke luar negeri"


Lagi-lagi ia mendapat jawaban yang sama seperti yang Dito katakan.


Fia menggeleng dengan raut wajah kecewa, Ia tahu Resepsionis itu berbicara jujur apa adanya, tidak ada kilatan kebohongan di wajahnya.


Tanpa basa basi Fia pun langsung pergi dari sana. Hatinya sakit sekali, Vir tega tidak mengabarinya, jangankan berpamitan bahkan Vir juga tidak berusaha mengejarnya saat marah waktu itu.


Fia berjalan dan duduk di sebuah bangku.


Ia terisak seorang diri mengingat perjuangan keduanya mempertahankan hubungan yang sudah 5 tahun mereka jalin. Walaupun di tahun ke dua saat Vir membawanya ke depan orang tuanya, memperkenalkan dirinya sebagai kekasih namun malah ditolak secara mentah-mentah, orang tua Vir tidak merestui hubungan mereka. Meskipun begitu keduanya masih bertahan dan saling menguatkan satu sama lain dan berjanji untuk berjuang bersama. Namun Vir malah malah menikah dan kini pria itu dengan tega pergi tanpa mengabarinya


"Kenapa setega ini Vir? katanya akan memperjuangkan ku tapi kenapa pergi seperti ini?" Fia terdiam sejenak, ia kembali mengingat sesuatu. Seketika wajahnya berubah geram "Ini semua karena dokter itu, dia tak sebaik yang ku kira!! dia merebut Vir ku, dia menjadi duri dalam hubungan kami" berteriak geram sambil memukul bangku yang ia duduki


Fia menyalahkan Aileen, padahal dalam hal ini Aileen sama sekali tak bersalah. Dia juga hanya korban perjodohan, bahkan ia juga cukup menderita saat menerima perlakuan Vir yang selalu kasar dan seenaknya. Namun karena Aileen wanita yang kuat dan tangguh Ia mampu menghadapi sikap buruk Vir yang sepertinya sengaja ia lakukan agar dirinya menderita.


.


.


.


Sementara itu di dalam pesawat, terlihat semua penumpang tertidur.


Hanya Vir yang belum tidur, Ia terus memegangi tangan Aileen yang tengah terlelap di bahunya.


Vir benar-benar melaksanakan permintaan mertuanya.


Perlahan tapi pasti ia sudah berusaha memperlakukan Aileen dengan baik walaupun sikap arrogantnya sama sekali belum hilang, tetapi ia sudah berusaha melakukan hal kecil yang sama sekali tidak pernah ia lakukan saat bersama Fia.


Semoga saja ini merupakan awal yang baru untuk keduanya.

__ADS_1


__ADS_2