Lihat Aku, Buka Hatimu

Lihat Aku, Buka Hatimu
Part 90


__ADS_3

Vir berjalan di koridor dengan ujung bibir yang sedikit berdarah karena tamparan sang Ayah.


Mendengar nama istrinya di sebut oleh Ayahnya. membuat Ia penasaran apa yang sebenarnya diketahuinya dari Aileen. untuk mengetahui kejelasan duduk perkaranya, ia memutuskan untuk menemui sang Istri.


Saat masih berjalaan Vir melihat wanita yang dicari hendak masuk ke ruangan UGD.


sebelum wanita itu masuk, Vir segera menariknya menjauh.


Aileen yang ditarik sedikit terkejut, dengan tergesa-gesa ia berusaha menyeimbangkan langkahnya saat melihat siapa pria yang menariknya.


“Moon, bibirmu berdarah!” tangan Aileen tergerak mengusap ujung bibir suaminya. Namun Vir tak memperdulikan itu, ada hal yang lebih penting dari luka kecilnya.


“Eil, Apa Ayah datang menemuimu?" cecar Vir dengan wajah serius, Aileen yang memang sempat bertemu Ayah hanya mengangguk mengiyakan


“Dia bilang apa? apa yang kau katakan pada Ayah sampai ia marah padaku?” tanya Vir lagi


“Aku bilang kau selingkuh dengan Fia!” jawab Aileen lugas.


“Apa?? Kau jangan gila Eil!!” Vir melotot tak terima. tak lagi bertanya, ia terlihat memercayai omongan Aileen yang belum tentu kebenarannya. Dengan pikiran kalut ia meyakini ucapan istrinya itu.


“Kau tahu, ulahmu ini membuat hubungan yang hampir membaik kembali renggang, Eil.. kenapa mengatakan itu hah?” Saking tak bisa berpikir jernih, Vir mencengkram lengan Aileen dengan begitu erat membuat sang dokter meringis.


Masalah yang bertubi membuat Vir hilang kendali dan berlaku kasar.


“Awww..” pekik Aileen


“Maaf..” Vir melonggarkan cengkeramannya saat menyadari tindakan kasarnya.


“Kau harus menjelaskan semua pada Ayah, katakan jika aku memang sudah tidak ada hubungan apapun dengan Fia. Katakan jika rumah tangga kita baik-baik saja!”


Bukannya mendengar ucapan Vir, Aileen malah menoleh saat namanya dipanggil oleh seorang perawat.


“Vir, tidak bisa sekarang! aku masih harus menangani pasien ku. nanti kita bicara lagi!” Aileen mengusap lengan Vir kemudian berlari meninggalkan suaminya


“Eil..!” panggil Vir.


Aileen hanya menoleh sekilas sambil berkata “Minta perawat untuk membersihkan luka mu! Nanti bisa infeksi” ujar Aileen sebelum menghilang di balik ruang UGD.


Vir mengusap rambutnya dengan kasar, Dadanya bergemuruh naik turun. Masalah yang secara bersamaan datang tiba-tiba membuatnya frustasi. Belum lagi perlakuan kasar Hans membuat kebenciannya pada pria paruh baya itu semakin bertambah..


..._____...


Malam itu, Aileen yang baru saja tiba di rumah, sampai di lantai atas. Tatapannya tertuju pada pintu balkon yang terbuka.


Aileen yang penasaran ada siapa di sana, segera mengecek.


Dan betapa terkejutnya ia, saat mendapati suaminya tengah duduk melantai dengan penampilan acak-acakan tengah menyesap rokok dan sebotol red wine ditangannya.


“Apa yang kau lakukan, ini tidak baik untuk kesehatan!” Aileen merampas minuman itu dari tangan Vir.


“Kembalikan! memangnya, siapa yang perduli jika aku sakit..!"


Aileen mengerutkan kening mendengar penuturan suaminya. Ia tidak tahu apa yang telah terjadi padanya, namun dari pertanyaan Vir siang tadi, Aileen bisa menyimpulkan jika Ayah datang menemuinya dan mungkin saja mereka bertengkar hingga membuat Vir sampai seperti ini.


Cih, pria mengenaskan! Ternyata dia punya sisi lemah juga. Aileen merasa iba juga merasa lucu saat melihat tingkah menggemaskan suaminya saat dalam pengaruh alkohol.


“Aku perduli, dan aku tidak ingin kau sakit!”


“Kenapa perduli, bahkan dulu aku selalu kasar padamu” Menyandarkan tubuhnya di dinding, Vir mendongak menatap Aileen


Aileen tersenyum..


Ia akan meladeni setiap ucapan pria mabuk yang ada di hadapannya. Sebab menurut rumor yang beredar, kebanyakan orang mabuk akan berkata jujur. Dan Aileen ingin tahu kejujuran apa yang akan suaminya katakan. Menurutnya, ini adalah Kesempatan emas untuk mengetahui segala isi hati suaminya.

__ADS_1


“Aku tahu, sebenarnya tingkahmu tidak begitu buruk! Kau hanya bersikap agar orang sekitarmu memberikan perhatian, terutama ibu dan Ayah." jelas Aileen seraya menatap lurus ke arah kelap kelip lampu yan menghiasi malam.


Melihat tingkah arogan dan pembangkang Vir, ia sedikit tahu jika pria itu memendam sesuatu pada Ibu dan Ayahnya.


“Bagaimana dia bisa tahu?” lirih Vir namun masih bisa di dengar oleh Aileen.


Dengan tatapan hangat, Aileen tersenyum kemudian berkata. “Apa kau lupa, aku ini dokter? Jadi sedikit banyak aku bisa membaca gerak gerikmu...” Aileen berjongkok di hadapan Vir, ia menggenggam tangan suaminya.


“Kau boleh marah dan kecewa, tapi jangan menyakiti tubuhmu, menggunakan ini. Itu tidak baik” Aileen beranjak dan berjalan ke arah pagar balkon kemudian melempar minuman tersebut, membuat vir membelalakkan mata


“Haissh, kau..! Beraninya kau membuangnya! Apa kau tidak tahu itu sangat mahal”


“Lebih mahal mana dibanding kesehatan mu? jika kau sakit, apa kau pikir kau bisa membeli tubuh dan kesehatan dengan mudah?”


“Cih, sok bijak! Aku begini juga karena mu sun, kau yang membuatku berada dalam masalah ini” Umpat Vir yang emosi, sebab mengira Aileen benar-benar mengatakan pada Ayah jika dirinya berselingkuh dengan Fia.


“Aku?” tatap Aileen tak terima


“Iya, kau kan yang mengatakan pada Ayah jika aku masih berhubungan dengan Fia, tua bangka itu datang marah-marah dan menamparku. Cihh, untung dia ayahku, jika tidak aku sudah membalasnya” Vir berucap seraya menepuk-nepuk bahu istrinya.


Aileen terkekeh mendengar ucapan suaminya, ia tidak menyangka jika Vir akan mempercayai bualannya siang tadi.


“Hey, Ayah marah karena kesalahan mu sendiri, Saat sudah jadi suami ku, kau memang masih menjalin hubungan dengan wanita lain..huh” Aileen tertarik melanjutkan bualannya.


“Itu, dulu Sun. Sekarang sudah tidak.. bukankah aku sudah minta maaf dan kita sudah memulainya dari awal..hmmm”


Aileen terenyuh mendengar Jawaban Vir. Meskipun di bawah pengaruh alkohol namun Vir masih mengingat dirinya bahkan memanggilnya dengan sebutan Sun.


“Ck, apa kau cemburu?" vir memiringkan kepalanya menatap Aileen yang gelagapan menatap ke sembarang arah.


“Hey!!” Vir merangkul tubuh Aileen dan membawanya ke dalam dekapannya “Apa kau cemburu?”


“Apa? aku, cemburu..?” Aileen terkekeh, ia melepaskan pelukan Vir lalu menepuk keras bahu suaminya.


“Hey, kalau cemburu bilang saja! Kau istriku, bukan? Jadi wajar kalau cemburu” vir kembali mendekap Aileen.


Entah mengapa pembahasan mereka keluar dari topik utama. Aileen yang berniat ingin menjelaskan kejadian siang tadi saat Ayah datang malah ikut terbawa suasana dan meladeni setiap ucapan suaminya.


“Hiyaa!! kau mengataiku Gila, Tuan penyentil?” Aileen membalas pelukan Vir, meskipun tak suka bau alkohol namun ia tetap memeluknya erat.


“Kau tahu, aku tidak suka pria yang sudah jadi milikku di dekati oleh wanita lain! Aku akan mengamuk dan meninggalkan mu jika kau melakukannya lagi”


Vir tersenyum kemudian mengecup bibir isterinya.


“Aissh, jangan menciumku! Mulut mu bau” Aileen mendorong wajah Vir.


Vir masih tersenyum dengan melayangkan sentilannya membuat Aileen protes tak terima


“Jangan tinggalkan aku, Sun! aku akan mati jika kau melakukan itu, hmmmnt” Vir semakin mengeratkan pelukannya


“Aku tidak akan melakukannya lagi Eil, kisahku dengannya sudah berakhir. Kini hanya akan ada kisah kita,” Vir membelai mesra rambut panjang istrinya


“Benarkah?” Aileen menatap dengan binar bahagia


Vir mengangguk, lalu mengecup kening Aileen. “One and only its you!”


Dalam keadaan mabuk pun Vir mampu meyakinkannya dengan begitu tulus, Membuat Aileen semakin yakin jika pria itu memang serius dengan hubungan mereka.


“Sekarang katakan, apa saja yang kau katakan pada Ayah!”


Aileen lalu mulai bercerita..


Flashback On

__ADS_1


Siang itu, Ayah datang menemui Aileen untuk menanyakan hubungannya dengan Vir. Sebab kemarin saat di Cafe, Ayah sempat melihat Vir dan Fia bersama.


Jadi pria paruh baya yang melihatnya adalah ayah Hans, dan ayah kecewa pada Vir yang mengira putranya itu masih menjalin hubungan dengan Fia.


Aileen menjelaskan jika vir sudah tidak ada hubungan dengan Fia, dan ayahpun percaya itu. Namun saat datang ke hotel dan Melihat Fia di sana, ayah merasa Aileen tidak berkata jujur dengan menyembunyikan kebusukan Vir. melihat Fia di sana membuat Ayah yakin jika Vir dan Fia masih menjalin hubungan.


Flashback Off


Aileen menjelaskan secara detail.


“kau menjelaskan semuanya, dan Ayah percaya?” Aileen mengangguk dengan pertanyaan Vir


Itu artinya Ayah marah karena melihat Fia di ruanganku, dan kemarin dia juga melihat kami.. Vir menghela napas, Ia beralih menatap istrinya


“Kau tahu Eil, selama ini hubunganku dengan Ayah dan ibu selalu renggang, bertahun-tahun aku tidak memperdulikan mereka” Vir menghela napas dengan Aileen yang terus menatapnya


“kenapa?” tanya Aileen penasaran, sepertinya ini saat yang tepat untuk mengetahui semuanya


Vir menatap wajah teduh istrinya yang selalu mampu menyejukkan hatinya. Selalu mampu meredam emosinya.


“Hey, kenapa?” tanya Aileen saat vir sama sekali tak menjawab


Vir tersentak dari lamunannya, Ia tersenyum melihat Aileen.


Vir kembali mengingat masalahnya dengan Ayah. Nalurinya tergerak untuk menceritakan semua pada sang istri.


“Aku benci disaat mereka selalu membeda-bedakan ku dengan Vino, Ayah dan Ibu selalu membanggakannya dan membanding-bandingkan kami hanya karena aku tidak pernah menuruti keinginan mereka! Aku dipaksa menjadi seperti Vino yang selalu menuruti keinginan mereka! Aku menolak itu dan memilih meraih impian ku sendiri tapi Ayah dan Ibu malah tak mendukung dan seolah tak menganggap ku ada..” Vir terdiam sambil tersenyum perih mengingat kisahnya.


Rasanya begitu lega setelah menumpahkan semua perasaan yang selama ini ia pendam. Dimana sebelumnya ia hanya memendam semuanya dan menunjukkannya dengan sikap pembangkang.


Aileen Menatap iba pada suaminya, Ia bisa merasakan apa yang Vir rasakan. Ia mendekap tubuh suaminya. Jemari lentiknya tergerak mengusap wajah Vir yang bersandar di dadanya. Ia tak menyangka jika suaminya menyimpan beban ini seorang diri.


Satu yang bisa ia simpulkan, Suaminya bukanlah pria Arogan menyebalkan seperti yang orang labelkan. Dia bisa melihat jika Vir adalah sosok pria rapuh yang berkamuflase menutupi kekecewaannya melalui sikap menyebalkan yang ia lakukan. Ia hanyalah Anak laki-laki yang haus perhatian dari orang tuanya yang hanya memberi perhatian lebih pada Vino.


“Kau tahu, Moon. Terkadang tak semua bisa didapatkan dengan tindakan. Sebab ada beberapa jenis orang yang tak peka dan hanya akan mengerti saat mendengar ungkapan!”


Vir mendongak menatap Aileen, matanya mengerjap seolah meminta penjelasan dari perkataan istrinya.


“Jika ingin seseorang mengerti, jangan hanya melakukan dengan tindakan tapi kau juga perlu mengungkapkan!”


Seolah tersihir dengan perkataan Aileen, Vir nampak berpikir


Apa Aku harus mengungkapkan semua untuk mendapatkan itu...


“Aku rasa, ada sesuatu yang belum selesai diantara kau dan keluargamu! Maka dari itu, aku sarankan selesaikan semuaanya agar tidak ada kesalahpahaman. Itu akan membuat mu jauh lebih tenang” Aileen mengusap lembut punggung kekar suaminya. Memberikan kekuatan pada pria yang ia cintai.


“Apa harus begitu?” tanya Vir polos, seperti anak TK yang baru memahami sesuatu


Aileen mengangguk seraya mengusap wajah tampan suaminya.


“Aku mencintai mu, Sun! Kau selalu mampu membuatku tenang” Vir mendekap hangat tubuh istrinya.


“Apa sudah sadar?” Ailee menatap lekat wajah Vir dengan senyum tertahan


Vir yang mengerti maksud pertanyaan Aileen, menyentil keningnya “Ck, Aku tidak mabuk Eil!”


“Orang mabuk tidak akan sadar jika dirinya mabuk!” Aileen hendak beranjak namun Vir menahan tangannya.


Aileen beralih menatap wajah menggemaskan Vir yang seperti anak kucing.


“Bersiaplah, kita akan ke mansion Keluarga mu. Kau haru mengatakan semua perasaanmu dan aku akan menjelaskan masalah yang tadi agar Ayah tak lagi marah padamu”


Vir ikut berdiri dan memeluk tubuh Aileen dengan begitu erat. Ia merasa beruntung memiliki wanita seperti Aileen berada di sisinya.

__ADS_1


__ADS_2