Lihat Aku, Buka Hatimu

Lihat Aku, Buka Hatimu
Part 55


__ADS_3

Setelah mengantar Aileen ke seminar room, staf yang ditugaskan tadi kembali ke ruangannya untuk kembali bekerja. Yang mana staf tadi merupakan staf bagian divisi event planner (staf yang pekerjaannya berhubungan dengan acara yang diselenggarakan di suatu hotel)


"Aku dengar kau ditugaskan mengantar seorang wanita dari ruangan Pak Virendra ke seminar room" kata salah seorang rekan kerja staf tadi


Tentu berita ini begitu cepat beredar, jarang-jarang pimpinan mereka meminta salah seorang staf sampai mengantar tamunya hingga ke tujuan. Bahkan kedengarannya sedang sarapan bersama di ruangannya. Tentu tidak diragukan lagi jika wanita itu adalah orang spesial bagi pimpinan mereka.


Banyak karyawan yang belum tahu banyak tentang istri Vir. sebagian dari mereka hanya mendengar beberapa isu mengenai Virendra yang sudah menikah, karena memang Vir tidak mempublikasikan pernikahannya, mengingat pernikahan itu terjadi bukan karena keinginannya melainkan hanya sebuah perjodohan.


Semua yang mendengar berita itu hanya bisa menerka bahwa wanita itulah istri dari pimpinan mereka.


"kira-kira wanita itu siapa ya? apa dia benar Istrinya pak Vir" ucap staf yang satunya lagi


"Apa dia cantik?" Kali ini staf pria yang bertanya, sungguh bukan hanya wanita yang punya sifat kepo melainkan pria juga.


Staf tadi nampak berpikir, ia berusaha mengingat sikap dan interaksi vir dengan Aileen saat di ruangannya tadi


"Emmnt, dari yang aku lihat sepertinya dia memang istrinya pak bos"


Mereka semua tercengang, ada yang kini baru percaya jika rumor yang mengatakan pimpinan mereka sudah menikah itu memang benar adanya, bahkan tidak sedikit dari mereka yang sejak awal sudah memercayai isu itu makin penasaran dengan sosok istri pimpinannya.


Sedikit banyak dari mereka ada yang Kecewa karena tidak bisa menyaksikan pernikahan Vir.


"OMG, pak handsome benar-benar sudah menikah gengs, Ah aku patah hati" ucap staf lain yang kedengarannya mengidolakan Vir.


"Aku penasaran ingin melihat istrinya"


"Dia cantik, sepertinya seorang dokter sebab dia menghadiri seminar itu"


"Aku penasaran sekali, pasti dia sangat beruntung ya"


Ucap mereka saling bersahutan.


*****


Sementara itu Aileen yang baru saja selesai mengadakan seminar, ke luar dari ruangan bersama dengan peserta lainnya.


Mereka semua berjalan ke arah restaurant hendak menyantap makan siang.


Aileen duduk bersama para rekan-rekan yang lain.


"Nah wanita itu sepertinya Istrinya Pak Bos" tunjuk seorang waiters


"kau jangan mengada-ada" ucap waiters yang satunya


"Aku tidak mengada-ada, berita ini aku dengar dari staf divisi event planner "


mendengar sumber berita cukup akurat, waiters yang tadinya cuek itu kini beralih menatap Wanita yang dimaksud temannya


Ia tercengang melihat Aileen


"Cantik.." satu kata yang keluar dari mulutnya kemudian kembali fokus


Membuat temannya tadi mencebik tak percaya dengan reaksinya


"Apa hanya itu respon mu?" tanyanya heran


"aihh memangnya aku harus apa? apa aku harus menghampirinya dan berteriak ditelinganya jika dia cantik" ucapnya malas.

__ADS_1


"Ck, bukan begitu"


"Lalu apa? lagi pula dia memang cantik, wajar jika pak bos mendapat istri seperti itu" ucapnya acuh, sepertinya waiters yang satu ini bukan tipe waiters yang hoby gibah


"kau selalu tidak seru jika diajak gibah!" Melengos sebal "Masalahnya bukan itu, aku dengar ada isu lain" ucap si waiters yang satu, berusaha memancing agar punya partner untuk gibah


"Hiyaa, sana kembali lah bekerja! aku tidak ingin membuang waktu ku hanya untuk berghibah dengan mu. Aku takut perghibahan ini akan sampai ke telinga pimpinan, yang ada aku juga akan kena semprot! Sana fokus saja bekerja" ucapnya seraya mendorong temannya itu menjauh dari tempatnya


Yaa Begitulah kehidupan, kita akan selalu menemukan orang-orang yang kepo dan akan mengatakan berbagai macam hal tentang kita, ibarat sebuah permen yang terlepas dari bungkusnya, otomatis para semut akan saling berbisik untuk menjadikannya target utama untuk dikerumuni.


Sementara itu, Aileen yang baru selesai makan hendak beranjak, namun ia kembali bertemu dengan Zaky.


"Eil" sapa Zaky


"Za!" Aileen tersenyum simpul melihat pria di depannya itu. Sahabat lamanya yang setelah sekian lama menghilang kini kembali hadir di hidupnya, berdiri nyata dihadapannya.


Aileen sendiri tidak tahu bagaimana perasaannya saat ini, intinya ia begitu senang bisa melihat sahabat yang selalu membela dan mendukungnya kembali, ia memang sempat kecewa karena pria itu menghilang tanpa jejak selama tiga tahun ini. Rasa senangnya lebih besar daripada rasa kecewa yang pernah ada.


Apakah Aileen memiliki perasaan yang sama seperti perasaan Zaky padanya? tidak ada yang tahu, namun sepertinya perasaan Eil pada Zaky tidak lebih dari sekedar perasaan seorang sahabat, hanya itu. Bahkan Zaky sudah dia anggap seperti saudara.


Zaky selalu melindunginya, sama seperti Shakeel yang selalu menjaganya saat zaman sekolah dulu.


Bahkan saat Aileen di sakiti mantannya dulu, Zaky lah orang pertama yang menolongnya, Zaky lah yang menyelamatkannya dari laki-laki bejat yang hampir menodainya.


"Apa kita bisa bicara?" ucap Zaky, banyak yang ingin ia bicarakan pada sahabatnya itu, bahkan jika Aileen belum menikah mungkin dia akan benar-benar mengutarakan isi hatinya


Aileen mengangguk "Mau bicara dimana?"


Zaky pun tersenyum, entah mengapa pertemuan kali ini terasa sangat canggung.


Mereka pun berjalan menyusuri lorong hotel menuju ke sebuah taman yang ada di lantai paling bawah.


"Selama ini kau ke mana saja Za? Kenapa baru muncul sekarang" lirih Aileen, selama tiga tahun Zaky pergi ia benar-benar merasa kehilangan. Tidak ada lagi orang yang benar-benar ada di saat dia butuh seperti Zaky


Zaky menatap lekat wajah Aileen, meskipun duduk di kursi yang sama namun Aileen terlihat menjaga jarak dengan Zaky


"Maafkan Aku Eil, handphone ku hilang jadi tak bisa menghubungi mu" ucap Zaky


"Kenapa tidak menghubungi ku melalui akun media sosial, apa kau benar-benar mencoba melupakan ku sebagai sahabat mu" Aileen menumpahkan semua kekesalannya pada Zaky


Namun mendengar ucapan Aileen, Zaky malah tertawa. Ia menggeleng kecil mengutuki kebodohannya yang tak kepikiran menghubungi Aileen melalui media sosial, bahkan di zaman yang sudah canggih seperti ini dia sampai melupakan hal seperti itu.


Aileen menatap heran pada Zaky yang malah tertawa mendengar ucapannya "Za, kenapa menertawai ku? Apa ada yang salah dengan ucapan ku" Aileen memukul pelan bahu Zaky


"Aku benar-benar bodoh Eil, aku bahkan tidak kepikiran untuk menghubungi melalui media sosial" masih terkekeh mengutuki kebodohannya.


"Huh bilang saja jika kau ingin melupakan ku karena aku selalu menyusahkan mu kan" Menatap Zaky dengan tatapan sinis


Zaky menggeleng kecil.


Tidak sedikit pun aku bisa melupakan mu eil, Kau sama sekali tak terhapuskan dari ingatan ku! Bagaimana bisa aku melupakan orang yang aku cintai. Saking otak ku dipenuhi dengan nama mu aku sampai lupa jika kau punya media sosial, yang ada di otak ku hanya fokus bekerja agar aku bisa cepat menyelesaikan kontrak ku dan pulang untuk melamar mu.


Setiap hari aku selalu berharap agar waktu segera berganti. dari dulu sampai saat ini hanya ada satu nama di hatiku Yaitu nama Mu Eil..


Zaky menatap lekat wajah wanita yang begitu ia cintai itu. Hanya cinta sepihak namun rasanya sangatlah besar, dia bahkan tidak tahu bagaimana perasaan Eil padanya walaupun begitu ia tetap berharap Eil juga memiliki perasaan yang sama dengannya, walaupun sedikit sungguh ia akan sangat senang dan akan memperjuangkannya.


Aku masih tidak percaya jika sekarang kau benar-benar sudah ada di samping ku, bahkan kita sangat dekat. menatap lekat dengan senyuman bahagia yang terpancar dari wajahnya

__ADS_1


Saking fokusnya hanya tertuju pada Aileen, Ia sampai tidak mendengar apa yang Aileen ucapkan padanya.


"Zaky!" teriak Eil


"kenapa kau malah melamun dan tidak menjawab pertanyaan ku" merasa geram karena Zaky sama sekali tak menjawab pertanyaannya


"Eh, maaf Aku melamun" lamunan Zaky terpecah saat Aileen berteriak sambil menggoyangkan lengannya.


"Tadi kau bertanya apa, aku tidak dengar"


"Ayah dan Ibu mu apa kabar? dan dimana mereka sekarang" bahkan semenjak Zaky pergi, dia pun sama sekali tidak pernah lagi bertemu dengan orang tua sahabatnya itu meskipun tinggal di kota yang sama.


"Mereka baik. Di rumah lah Eil, memangnya mereka akan kemana"


"Heheh aku hanya ingin tahu, selama kau pergi aku sama sekali tidak pernah lagi bertemu dengan mereka" ucap Aileen merasa bersalah, Ia rindu akan sikap ramah ibu Zaky pada dirinya


"Ck, kau memang keterlaluan. Aku pergi kau malah tidak pernah menyambangi mereka, bad Friend!!!" cebik Zaky seraya hendak menoel pipi Aileen.


Namun Aileen malah menghindari tangannya, membuat Zaky semakin heran dan bertanya-tanya apa yang membuat sahabatnya bersikap seperti ini. Bahkan dulu Aileen sama sekali tak pernah sekaku ini padanya, apalagi sampai menghindar seperti ini.


"Huh Kau tega mengatai ku bad Friend" Aileen mencebikkan bibirnya kesal.


"Just kidding, Kau terbaik! Always and forever" ucap Zaky tersenyum manis seraya mengusap lembut rambut Aileen.


Yang mana kali ini Aileen benar-benar tak bisa menghindar sebab tangan Zaky sudah mendarat di kepalanya.


"Oh iya, Daddy dan mommy mu apa kabar?"


"Baik, mereka masih di luar negeri"


Zaky menatap penuh tanya, dari raut wajah Aileen ia tahu sesuatu yang buruk telah terjadi.


"Oma karin dan Opa Haris meninggal dan di makamkan di sana" lirih Aileen, Ia masih merasakan kesedihan yang mendalam atas kepergian opa dan omanya secara bersamaan.


Mendengar itu, Zaky sangat merasa bersalah karena begitu banyak kejadian yang terlewatkan saat ia tidak ada, bahkan tak ada di samping Aileen saat masa-masa sulitnya.


"Sepertinya begitu banyak kejadian yang terjadi selama aku tidak ada"


Aileen menatap sekilas ke arah Zaky kemudian kembali fokus ke depan


"Sangat banyak! Bahkan semenjak kau pergi aku benar-benar kehilangan sahabat, aku tidak punya teman seperti mu" Aileen menghela nafas kemudian kembali berkata "Meskipun punya banyak teman atau pun saudara namun mereka berbeda, tidak sama seperti mu"


Jelas beda, karena perhatian yang dulu Zaky berikan bukanlah perhatian biasa dari seorang sahabat, melainkan perhatin dari sahabat yang mengharapkan cinta.


"Maafkan Aku Eil, sekarang aku kembali. Aku akan selalu ada di samping mu" ia pun begitu menyesal karena kebodohannya membuat mereka putus komunikasi selama tiga tahun.


Aku janji akan menebus semua waktu yang pernah terlewatkan. Kita akan kembali seperti dulu.!


_______________________________________________


Jangan lupa tinggalkan jejak! Like, komen dan Vote..


Maaf kalo alurnya terkesan lambat, karena Author ingin agar semuanya jelas dan selesai dengan konflik satu persatu 🤭..


Happy Reading Dear..


Aku sayang kalian semua🤗

__ADS_1


tanpa kalian, aku bukan apa² gengs🤧🤧


So, love you all...❤️❤️


__ADS_2