
“Bagaimana aku bisa tahu dimana letak kesalahanku jika kau diam seperti ini?” ucap Vir yang mulai jengah. Ia berjalan ke arah ranjang kemudian duduk di samping Aileen yang sudah menutup matanya.
Entah ia sudah tidur sungguhan atau hanya pura-pura untuk menghindari pertanyaan dari Vir
“Eil..” Vir sudah seperti anak kecil yang merengek pada Ibunya.
“Eil, jangan seperti ini. please!!”
Aileen yang ternyata tidak benar-benar tidur terlihat menyipitkan matanya, ia berusaha mengintip apa yang sedang dilakukan suaminya.
Hatinya merasa teriris saat melihat pria itu terduduk sambil mengusap wajahnya kasar. Wajahnya nampak begitu letih dan lesu.
Kalau memang kau tidak mencintai ku kenapa harus seperti ini Vir? Jangan buat aku bingung dan merasa bersalah karena harus mengabaikan mu.
Aileen yang tidak tega langsung bangun, Ia menyentuh bahu suaminya. Membuat pria itu berbalik denga wajah bersalah yang begitu dalam.
“Tidurlah, ini sudah larut..” Aileen melirik ke arah jam dinding lalu beralih menatap pria itu
“Aku tidak bisa tidur sebelum kau memberi tahuku apa yang kau dengar”
“Vir..” berucap dengan begitu lembut sambil mengelus bahunya
“Aku sama sekali tidak mendengar apapun, Jadi jangan dipikirkan. sebaiknya kita tidur ya, besok kau harus masuk kerja bukan?”
“Jangan menyembunyikannya dariku, Jika tidak ada sesuatu mana mungkin sikapmu seperti ini”
“Vir, aku begini hanya karena merasa kecewa kau selalu mengingkari janjimu”
Vir menggeleng, Ia yakin ada hal lain yang Aileen sembunyikan
“Aku yakin bukan soal itu”
Melihat Vir yang begitu yakin dan ngotot ingin tahu. Dengan berat hati, ia pun harus menceritakan semuanya. Aileen tak ingin Vir sakit karena kurang tidur jadilah ia yang harus mengalah.
“Oke, Fine. aku akan cerita”
Vir terlihat begitu besemangat, ia menatap wajah Aileen dan bersiap mendengarkannya.
Aileen menarik napas dalam lalu mulai menceritakan apa yang ia dengar di rumah sakit hari itu.
Setelah mendengar penjelasan dari Aileen, Vir malah tersenyum. Pria itu mengusap wajahnya dengan senyum mengembang di bibirnya
“Jadi hanya karena itu?” tanya Vir disertai dengan tawa kecil
Aileen mengerdikkan bahunya “Ya A-aku sebagai istrimu merasa dipermalukan, kau mengatakan tidak mencintai ku di depan orang yang kau cintai. Padahal tanpa mengatakannya pun aku masih sangat sadar diri Vir, Aku ini tidak bodoh dan buta, Aku tahu jika kau masih belum bisa melupakannya tapi bukan berarti harus mempermalukan ku seperti itu!” Aileen merasa tidak ada lagi yang perlu disembunyikan, Ia menceritakan semuanya secara detail. Toh tanpa dibilangpun Vir juga pasti mengerti jika dirinya tengah cemburu
“Sudah?” Vir memajukan tubuhnya mendekat ke arah Aileen
“Ya, Iya aku sudah mengatakan semuanya” Aileen dibuat heran dengan sikap Vir yang kelihatan tak merasa bersalah
“Apa hanya itu?” ucap vir lagi, dengan senyum tertahankan
“Dan juga aku kesal, kau selalu mengingkari janjimu! bisakah kau sedikit profesional untuk tidak ingkar? Aku heran kenapa Ayah bisa merekrut CEO sepertimu” Aileen mencebikan bibirnya. Entah mengapa setelah mengatakan semuanya ia merasa lega, beban hidupnya seakan lenyap entah kemana
Vir hanya tersenyum gemas melihat tingkah menggemaskan istrinya. Tanpa basa basi Ia langsung menarik tengkuk Aileen dan ******* bibir wanita itu dengan begitu lembut.
Aileen dibuat melongo dengan kelakuan Vir. Ia mendorong tubuh pria itu agar terlepas dari jeratan bibirnya yang terus membelit lidahnya dengan begitu rakus.
“Aissh, dasar mesum! Aku ini sedang marah tapi kau malah mencuri ciuman ku” protes Aileen seraya mengusap bibirnya yang basah karena ulah Vir
“Hey, kau itu salah paham! ku akui soal Dinner itu aku memang salah karena tidak datang dan tidak mengabarimu sama sekali, Aku minta maaf untuk itu. Tapi soal Aku mengatakan tidak mencintai mu di depan Fia itu salah besar Eil, aku sama sekali tak pernah mengatakannya”
Aileen mencebik tak percaya, Ia mengira ini hanya akal-akalan Vir agar dirinya tak lagi marah. Jelas-jelas waktu itu Ia mendengar semuanya.
“Jangan mengatakan kalau pendengaran ku bermasalah Virendra, Jelas-jelas aku mendengarnya”
“Yakin?” Aileen hanya menganggukkan kepala, ia yakin dengan apa yang ia dengar
“kalau begitu biar kita buktikan” Vir meraih hp nya dan menekan sesuatu
Aileen menyerngit melihat Apa yang ingin Vir lakukan
“Kau mau apa?”
“Menelepon” ucapnya singkat seraya menunjuk Hp
“Ck, Aku tahu kau sedang menelpon! Maksud ku siapa yang kau telepon?”
“Fia”
ucapan Vir membuat Aileen geram Suaminya ini benar-benar makhluk aneh, bisa-bisanya ia menghubungi wanita lain saat mereka masih dalam suasana belum berbaikan sepenuhnya.
Namun Aileen tetap diam, Ia mencoba mengikuti apa yang akan dilakukan pria itu.
__ADS_1
Saat Fia sudah mengangkat teleponnya, vir segera mengaktifkan mode loudspeaker.
“Halo Fi, maaf mengganggu. ada yang ingin aku tanyakan”
“tidak masalah, Ada apa?”
Aileen melemparkan tatapan tak suka pada obrolan sepasang mantan kekasih itu. Entah apa yang ingin Vir katakan, tapi Aileen merasa sangat kesal mendengar obrolan keduanya yang membuat Hati dan telinganya panas.
Cih, Dia benar-benar keterlaluan. Ini lebih parah dari seris Layangan Putus. bahkan Aris dan Lidiya tak seperti ini, mereka masih sembunyi-sembunyi di belakang Kinan. tapi lihatlah suamiku, dia terbilang berani untuk menelpon selingkuhannya di depan ku.. Huh menyebalkan!
Aileen menggeleng dengan raut wajah kesal.
Namun setelah mendengar apa yang Vir dan Fia bicarakan ia langsung tersenyum kikuk. Ternyata Vir menelepon wanita itu untuk menjelaskan semua padanya
Hal itu membuat Aileen yakin jika dirinya memang salah dengar. Bahkan tidak terlihat adanya konpirasi di antara Fia dan Vir.
“Barusan kau dengar kan apa yang Fia katakan, Aku sama sekali dan tidak pernah mengatakan tidak mencintai mu hari itu" ucap vir menekankan
Aileen merasa malu sebab sudah bersikap berlebihan dalam hal ini. Namun yang jadi pertanyaannya saat ini adalah Apa secepat ini Fia bisa melupakan Vir.
“Aku minta maaf karena sudah salah paham” Lirih Aileen di sela helaan napas beratnya
“Its oke, Aku senang itu artinya kau perduli padaku. Lagi pula seharusnya aku yang minta maaf, Aku yang bersalah di sini” Vir membawa Aileen ke dekapannya hingga bisa menciumi kepala wanita itu.
Ragu-ragu Aileen melingkarkan tangannya di tubuh suaminya. tak dipungkiri, ia pun begitu merindukan dekapan hangat suaminya.
“Sekali lagi Aku minta maaf! Aku akan menebus kesalahanku”
Aileen hanya mengangguk mendengar ucapan Vir. Ia yang merasa ngantuk melepas pelukannya.
“Apa kau mau memaafkanku?”
Aileen tersenyum seraya mengusap lembut wajah suaminya.
“Iya, aku tidur dulu ya..” Aileen merebahkan tubuhnya membelakangi Vir yang masih duduk di tepi ranjang.
Vir menyunggingkan senyuman, Ia juga merasa bahagia karena semuanya sudah di selesaikan. Dengan kejadian ini ia akan lebih hati-hati lagi dalam bertindak.
“Apa tidak penasaran siapa wanita yang aku cintai saat ini?” tanya Vir yang masih memandang pergerakan Aileen
“Fia”
Tanpa diberi tahu pun aku tahu kau masih belum melupakan wanita itu kan. Memutar matanya malas seraya menutupi tubuhnya dengan selimut
“Itu dulu, sekarang tidak lagi”
Dengan percaya diri ia mengharapkan jika nama yang akan Vir sebut adalah namanya. Aileen tersenyum penuh Arti
“Lalu siapa?”
“Seseorang, dia sangat spesial! Kau akan tahu nanti”
“Kenapa harus nanti, kenapa tidak sekarang?”
“Aku masih menunggu waktu yang tepat untuk mengatakannya” Ucap Vir disela senyumanya
“Oh” ucap Aileen singkat. Ia yang tidak sanggup lagi meladeni Vir segera menutupi telinganya dengan bantal.
Siapa lagi saingan ku selain Fia? Huhh, sepertinya pria ini begitu mudah jatuh cinta. . bahkan setelah mengakhiri hubungannya dengan Fia, dia malah menjalin hubungan dengan wanita lain dan sama sekali tak berniat melirik ku sebagai istrinya. cih menyebalkan, dengan bangganya ia menceritakan wanita itu padaku.
Aileen terus menggerutu dalam hati, sungguh ia tak habis pikir dengan sikap vir yang begitu menyebalkan.
Pria ini memang tak bisa menjaga moodku, Baru saja minta maaf dia sudah membuat ku kesal lagi.. Aileen menggerutu dalam hati
Sementara Vir, ia merasa lega telah meluruskan semua masalah yang terjadi.
Sepertinya malam ini tidurnya akan kembali nyenyak seperti biasa.
Ck, aku yakin kau pasti penasaran dengan wanita yang ku maksud. Selamat penasaran semoga hari mu menyenangkan!!
Vir mendaratkan kecupan di wajah istrinya sebelum akhirnya ikut terlelap sambil memeluk wanita itu.
Aku menyayangimu!!
🍁🍁🍁🍁🍁
Virendra sialan, kau meninggalkanku lagi bangsa*..!
Vir yang baru bangun langgsung mengecek Hp nya. Ia dibuat terkekeh dengan pesan dari Dito.
Ia lupa semalam jika dirinya meninggalkan sahabatnya itu di acara itu..
Hahaha Sudahlah Dit, jangan banyak drama! Kau sudah dewasa, pasti tahu jalan pulang.. tulis Vir pada pesannya kemudian menekan tanda kirim.
__ADS_1
Setelah itu ia pergi menuju kamar mandi.
Beberapa saat kemudian, Vir yang sudah rapi dengan stelan jas yang melekat sempurna di tubuhnya. Ia berjalan ke ruang makan.
Vir tersenyum ketika melihat istrinya yang begitu lihai dalam mengerjakan tugasnya.
“Kecantikan mu naik 100 kali lipat jika sedang seperti ini” Vir mencuri ciuman dari Aileen yang baru selesai mencuci piring.
Wanita itu memutar mata malas seraya melangkah ke arah meja makan dan menarik kursi untuk suaminya duduk
“Istri yang baik” puji Vir seraya mengacak-acak rabut Aileen yang dicepol Asal.
“Mau makan apa?” tanya Aileen
Vir menatap tiga menu makanan yang ada.
“Semuanya” ucap Vir seraya meraih Hp nya.
Setelah Aileen menyendokkan semua makanan yang suaminya mau, Ia pun ikut duduk di sana.
“Lihat ini, aku sudah memblokir nomor Fia agar dia tidak lagi menghubungi ku” ucap Vir seraya menunjukkan hp nya pada Aileen.
“Tidak perlu seperti ini, Yang penting jangan ingkar saja itu sudah cukup” ucap Aileen seraya duduk di samping Vir
“Aku hanya ingin membuktikan pada mu jika aku dan Fia memang sudah tidak ada hubungan apa-apa” Vir mulai menyendok makanannya, namun matanya masih fokus pada hp.
Ia menghubungi nomor kontak dengan nama My Sunshine. Yang benar saja, Hp yang ada di samping Aileen itu langsung berdering
Vir membulatkan mata ketika melihat siapa nama yang tertera di sana.
Sementara Aileen yang tengah asyik makan langsung menyemburkan makanannya ke luar saat menyadari siapa yang menelponnya.
Ia tersenyum kikuk ke arah Vir seraya menggaruk tengkuknya.
“Eil, kau!!!” Vir menggeleng tak percaya.
Sementara Aileen hanya terkekeh dengan rasa canggung yang menjalar pada dirinya
“Makhluk Aneh?? Ckckck” Vir berdecak kesal “Aku tidak mau tahu, kau harus menggantiya”
“Hehhee maaf Vir, waktu awal pernikahan kau sangat menyebalkan dan bertingkah aneh jadi aku memberimu nama makhluk aneh” Aileen menggaruk tengkuknya, Ia benar-benar tak menyangka jika Vir akan melakukan itu padanya
“Cih, istri durhaka! Aku bahkan memberimu nama yang bagus di Hpku” Vir menunjukkan nama kontak Aileen di Hp nya
Aileen yang melihat itu merasa terharu, Ia begitu tidak menyangka jika suaminya memberi nama kontaknya dengan nama “My Sunshine” sedangkan dirinya malah dengan kurang ajarnya memberikan nama “Makhluk Aneh” Ya, walaupun tak bisa di pungkiri awalnya Vir memang sangat aneh dan menyebalkan
“Hehehe maaf ya. Oke aku akan ganti, mau diganti apa?”
“Kenapa malah bertanya, pikir saja sendiri” ketus Vir sambil terus menyendok makanannya
Dia marah tapi makannya masih lahap seperti ini. cih, itu rakus atau lapar?
Aileen nampak berpikir keras, berusaha mencari nama yang pas agar suaminya tidak marah-marah lagi
“Emmnt bagaimana kalau My Moon? Aku matahari kau bulan?”
“Terserah!!”
Aileen dibuat kesal sendiri dengan jawaban suaminya.
Kenapa pagi-pagi begini harus sibuk memikirkan nama kontak..
“Tapi My Moon juga kedengarannya bagus.. Pakai nama itu saja” ucap Vir acuh.
Aileen pun segera menulis nama yang Vir minta
“Sudah” Aileen menunjukkan layah Hp nya.
“Good Girl”
“Emnnt satu lagi, kau juga harus memblokir pria itu”
“Siapa? Pria yang mana?” tanya Aileen bingung
“Siapa lagi kalau buka sahabatmu yang tak bermutu itu”
Aileen menghela napas kasar, ternyata yang dimaksud oleh Vir adalah Zaky.
“Tapi, Vir”
“Tidak ada tapi-tapian, Eil! jika kau tak memblokirnya dari hp mu maka aku yang akan memblokirnya dari dunia ini” Vir menyunggingkan senyuman yang begitu menyeramkan
Aileen yang melihat itu menelan ludah kasar, ucapan Vir kedengaran begitu sadis. Ia pun menyerah dan menuruti keinginannya.
__ADS_1
Baginya lebih baik memblokir nomor Zaky daripada harus membiarkan Vir yang melakukannya. Karena memblokir yang Aileen tangkap dari ucapan Vir merupakan sesuatu yang tidak baik.
...«»«»«»...