
Ketika anak buah Romeo melakukan penyerangan, mereka langsung menangkap Sharma sebagai tawanan mereka agar Erick melepaskan Romeo.
"Ha ha ha h." jangan kamu pikir kamu sudah menang Briptu Erick bodoh." ucap Romeo yang tiba tiba mengeluarkan suaranya. Hal itu membuat Briptu Erick menjadi sangat kesal melihat tawa dari Romeo.
Briptu Erick sangat emosi ketika anak buah Romeo mengancam Sharma akan dibunuh jika Romeo tidak dilepaskan oleh Briptu Erick.
"Lepaskan istri saya kalau kalian tidak ingin menyesal." ucap Briptu Erick kepada anak buah Romeo.
"Kami akan melepaskannya jika anda melepaskan bos kami."
"Saya tidak akan melepaskan manusia iblis seperti kalian." ucap Briptu Erick penuh dengan emosi.
"Kalau Begitu kami juga tidak akan melepaskan istri Anda Briptu Erick yang terhormat." ucap anak buah Romeo yang selalu setia ikut bersama Romeo. Tiba tiba salah satu anak buah Merli yang seorang penembak jitu Langsung Melakukan tembakan kepada anak buah Romeo yang mengancam Sharma dengan sebilah pisau di tangannya.
Tembakan itu langsung mengenai bagian tangan anak buah Romeo, anak buah Romeo jatuh pingsan sedangkan yang lainnya sudah dilumpuhkan oleh Erick dan rekan rekannya.
Emosi Erick semakin memuncak ketika melihat Sharma terkena goresan pisau di lehernya saat anak buah Romeo mengancamnya. Briptu Erick langsung menghampiri Sharma. Tanpa perduli dengan sosok Romeo berada disana.
Kesempatan itu,dimanfaatkan oleh Romeo untuk melarikan diri. Tetapi sebelum dirinya keluar dari gudang itu, Briptu Erick langsung mengeluarkan pistol yang ada di di pinggangnya dan langsung menembak dibagian kaki Romeo. Hingga Romeo langsung terjatuh dan tidak bisa melarikan diri lagi.
"Kamu tidak apa apa sayang?"
"Tidak apa apa mas hanya luka kecil kok."
"Maafkan mas, sudah melibatkan kamu di tugas mas."
"Tidak apa apa mas!" lagian kan Sharma yang minta kepada mas, sebelum mas menyerahkan manusia iblis itu kekantor polisi akan membawa kehadapan Sharma lebih dahulu." ucap Sharma.
__ADS_1
"Sekarang mas sudah menepati janji mas, trimakasih sudah melakukan hal sebesar ini buat Sharma." ucap Sharma sembari memeluk dan mengecup bibir manis Briptu Erick.Hal itu membuat Briptu Erick mengebangkan senyumnya.
"Kalau begini mas jadi semangat lagi deh." ucap Briptu Erick sembari membalas kecupan dari Sharma.
"Sudah sudah nanti romantis romantis nya, sekarang yang penting kita selesai dulu Masalah ini, baru kalian mau jungkir balik atau gimana tidak masalah. Yang penting misi kita, kita selesaikan dulu." gerutu Merli karna dirinya kesal melihat pasangan suami istri itu bermesraan di saat situasi yang genting.
Sharma langsung mengembangkan senyumnya ke arah Merli.
" Maaf Kak jadi lupa sikon."
"Makanya kalau mau bermesraan itu lihat situasi dan kondisinya bagaimana, sekarang kita selesaikan dulu misi kita. Kita akan bawa Romeo ke kantor polisi agar Romeo dihukum sesuai dengan apa yang sudah dia perbuat selama ini.
"Tapi bagaimana dengan anak buah Romeo yang sudah terliluka Kak?
"Biarkan itu menjadi tugas Kakak dan anak-anak buah kakak. yang penting sekarang kalian serahkan Romeo ke kantor polisi agar dirinya dihukum sesuai apa yang sudah ia lakukan selama ini.
Sementara di tempat lain Pak Sugito, Pak Fernando ,Ibu Rohana juga Andita sudah sangat khawatir kepada Sharma dan juga Briptu Erick. Mengingat lawan Mereka adalah seorang mafia besar. Mereka takut terjadi sesuatu kepada Sharma dan juga Briptu Erick.
"Aduh Kak Sharma di mana ya kok belum pulang?" ucap Andita sembari mondar-mandir berjalan di ruang tamu. Begitu juga dengan ibu Rohana hatinya merasa tidak tenang sebelum Erick dan Sharma memberi kabar kepada mereka.
"Apa yang terjadi kepada mereka Mengapa mereka sampai saat ini belum pulang?" pertanyaan-pertanyaan timbul benak ibu Rohana. Ibu Rohana mencoba untuk menghubungi nomor ponsel Sharma tetapi ketika ibu Rohana menghubungi nomor ponsel Sharma. Namun tidak ada sahutan apa-apa sehingga Ibu Rohana menjadi sangat khawatir.
"Nomor ponsel menantu kita tidak bisa dihubungi apa yang terjadi ya pi?" tanya ibu Rohana kepada Bapak Sugito yang sangat khawatir dengan kondisi anak dan menantunya.
"coba kamu hubungi nomor ponsel Erick siapa tahu bisa!" Ucap pak Sugito kepada Ibu Rohana. bu Rohana langsung menghubungi nomor posel milik Briptu Erick.
Briptu Erick yang melihat ponselnya berdering, ia langsung melihat siapa yang menghubungi dirinya. Yang ternyata yang menghubungi adalah nomor ponsel ibu Rohana.
__ADS_1
"Pasti mama mengkawatirkan kita sayang." ucap Erick kepada Sharma.
"Ya sudah angkat saja sayang" ucap Sharma. Takut kedua orang tuanya akan khawatir terhadap mereka. Briptu Erick langsung memberitahu kabar mereka bahwasanya mereka baik-baik saja.
Setelah tiba dikantor polisi, Romeo langsung diserahkan oleh Briptu Erik dan rekan-rekannya kepada penyidik. agar Romeo segera diproses sesuai dengan undang-undang yang berlaku di negara ini. Briptu Erick dan Sharma merasa lega karna romeo dan anak buahnya yang meresahkan masyarakat dapat mereka lumpuhkan dengan bantuan dari tuan Jose Miller, Charles dan anak buah Merli.
Briptu Erick benar benar bersyukur memiliki sahabat dan Rakan yang kompak untuk meringkus Romeo dan anak buahnya.
"Sayang sepertinya kamu sudah lelah, lebih baik kita pulang agar kamu bisa istirahat." ucap Briptu Erick kepada Sharma.
"Ia mas!" sepertinya mas juga sudah sangat lelah, lebih baik kita pulang. Baby Prasetia juga pasti sudah menunggu kita. Sharma sudah kangen sama putra kita mas." ucap Sharma
"Mas juga sudah kangen sama jagoan mas."
Sharma dan Briptu Erick memutuskan untuk pulang ke rumah. Mereka terlihat sangat lelah mengingat aktivitas Erick yang membahayakan, membuat tenaga Erick dan Sarma terkuras
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 30 menit sharma dan Briptu Erick tiba di rumah. Sharma dan langsung membersihkan diri. sebelum mereka menghampiri baby Prasetya karena tubuh mereka penuh dengan keringat dan abu. Setelah selesai melakukan ritual mandinya Sharma langsung menghampiri baby sister. Ketika Sharma sudah melihat sosok putranya rasa lelah yang dirasakan seolah hilang dengan sekejap.
Ia langsung meraih putranya dari gendongan baby sister. Rasa rindu melanda Sharma setelah satu harian meninggalkan baby Prasetya dirumah bersama baby sister.
"Hai Putra Mami......" Mami kangen banget." ucap Sharma sembari mengecup pipi tembem putranya.
Erick tidak mau ketinggalan ia langsung menghampiri Sharma dan baby Prasetya setelah selesai melakukan ritual mandinya.
"Jagoan papi!" maaf tadi mami sama papi ninggalin putra papi satu harian." ucap Briptu Erick mencium pipi tembem putranya.
Bersambung......
__ADS_1
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏