
Briptu Erick dan Sharma heran ketika rumahnya di lakukan penjagaan ketat oleh anak buah Merli.
"Ada apa sih mas? kok rumah kita banyak yang berjaga?" tanya Sharma kepada Briptu Erick karna Sharma benar benar tidak tahu apa yang sedang terjadi sehingga rumah mereka dilakukan penjagaan ketat.
"Mas juga tidak tau sayang siapa Meraka, tapi sepertinya mereka anak buah kak Merli deh. karna dinas mereka sama dengan yang dipakai oleh kak Merli dan Aprijon kepercayaan ka Merli." ucap Briptu Erick.
lalu Briptu Erik langsung menghubungi nomor ponsel milik Meeli untuk sekedar bertanya mengenai Apa yang dilakukan oleh anak buah Merli berada di rumahnya.
Merli tidak mengangkat nomor ponselnya karena dirinya sedang berada di perjalanan menuju kediaman Briptu Erick. Merli ingin menjelaskan sehingga mereka mengadakan penjagaan ketat dari kediaman Briptu Erick. Padahal semua orang juga mengetahui kalau Briptu Erick adalah seorang perwira polisi yang handal.
Briptu Erick bertanya kepada salah satu penjaga yang ada di depan rumahnya.
"Kalian Siapa mengapa Kalian tiba-tiba ada di rumah saya?"
"Maaf Tuan kami hanya menjalankan perintah dari bos besar kami!"
"Siapa yang memerintahkan kalian?"
"Kakak kandung dari istri anda sendiri tuan!"
"Dugaanku benar kalau mereka adalah suruhan dari Kak Merli." Gumam Briptu Erick di dalam hati.
"Tapi mengapa kalian tiba-tiba diperintahkan bertugas di sini untuk berjaga?"
"Menurut penuturan dari bos besar kami, kalau ada seseorang yang ingin berniat jahat ke keluarga Tuan."ucap salah satu anak buah Merli yang bertugas menjaga rumah milik Briptu Erick.
"Tapi Siapa yang berniat jahat kepada keluarga saya?"
"Kalau masalah itu, tidak wewenang kami untuk memberitahu kepada Tuan, lebih baik Tuan langsung bertanya sendiri kepada bos besar kita."
Tiba-tiba suara klakson mobil terdengar jelas di telinga Briptu Erick dan juga Sharma. mereka melihat mobil Merli yang sudah tiba di depan rumahnya. Semua anak buah Merli memberi hormat kepada Merli.
__ADS_1
"Bagaimana dengan Tugas kalian apa kalian laksanakan dengan bagus?"
"Siap bos kami sudah menjalankan tugas sesuai dengan perintah Bos!"
Sharma dan Briptu Erick pun langsung menghampiri Merli karena mereka benar-benar penasaran Mengapa Merli melakukan penjagaan ketat di rumah mereka.
"Ada apa ini Kak Mengapa tiba-tiba Kakak memerintah anak buah Kakak berjaga di sini?"
"Veronica sudah kembali ia sudah bergabung dengan ketua mafia yang berdinas loreng kebiruan itu." ucap Merli
Briptu Erick sangat terkejut, ia sangat mengetahui keberingasan dari anak buah gangster yang berdinas loreng kebiruan itu. Briptu Erick juga mengetahui kalau Romeo mampu melakukan apa saja untuk mencapai apa yang diimpikan. Termasuk menyogok beberapa pejabat tinggi negara agar dirinya memenangkan segala kasus.
"Kok bisa Veronica bergabung dengan group Romeo?"
"Apa sih yang tidak bisa dilakukan Veronica?" yang pasti Veronica menjual tubuhnya kepada Romeo sama seperti yang dilakukan saat berada di Hongkong. ucap Merli kepada Erick dan juga Sharma
"Memangnya apa yang ingin mereka rencanakan Kak?"
"Mereka ingin menghancurkan kehidupan rumah tangga Kakak dan juga kehidupan rumah tangga kalian. Dengan cara menculik baby Prasetya terlebih dahulu baru memporak porandakan rumah tangga kalian, setelah mereka berhasil menculik baby Prasetya. Oleh karena itulah Kakak melakukan penjagaan ketat di sini.
"Itu tidak perlu kamu pertanyakan kepada kakak yang penting sekarang kalian agar lebih berhati-hati. Untuk kamu Briptu Erick lakukanlah tugasmu sebagai aparatur Negara dengan baik. Jangan pernah kamu menerima suapan apapun yang diberikan oleh Romeo kepada atasan kamu atau jajaran kamu."ucap Merli kepada Erick karena ia sudah mengendus, niat Romeo yang ingin menyogok Kapolda yang ada di kantor Briptu Erick bertugas.
Briptu Erick juga mengetahui kalau gangster yang berdinas loreng kebiruan itu melakukan pekerjaan ilegal. Dan dana yang mereka dapatkan selama ini untuk melakukan misi mereka, dari bisnis ilegal yang mereka lakukan tetapi pihak yang berwajib belum bisa mengusut tuntas dan bukti-bukti yang kuat untuk menangkap pelaku.
Romeo sangat pintar dan licik tidak ingin mengotori tangannya sendiri untuk melakukan bisnis ilegal yang mereka lakukan selama ini. bahkan Romeo salah satu pengedar obat-obat terlarang di seluruh Asia tenggara. Merli sangat tahu persis siapa Romeo yang mampu menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang. lain halnya dengan almarhum tuan Tuan Tiong Chin. Ia hanya membantu orang-orang yang membutuhkan uluran tangannya.
Sehingga Merli melanjutkan misi dari kedua orang tuanya.
"Jadi apa yang harus kita lakukan Kak?"
"Apa kita harus lapor polisi?"
__ADS_1
"Tidak ada gunanya?"
"Kenapa tidak ada kak?"
"Karena Romeo sangat licik dan pintar!"
"Jadi apa yang harus kita lakukan Kak?"
"Ikuti saja permainannya sampai sejauh mana Dirinya mampu melakukan apa yang hendak ia lakukan kepada keluarga kita l.yl Yang penting kalian tetap bersatu walau dalam keadaan apapun." ucap Merli kepada Sharma dan juga Briptu Erick.
"Terima kasih banyak Kak!"Kakak sudah berusaha untuk melindungi keluarga kita jangan lupa kakak menjaga kesehatan dan juga keluarga. Jangan hanya karena memperdulikan kami, sehingga kakak tidak peduli dengan keadaan keluarga kakak sendiri.
"Kalian Tenang saja itu tidak akan terjadi Kakak dan Mas Yudha dan Inamorata baik-baik saja." ucap Merli sambil mengembangkan senyumnya melirik kearah suaminya Yudha.
"Iya dek!" kami baik-baik saja kok, kalian Tenang saja yang pasti jika kalian harus keluar rumah lebih baik kalian berhati-hati. ucap Yudha.
Untuk kamu Briptu Erick Apakah kamu tidak berniat mengusut tuntas kasus suap yang dilakukan Romeo di jajaran kalian,?"
"Itu sudah pasti Kak sudah termasuk di agenda Briptu Erick. Saya akan mengusut tuntas Itu semua. Saya tidak peduli Siapa yang terlibat di dalamnya untuk mengungkap kebenaran di negeri ini, bahwa ternyata hukum tidak berlaku hanya untuk orang-orang miskin. Tetapi berlaku juga kepada orang-orang kaya yang melakukan kesalahan apapun.
"Bagus kalau begitu!" kalau kamu memiliki sifat seperti itu kakak yakin kamu orang yang jujur Jangan pernah terlibat kasus korupsi dana negara karena itu bisa mengakibatkan fatal kepada keluargamu." Ujar Merli
"Untuk apa Erick harus korupsi?" kami tidak pernah merasa kekurangan, bahkan dari hasil perkebunan dan peternakan Erick saja sudah lebih dari cukup untuk biaya hidup kami ucapkan briptu Erick kepada Merli.
"Mas aku ingin Mas mengusut tuntas kasus suap yang dikatakan oleh Kakak Merli."
"Kamu tenang saja Sayang itu akan Mas lakukan. cuman sekarang, masalah waktu saja.
"Tapi kenapa kepolisian di negara kita dapat kecolongan?"tanya Sharma kepada Briptu Erick
"Polisi juga manusia sayang tidak semua polisi mampu melakukan tugasnya semaksimal mungkin. Tetapi seorang perwira polisi atau TNI lainnya pasti akan melakukan yang terbaik untuk bangsa dan negara. ucap Briptu Erick kepada Sharma.
__ADS_1
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏