
Tiba dirumah sakit, Briptu Erick dan juga pak sugito langsung menuju ruang rawat inap Sharma, tetapi sebelumnya pak sugito meminta Briptu Erick mampir disebuah supermarket. Untuk sekedar membawa buah tangan untuk Sharma, sementara Briptu Erick sudah mempersiapkan buked bunga sebelumnya.
Entah apa maksud dan tujuan Briptu Erick membawa buket bunga untuk Sharma. Tetap pak sugito tidak mengetahui kalau dimobil tepatnya di jok belakang sudah ada bunga yang sudah dipesan khusus untuk Sharma.
"Kamu berhenti di sana sebentar."
"Untuk apa yah?"
"Untuk beli buah"
"Buah?"
"Iya untuk calon menantu ku supaya cepat sembuh.
"Jangan Ngadi Ngadi dong yah."
"Siapa yang Ngadi Ngadi?" cepat hentikan mobilnya."
Akhirnya Briptu Erick menghentikan mobilnya di supermarket dekat rumah sakit. dengan antusias pak sugito memilih buah segar untuk dibawa kerumah sakit. Bahkan pak Sugito sengaja meminta SPG supermarket untuk merangkai buah itu agar tampak cantik dan indah dipandang mata.
****
"Sudah yah?"
"Ya....nih."
"Kak pake diginiin segala."
"Biar indah dipandang menantuku
"He he he he"
"Nah berikan ini nanti sama menantuku." ucap pak sugito sambil langsung duduk disamping kemudi.
"kok aku?" kan ayah yang beli.
"Sudah tidak usang ngebantah.
"Huhhh,' ayah ma
"Cepat .... jalan nanti kita kesorean
"Siap yah." kemudian Briptu Erick langsung melajukan motornya kembali kerumah sakit.
tiba dirumah sakit pak sugito dan Briptu Erick langsung menuju kamar rawat inap Sharma.
"Sore Tante.....om......
"Sapa Erick ramah sambil memberi salam kepada pak Fernando dan juga ibu meli
"Sore juga nak Erick "
"Loh pak Fernando?" ngapain disini? ucap pak Sugito sangat terkejut melihat sahabat lamanya berada diruang rawat inap Sharma
"Loh pak Sugito....ucap pak Fernando tidak kalah terkejutnya dengan pak sugito.
"Iya pak Sharma ini putri saya satu satunya.
"loh kok bisa kebetulan" ini Briptu Erick putra pertama saya dan satu lagi adik perempuannya dirumah bernama Andita.
"Wah sungguh kebetulan sekali ya pak, saya tidak menyangka kita bisa bertemu lagi setelah sekian lama." ucap pak Sugito dan juga pak Fernando. Merekapun saling berpelukan melepas rindu.
Hal itu membuat Sharma dan Briptu Erick bingung akan sikap kedua orang tua mereka yang tampak kompak. sementara Bu meli yang baru datang dari kantin melihat di ruang rawat inap Sharma sudah tampak ramai.
"Mam.....lihat deh siapa yang datang menjenguk Putri kita ." ucap pak Fernando
"Loh pak Sugito....apa kabar?" tanya Bu meli antusias
"Kabar baik Bu."
"Loh ibu Rohana tidak ikut?"
"Tidak Bu...ada Arisan ibu ibu komplek
__ADS_1
"Oh....tau darimana Putri saya sakit pak?"
"Putra saya Briptu Erick."
"Oh jadi Briptu Erick putra bapak?"
"Iya bu....jawab pak Sugito singkat
"Wah dunia ini sempit bangat Ya," ternyata putra putri kita sudah saling kenal sebelum kita mengenalkan merek.Ucap ibu meli.
"Bagaimana kalau putra saya Erick dan nak Sharma kita kita jodohkan saja pak, kan hubungan kita bisa lebih dekat? kita jadi besanan." ucap pak Sugito sambil tersenyum melihat putranya. Sementara Briptu Erick memandang ayahnya dengan tatapan datar, seolah olah Briptu Erick meminta agar ayahnya tidak berkata demikian.
"Saya setuju sekali pak....ucap pak Fernando dengan antusias dibalas anggukan dari ibu meli. Sharma hanya terdiam melihat orangtuanya yang tampak antusias untuk menjodohkannya kepada Briptu Erick.
"Oh iya sayang....sampai lupa." ini buat kamu." kata Briptu Erick sambil memberikan buked bunga dan buah yang mereka bawa sebelumnya.
"Ini buat aku?"
"Iya, buat siapa lagi."
"Oh h h Trimakasi."
"Sama sama "
"Kok tau bunga kesukaan ku?"
"Tau aja"?
"Sayang .....sudah makan belum?"
"Sayang?
"Kapan jadiannya?"
"Tidak perlu di ungkapin, lihat sikap dan tingkah laku yang perhatian aja sudah cukup." ucap Briptu Erick.
"Siapa bilang?"
"Aku."
"Aku akan suruh orangtua kita jodohin kita."
"Ih seperti anak kecil aja padahal sudah tua ngadu ngadi sama nyokap."
"Biarin."
"Ah capek berdebat sama pak pol." ayo sini kupas dong buahnya, mau dimakan ngak nih buahnya." ancam Sharma
"Okey sayang ....apa sih yang ngak buat nyonya Briptu Erickson Sugito."
"Tidak usah ngadi Ngadi cepatin kupas buahnya." gerutu Sharma.
sementara pak Sugito dan pak Fernando yang melihat interaksi antara Sharma dan Briptu Erick, mengebangkan senyumnya sambil memberi kode kepada Bu meli agar Bu meli memperhatikan gerak gerik putra putri mereka.
"Sudah bulan depan kalian menikah."
"Apa?" jawab Sharma dan Briptu Erick kompak
"Iya kalian menikah, kan sudah cocok
"Jangan Ngadi Ngadi ma...."
"Mama ngak Ngadi Ngadi, kalian bulan depan menikah. Mama tidak menerima penolakan.
"Tapi Sharma masih kuliah ma...
"Masih kecil lagi
"Kalau masalah kuliah, nanti sesudah menikah juga bisa kuliah.
"Tapi ma!"
"Tidak ada tapi tapi.!"
__ADS_1
Sementara Briptu Erick mengebangkan senyumnya mendengar kalau orangtua Sharma ingin menikahkan putrinya dengannya. Tetapi yang ia inginkan bukanlah perjodohan, tetapi karna murni antara Sharma dan Briptu Erick saling mencintai dan menyayangi.
"Pak pol....jangan diam saja Dong."
"Terus mas harus ngomong apa sayang?" kan mama sudah ngomong tidak terima penolakan
"Huh....ini mah kemauan pak pol."
"Nah itu kamu tau."
"Aku mencintaimu dan menyayangi mu Sharma." ucap Briptu Erick dengan lantang didepan kedua orangtua Sharma dan pak Sugito.
"Haduh ......jangan bercanda dong pak pol."
"Siapa yang bercanda sayang?" mas benaran kok cinta dan sayang sama kamu."
"Tapi Sharma masih kecil pak pol."
"Siapa bilang?"
"Aku."
"Kan kamu yang bilang?" bukan mas atau mama,papa kata Briptu Erick membuat Sharma melototkan matanya kearah Briptu Erick
"Tau ah berdebat sama pak pol tidak ada menangnya."
Cup
Briptu Erick langsung mencium pipi Sharma sekilas.
" Jangan cemberut nanti cantiknya berkurang."
" Pak pol....." teriak Sharma
" sementara pak Fernando dan pak Sugito dan juga ibu meli hanya tertawa ngakak melihat interaksi putra putri mereka.
ditempat lain Andita mencari cari keberadaan ayah dan kakaknya
"Ma.....kakak sama.ayah kemana sih"?
"Oh ayah sama kakak kamu kerumah sakit." sahut Bu Rohana yang baru pulang dari arisan ibu ibu komplek.
"Emang siapa yang sakit?
"Nak Sharma kecelakaan
"Hah
"kok ngak ada yang beritahu Andita? pantasan Sharma dua hari ini tidak ada dikampus
" Ia pulang dari jemput motornya nak Sharma kecelakaan."
"Jadi gimana keadaan nya ma?"
"Kata kakakmu sudah mendingan."
"Oh.... syukurlah."
kata Andita,iapun berniat akan menjenguk Sharma dirumah sakit.
"Besok aja kita kesana."
"Okey ma ..."
Andita pun tampak bersemangat melihat kedekatan kakaknya dengan Sharma. karena sebenarnya Andita berniat untuk mendekatkan Sharma dengan Briptu Erick
"Mudah mudahan mereka berjodoh."gumam Andita dalam hati.
bersambung......
Hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏
jangan lupa mampir ke karya karya ku yang lain
__ADS_1