
Setelah selesai melakukan ritual mandinya Sharma pun ingin menghampiri Putra dan suaminya yang sedang berada di taman belakang. Dengan gerak cepat Karena rasa rindu yang dirasakan Sharma, Ia pun langsung menghampiri Erick dan baby Prasetya disana.
“Mas! Panggil Sharma dengan nada selembut mungkin.
“Kamu sudah pulang sayang?”
“Lihat nak!" Mami sudah datang." ucap Erick kepada putranya baby Prasetya sembari langsung menghampiri Sharma.
Sharma memberi salam kepada suaminya.
“Mas maaf ya harus aku tinggal pagi-pagi sekali!”
“Tidak apa-apa sayang namanya juga kamu kuliah, iya Kan!”
“Iya Mas!" bagaimana dengan Putra kita apa Putra kita rewel?”
“Tidak kan Putra kita baik budi.” ucap Briptu Erick kepada Sharma membuat Sharma semakin gemas melihat buah hatinya.
“Sini Mas Sharma ingin menggendong Putra kita. ucap Sharma sambil langsung meraih tubuh baby Prasetya dari gendongan Erick.
“Bagaimana kuliahnya sayang apa berjalan dengan lancar?
“Alhamdulillah semuanya berjalan dengan lancar Mas, semua ini berkat kalian aku jadi semangat.
“Syukurlah kalau kamu semangat mengikuti mata kuliah semoga kelak kamu cepat lulus ya sayang.”
“Terima kasih Mas atas dukunganmu selama ini kepada Sharma."
“Sama-sama Sayang!" sudah sepatutnya dong Mas sebagai suami kamu selalu mendukung istriku yang cantik ini.” Ucap Briptu Erick sambil langsung mengecup bibir manis Sharma perlahan ciuman itu semakin mendalam. membuat Sharma kwatir ada asisten rumah tangga mereka yang melihat tingkah suaminya.
“Mas..... suamiku sayang jangan di sini dong. Nanti asisten rumah tangga kita melihat loh, kan malu."
__ADS_1
“Iya sudah memberikan dulu baby Prasetiya kepada susternya. Habis itu kita ke kamarnya sayang mas sudah tidak tahan nih. Ingin melahap istriku yang cantik ini ." ucap Briptu Erick kepada Sharma sembari kembali mengecup bibir manis Sharma.
Tanpa mereka sadari, Baby sister yang merawat baby Prasetya selama ini sudah datang ingin memberi makan baby Prasetya
“Ehem.... Suara deheman dari baby sister itu membuat Briptu Erick langsung melepaskan pagutannya dari Sharma.
“Eh ada Mbak,maaf ya mbak!” tidak apa-apa non." ucap Baby sister sembari langsung meraih tubuh Baby Prasetya yang ada di pangkuan Sharma.
"Maaf non baby Prasetya saya beri makan dulu ya non , soalnya ini sudah waktunya makan. Ucap Baby sister itu kepada Sharma dan juga Erick .
Kemudian Baby sister itu pun berlalu dari hadapan Sharma dan juga Erick berniat untuk memberi Baby Prasetya makan. Sementara Briptu Erick langsung menggendong tubuh mungil istrinya masuk ke dalam kamar.
“Mas turunin," malu dilihat asisten rumah tangga lainnya.
“Tidak apa-apa!" asisten rumah tangga kita juga sudah pada menikah kan? dan sudah merasakan yang enak-enak juga bisik Briptu Erick di telinga istrinya.
“Tapi malu Mas turunin dong Sharma bisa jalan sendiri. Briptu Erick tidak mempedulikan ocehan istrinya. Ia tetap menggendong tubuh istrinya masuk ke dalam kamar ala bridal style.
Erick langsung melahap bibir manis istrinya perlahan kecupan itu semakin mendalam dan mulai menjalar ke jenjang leher Sharma. Ia pun menciptakan karya-karya yang luar biasa di jenjang leher Sharma.
Hal itu membuat Sharma tidak dapat menahan de$@hannya seolah dirinya meminta lebih dan lebih lagi.
“Auh mas....Auh desah Sharma membuat Briptu Erick semakin melancarkan aksinya. Ia benar-benar sangat menikmati tubuh mulus istrinya.
“Sayang....bisik Erick tepat ditelinga Sharma. Tangannya sudah mulai masuk kedalam pakaian yang digunakan Sharma, hingga tanpa terasa Erick langsung membuka pakaian sharma, dan mencampakkan kesembarang arah. Erick benar benar melahap istrinya.
Sharma berusaha mengimbangi permainan Erick, bebagai macam gaya mereka lakukan agar mereka benar benar menikmati indahnya ciptaan Tuhan
Sharma dibawah kungkungan Briptu Erick. Ia benar benar menikmati sentuhan dari suaminya apalagi Erick benar benar meremas bagian gunung kembar milik Sharma membuat istrinya menikmati indahnya percintaan mereka.
"Kamu luar biasa sayang!" bisik Erick sembari mengangkat pangkalan paha Sharma agar dirinya lebih leluasa memainkan adik kecil miliknya di lembah siang yang milik Sharma. Erick benar benar melahap istrinya sesuai dengan apa yang dikatakan Erick kepada teman temannya, bahwasanya dirinya sudah ingin sekali melahap istrinya jika dirinya sudah mulai pulih
__ADS_1
Hingga mereka menghabiskan waktu sore itu. dua jam dalam permainan itu Membaut Sharma benar benar mencapai puncaknya dan kelelahan. Begitu juga dengan Briptu Erick yang terus menggempur Sharma habis habisan membuat tenaganya sore itu terkuras habis diatas ranjang.
Sehingga ia pun langsung terkulai lemas di samping Sharma yang sama sama kelelahan dalam menjalan kan ritual suami istri di atas ranjang. Sharma juga begitu bahagia Karna suaminya benar benar candu baginya. Apalagi Erick sangat mengerti keinginan Sharma. Begitu juga dengan Sharma,mengerti kepada suaminya.
"Trimakasih sayang! Kamu sangat luar biasa.” Ucap Erick sambil mengecup kening Sharma
“Sama sama mas!” Sahut Sharma sambil tersenyum manis kepada suaminya .
Sore itu mereka tertidur di atas ranjang dengan dibaluti selimut tebal tanpa menggunakan sehelai benang melekat ditubuh mereka. Entah karna faktor kecapean sehingga Meraka langsung tertidur pulas masuk ke alam mimpi mereka.
Sementara ditempat lain Bagas berusaha mencaritahu nomor ponsel milik Sharma, Ia ingin sekali menghubungi Sharma, karna dirinya sangat merindukan sosok yang mencuri perhatiannya. Hingga Bagas mendapat nomor ponsel Sharma dari salah satu teman sekelas Sharma.
"Yes....." akhirnya gue dapat nomor ponsel Sharma.." gumam Bagas dengan riang.
Bagas ingn sekali Sharma menghadiri pertandingan yang akan berlangsung esok harinya.
"Aku akan menghubungi Sharma, gue tidak mau terlambat nanti keburu di lamar orang. sudah lama aku menunggu momen yang tepat untuk ungkapkan perasaan kepada Sharma, sekarang aku tidak bisa menahan rasa yang ada dihati ini." batin Bagas
Setelah Bagas mendapatkan nomor ponsel milik Sharma, dari teman satu kelas Sharma, Bagas berniat pulang ke rumah agar dirinya dapat menghubungi Sharma dengan leluasa.
"Aku sudah tidak sabar lagi, ingin bersamamu Sharma sayang." batin Bagas.
"Aku sudah lama mengumpulkan keberanian ini untuk mengungkapkan perasaan ini padamu sharma. gumam Bagas sambil senyum senyum memandang foto Sharma yang ada di galeri ponselnya yang selama ini Bagas diam diam memotret Sharma.
Bagas mengelus elus foto Sharma yang ada dilayar ponselnya.
"Aku mencintaimu Sharma, apakah kamu bisa merasakan itu?" gumam Erick sambil terus mengelus foto Sharma yang ada dilayar ponselnya. Bagas benar benar sudah tidak tahan menahan rasa cinta dan sayangnya Kepada Sharma. Seolah olah dirinya ingin langsung bertemu dengan sharma.
"Aku mencinta dan menyayangi kamu Sharma." ucap Bagas.
Bersambung.....
__ADS_1
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓💓💓🙏💓🙏🙏