Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)

Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)
Dirumah sakit


__ADS_3

Mendengar pernyataan yang dikatakan oleh dokter dan suster kepada Sharma membuat Sharma semakin bingung ia tidak tahu menghubungi siapa keluarga dari Pak Sugito. kemudian Sharma kembali membuka ponsel milik Pak Sugito untuk sekedar mengetahui siapa keluarga terdekat pasien.


Setelah menemukan nomor yang baru dihubungi oleh Pak Sugito, sebelum pak Sugito jatuh pingsan, Sharma pun kembali menghubungi nomor Briptu Erick. Tetapi Sharma tidak mengetahui kalau nomor ponsel itu adalah nomor ponsel milik Briptu Erick yang ia kenal sebelumnya. Tetapi ketika Sharma menghubungi nomor ponsel Itu tidak kunjung ada jawaban.


Hal itu membuat Sharma semakin gelisah. Sharma pun tidak bosan-bosan menghubungi nomor ponsel itu. Sehingga Briptu Erick pun merasa bosan dihubungi terus-menerus dari nomor ponsel ayahnya Briptu Erick pun akhirnya mengangkat nomor ponsel itu.


" Ada apalagi sih ayah kalo menghubungi Erick hanya untuk membicarakan yang itu-itu saja lebih baik ayah menutup ponselnya deh."kata Briptu Erick yang tidak mengetahui siapa sebenarnya lawan bicaranya di dalam sambungan telepon selulernya.


Kemudian Sharma langsung berkata "Maaf saya bukan pemilik ponsel ini tetapi saya hanya ingin Bertanya apakah Anda mengenal pemilik ponsel ini?" tanya sharma kepada Briptu Erick di dalam sambungan telepon."Iya ini nomor ponsel ayah saya. "Mengapa ponsel ayah saya berada sama Anda?" tanya Briptu Erick karena dirinya penasaran Mengapa ponsel milik ayahnya berada di tangan orang lain apalagi dia mendengar suara seorang wanita membuat Briptu Erick sedikit emosi.


"Maaf Pak saya hanya memberi tahu kalau ayah anda sekarang dirawat di rumah sakit anugerah. Karena saya menemukan ayah Anda jatuh pingsan di salah satu pusat perbelanjaan di kota ini." jawab Sharma berterus terang kepada Briptu Erick.


Mendengar berita kalau ayahnya sedang dirawat rumah sakit, Briptu Erick menjadi panik ia langsung bertanya kepada Sharma "Apa yang terjadi kepada ayah saya mengapa dia sampai berada di rumah sakit?" pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan Briptu Erick kepada Sharma sambil berjalan ke arah parkiran motor miliknya.


"Maaf Pak saya tidak tahu persis apa yang terjadi kepada Ayah Anda, Tetapi saya melihat ketika ayah anda berdiri di parkiran pusat perbelanjaan, ayah anda sudah memegang dadanya dan langsung terjatuh. Sehingga saya langsung berlari untuk membantu Ayah Anda." jawab Sharma berterus terang dalam sambungan telepon."Baik saya akan segera kesana." jawab Briptu Erick dan langsung menghidupkan motor miliknya dan melajukan motornya menuju Rumah sakit anugerah.

__ADS_1


Sementara di rumah sakit Sharma tampak mondar-mandir menunggu kedatangan keluarga Bapak Sugito. "Ya Allah selamatkanlah Dia." doa Sharma dalam hati sambil mondar-mandir di depan ruang ICU.


Sekitar 15 menit kemudian, Briptu Erick tiba di rumah sakit anugerah. Briptu Erick langsung bertanya kepada suster yang berada di lobby rumah sakit."Maaf suster pasien atas nama Sugito dirawat di mana ya?" Tanya Briptu Erick kepada suster. Tetapi suster yang tidak mengetahui pasien atas nama Sugito pun langsung berkata "Maafkan kami pak pasien atas nama Pak Sugito tidak ada disini, tetapi ada seorang wanita pembawa lelaki paruh baya ke rumah sakit ini dengan tergesa-gesa. kondisi pasien sangat kritis." ucap Suster itu kepada Briptu Erick membuat Briptu Erick semakin kuat akan kondisi ayahnya.


"lalu dimana pasien itu sekarang suster tanya Briptu Erick kepada suster yang bertugas disana. "Sekarang pasien itu berada di ruang ICU dan dokter ingin segera mengoperasi nya. tinggal hanya meminta persetujuan dari pihak keluarga." kata Suster itu berterus terang kepada Erick. Briptu Erick pun langsung menuju ruang ICU. Briptu Erick tidak menyadari kalau sharma yang ada di sana dan menolong ayahnya."


"Suster Apa yang sebenarnya terjadi kepada ayah saya." Tanya Briptu Erick kepada suster yang baru keluar dari ruang ICU membantu dokter memeriksa keadaan Pak Sugito. "Maaf apakah Anda keluarga dari pasien?" tanya Suster itu kepada Briptu Erick." Ia suster saya putranya." jawab Briptu Erick kepada Suster itu.


"Baik kalau begitu Pak silakan tandatangani di sini supaya operasinya segera dilakukan karena kalau terlambat sedikit saja maka akibatnya akan menjadi fatal." ucap Suster itu kepada Briptu Erick agar Briptu Erick segera mendatangi surat pernyataan persetujuan operasi dilakukan kepada Bapak Sugito.


Setelah Briptu Erick menandatangani surat persetujuan operasi, Dokter dan tim medis lainnya pun, langsung membawa pak Sugito ke ruang operasi agar segera dilakukan tindakan operasi. Mengingat kondisi pak Sugito sudah semakin lemah.


ketika dokter mengadakan tindakan operasi kepada pak Sugito, Sharma dan Briptu Erick yang tidak saling menyadari kalau pasien yang mereka kwatir adalah pak Sugito." Loh kamu ngapain disini?" tanya Briptu Erick yang terkejut melihat keberadaan Sharma disana.


"Eh pak pol.... seharusnya saya yang bertanya kepada pak pol ngapain anda disini? Sharma balik bertanya. "Ya saya mau melihat kondisi ayah saya." kata Briptu Erick. "Oh mudah mudahan ayah pak pol baik baik saja. Dan yang pasti ayah anda tidak seperti anda kan setengah gila?" ucap Sharma membuat Briptu menatap Sharma dengan tatapan tajam.

__ADS_1


"Eh wanita bar bar....saya tidak ingin berdebat dengan anda, Saya di sini ingin melihat kondisi ayah saya. jadi tolong jangan mencari masalah kepada saya." ucap Briptu Erick kepada Sharma. Tiba-tiba salah satu suster yang ikut menangani operasi pak Sugito keluar. " maaf pak bisa suaranya dipelankan tidak?" ini dirumah sakit loh" ujar suster yang bertugas disana.


"Semua ini gara gara manusia bar bar ini suster." sahut Briptu Erick sambil menunjuk kearah Sharma. "Maaf pak tapi nona ini yang menolong ayah anda, dia yang bersusah payah membawa Pak Sugito ke rumah sakit. Bahkan dia rela sampai sekarang berada di rumah sakit ini hanya untuk menunggu keluarga pasien datang ya itu bapak." ucap Suster itu kepada Briptu Erick.


Mendengar penuturan dari suster kalau yang menolong ayahnya adalah Sharma, Briptu Erik langsung terdiam. Ia menatap Sharma dengan penuh tanya. "Wanita barbar ini ternyata ada sisi baiknya juga." gumam Erick di dalam hati.


tetapi Briptu Erik yang masih kesal kepada sharma enggan mengucapkan terima kasih kepada Sharma.


Ketika operasinya berjalan dengan lancar, dokter pun keluar dari ruang operasi dan mengatakan kalau operasi jantung yang dilakukan kepada Bapak Sugito berhasil. Hal itu membuat Sharma dan Briptu Erick merasa lega. karena mendapat berita yang positif tentang kesehatan Pak Sugito. Sharma Berniat pulang ke kosnya mengingat jam sudah menunjukkan pukul 22.00 malam.


Bersambung.......


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏


jangan lupa mampir ke cerita ranjang panas om duda dulu deh karna cerita ini sambungan dari ranjang panas om duda

__ADS_1



__ADS_2