
Ketika ketiga sahabat itu selesai menyantap pesanan mereka, ketiga sahabat itu langsung berpamitan kepada Bagas dengan alasan mereka melanjutkan mata kuliah kembali. Padahal mereka ingin sekali bercanda ria bersama. Tetapi karena kehadiran Bagas di sana membuat mereka tidak leluasa untuk berbicara.
"Gas Terima kasih ya kamu Sudah takdir kita kita!"ucap Sharma kepada Bagas sambil tersenyum Itu membuat Bagas semakin jatuh cinta kepada Sharma. Ia Salah mengartikan senyuman dari Sharma. Padahal Sharma tidak ada berniat apa-apa ,apalagi dirinya tidak mengetahui selama ini Bagas mencintainya.
"Maaf ya gas kami duluan dulu soalnya masih ada kelas."ucap Zahra untuk menghindar dari Bagas.
"Oh iya tidak apa-apa Silakan nanti lain kali kita ulangi lagi." ucap Bagas kepada ketiga sahabat itu. Mereka bertiga pun berlalu dari hadapan Bagas.
"Sharma kamu belum tau ya?"
"Belum tahu apa?"
"Kalau Bagas selama ini mencintai kamu?"
"Ah Mana mungkin Bagas mencintai aku secara kan aku bar bar."
"Iya kenyataannya seperti itu, makanya kami selalu menghindari berinteraksi kepada Bagas apalagi ketika ada kamu."
"Kalian serius?"
"Kami serius banget!" makanya kami tidak pernah memberikan nomor ponselmu kepada Bagas.
"Bagus deh kalau begitu, kalian memang sahabatku yang luar biasa yang sangat pengertian kepada aku." ucap Sharma sembari merangkul kedua sahabatnya dan sambil berjalan.
Tiga sahabat itu tampak bahagia membuat orang-orang yang ada ke kampus sedikit iri melihat kekompakan mereka. Tidak ada di antara mereka saling membandingkan Bahkan mereka pun tidak pernah terlihat glamor di kampus. Padahal pemilik kampus Brawijaya adalah orang tua dari Morina Tuan jose semilir.
Tetapi mereka sama sekali tidak pernah menunjukkan kepada teman-teman kampus kalau mereka orang-orang berada tidak seperti anak orang kaya lainnya yang selalu tampil glamour di kampus.
"Aku minta maaf ya sama kalian berdua, akhir-akhir ini aku jarang nongkrong sama kalian maklum aku lagi sibuk mengurus pemulihan mas Erick dan juga baby Prasetya.
"Tidak apa-apa kok kami mengerti keadaanmu.
__ADS_1
"Oh iya gimana kalau kita kapan-kapan ke rumah kamu?"
"Gue setuju!" ucap Morina kepada Zahra
"Serius Kalian mau datang ke rumahku?"
"Ya iyalah tapi gue bawa Kayla dan Baby Carlos agar tampak ramai di rumah Sharma.
"Gue juga bawa baby Riyanti. Sepertinya seru ya rumah kamu bakalan ramai."
"Asik kapan-kapan kita gantian ya saling berkunjung. Kan lebih enak dan suami kita pun pasti mengijinkan daripada kita nongkrong bertiga tanpa kehadiran sosok buah hati kita ." ucap Zahra. Mereka bertiga pun setuju saling berkunjung dengan membawa buah hati mereka masing-masing. Dan itu dimulai dari rumah Sharma dan Erick dua hari yang akan datang. Mereka berencana ngumpul di rumah Sharma dan Erick
mata kuliah pun kembali berlangsung di universitas Brawijaya tampak beberapa mahasiswa sudah masuk ke dalam kelas Tetapi ada juga yang masih berada di taman dan juga kantin. Karena mata kuliah mereka tidak sama. Sharma pun mengikuti mata kuliah itu dengan semangat berharap dirinya dapat menyelesaikan studinya agar dapat mengurus baby Prasetya.
2 jam kemudian mata kuliah itu berlangsung, dosen pun menyudahi mata kuliah mereka hari ini." dan sarama langsung beranjak dari tempat duduknya menuju parkiran. Berharap sang sopir masih setia menunggunya di sana. Tiba-tiba Bagas menghampiri Sharma ketika berada di parkiran.
Ia pun mengatakan kepada Sharma kamu Bagas sangat berharap kalau Sharma datang menonton pertandingan mereka.
"Aku berharap banyak kamu datang melihat pertandingan kami!"
Sebelum Sharma pulang ke rumah bersama supir yang setia menunggunya di parkiran, Sharma menghubungi kedua sahabatnya untuk memberitahu kalau dirinya pulang terlebih dahulu. Agar kedua sahabatnya tidak kecarian.
"Kita pulang yuk pak!" ucap Sharma kepada Pak Karyo yang setia menunggunya di dalam mobil.
"Non sudah siap mata kuliahnya?"
"Sudah Pak!"Ayo kita pulang aku sudah sangat merindukan Putra Ku." Ucap Sharma kepada Pak Karyo. Hal itu membuat Pak Karyo begitu salut terhadap majikannya Walaupun sibuk Dia selalu menyempatkan waktunya untuk mengurus buah hati mereka bersama Erick.
Pak karyo pun langsung membukakan pintu untuk Sharma.Agar Sharma leluasa masuk ke dalam mobil. Di dalam mobil Sharma hanya terdiam ia menatap ponselnya sembari membuka akun sosial medianya. Sementara Pak Karyo yang memperhatikan sosok Sharma dari kaca spion hati Pak Karyo begitu menghangat. Melihat Sharma, sepertinya Pak Karyo melihat putrinya sendiri, yang sudah tiada beberapa tahun yang lalu.
"Non kita langsung pulang tidak? atau mampir ke suatu tempat?
__ADS_1
"Pulang saja Pak!"
"lain kali Bapak tidak perlu memanggil saya dengan non panggil nama saya saja" lebih baik Bapak memanggil nama saya. Anggap saja saya ini Putri bapak Jangan menganggap saya sebagai majikan. ucap sharma kepada Pak Karyo membuat hati Pak Karyo begitu menghangat mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Sharma membuat rasa rindu terhadap putrinya dapat terobati.
"Baik non!"
"Jangan panggil Non lagi pak?" panggil nama saja, nama saya Sharma
"Ya sudah nak Sharma kita langsung pulang ke rumah kan?"
"Iya Pak!"
kemudian Pak Karyo pun langsung melajukan mobilnya menuju kediaman Erick.
"Oh ya nak laki-laki yang berbicara kepada nak Sharma tadi siapa?"
"Itu teman kampus Sharma, Dia seorang atlet bulu tangkis dan Volly. Beberapa hari ke depan dia akan melangsungkan pertandingan jadi dia meminta Sharma untuk melihat pertandingan itu." ucap Sharma berterus terang kepada Pak Karyo.
"Maaf ya nak Sharma tapi Sepertinya laki-laki itu menyukai nak Sharma."
"Masa sih Pak!"
"Iya nak." ini hanya penilaian Bapak saja sih."
Sharma hanya terkekeh, tidak mungkin pak dia suka sama saya, secara saya sudah menjadi seorang istri dari Erick dan tidak mungkin juga kan saya mau sama di?" secara Saya sangat mencintai suami saya." kata Sharma kepada Pak Karyo sambil terkekeh.
"Iya nak kunci keharmonisan dalam rumah tangga adalah saling setia dan saling pengertian dan percaya." ucap Pak Karyo kepada Sharma.
"Terima kasih Pak!" Bapak sudah mengingatkan sharma tapi sedikit pun di hati Sharma tidak ada berniat untuk menghianati cinta tulus mas Erick.
Karena keasyikan ngobrol kepada Pak Karyo tidak terasa Sharma sudah tiba di rumah. Ia langsung masuk ke kamar untuk membersihkan diri. Setelah selesai membersihkan diri Sharma pun menghampiri suami dan putranya yang sedang bermain di taman belakang.
__ADS_1
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏