
Setelah dokter Delon menghubungi dokter Risma, salah satu rekan dokter Delon yang bertugas di rumah sakit tiba di kediaman dokter Delon. Dokter Risma langsung memeriksa keadaan Andita. Ketika dokter Risma memeriksa keadaan Andita, Ia pun mengembangkan senyumnya. Yang ternyata Dokter Risma memeriksa kalau Andita sedang hamil.
"Bagaimana dokter Risma Apakah pemeriksaan saya salah?" Tanya Dokter Delon kepada dokter Risma
Dokter Risma pun mengembangkan senyumnya. Ia pun langsung mengucapkan selamat kepada dokter Delon
"Selamat dokter dalam istri anda sedang mengandung.
" Tetap dijaga pola makan dan juga jangan terlalu kecapekan dan ingat makan makanan bergizi agar asupan gizi untuk janin yang ada di kandungan istri anda mencukupi. juga jangan lupa mengkonsumsi vitamin dan susu ibu hamil." ucap dokter Risma kepada dokter Delon sambil memberi salam kepada dokter Delon
Mendengar berita kehamilan Istrinya, Dokter Delon sangat bahagia. Dokter Delon bersorak kegirangan dan langsung mengecup kening Andita yang belum sadarkan diri.
"Tetapi kenapa Istri saya belum sadar dokter?"
"Dokter Delon Tenang saja sebentar lagi juga istri anda akan sadar.
Dokter Delon mengucapkan terima kasih kepada dokter Risma karena sudah memberi kabar bahagia kepadanya. Setelah selesai memeriksa kondisi Andita, dokter Risma berpamitan kepada dokter Delon agar kembali bertugas ke rumah sakit setelah dokter Risma selesai memeriksa kondisi Andita.
"Kalau begitu saya pamit dulu dokter Delon!" masih ada pasien di rumah sakit yang ingin saya tangani.
"Terima kasih Dokter Risma sudah repot-repot datang ke rumah saya untuk memeriksa kondisi istri saya.
"Sama-sama dokter Delon, namanya juga kita rekan kerja. ucap dokter Risma sambil mengembangkan senyumnya.
Dokter Risma diantar langsung oleh dokter Delon ke ruang depan.
"Saya pamit dulu dokter Delon." ucap Dokter Risma ketika sudah tiba di pintu gerbang rumah dokter Delon
"Hati-hati dokter.”
setelah dokter Risma berlalu dari kediaman dokter Delon, dokter Delon kembali menghampiri istrinya Andita.
Andita sudah mulai membuka matanya. ia melihat sekeliling.
"Aku berada di mana sepertinya tadi aku di pusat perbelanjaan sama Mas Delon?" gumam Andita di dalam hati sembari melihat ke kanan dan ke kiri. Tiba-tiba dokter Delon masuk ke kamar. Dia sudah menemui istrinya sudah sadarkan diri. Dokter Delon langsung memeluk Andita sementara Andita yang belum mengetahui apa-apa merasa heran mengapa tiba-tiba suaminya memeluk dan mengecup keningnya.
"Ada apa mas kok tiba-tiba Andita bangun sudah ada di kamar?bukannya kita tadi di pusat perbelanjaan?"
"Iya sayang tadi kamu pingsan di pusat perbelanjaan. Terima kasih sudah memberikan kabar baik untuk Mas
"Kabar baik apa Mas?
__ADS_1
"Sebentar lagi kita akan menjadi orang tua kamu akan menjadi seorang ibu dan saya akan menjadi seorang ayah ucap Delon kepada Andita.
"Maksud Mas apa?
"Kamu sedang hamil sayang!"
"Kamu serius Mas?"
"Iya sayang mana mungkin Mas berbohong sama kamu, Lagian dokter kandungan dokter Risma Sudah memeriksanya tadi.
Andita pun langsung mengembangkan senyumnya. Sementara dokter Delon langsung memeluk Andita sembari membubuhi Andita ciuman demi ciuman Karena rasa bahagia yang dirasakan oleh dokter Delon.
"Sayang mas minta kamu jangan terlalu kecapekan ya!" karena itu bisa berbahaya buat janin yang ada di rahim kamu. Jika kamu membutuhkan sesuatu bisa minta kepada Mas jangan di kerjakan sendiri.
"Dokter Risma mengatakan kalau kamu harus istirahat total dulu. Karena kondisimu masih lemah."
"Jadi masa cuti kuliah Andita harus diperpanjang lagi mas?
"Iya sayang tidak apa-apa Kan demi anak kita?"
Andita menganggukkan kepalanya pertanda dirinya setuju apa yang dikatakan oleh dokter Delon. Karena ia juga sangat mencintai dokter Delon sehingga Andita tidak ingin membuat dokter dalam kecewa terhadapnya karena terlalu memaksakan kehendak untuk melanjutkan kuliahnya.
"Iya mas tidak apa-apa namanya juga Allah sudah memberikan kepercayaan kepada kita untuk menitipkan anak untuk kita.
"Terima kasih sayang kamu sangat pengertian terhadap Mas, mas masih tidak menyangka kalau kamu berpikiran dewasa seperti ini.
"Emangnya mas rasa selama ini Andiya tidak dewasa apa?"gerutu Andita
"Bukan begitu maksudnya sayang?"
maksud Mas kamu itu semakin dewasa. ucap dokter Delon kepada Andita sambil langsung mengecup bibir manis Andita agar Andita tidak memonyongkan bibirnya lagi karena kesal mendengar apa yang dikatakan dokter Delon.
"Ya sudah jangan cemberut gitu dong lebih baik kamu istirahat,tunggu sebentar Mas akan memasak sop untuk kamu.
"Beneran mas sendiri yang memasak sopnya?"
"Iya Sayang tunggu sebentar ya paling sekitar 30 menit."
"Iya suamiku sayang! istrimu akan selalu setia menunggumu ucap Andita sambil mengembangkan senyumnya membuat dokter semakin gemas terhadap istrinya.
Dokter Delon berlalu dari hadapan Andita menuju dapur agar dirinya segera dapat memasak sop untuk istrinya. Dokter Delon tidak ingin istrinya kecapekan selama dalam masa kehamilannya apa lagi kandungan Andita masih tergolong rawan.
__ADS_1
Dokter Delon masuk ke dapur Ia pun langsung berniat memasak sop untuk Andita. Asisten rumah tangga nya yang melihat dokter Delon masuk ke dapur langsung menghampiri dokter Delon."Ada apa Den Ada yang bisa saya bantu ucap asisten rumah tangga itu kepada dokter Delon.
"Tidak di saya hanya ingin memasak sop untuk istri saya.
"Biar Bibi saja Tuan!"
"Tidak Biarkan saya memasak sop untuk istri dan calon anak saya."
"Maksud Aden non Andita sedang mengandung?"
"Iya Bi!" bibi tahu tidak saya senang banget mendengar berita ini. Di umurku yang sekarang ternyata istriku memberikan kabar bahagia untukku." ucap Dokter Delon sembari memeluk asisten rumah tangganya yang sudah lama menemaninya.
"Ya Allah Selamat ya den sebentar lagi Aden akan menjadi orang tua. tidak menyangka padahal dulu Bibi masih ingat Aden sewaktu kecil." ucap asisten rumah tangga yang sudah lama menemani dokter Delon. Karena asisten rumah tangga itu sudah lama bekerja di kediaman orang tua dokter Delon semasa hidupnya. Sehingga dokter Delon kembali mempekerjakan asisten rumah tangga itu di kediamannya.
"Iya Bi!" doain saja ya istri dan anakku sehat-sehat sampai persalinan nanti.
"Iya Den itu pasti bibi selalu berdoa untuk kebahagiaan Aden dan juga Non Andita.
dokter Delon pun mengembangkan senyumnya sambil kembali mengaduk sop buatannya yang sudah mulai mendidih.
"Wah sopnya wangi sekali Den sepertinya non Andita akan selera memakannya."
"Mudah-mudahan ya Bi istri saya menyukai masakan saya."
"Iya Den itu pasti karena masakan Den Pasti enak."
"Ah Bibi bisa saja."
kan resepnya Delon tahu dari Bibi juga." ucap dokter Delon kepada asisten rumah tangga nya sambil mengembangkan senyumnya.
Ya sudah bi sepertinya sopnya sudah matang aku akan mengantarkannya langsung kepada istriku. Sepertinya istriku sudah lapar.
"Silakan den mudah-mudahan non Andita menyukai masakan Aden.
"Iya Bi mudah-mudahan ya istri saya menyukainya. ucap Dokter Delon sembari memasukkan sop masakannya ke dalam sebuah mangkuk dan juga nasi ke dalam piring untuk segera dibawa ke kamar agar Andita segera menyantap sop buatan dokter Delon
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏 jangan lupa mampir juga kekarya outhor Morata yang baru nih ceritanya seru loh
__ADS_1