Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)

Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)
KUNJUNGAN KELUARGA


__ADS_3

Sharma, Briptu Erick dan baby Prasetya sudah tiba di Jakarta. Sharma sangat menghawatirkan suaminya jika Erick tetap bertugas. Sehingga Sharma terus membujuk Erick agar segera mengundurkan diri dari kesatuannya. Briptu Erick yang sudah berjanji kepada Sharma akan melakukan apa saja, permintaan Sharma menjadi dilema


Di satu sisi sang komandan tidak mengijinkan dirinya mengundurkan diri, dan sosis lain dia tidak ingin ingkar janji kepada istri dan anaknya.


"Ya Allah apa yang harus hamba lakukan ?


"Berikan petunjuk Mu ya Allah." doa Erick dalam hati karna dirinya dalam keadaan yang sulit mengambil keputusan.


"Andita, dokter Delon dan juga Merli yang sudah mengetahui kalau Sharma dan Briptu Erick sudah kembali kejakarta, datang menghampiri Sharma Erick dan baby Prasetya karna mereka sudah sangat merindukan baby Prasetya.


Mobil Merli memasuki gerbang kediaman Erick dan Sharma, Sharma yang mendengar suara klakson mobil langsung melihat siapa yang datang Kerumah mereka.


"Loh kak Merli." gumam Sharma dalam hati. dibelakang mobil Sharma ada juga mobil dokter Delon dan juga pak Sugito.


Hari itu keluarga besar Erick dan Sharma berada di kediaman keluarga kecil Erick.


Sharma langsung keluar untuk menyambut kedatangan keluarga besar mereka. Sedangkan Erick yang masih ada di kamar menemani baby Prasetiya tidak mengetahui kalau keluarga besarnya telah datang kediamannya.


Erick asik bermain bersama putranya yang sudah mulai pintar berceloteh, membuat dirinya semakin gemas melihat putranya baby Prasetya. Ya Allah nak kamu gemasin bangat sih." ucap Erick sambil mengecup pipi tembem putranya yang menggemaskan menurutnya.


"Tiba tiba Pak Fernando mencari keberadaan menantu dan cucunya.


"Mana Erick dan cucuku kok tidak kelihatan?"


"Ada diatas pi!" sedang bermain bersama baby Prasetya. Sahut Sharma


"Sebentar ya Pi biar Sharma panggilin!"


"Biar papi saja nak!" ucap pak Fernando kepada Sharma sembari langsung melangkah menuju kamar yang ditempati baby Prasetya.


Sementara Merli dan Yudha Begitu juga dengan inamorata yang baru tiba, langsung mencari keberadaan baby Prasetya juga. Apalagi dengan inamorata, ia ingin sekali bermain dengan baby Prasetya.


"Ounty baby Prasetya mana?" tanya inamorata kepada Sharma.


" Baby Prasetya ada di atas sayang sama uncle Erick." sahut Sharma kepada innamorata


"Ounty Ina mau bermain sama dedek Prasetya. boleh tidak?


"Tentu boleh dong sayang!" merasa mendapat izin dari Sharma inamorata langsung naik ke atas menuju kamar baby Prasetya.

__ADS_1


"Hati-hati sayang! jerit Merli. Karena melihat inamorata berlari naik ke atas.


Sharma dan Merli tertawa melihat tingkah inamorata yang sangat ingin bermain dengan baby Prasetya.


"Makanya Kak buat adik lagi dong untuk inamorata!" sepertinya inamorata sangat menginginkan seorang adik." ucap Sharma kepada Merli yang bisa didengar oleh Yudha juga.


Mendengar apa yang dikatakan Sharma, mereka langsung tertawa cekikikan. Hal itu memicu pertanyaan di antara keluarga yang ada di sana. Apalagi tawa Sharma begitu menggema di sisi ruang tamu rumah milik Erick.


"Kalian lagi ketawain apa sih? kok seru banget." tanya pak Sugito dan ibu Rohana kepada Sharma dan juga Merli.


"Ini Pi!" kan Inamorata ingin sekali bermain dengan baby Prasetya dan kemarin sebelum Sharma pergi liburan ke puncak Bogor Inamorata sempat bilang sama Sharma dia ingin sekali memiliki adik, terus Sharma anjurin deh sama Kak Merli untuk dibuatkan Adik lagi buat Inamorata." ucap Sharma yang mampu membuat keluarga besar mereka tertawa.


Merli merasa sedikit malu ketika Sharma membeberkan keinginan putrinya. Sebenarnya Yudha juga menginginkan hal yang sama. Tetapi dirinya takut mengatakan kepada Merli ia masih merasa bersalah kepada Merli. Yudha tidak ingin tersinggung karena takut Merli akan menolaknya.


"Iya dong Yudha umur inamorata sudah hampir 5 tahun jadi Sudah bisa dong dibuat lagi adik untuknya." ujar pak sugito n sambil cengengesan.


Yudha hanya mengembangkan senyumnya dia tidak menjawab sama sekali tetapi ia melihat istrinya dengan seksama. Seolah-olah dirinya ingin meminta hal yang sama seperti Inamorata.


"Mas kenapa lihatin aku seperti itu?"ucap Merli membuat orang-orang di sana pun menjadi tertawa.


"Wajar dong Mas melihat istri mas sendiri kan tidak salah!" ucap Yudha untuk menghilangkan groginya.


"Sudah Mas tidak usah dipikirkan. ucap Merli kepada Yudha


"Kenapa tidak dipikirkan?" kan sudah wajar Inamorata memiliki adik." ujar pak sugito kepada Merli


Merli hanya diam dan tertunduk malu. sebenarnya ia tidak ingin membahas demikian tetapi karena keluarga dan Innamorata yang membahasnya, sehingga mereka tidak bisa berkata apa-apa.


Erick, pak Fernando, innamorata dan juga baby Prasetya sudah turun ke bawah menghampiri keluarga besar. Canda dan tawa di keluarga itu terlihat jelas hari itu.


Banyak diantara mereka yang menginginkan. Inamorata memiliki adik lagi.


"Coba deh kalian pikirkan lagi, kan tidak salah ujar Sharma kepada Merli


"Sekarang kok jadi bahas anak sih? gerutin Merli


"Ini kan hanya pendapat kita nak." ucap Ibu Rohana.


"Iya loh kak!" ini kan hanya pendapat kita saja yang menjalani kan kakak dan Mas Yudha sendiri.

__ADS_1


Untuk mengalihkan pembicaraan, Yudha langsung menghampiri Baby Prasetya Ia pun berniat bermain dengan baby Prasetya dan juga Innamorata. Tetapi ketika dirinya bermain dengan baby Prasetya dan inamorata justru keluarga semakin menekankan agar Yudha dan Merli mengikuti program kehamilan lagi.


"Aduh bukannya mengalihkan pembicaraan justru semakin mendalam." gumam yudha dalam hati.


Yudha pun akhirnya angkat bicara. Ia tidak ingin terus membahas itu dan itu lagi. Sehingga dia pun langsung menjawab apa yang dikatakan keluarga di sana.


"Ini juga kami lagi usaha, dan kami lagi program hamil." ucap Yudha berbohong membuat Merli langsung melototkan matanya kearah Yudha. pertanda dirinya tidak menyukai kalau Yudha harus berbohong kepada keluarga besar.


Kemudian Merli langsung menghampiri Yudha


"Mas Kenapa harus berbohong sih nanti kalau tidak gimana?"


"Memang mas menginginkannya sayang!"


"Mas serius?"


"Iya memang dari dulu Mas menginginkannya."bisik Yudha tepat ditelinga Merli.


"Kalian kok bisik-bisik sih?"


"Tidak Om Tidak apa-apa kok!" ucapan Merli sedikit gugup.


Kedatangan Bibi sang asisten rumah tangga Sarma dan Briptu Erik menghentikan pembicaraan mereka mengenai adik buat inamorata.


"Maaf nyonya.... tuan ....."makanannya sudah siap ucap asisten rumah tangga yang bekerja di kediaman Briptu Erik.


Semua anggota keluarga pun langsung menuju ruang makan. Menu makanan sederhana yang dimasak oleh asisten rumah tangga Sharma membuat selera makan keluarga besar semakin meningkat.


"Wah Sepertinya enak nih ada tumis kangkung dan ayam penyet."ucap Andita yang kebetulan menyukai sayur tumis kangkung.


Keluarga menyicipi hidangan yang sudah ada di atas meja. Ada canda dan tawa di sana tetapi ketika Erick berkata kepada Merli dan keluarga besar bahwa dirinya akan mengundurkan diri dari kesatuannya, membuat keluarga besar terkejut.


"Kenapa harus mengundurkan diri nak Erick? tanya Pak Sugito dan Fernando kompak.


Briptu Erick tidak menjawab. Ia hanya melihat ke arah istrinya Sharma.


Bersambung.......


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2