Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)

Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)
BRIPTU ERICK DIRUJUK


__ADS_3

Keesokan paginya Merli terbangun dari tidurnya semua badannya terasa pegal. Ia pun bergeliat, Aduh badan aku terasa remuk." gumam Merli dalam hati sembari menggerak-gerakkan tubuhnya diatas tempat tidur. Kemudian Merli pun duduk dan menatap suaminya dengan senyuman.


Merli beranjak masuk ke kamar mandi berniat untuk membersihkan diri. 15 menit kemudian Merli menyelesaikan ritual mandinya. Ia pun langsung keluar dengan menggunakan kimono yang ia bawa sebelumnya. Merli langsung memakai pakaiannya sebelum suaminya terbangun. Karena jika Dirinya belum memakai pakaian suaminya terbangun maka tidak menutup kemungkinan kalau suaminya akan menggempur nya kembali.


Sehingga Merli cepat-cepat menggunakan pakaian nya. Merli sengaja tidak membangunkan suaminya agar suaminya istirahat terlebih dahulu mengingat aktivitas mereka malam hari itu cukup melelahkan.


"Ah Biarkan saja dulu Mas Yudha istirahat, lebih baik aku duluan dulu deh ke bawah mau lihat putriku." gumam Merli dalam hati


kemudian Merli keluar dari kamar. Ia pun menatap pintu kamar Putri nya sudah terbuka lebar. Pertanda Putrinya sudah keluar dari kamar.


Merli sudah melihat inamorata bersiap berangkat ke sekolah.


"lo mom......Kenapa sendiri Papi mana?" inamorata mau sekolah loh."


"Putri Mami yang cantik hari ini diantar sopir dulu ya sama baby sister ya!"


"Memangnya Papi di mana mom?


"Papinya kurang enak badan Sayang, jadi hari ini tidak apa-apa kan sopir yang ngantar sama baby sister dulu?


"Kok nggak sama mami saja?"


"Mami juga kurang enak badan Sayang?


"Mami sakit ya? ucap inamorata sembari memegang dahi Merli.


Tetapi ketika inamorata memegang dahi Merli inamorata melihat bekas kecupan dari Yudha di leher jenjang Merli. Inamorata yang ingin mengetahui segalanya pun bertanya kepada Merli


"Mami.... Mami.....Mami leher mami kok merah-merah semua?


Marli pun langsung teringat dengan apa yang dilakukan suaminya terhadapnya.


"Masa sih sayang?

__ADS_1


"Iya Mom lihat deh!" ucap inamorata kepada Merli.


"Oh mungkin digigit semut sayang!"


"Digigit semut kok besar besar sih mom? Lagian banyak lagi Bangat loh mom, sakit ya mom?


"Tidak apa apa sayang tidak sakit, mungkin karena Mami Garut aja makanya sampai merah seperti itu!"


"Jadi tidak apa-apa kan sayang kalau kamu pergi sama sopir dan juga Baby sister dulu hari ini? soalnya Mami sama papi sepertinya kurang sehat."


"Jadi hari ini papi tidak ke kantor ya mom?"


"Sepertinya tidak sayang kasihan papi !"


"Ya sudah deh tidak apa-apa inamorata berangkat ke sekolah sama sopir dan baby sister, iya kan mbak!"ucap Inamorta kepada salah satu Baby sister yang bertugas menjaga dirinya selama ini.


"Tidak apa-apa neng!" Mbak akan menemani Neng sampai Neng pulang dari sekolah." ucap Baby sister.


"Ya sudah kalau begitu mom!" inamorata berangkat dulu ya takut terlambat nanti."


Merli sangat bahagia Karna putrinya inamorata mengerti dengan kondisi orangtua. dia tidak memaksa harus diantar langsung oleh Yudha ke sekolah walau sedikit berbohong.


sepeninggalan innamorata, Merli melihat pantulan dirinya di sebuah kaca yang ada di dapur. Alangkah terkejutnya dirinya melihat jenjang lehernya yang dipenuhi dengan hasil karya dari suaminya.


"Ya ampun pantasan putriku inamorata ngomong seperti itu. Ternyata Mas Yudha sudah membuat leherku merah semua akibat kecupannya yang bertubi tubi dileher ku, aku jadi malu nih keluar rumah." gumam Merli dalam hati.


Sementara di tempat lain Sharma meminta kepada pihak rumah sakit agar suaminya dirujuk ke rumah sakit yang ada di Jakarta. pak Sugito dan juga Bu Rohana pun setuju apa yang dikatakan oleh Sharma. Mereka ingin Putra mereka mendapatkan perawatan yang terbaik di Kota Jakarta. Mengingat fasilitas yang ada di rumah sakit di puncak Bogor kurang memadai.


Hari itu juga dokterpun berniat merujuk Briptu Erick ke rumah sakit yang ada di Jakarta. Yang kebetulan rumah sakit itu tempat dokter Delon mengabdikan diri sebagai seorang dokter.


Setelah mendapat persetujuan dari pihak rumah sakit dan dokter yang menangani Briptu Erick, selama berada di rumah sakit puncak Bogor, Briptu Erick pun dirujuk langsung ke rumah sakit Jakarta.


Dengan menggunakan mobil ambulans Sharma dan Briptu Erick berangkat terlebih dahulu di susul oleh pak sugito, Bu Rohana dan juga baby Prasetya dengan menggunakan mobil sport milik pak Sugito. Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 3 jam Briptu Erick pun tiba di rumah sakit tempat dokter Delon mengabdikan diri sebagai seorang dokter.

__ADS_1


Dokter Delon yang sebelumnya sudah mendapat informasi dari Sharma kalau Briptu Erick akan dirujuk ke sana, sudah bersiap menunggu kedatangan Briptu Erick dan beberapa perawat dan juga Dokter sudah ditugaskan untuk menyambut kedatangan Erick agar mereka segera dapat menangani Briptu Erick.


Briptu Erick pun ditempatkan di ruang rawat inap VVIP.


"Sayang Putra kita di mana?


"Kamu tenang aja Mas Putra kita ada sama Mami kok, Yang penting kamu pikirkan kesehatan mas. Agar mas segera sembuh." ucap Sharma kepada Erik sembari berjalan mengikuti dokter dan suster mendorong tubuh Erick yang ada di atas tempat tidur yang disediakan oleh pihak rumah sakit.


"Tapi mas tidak ingin jauh-jauh dari Putra kita sayang."


"Iya Mas tenang saja nanti mami akan datang kemari kok bawa Putra kita."


Kondisi Briptu Erick pun langsung diperiksa oleh dokter Delon.


"Bagaimana kondisi mas Erick Dokter?


"Semuanya sudah stabil kok Kak, Kakak Tenang saja." ucap dokter Delon kepada Sharma sambil mengembangkan senyumnya.


"Oh ya Andita Sudah tahu belum Kalau Mas Erick sudah dirujuk ke rumah sakit ini?


"Sudah kak Andita sudah tahu kok, tapi sepertinya dia hari ini tidak bisa datang ke rumah sakit karena kondisinya masih sangat lemah.


"Oh ya sudah tidak apa-apa yang penting Andita baik-baik saja. jangan terlalu dipaksakan lagian kondisi mas Erick sudah stabil kan dok?


"Iya kak!


"Oh ya tolong jaga Andita, jangan sampai dia kenapa Napa." ucap Sharma


'Iya Kak!" Kakak Tenang saja aku pasti akan menjaga Andita." ucap dokter Delon sembari berpamitan kepada sharma untuk menjalankan tugasnya kembali sebagai seorang dokter di rumah sakit itu.


Sementara di tempat lain Andita ingin sekali bertemu dengan Briptu Erick sang kakak satu satunya.Ia pun menghubungi suaminya dokter Delon agar dirinya diperbolehkan datang Kerumah sakit. Tetapi dokter Delon tidak mengijinkan Andita karna kondisi Andita tidak memungkinkan. Apalagi Andita saja, memang benar benar dirawat oleh dokter Delon. Ia tidak ingin terjadi sesuatu kepada Andita dan juga janinnya, sehingga dokter Delon membantu asupan gizi kepada Andita. Agar Andita tidak lemah seperti sebelumnya.


Bersambung......

__ADS_1


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏


__ADS_2