Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)

Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)
Akibat nonton Drakor


__ADS_3

Merli berusaha mencari jati diri Sharma, Merli merasa tidak asing kepada Sharma.


"Siapa kamu?" kenapa bayangan kamu selalu terngiang ngapain di kepalaku?" gumam Sharma dalam hati. Sambil memperhatikan putri kecilnya yang sedang asik bermain bersama baby sister.


Tiba tiba Yudha datang menghampiri Merli.


"Kok ngelamun?


"Eh mas sudah datang!" sahut Merli sambil mengebangkan senyumnya.


"Kamu lagi lamunin apa sih?


"Tidak ada, hanya tiba tiba saja aku kepikiran Veronica." ucap Merli membuat Yudha terkejut mendengar apa yang dikatakan istrinya.


Yudha bingung mengapa tiba tiba teringat kepada Veronica.


"Memangnya kenapa?"


" Apa kamu tau apa yang dilakukan Veronica di Hongkong?"


"Dia liburan disana!"


"Oh ya!" sahut Merli agak ketus membuat Yudha sedikit kesal


"Kamu kenapa sih?"


"Tau ah pikir saja sendiri, jangan Sampai menyesal nanti!" ucap Merlin sambil langsung meninggalkan suaminya menuju dapur berniat untuk mengambil air minum untuk putrinya.


"Merli kamu mau kemana, aku belum selesai bicara!" teriak Yudha karna merasa kesal melihat istrinya meninggalkan Ida saat masih berbicara.


"Tidak ada yang perlu dibicarakan!" kamu sudah buta melihat orang karna cintamu sama wanita itu, jadi lebih baik kita selesaikan pernikahan ini. Toh dari dulu kamu selalu mencari wanita wanita lain diluar sana." ucap Merli membuat Yudha semakin kesal


"Aku tidak akan pernah mau bercerai dengan kamu, karna aku sangat mencintaimu."


"Apa? cinta?" kalau kamu cinta samaku dan putriku kamu tidak mungkin menghianati Ku. dengan menikah dengan veronica tanpa sepengetahuan Aku. Entah sudah berapa istri mu diluar sana" kata Merli dengan nada yang tidak kalah tinggi dari suara Yudha.


"Jaga ucapanmu!"


"Aku sudah cukup sabar selama ini menghadap kamu Yudha Santoso." silahkan aja kamu pergi kepada wanita yang berhati busuk itu, yang cinta hanya uang kamu. Bahkan dia.masij mengharapkan cinta dari mantan kekasihnya yang sudah menikah. Dan mampu ingin membunuh istri dari mantan kekasihnya itu. Kata Merli yang sudah sangat emosi.


"Jangan pernah kamu menuduh orang tanpa bukti!"


"Kita lihat saja nanti!" jawab Merli dengan ketus.


"Ingat suatu saat kamu akan menyesal!" ucap Merli sambil langsung pergi meninggalkan Yudha begitu saja sambil langsung menggendong putrinya masuk kedalam kamar.


Tekat Merli sudah bulat ingin menggugat cerai Yudha, Ia sudah tidak sanggup lagi dengan sikap Yudha yang datang dan pergi sesuka hatinya. Bahkan tidak segan segan Yudha bercumbu mesra dengan wanita lain dikantornya dan disaksikan oleh mata kepala Merli sendiri.

__ADS_1


"Aku tidak akan menceraikan mu, aku tidak pernah mendapat wanita sebaik kamu lagi di dunia ini." gumam Yudha sambil berniat menghampiri istrinya. Tetapi ketika Yudha masuk kedalam kamar, Yudha tidak melihat sosok istrinya disana.


"Dimana dia?" tanya Yudha dalam hati.


Dia beralih ke balkon berharap ia menemukan istrinya disana, padahal Merli sengaja tidak pergi kekamar, melainkan kekamar putrinya.


Merli menidurkan putrinya dengan membacakan dongeng, hingga putrinya tertidur.


Ketika Inamoratha tertidur, Merli membelai rambut inamoratha.


"Sayang!" mungkin tidak lama lagi kita harus meninggalkan rumah ini!" mudah mudahan suatu saat kamu akan mengerti situasi mami." ucap Merli sambil meneteskan air matanya. Selama ini, Merli sudah menahan diri tetap bertahan hanya karna putri Samata wayangnya.


Tanpa Merli sadari, Yudha sudah mendengar gumaman Merli.


Yudha langsung masuk kekamar putrinya. dan langsung memeluk Merli


"Aku mohon jangan pernah ada terlintas dipikiran mu untuk bercerai dariku." ucap Yudha sambil memeluk dan mengecup kening Merli.


"Maaf mas!" sepertinya tidak ada lagi yang harus aku pertahankan dirumah ini."


"Kenapa tidak sayang!"


"Aku tidak menemukan cinta dan kasih sayang dirumah ini, yang aku butuhkan bukan hanya uang dan uang, tapi aku juga butuh perhatian dan kasih sayang. Dan itu tidak aku dapatkan dirumah ini." ucap Merli berterus terang apa yang didalam isi hatinya yang selama ini sudah ia pendam.


"Tapi aku mencintaimu sayang!"


Yudha mengikuti Merli.


"Sayang ayolah kita bicarakan masalah ini dengan baik baik!" ucap Yudha.


Tiba tiba ponsel milik Merli berdering ia melihat panggilan dari salah satu anak buahnya.


"Ya ada apa?"


"Maaf nyonya sepertinya dugaan nyonya memang benar, Veronica berniat untuk menghancurkan kehidupan Briptu Erick dan juga nyonya dan untuk mendapatkan pembiayaan anak buah Veronica, Veronica sanggup menjual tubuhnya ke pria pria hidung belang yang ada di Hongkong." ucap salah satu anak buah Merli.


"Baik terus pantau perkembangannya, dan tolong kamu kirimkan sama saya bukti buktinya." ucap Merli kepada salah satu anak buahnya.


"Baik nyonya."


kemudian Merli langsung menutup telepon selulernya.


"Bukti bukti apa maksudmu?" ucap Yudha tiba tiba. Yang mempu membuat Merli terkejut.


"Itu bukan urusan kamu!"


"Toh kamu tidak akan mau tau!" ucap Merli dengan ketus

__ADS_1


"Tentu itu menjadi urusan aku, kamu itu istri ku."


"Istri!" ngak salah tuh?" memangnya sejak kapan kamu menganggap aku sebagai istrimu?"


"Kamu kok ngomong seperti itu."


"Ya!" memang kenyataan kan, kalau aku tidak ada artinya Dimata kamu!" ucap Merli sambil meneteskan air matanya.


Anak buah Merli terus memantau gerak gerik yang dilakukan Veronica, ia tidak ingin kalah dari Veronica perempuan yang tidak tahu malu dan trimakasih."


****


Semetara Briptu Erick yang sudah mulai bertugas, ia tidak ingin meninggalkan istrinya sendiri dirumah, Ia meminta Andita untuk menemani Sharma dirumah. Karna kondisi Sharma belum pulih total sehingga Sharma belum bisa masuk kampus, dan Briptu Erick tidak mengijinkannya, sebelum kasus penculikan Sharma di usut tuntas!"


Kring


kring


kring


Ponsel Briptu Erick berdering, Ia melihat dilayar ponselnya yang menghubungi Briptu Erick nomor ponsel istrinya, Briptu Erick langsung mengebangkan senyumnya. Dan langsung menekan tombol hijau yang ada dilayar ponselnya.


"Iya sayang?" sapa Briptu Erick.


"Mas masih lama belum pulangnya?"


"Memangnya kenapa sayang?"


"Mas aku merindukanmu." ucap Sahrma,


"Alihkan panggilan video ya sayang!" ucap Briptu Erick sambil langsung mengalihkan panggilan telepon selulernya menjadi panggilan video.


"Sayang!" tungguin mas dirumah ya!" jangan kemana mana." ucap Briptu Erick dalam sambungan telepon video nya.


"Tapi mas jangan lama lama pulangnya!" ucap Sharma memelas kepada suaminya agar segera pulang menghampirinya.


"Iya sayang, habis ini!" mas langsung pulang deh." ucap Briptu Erick sambil mengebangkan senyumya dalam sambungan telepon video nya.


Setelah berbicara dan melihat wajah suaminya dalam sambungan telepon video, Sharma mengakhiri telepon videonya, kemudian kembali menyusul Andita yang lagi asik menonton Drakor kesayangannya.


Sharma membuatkan kopi sembari membawa makanan ringan untuk mereka makan sambil menonton diruang tengah. Merekapun larut dalam suasana film Romantis Korea sehingga Sharma ingin suaminya cepat cepat pulang bertugasnya.


Bersambung......


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏


mampir yuk kekarya author yang lain juga

__ADS_1



__ADS_2