Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)

Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)
KEINGINAN INAMORATA


__ADS_3

Sharma meninggalkan Zahra dan Morina bersama Bagas di taman kampus. Dan berlalu masuk ke dalam kantor bagian administrasi untuk menyelesaikan segala administrasi yang diperlukan agar Sharma dapat mengikuti kembali perkuliahan universitas Brawijaya.


Setelah selesai menyelesaikan segala administrasi. Sharma kembali menghampiri kedua sahabatnya Morina dan Zahra. Kedua sahabatnya itu juga sama seperti Sharma sama-sama sudah menikah. Tetapi walaupun menikah persahabatan mereka tetap dekat. apalagi suami Morina, Zahra dan Sharma juga bersahabat baik.


"Alhamdulillah ternyata semuanya sudah kelar, besok aku sudah bisa memulai perkuliahan ku kembali." gumam Sharma sembari berjalan menemui kedua sahabatnya yang sudah menunggunya di taman kampus.


"Bagaimana sar apa urusan kamu sudah selesai?


"Alhamdulillah sudah!" besok aku sudah bisa mengikuti mata kuliah kembali seperti semula." ucap Sharma kepada kedua sahabatnya membuat kedua sahabatnya langsung bersorak kegirangan.


"Syukur deh kamu bisa kembali kuliah lagi bersama kita di kampus ini. Jujur aku juga dulu seperti itu, Aku merasa bosan di rumah tidak ada perkuliahan sehingga aku meminta kepada Mas Charles untuk melanjutkan kuliahku kembali. Walaupun kami sudah memiliki anak baby Riyanti ucap Zahra kepada Sharma dan juga Morina.


"Sama aku juga seperti itu walaupun aku sudah memiliki baby Carlos dan juga Kayla tetapi aku diizinkan oleh Mas Antonio untuk melanjutkan kuliahku kembali. Agar aku kelak dapat membantu Mas Antonio untuk mengelola perusahaan papi dan juga milik Mas Antonio." ucap Morina kepada Zahra dan Sharma.


"Tapi ngomong-ngomong Sar Bagaimana perkembangan perkebunan kak Erick di puncak Bogor? kemarin Kalian kan baru dari sana?" tanya Zahra dan juga Morina kompak.


"Alhamdulillah perkebunan dan peternakan mas Erick masih berjalan dengan lancar tanpa ada sesuatu kendala.


"Syukur deh kalau begitu, tapi mengapa Briptu Erick tetap bertugas di dinas kepolisian?" daripada mengelola perkebunan nya? bukankah lebih menguntungkan jika Briptu Erick mengelola perkebunan dan peternakan nya sendiri dibandingkan dengan menjadi seorang perwira Polisi?"tanya Zahra kepada Sharma.


"Menjadi seorang perwira Polisi itu memang sudah cita-cita dari suamiku. Bukan karena pendapatannya yang suamiku lihat. Tetapi suami Ku ingin mengabdikan dirinya kepada bangsa dan negara ini." ucap sharma sambil mengembangkan senyumnya kepada kedua sahabatnya.


Tapi ngomong-ngomong dulu kamu kan sangat benci sama yang namanya polisi, ucap Zahra kepada Sharma yang mampu membuat Morina dan Sharma tertawa ngakak.


"Kamu ini Zahra!" benci dan Cinta itu kan beda tipis, awalnya benci lama-lama jadi cinta bahkan bucin ucap Morina sembari melirik sahabatnya Sharma.


Tetapi Sharma tidak ambil pusing dengan ejekan dari kedua sahabatnya. Yang dulunya dirinya sangat membenci Briptu Erick tetapi sekarang justru sangat mencintainya.


"Namanya juga cinta kita mana bisa menebak!"


"Iya ya ya memang seperti itulah adanya kehidupan tidak bisa kita tebak masa yang akan datang, Jadi kita tidak boleh duluan kan Tuhan kan?" ucap Zahra.


"Ngomong-ngomong kalian berdua tidak ada kelas nih hari ini?

__ADS_1


"Ada sih cuman agak siangan soalnya dosen ada halangan katanya."


" lebih baik kita ke kantin yuk sudah lama juga kita tidak makan bareng!"Ajak Morina kepada kedua sahabatnya.


"Iya gue juga sudah lama nggak ngumpul bareng kalian." ucap Sharma


"Ya iyalah secara kamu sibuk dengan Baby Prasetya dan Briptu Erick,Mana mungkin bisa ingat lagi bermain nongkrong seperti dulu lagi."ucap Zahra


Ketiga sahabat itu pun kemudian pergi ke kantin. Canda dan tawa merekapun menarik perhatian orang-orang penghuni kantin. Morina sudah memesan makanan kesukaan mereka,


"Kalian mau pesan seperti biasa?


"Ya iyalah secara makanan favorit itu!"


Morena pun langsung memesan agar pengelola kantin segera membuat pesanan mereka.


Sementara di tempat lain, Merli tampak kewalahan menjawab pertanyaan pertanyaan dari inamorata yang selalu menginginkan adik bayi untuk inamorata. Apalagi semenjak Yudha menjanjikan kepada inamorata untuk segera memberikan adik untuknya membuat Merli semakin kewalahan dengan pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh putrinya.


"Mami Mami.... dedek bayi sudah ada di perut Mami kan? tanya inamorata kepada Merli.


"Mami kok dedek bayi tidak keluar-keluar sih dari perutnya mami?"


"Belum Sayang ada saatnya?"


"Sampai berapa lama mami Dede bayi berada di perut Mami?


"Insya Allah sembilan bulan sayang!


" Sembilan bulan itu lama ya mom?


"lama sayang!" Ina Sabar ya menunggu dedek bayi!


"Tapi Ina pengennya sekarang, Ina mau bermain sama dedek bayi." ucap inamorata.

__ADS_1


Pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan oleh inamorata membuat Merli sangat kewalahan Ia pun langsung menghampiri suaminya Yudha.


”Akibat ulah Mas Putri kita terus bertanya-tanya kepada Merli, kalau sudah begini apa yang harus aku jawab kepada putri kita Mas?" gerutu Merli sambil menatap suaminya denha tatapan tajam.


"Iya tinggal jawab aja nanti malam Mami sama papi buat dedek bayi untuk Inamorata." ucap Yudha sambil mengembangkan senyumnya.


"Mas Merli serius tidak main-main coba deh kalau mas tidak menjanjikan kepada putri kita pasti dia tidak akan bolak-balik bertanya kepada ku mas."


"Habis mau gimana lagi?" sudah terlanjur juga Mas menjawabnya seperti itu. Jadi sekarang kita hanya usaha saja sayang. Mudah-mudahan dedek bayi inamorata tumbuh di sini sayang!" ucap Yudha sembari mengelus perut Merli


Sementara Andita bersama dokter Delon berada di sebuah pusat perbelanjaan.


"Mas Hari ini tidak ke rumah sakit?"


"Tidak sayang Mas Hari ini mengambil cuti khusus untuk menemani istri mas tercinta." ucap dokter Delon kepada Andita Sambil langsung menggandeng tangan Andita keluar dari pusat perbelanjaan karena mereka sudah selesai membelanjakan apa yang mereka perlukan.


"Sayang Apa belanjaan kita sudah cukup menurutmu?" Tanya Dokter Delon kepada Andita.


"Sudah Mas kan sudah banyak juga barang belanjaannya." ucap Andita kepada dokter Delon sembari berjalan menuju parkiran mobil.


Entah mengapa tiba-tiba kepala Andita sangat pusing perlahan matanya berkunang-kunang pandangannya mulai buram dan dan Andita pun terjatuh membuat dokter Delon panik.


"Sayang kamu kenapa bangun dong?" ucap dokter Delon kepada Andita sembari langsung menggendong tubuh Andita masuk ke dalam mobil. Di mobil Dokter Delon langsung memeriksa kondisi Andita. Tetapi sepertinya Andita merasa kelelahan dan dokter Delon langsung membawa istrinya pulang ke rumah agar segera dapat istirahat.


Setelah melakukan perjalanan sekitar 15 menit kemudian, dokter Delon dan Andita pun tiba di rumah. dokter Delon langsung menggendong tubuh istrinya Andita masuk ke kamar untuk istirahat. Kemudian dokter Delon mengambil alat medis nya untuk memeriksa kondisi Andita lebih detil.


"Ya Allah Sayang Kamu sepertinya kelelahan Kenapa kamu tidak bilang tadi kalau kamu sudah lelah sayang?" ucap dokter Delon tetapi di dalam pemeriksaannya sepertinya ada yang Lain ditemukan oleh dokter Delon. Dokter Delon langsung menghubungi dokter Risma salah satu dokter kandungan. yang kebetulan rekan dokter Delon sendiri. Agar segera datang ke rumahnya untuk memeriksa kondisi Andita.


Bersambung....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


mampir juga kekarya outhor yang baru ceritanya seru deh

__ADS_1



__ADS_2