
Briptu Erick setiap pagi ketika Sharma ingin berangkat kuliah ke universitas Gunadarma selalu menghantarkan terlebih dahulu sebelum dirinya pergi tugas ke kantor. Zahra yang melihat kedekatan Briptu Erik dengan Sharma pun mengembangkan senyumnya. Ia sudah tidak yakin akan apa yang dikatakan Sharma, kepada Zahra bahwa Sharma tidak ada hubungan apa-apa dengan Briptu Erick.
"Cie cie cie sudah makin kompak aja nih, nempel terus kaya meterai!" seru Zahra menghampiri Sharma yang baru turun dari mobil milik Briptu Erick.
"Sudah nggak naik motor lagi?"
"Masih!" kebetulan saja diantar
"Masa sih!" ucap Zahra berniat untuk menjahili sahabatnya Sharma.
Sementara Morina yang baru selesai mengurus mengurus masa cutinya yang sudah selesai, dan ingin melanjutkan kuliahnya lagi menghampiri Zahra dan Sharma.
"Kalian di sini ternyata?"
"Iya emang." Tumben kamu nggak sama Om Duren?"
"Kalian lagi berantem ya?" tanya Zahra kepo.
Morina hanya mengedikkan bahunya pertanda dirinya tidak mau menjawab pertanyaan dari sahabatnya karena memang kesal kepada suaminya Antonio.
"Kalian ada kelas tidak?" Kalau tidak ada kelas kita ke cafe yuk sudah lama juga kita nggak nongkrong." Ujar Morina kepada kedua sahabatnya Karena ia merasa sudah lama juga tidak nongkrong bersama Sharma dan juga Zahra setelah pernikahannya dengan Antonio dan Morina waktu Morina sudah semakin tersita.
"Boleh juga!" tapi kamu yang traktir kan?"ucap Zahra meminta kepada Morina agar Morina yang traktir mereka
"Sudah itu masalah gampang!" nanti kalau tidak ada duit paling kita cuci piring." ucap Morina mencandai sahabatnya
"Yang benar aja dong Mori?"protes Sharma
"Sudah ayo Nyonya Briptu Erickson!"ejek Morina.
"Solok tahu kamu Morin!"
"Kapan pestanya?"
"Pesta apa?'
"Pernikahan kamu sama Briptu Erick!"
"Dari mana kamu tahu
"Tidak perlu lama kali!' buat Morina mencari informasi tentang hubungan kamu sama Briptu Erick sahabat suamiku tercinta." ucap Morina sambil mengedip kedipkan matanya kepada Sharma.
"Awas tuh ya, Om duren kamu gue toyor dia!"
"Enak aja kamu!" dia suamiku tuh
"Kamu enggak lihat duda duda tapi keren kan suamiku
"Keren sih keren?"
"Nah itu kamu tahu!"
"Charles juga keren kok
" Humm!"
"lebih berwibawa lagi Briptu Erick." puji Sharma.
__ADS_1
"Tumben kamu muji Briptu Erick Biasanya juga kamu ngata-ngatain dia!'
"Sudah beneran jatuh cinta ya sama Om panglatu?"
"Sok tahu kamu!"
"Tahulah!" lihat dari wajahmu yang senyum senyum itu, dulu aja dibilang polisi banyak munafik lah, nanti gue ditinggal-tinggal lah, aku nggak suka sama profesi Polisi lah, sekarang cintanya nggak ketulungan."Protes Zahra dan Morina .
"Suka-suka gue dong kan, gue dijodohin sama nyokap sama bokap gue." yang ternyata itu tuh orang tua Briptu Erick sama orang tua gue itu sahabatan lama, makanya kalau sama bokap gua, langsung jodohin kita."
"Dijodohin sih dijodohin, Tapi kalau nggak cinta tetap juga nggak mau." Kamu bilang aja terus terang Kalau kamu udah klepek-klepek sama Briptu Erick.pekik Zahra
"Tau ah males berdebat sama kalian, yuk kita makan. ucap Sharma untuk menghindari ejekan sahabat-sahabatnya.
"Sudah kalah aja kamu kayak gitu." gerutu Zahra
"Urus tuh Kak Charles yang kaku itu
"Enak aja kamu bilang Charles kaku
"Emang kaku kan?"
"Siapa bilang?"
"Aku?"
"Kan Bukan kamu yang merasakan?"
"Kan aku yang lihat!"
Sementara di tempat lain Antonio memantau perkembangan cafe miliknya yang ada di Bekasi. Iya melihat perkembangan cafe miliknya berkembang pesat.
"syukurlah berjalan dengan lancar." gumam Antonio dalam hati. Antonio berniat kembali ke rumah untuk menemui istrinya yang sudah ngambek sebelumnya.
Tetapi ketika dia tiba di rumah ia tidak menemui sosok istrinya di sana. Yang ia temui hanya Ibu Dewi dan Kayla sedang bermain di taman belakang.
"Ma Morina ada di mana?"
"loh bukannya pergi ja sama kamu tadi?"
"Tidak lo mah Antonio kira Morina main sama Mama dan Kayla di taman belakang."
"Tidak semenjak tadi pagi mama tidak melihat sosok Morina di sini
"Apa kalian berantem?"
"Tidak mah
"Terus Morina ke mana?"
"Makanya Antonio tanya Mama ke mana Mori na?"
Setelah menunggu sekitar 30 menit kemudian, Morina tak kunjung pulang ke rumah membuat Antonio semakin gelisah. Ia teringat dengan pembicaraan mereka malam itu. Yang membuat Morina sedikit kecewa kepada Antonio kalau dirinya Masih memikirkan teman masa lalunya yang berada di balik jeruji besi.
"Gawat ini, pasti istriku lagi ngambek." gumam Antonio dalam hati sambil langsung meraih ponselnya yang ada di saku celananya.
Iya berniat menghubungi Morina dengan menggunakan sambungan telepon selulernya tetapi sambungan telepon selulernya tidak mendapat jawaban.
__ADS_1
Hingga Antonio memutuskan untuk menghubungi Zahra sahabat dari istrinya.
"Hello Ra ...Morina ada sama kamu tidak?" tanya Antonio tetapi Zahra yang tidak bisa berbohong kalau Morina bersama dia langsung memberitahu kepada Antonio kalau Morina ada bersamanya di cafe dekat kampus.
Sementara di cafe Morina Zahra dan Sarma sedang bercanda gurau tiba-tiba Leonardo datang menghampiri Morina.
"Hai Mori ....apa kabar Sudah lama tidak kelihatan di kampus?"
"Aku baik!" jawab Morina singkat
"Boleh gabung tidak?"
"Silakan saja?"
Zahra dan Sharma yang sudah mengetahui kalau selama ini Leonardo menaruh hati terhadap Morina. Tetapi sebenarnya Leonardo tidak mengetahui kalau Morina sudah menikah dengan Antonio. Sehingga Leonardo masih menaruh harapan terhadap Morina Bahkan ia berniat untuk mengajak Morina dinner malam minggu nanti.
Sematara Antonio yang sudah bertanya kepada pihak kampus dan Sampai berdebat dengan salah satu dosen di kampus tempat Morina kuliah, tiba di cafe setelah mendapat informasi dari pihak kampus.
Tiba-tiba Antonio datang menghampiri Morina dan teman-temannya.
"Hai Sayang kok nggak ngomong mau ke kampus kan bisa mau Mas antarin.!
kata Antonio sambil langsung mengecup kening Morina membuat Leonardo langsung membelalakkan matanya kearah Antonio lelaki dewasa yang ada di hadapannya.
"Mas ngapain kemari?"
"Mas mau jemput istri Mas dong Sayang?
"Istri?"tanya Leonardo heran melihat sosok laki-laki dewasa yang ada dihadapannya yang mengatakan Morina istrinya.
"Serius kamu Mori kamu sudah menikah?"Morina tidak menjawab pertanyaan dari Leonardo, justru Morina langsung menarik tangan Antonio dan berlalu dari tempat duduknya meninggalkan kedua sahabatnya.
Leonardo yang melihat tingkah dari Morina bersama suaminya, bertanya kepada Zahra dan juga Sharma.
"Tolong kalian jelaskan kepadaku?"pinta Leonardo kepada Zahra dan juga Sharma.
"Apa yang harus kamu jelaskan kepada kamu Leonardo?"
"Kenapa kalian tidak memberitahu kepadaku kalau Morina sudah menikah?"
"Apa kamu pernah bertanya?"
"Tidak!"
"Terus salah kami dimana?"
"Salah kalian tidak langsung memberitahu kepada aku kalau Morina sudah menikah dengan laki-laki tua bangka itu.
"Jaga mulut kamu ngatain dia tua bangka. dia Mas Antonio." ucap Zahra dengan tegas karena dirinya tidak ingin Leonardo mengejek Antonio dengan sebutan laki-laki tua bangka.
bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
yuk mampir kekarya kocak Morata, dijamin ngakak loh, romantis juga
__ADS_1