
Ketika Dokter Delon dan Andita sudah tiba dirumah, Andita berniat langsung membersihkan diri.
" Mas belanjaannya taruh disitu dulu nanti siap mandi Andita susun." kata Andita sambil menunjukkan kearah meja yang ada didapur. Andita berlalu dan masuk ke kamar mandi, Berniat untuk membersihkan diri.
Sementara Dokter Delon tidak tega membiarkan Andita membereskan barang belanjaan mereka, Dokter Delon langsung menyusun dan merapikannya. Agar ketika Andita sudah selesai melakukan ritual mandinya, langsung istirahat. Dokter Delon
membereskan dan membersihkan rumah yang mereka tempati.
"Mas....." panggil Andita dari kamar mandi, tetapi tidak mendapat jawaban dari suaminya. Andita lupa membawa handuk kedalam kamar mandi.
" Aduh mas Mas Delon kemana ya? kok ngak nyahut? gumam Andita dalam hati. Ia sudah mulai kedinginan dikamar mandi. Tetapi karna Dokter Delon berada dilantai bawah sedang membersihkan rumah yang mereka tempati, membuat Dokter Delon tidak mendengar panggilan dari istrinya.
Merasa suaminya tidak mendengar suara panggilannya, akhirnya Andita keluar dari kamar mandi tanpa memakai sehelai benangpun.
"Ah lebih baik aku keluar, daripada aku mati kedinginan disini." gumam Andita sambil langsung berlari keluar dari kamar mandi dan mencari handuk untuk melap seluruh badannya.
Rambut basah terurai panjang membuat aura kewanitaannya semakin mempesona. Ketika Andita memakai handuk dan melilitkannya di tubuhnya, Tiba tiba Charles masuk kedalam kamar. Ia melihat istrinya baru selesai membersihkan diri dan sedang mengeringkan rambutnya dengan menggunakan hair dryer.
"Sini sayang.....mas bantu." Kata Dokter Delon sambil langsung meraih hair dryer dari tangan Andita. Hal itu membuat Andita sangat terkejut karna belum menyadari kehadiran Suaminya disana.
"Loh mas kapan disini? tanya Andita
" Baru saja kok Sayang." kata Dokter Delon sambil mengeringkan rambut Andita
"Tapi tadi Andita panggil mas tidak nyahut, memangnya mas darimana? Andita balik bertanya kepada suaminya.
Tetapi Dokter Delon tidak menjawab istrinya, justru Dokter Delon langsung mengecup bibir manis istrinya dan melahapnya seperti melahap eskrim. Hal itu membuat Andita tidak bisa berkutik. Perlahan Andita membuka rongga mulutnya, membuat Dokter Delon lebih leluasa memainkan lidahnya di rongga mulut Andita.
__ADS_1
Ketika Dokter Delon merasa kalau istrinya kekurangan oksigen, ia melepaskan pagutannya agar Andita agar Andita dapat menghirup oksigen dengan leluasa. Ketika Andita merasa sudah menghirup oksigen dengan cukup, Andita mengalungkan tangannya di leher Dokter Delon membuat Dokter Delon semakin melancarkan aksinya.
"Mas ....." suara merdu dari Andita terdengar jelas ditelinga Dokter Delon membuat Dokter Delon dengan sigap langsung menarik handuk yang dililitkan Andita ditubuhnya. Hal itu Membuat lekuk tubuh Andita terlihat jelas Dimata Suaminya. Ia langsung melahap Andita habis habisan. Ketika Andita dan Dokter Delon sama sama mencapai puncaknya, Dokter Delon langsung terkulai lemas disamping tubuh Andita.
"Thanks my wife, and I love you." kata Dokter Delon sambil mengecup kening Andita
"I love you too my husband." sahut Andita sambil mengembangkan senyumnya.
"Semoga disini tumbuh Delon junior ya sayang." ucap dokter Delon sambil mengelus perut mulus Andita. Dibalas senyuman dari Andita sambil menganggukkan kepalanya pertanda dirinya setuju dengan pendapat suaminya.
"Mas mandi gih....bau tau." Ucap Andita sambil menutup hidungnya.
"Bau bau begini tapi kamu suka kan?" kata Dokter Delon berniat untuk menjahili istrinya. "Mas please deh ...mandi gih."ujar Andita sambil bangkit dari tempat tidur dan langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya karna sudah dipenuhi dengan keringat.
Dokter Delon menyusul istrinya masuk kedalam kamar mandi. Berniat untuk membersihkan diri
Bahkan ia merasa senang ketika suaminya bermanja manja terhadapnya. Ketika Dokter Delon sudah siap melakukan ritual mandinya, Andita dan Dokter Delon keluar dari kamar mandi dan langsung memakai pakaian yang sudah disediakan Anditab sebelumnya.
"Mas perutku sudah keroncongan padahal ini sudah malam sudah tidak sempat masak lagi." Ucap Andita kepada suami.
"Ya sudah kita pesan makanan aja deh, besok saja masaknya." kata Dokternya Delon sambil Langsung meraih ponselnya yang ada di atas nakas. Dokter Delon memesan makanan kesukaan Andita
"Sayang tunggu sebentar lagi ya.... makanannya sudah mas pesan." ucap Dokter Delon kepada istrinya sambil menggendong tubuh mungil istrinya menuju ruang tengah agar mereka dapat bersantai sambil menonton Televisi.
Ketika Dokter Delon dan Andita sedang asyik menonton televisi yang ada diruang tengah, tampak seorang delivery order sudah datang Menghantarkan pesanan Dokter Delon, kemudian Andita dan Dokter Delon yang sudah merasa lapar, langsung melahap makanan yang mereka pesan.
" Enak tidak sayang?" tanya Dokter Delon kepada Andita.
__ADS_1
"Enak dong sayang buktinya ini habis." kata Andita sambil menunjukkan piringnya yang sudah kosong.
Setelah selesai makan, Andita dan Dokter Delon langsung masuk kedalam kamar untuk istirahat. Yang mana besok pagi pagi sekali Dokter Delon harus segera pergi ke supermarket dan rumah sakit untuk menyelesaikan segala tugas dan tanggung jawabnya menjadi seorang Dokter dan pemilik supermarket.
Sementara dikediaman Briptu Erick dan Sharma inamorata yang baru tiba bersama Merli dan tidak sedang asyik bermain bersama bu Rohana. Mereka sangat akrab yang membuat ruang semakin tampak ramai.
"Oma ....kapan Dede Prasetya bisa diajak bermain?" kata inamorata karna dirinya ingin sekali mengajak baby Prasetya bermain bersama.
Mendengar pertanyaan dari inamorata, Bu rohana,Merli dan Sharma langsung tertawa.
"Ina sayang!" untuk sekarang Dede Prasetya tidak bisa bermain dulu, Tunggu Dede Prasetya sebesar Ina dulu baru bisa diajak bermain." ucap Bu Rohana sambil mengumpulkan mainan yang sudah berserakan akibat ulah inamorata.
"Bagaimana perkembangan perkebunan dan peternakan kamu? apa semuanya lancar?" tanya tuan pak sugito kepada Briptu Erick "Mudah mudahan sejauh ini masih lancar Pi." Sahut Briptu Erick. Karna sewaktu liburan tiga Minggu yang lalu Erick dan Sharma sekalian memantau perkembangan perkebunan dan peternakan Erick Pi."
Memang sedikit ada Masalah, tapi sudah selesai kok papi tidak perlu kwatir." ucap Briptu Erick kepada pak Sugito agar pak sugito tidak terlalu mengkawatirkan usaha putranya.
"Memangnya masalah apa yang terjadi disana nak?"
"Mario menelan sendiri bonus karyawan yang sudah aku berikan, itu ketahuan ketika Erick dan Sharma terjun langsung kelapangan bertemu dengan karyawan lapangan, dan mereka memberitahu kalau selama ini mereka tidak pernah mendapatkan bonus selain hari raya idul Fitri. Padahal Erick selalu beri bonus bagi karyawan yang rajin. Apalagi pendapatan perkebunan saat ini meningkat." ucap Briptu Erick kepada pak sugito.
"Ya sudah untuk kedepannya, kamu harus lebih hati hati untuk memilih karyawan. Jangan asal percaya begitu saja. " ujar pak sugito kepada Briptu Erick agar Briptu Erick lebih hati hati menyeleksi karyawan.
Bersambung.........
trimakasih untuk para readears, yang setia mengikuti ceritanya ya, jangan bosan bosan ya kakak..... mampir juga ke karya baru ku" MAMA MUDA"
__ADS_1