Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)

Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)
PENYELIDIKAN BRIPTU ERICK


__ADS_3

Anak buah Merli yang sudah mendapat perintah dari Merli, langsung melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang sudah dipercayakan Merli terhadapnya. Afrijon salah satu anak buah Merli yang sangat setia kepada keluarga Tiong chin.


Karna tuan Tiong chin yang mendidik Aprijon dan membantunya dalam segala hal. Termasuk mengusut tuntas pembunuh dari ayah kandung Aprijon. Tuan Tiong chin membereskan Masalah pembunuhan orang tua Aprijon. Yang dibunuh oleh pesaing bisnis orang tua Aprijon.


Setelah kepergian orang tua Aprijon, yang bertanggung jawab untuk membesarkan dan membiayai hidup Aprijon adalah Tuan Tiong chin dan nyonya Chin Ling Yi. Oleh karena itulah Aprijon, selalu setia kepada keluarga Tuan Tiong chin yang sudah membantunya selama ini.


***


Yudha penasaran dengan istrinya yang mengetahui rencana-rencana jahat dari rival bisnis Yudha. Ia semakin penasaran dengan sosok istrinya yang selama ini ia tidak kenal sama sekali Siapa sebenarnya istrinya. Bahkan Yudha baru mengetahui kalau Merli adalah seorang pengusaha kaya raya.


Yudha berusaha mencari tahu sosok tahu Merli siapa sebenarnya yang mampu melakukan apa saja untuk menolong dirinya dan juga keluarganya.


Yudha meminta bantuan kepada Briptu Erick untuk mencari tahu sosok Merli atau kakak iparnya.


Briptu Erick pun menyetujuinya karena Briptu Erick juga penasaran dengan sosok Merli.


"Tenang saja kak!" aku akan mencari tahu siapa sebenarnya Kak Merli dan keluarga mertua kita. Jujur Erick juga penasaran Mengapa Kak Merli bisa menemukan Sharma Padahal selama ini Erick mencari tahu jati diri Sharma setelah kami mengetahui kalau Sharma bukanlah Putri kandung Papi Fernando dan mami Meli.


"Tapi aku terkejut Kak Meli mengetahuinya duluan daripada saya yang seorang perwira Polisi ucap Briptu Erick kepada Yudha.


"Ya sudah!" tolongin kakak ya." ucap Yudha penuh harap


"Tapi kenapa Kakak tidak langsung tanya kepada Kak Merli?"


"Iya tidak pernah membuka jati dirinya sama siapapun!


" Erick akan berusaha semaksimal mungkin ucap Briptu Erick kepada Yudha


"Terima kasih sudah mau membantuku


"Sama-sama Kak!"


Dua hari kemudian Briptu Erick mencari tahu siapa sebenarnya keluarga Tiong chin dan nyonya Chin Lin yi. Briptu Erick pun mendapat informasi kalau keluarga almarhum Tiong chin adalah salah satu ketua mafia besar yang ada di Asia tenggara. Ia pun menyelidiki lebih detil dan betapa terkejutnya Briptu Erick ketika mengetahui kalau Merli adalah ketua mafia besar se-asia tenggara.


Briptu Erick berniat menemui Merli sebelum dirinya memberitahu kepada Yudha mengenai status Merli yang menjadi ketua mafia besar se-asia tenggara. Ia tidak ingin gegabah langsung memberitahu Yudha terlebih dahulu daripada dirinya meminta izin kepada Merli. Karena Erick tidak ingin terlibat masalah kepada kakak iparnya. Apalagi kakak iparnya selama ini sudah sangat baik terhadap Sharma dan juga dirinya.


Briptu Erik pun menghubungi Merli tanpa memberitahu kepada Sharma sama sekali mengenai apa yang sudah ia ketahui.

__ADS_1


kring


kring


kring


Suara ponsel Merli terdengar jelas di telinganya Ia pun melihat layar ponselnya yang menghubungi dirinya adik iparnya membuat Merli langsung bergegas menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya agar telepon seluler mereka tersambung.


"Iya halo selamat siang ada apa Rick?


"Kak kita bisa ketemuan tidak Soalnya ada sesuatu yang ingin aku bicarakan kepada kakak!"


"Kapan?"


"Sekarang kalau bisa!"


"Di mana?"


"Aku share alamatnya ya Kak!"


"Oke kakak akan segera kesana."


"Tidak!"


"Ada apa Kok tumben kamu minta ketemuan?"tanya Merli karena dirinya sangat penasaran Mengapa tiba-tiba adik iparnya memintanya untuk bertemu dengannya.


"Ada hal penting yang ingin Erick bicarakan kepada kakak!"


"Ya sudah kalau begitu tunggu Kakak di sana saja!"sahut Merli.


akhirnya mereka menyetujui untuk bertemu dengan Erick di salah satu Cafe dekat kantor Polda tempat Briptu Erick bertugas.


Setelah menunggu kurang lebih 30 menit Merli tiba di cafe. Ia celingak-celinguk melihat sosok adik iparnya. Kemudian mata Merli melihat keberadaan Briptu Erick di pojok cafe. Merli pun langsung menghampiri Briptu Erick


"Adik ipar sudah lama?"tanya Merli


"Tidak Kak paling kira-kira 10 menit, Kakak mau makan apa?"

__ADS_1


"Kakak sudah makan!" minum saja."ujar Merli


"Ada apa kamu tiba-tiba minta ketemuan dengan kakak?"


"Ada hal penting yang aku tanyakan kepada kakak?"


"Perihal apa itu?"


"Siapa sosok Aprijon di mata Kakak!"


kok kamu tiba-tiba bertanya seperti itu Briptu Erickson?"


"Tolong jawab jujur kakak ipar aku sudah tahu Kakak siapa sebenarnya.


"Maksud kamu?"


"Jangan pura-pura Tidak tahu Kak!"Tapi jujur Erick bangga dan salut sama kakak."


"Maksud kamu apa sih Kakak tidak mengerti!"Ucap Merli agar dirinya tidak terjebak dengan apa yang dikatakan Briptu Erick. karena ia takut Briptu Erick mengetahui identitasnya sebagai ketua mafia se-asia tenggara.


"Tapi aku bersyukur kalau kakak mampu melindungi mampu melindungi istriku dan juga keluarga terdekatnya." Ucap Briptu Erick kepada Merli.


"Kak kalau boleh lebih baik Kakak terbuka kepada Mas Yudha karena dirinya sangat penasaran dan memintaku untuk mencari tahu Kakak siapa sebenarnya.


Karena Mas Yudha sangat penasaran Mengapa Kakak tiba-tiba mengetahui ada yang berniat jahat kepada perusahaan Mas Yudha. Tidak bagus dalam suatu hubungan rumah tangga memiliki rahasia di antara satu sama lain apalagi rahasia sebesar ini." ucap Briptu Erick kepada Merli agar Merli terbuka kepada Yudha mengenai identitasnya yang seorang ketua besar mafia besar Asia tenggara.


"Biarkan dia tahu sendiri tidak perlu dia mengetahui dari aku. Jujur sebenarnya aku tidak suka kalau dirinya mengetahui siapa aku sebenarnya tetapi karena kamu sudah mengetahui ya otomatis kamu pasti memberi tahu kepada Mas Yudha. Aku menjalani itu semua atas amanah dari kedua orang tuaku yang memintaku melanjutkan. tugas-tugasnya selama hidupnya.


Aku menerima amanah itu, karena aku tahu tugas yang dilakukan oleh kedua orang tuaku memang sesuai dengan agama dan tidak pernah melanggar peraturan hukum. group kami hanya membantu orang-orang yang membutuhkan bantuan, dan juga memberantas segala kejahatan yang ada di muka bumi ini.


Itu adalah salah satu cita-cita dari papi Tiong chin. Sehingga dirinya mendidikku ilmu ekonomi dan juga ilmu bela diri. Bahkan Papi Tiong Chin ini mendidikku dengan keras agar aku dapat menjalani hidup tanpa bantuan siapapun termasuk bantuan dari suamiku sendiri. Aku tidak ingin berdiri hanya mengharapkan di lindungi suamiku tetapi aku berharap aku dapat melindungi orang-orang yang aku sayangi.


"Terserah adik ipar mau memberitahu atau tidak yang pasti saya tidak akan pernah memberi tahu sendiri kepada suami saya bahwa saya seorang mafia besar. Biarkan dia mengetahuinya sendiri. jujur aku masih teringat dengan penghianatannya selama ini. Sehingga aku tidak pernah memberi tahu siapa jati diriku sebenarnya tolong Briptu Erikson mengerti posisiku.


"Baik kakak ipar!" aku minta maaf karena terlalu ikut campur dengan kehidupan pribadi Kakak tapi ini aku lakukan agar kehidupan rumah tangga Kakak dan rumah tangga ku bahagia tanpa ada suatu kebohongan. Ucap berdua Briptu Erick kepada gambarnya.


Bersambung.....

__ADS_1


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2