Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)

Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)
TANGIS BABY PRASETYA


__ADS_3

Disaat yang bersamaan Sharma tampak begitu gelisah pikirannya tidak tenang.Ia terus memikirkan Briptu Erick, jantungnya berdegup kencang membuat Sharma begitu menghawatirkan Briptu Erick.


"Sayang kamu dimana kenapa kamu tidak memberi kabar kepada aku hari? ini nomor ponsel Kamu pun tidak bisa dihubungi Aku sangat merindukanmu sayang." ratap Sharma ke dalam kamarnya.


"Entah perasaan apa yang kurasakan ini Sayang sepertinya ada terjadi sesuatu kepada kamu. Ya Allah bantulah suamiku apa yang terjadi kepada suamiku ya Allah? berikanlah kesehatan kepada suamiku agar kami dapat berkumpul bersama kembali." doa Sharma di dalam hati.


Entah mengapa Sharma tidak bisa memejamkan matanya pikirannya terus kepada Briptu Erick bahkan hari itu dirinya tidak masuk kuliah. Ia pun berusaha menghubungi nomor ponsel Erick tetapi jawabannya sama.


"Nomor yang anda tuju tidak dapat dihubungi" itu saja yang terdengar di ponsel milik Sharma.


Sementara atasan Erick yang sudah mengetahui kalau Erick dalam keadaan kritis pun menggelengkan kepalanya. Apalagi itu dialami Briptu Erick karena Erick menolong salah satu rekannya.


"Saya tidak mau tahu kalian harus selamatkan Briptu Erick." ucap atasan dari Erick kepada anak buahnya.


Pertolongan pun datang dari Jakarta. Kantong kantong darah yang sama dengan golongan darah Briptu Erick dikirimkan oleh sang komandan ke rumah sakit yang ada di kawasan puncak Bogor agar Erick dapat diselamatkan.


Dengan menggunakan helikopter kantong kantong darah itu dikirimkan ke rumah sakit yang ada di kawasan puncak Bogor.


setelah kantong Darah itu dikirimkan oleh komandan kepada Briptu Erick, komandan Briptu Erick pun berniat untuk menemui Sharma untuk memberitahukan kondisi dan keadaan Briptu Erick yang sedang berada di rumah sakit.


Sharma yang sudah lama menunggu kabar dari Briptu Erick, begitu terkejut melihat kedatangan sang komandan ke rumahnya mereka.


"Selamat siang Nyonya Briptu Erick!"


"Iya Selamat siang pak Silakan masuk ada yang bisa saya bantu?"tanya Sharma penasaran dengan kedatangan atasan dari suaminya.


"Tolong ikut kami Bu!"

__ADS_1


"Kemana Pak?"


"Briptu Erik mengalami kecelakaan saat melakukan penyergapan kawanan penjahat di kawasan puncak Bogor. Dan sekarang berada di rumah sakit Kami ingin Ibu ikut bersama kami untuk melihat keadaan Briptu Erick.


Mendengar berita kalau suaminya mengalami kecelakaan saat melakukan penyergapan, Sharma pun langsung menangis histeris ia tidak dapat membayangkan jika terjadi sesuatu kepada suaminya. Mendengar suara jeritan tangis dari Sharma, Ibu Rohana dan para asisten rumah tangga yang ada di sana pun langsung menghampiri Sharma dan mereka pun langsung memeluk Sharma.


"Apa yang terjadi Mengapa menantu saya menangis? tanya ibu Rohana kepada atasan dari Briptu Erick.


"Maaf saya harus membawakan berita pahit ini Bu. Sekarang Briptu Erick ada di rumah sakit karena mengalami kecelakaan saat melakukan penyergapan kawanan penjahat di kawasan puncak Bogor. Dan kondisinya sekarang sangat kritis.


"Kami ingin keluarga datang untuk melihatnya. Tetapi Ibu tenang saja kami sudah mengirimkan donor darah untuk Briptu Erick Semoga Briptu Erick dapat diselamatkan oleh tim medis yang ada disana." ucap atasan dari Erick kepada Ibu Rohana.


Mendengar kabar putranya sedang mempertaruhkan nyawa di rumah sakit ibu Rohana pun ikut menangis histeris. Asisten rumah tangga yang bekerja di kediaman Briptu Erick pun langsung menghubungi pak Sugito agar pak Sugito segera datang ke kediaman Erick.


Pak Sugito yang mendengar kabar itu pun merasa sedih dan menangis membayangkan putranya mempertaruhkan nyawa di rumah sakit demi memberantas kejahatan yang ada di Indonesia tetapi ia pun bangga kepada putranya yang rela mempertaruhkan nyawanya demi menjalankan tugas dan tanggungjawab nya.


Sharma baby Prasetya, Bu Rohana dan pak Sugito pun hari itu berangkat ke puncak Bogor untuk melihat kondisi Briptu Erick.


"Sayang apa yang terjadi Mengapa sampai seperti ini?


"Aku sangat merindukanmu sayang bertahanlah untuk aku dan juga Putra kita. ucap Sharma kepada Briptu Erik sembari mengelus wajah tampan suaminya.


"Kamu tau sayang!" dua minggu saja kamu tidak bersamaku hatiku sangat hancur Bagaimana aku bisa menghadapi semua ini? "Sayang bertahanlah untukku Aku sangat mencintai dan menyayangimu melebihi aku mencintai diriku sendiri.


"Sayang bangun ini aku istrimu kamu tidak merindukanku dan merindukan Putra kita?


"Putra kita sangat merindukanmu Sayang please bangun untuk istrimu dan juga putramu.

__ADS_1


"Kamu bilang kalau kamu cinta dan sayang kepadaku begitu juga kepada Putra kita sekarang Tunjukkan kasih sayangmu sayang dengan kamu bertahan dan kembali kepadaku dan Putra kita. ucap Sharma sembari tetap mengelus wajah tampan suaminya sesekali ia mengecup kening Erick dan juga punggung tangan Erick.


Tetesan air mata Sharma pun menetes di wajah tampan Briptu Erick.


"Ya Allah selamatkanlah suami hamba. Hamba tidak tahu apa yang hamba akan lakukan jika terjadi sesuatu kepada suami hamba ya Allah bantu hamba ya Allah." doa Sharma sembari mengecup punggung tangan suaminya.


Karena Sharma sama sekali tidak mendapatkan respon dari suaminya, Ia pun keluar dari ruang ICU dan meminta kepada Ibu Rohana memberikan Baby Prasetya untuk dibawanya ke ruang ICU bertemu dengan Briptu Erick.


"Mom Tolong berikan putraku kepadaku agar Putra aku bertemu dengan papinya. Ia sudah sangat merindukan Papinya karena mulai dua hari yang lalu putraku sangat rewel. ucap Sharma sembari meraih tubuh putranya dari gendongan Ibu Rohana.


Kemudian Sharma pun kembali masuk ke dalam ruang ICU


"Sayang ini Putra kita, kamu tidak merindukan nya? Putra kita sangat merindukanmu sayang ia rewel dua hari ini Karna ingin bertemu denganmu." ucap Sharma kepada Briptu Erick tetapi Erick sama sekali tidak merespon apa-apa. Membuat hati Sharma begitu sakit.


Tiba-tiba suara jeritan tangis baby Prasetya menggema di ruang ICU. Membuat Sharma sangat khawatir kepada putranya karena putranya melihat Papinya tidak meresponnya. Yang biasanya Briptu Erick selalu memberikan kecupan hangat di wajah tembem putranya.


Mendengar suara jeritan tangis putranya, Erick pun tiba-tiba membuka matanya. Hal itu membuat Sharma langsung mengecup kening suaminya ia begitu bersyukur suaminya dapat sadar kembali.


"Sayang kamu sudah sadar tanya Sharma kepada Briptu Erick sembari menggendong putranya baby Prasetya.


Briptu Erick berusaha mengumpulkan kesadaran nya Ia pun melihat disekeliling bahwasanya ia berada di rumah sakit karena seluruh tubuhnya terpasang selang dan beberapa alat-alat medis. Ia pun menatap istrinya Sharma dan putranya dengan tatapan penuh arti. Ia berusaha mengembangkan senyumnya kepada Sharma dan putranya baby Prasetya agar mereka tidak terlalu mengkhawatirkan kondisinya.


"Bripka Erick berusaha meraih wajah tampan putranya dan juga istrinya Sharma. Briptu Erick mengelus wajah tembem baby Prasetya dan Sharma.


"Maafkan mas Sayang!" sudah membuat kalian khawatir."ucap Erick kepada Sharma." Kemudian Sharma langsung memanggil dokter untuk memberitahu kalau suaminya sudah sadarkan diri agar kembali dilakukan pemeriksaan.


Bersambung.......

__ADS_1


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih mampir juga kekarya Karya Morata yang lain sudah ada yang tamat loh



__ADS_2