Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)

Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)
Kwatir


__ADS_3

Merasa mendapat perintah dari ayahnya, Briptu Erick dan Sharma Turun ke lobby hotel tempat mereka menginap tepatnya hotel milik tuan Jose Miller.


"Sayang!" kamu siap siap gih, ayah sudah menunggu di lobby.


"Sharma ikut juga sayang?"


"Iya sayang." kan ayah. bilang kita berdua."


"Oh ya udah tunggu sebentar nya mas." ucap Sharma. Sharma langsung membenahi pakaiannya dan juga rambutnya, untuk menemui pak Sugito.


Sharma dan Briptu Erick tiba di lobby, mereka sudah melihat pak sugito dan juga Andita disana.


"Ayah!" sapa Sharma dan langsung memberikan salam kepada ayah mertuanya.


pak Sugito menyambut salam dari Sharma.


"Ayah ada apa kok sampai repot repot datang kemari?" tanya Briptu Erick. Karna dirinya sudah sangat penasaran mengapa ayahnya tiba tiba datang menghampiri Mereka.


"Lebih baik ini kita bicarakan dirumah saja."


"Tapi yah!"


"Bulan madunya ditunda dulu besok, sekarang lebih baik kita pulang dulu, ada yang ingin ayah bicarakan." ucap pak sugito.


"Ya sudah, papi tunggu sebentar Erick ambil barang barang diatas dulu." ujar Briptu Erick.


Briptu Erick berlalu meninggalkan Andita dan pak sugito di loby.


"Sayang yuk!" kita pulang sekarang." ucap Briptu Erick kepda Sharma


Sharma hanya ngikut aja apa yang menjadi keputusan suaminya.


Di perjalanan Briptu Erick terus saja bertanya kepda ayahnya


"ayah Sebenarnya ada apa mengapa Ayah sampai datang menyusul kami ke hotel tanya Erik kepada ayahnya karena ia semakin penasaran Mengapa ayahnya sampai menghampiri mereka hotel tempat mereka menginap.


"Nanti di rumah kita bicarakan tidak enak membicarakannya di sini ucap pak Sugito kepda Briptu Erick.


Sementara shamrma sudah sangat khawatir Mengapa ayah mertuanya sampai menghampiri mereka.


" Ayah apakah ini ada sangkut-pautnya dengan aku?" tanya Sharma memberanikan diri bertanya kepada ayah mertuanya.


"Tidak nak kamu tidak perlu khawatir tidak gara-gara kamu kok ini hal penting.


"Sudah Ayah lebih baik Ayah terus terang saja daripada membuat Kak Erick dan Kak Sharma terus penasaran." ucap Andita kepada ayahnya Pak Sugito.


"Kamu bisa diam atau tidak sih?" tadi ayah bilang kita bicarakan nya di rumah."

__ADS_1


"Ya sudah deh terserah ayah aja."


"Ini ada apa sih kok semakin tegang begini?"tanya Briptu Erick. Briptu Erick sudah curiga ada sesuatu yang disembunyikan oleh keluarganya terhadapnya.


"Erick curiga nih!" ada yang kalian sembunyikan kepada ku."


"Tidak ada yang kamu sembunyikan dari kamu Nak!" ini saja kami baru tahu dari Antonio." ucap pak Sugito


"Antonio?"


"Memangnya ada hubungan apa masalah ini dengan Antonio?"


"Dia Yang mengetahui semuanya."


Setelah melakukan perjalanan sekitar kurang lebih 30 menit Mereka pun tiba di kediaman Sugito. Terlihat pak sugito sangat tergesa-gesa membuka pintu agar mereka dapat berbicara langsung kepada Briptu Erick.


Setelah tiba di rumah, Ibu Rohana yang sudah mengetahui mereka datang pun langsung menyambut menantunya Sharma dan juga Briptu Erick.


"Kalian sudah pulang Sayang?"


"Kalian baik-baik saja kan?"pertanyaan dengan pertanyaan pun dilontarkan Ibu Rohana kepada Sharma membuat Sharma semakin bingung.


"Ada apa ini sepertinya ibu mertuaku sangat khawatir dengan kondisi kami." gumam Sharma dalam hati.


"Sekarang kita sudah ada di rumah Ayah coba jelaskan mengapa Ayah sampai menghampiri kami ke hotel?"


" Begini nak menurut penuturan Antonio dan juga Charles di barengi dengan bukti-bukti yang ada melalui rekaman CCTV, bahwa ada seseorang yang ingin mengincar nyawa kamu. jadi yang papi ingin mempertanyakan kepada kamu apakah kamu mempunyai musuh di luar atau orang-orang yang membencimu?


"Maaf ya untuk saat ini sepertinya Erick belum pernah ada musuh bahkan berselisih paham kepada orang lain." ucap Briptu erick dengan tegas menyangkal kalau dirinya memiliki musuh di luar sana.


lalu pak Sugito pun memutar rekam video yang dikirimkan oleh Antonio kepada Pak Sugito.


Erick tidak menyangka kalau ada seseorang yang mengincar nyawanya.


"Siapa Mereka ya?" Tanya Briptu Erick


"Ayah juga tidak tahu siapa itu."


"Tapi Andita tahu ayah."ucap Andita percaya diri.


"Maksud kamu?" kamu tahu siapa yang menginginkan nyawaku?"


"Iya Andita tahu kak!"


"Andita Kalau kamu tidak memiliki bukti-bukti yang kuat mengarah kepada wanita itu maka kamu tidak bisa melaporkannya. Jadi lebih baik kita selidiki dulu terlebih dahulu. Ucap pak sugito kepda Andita


"Mas Sharma takut?"

__ADS_1


"Kamu tidak perlu takut sayang!"


"Mas akan selesaikan ini secepatnya mungkin."


"Tapi mas Sharma tidak mau kehilangan Mas!"


"Iya Mas tahu itu Sayang kamu jangan khawatir."


Serma menangis sesenggukan karena ia mengetahui kalau ada seseorang yang mengincar nyawa suaminya.


"Sayang tidak perlu menangis, akan Mas pastikan kalau pelakunya akan tertangkap."ucap briptu Erick kepada Sharma.


"Wanita murahan itu yang melakukan itu!" ucap Andita dengan lantang karena dirinya emosi mengingat ancaman-ancaman yang dikatakan oleh eh Veronica kepadanya.


"Maksud kamu?"


"Iya siapa lagi yang mampu melakukan itu kalau bukan wanita murahan itu."


"Wanita murahan siapa?"


"Siapa lagi kalau bukan Veronica mantan Kakak itu!"


Mendengar mantan kekasih dari suaminya yang mengincar nyawa membuat Sharma semakin gelisah dan khawatir akan keselamatan suaminya.


"Mas!" hua.... hua....hua" tangis Sharma


"Sudah perlu menangis sayang!" Ayah dan ibu akan melakukan apa saja untuk melindungi kalian anak-anakku." ucap pak Sugito kepada Sharma.


Briptu Erick pun semakin geram, ia menghubungi anak buahnya dan juga sang komandannya untuk menyelidiki kasus sabotase mobil miliknya yang ada di ruang parkir Hotel milik Tuan Jose miller padahal penjagaan ketat dilakukan di sana. Tetapi tetap bisa kebobolan.


Dengan sigap anak buah dari Briptu Erick langsung menuju lokasi kejadian dibantu dengan Antonio dan juga tuan Jose Miller, dan juga Charles yang ikut seta membantu penyelidikan kasus sabotase milik Briptu Erick.


"Akan aku pasti kan kamu membusuk dipenjara karena kamu sudah mengusik kehidupanku dan kehidupan keluargaku." ucap Briptu Erick.


Sementara sang komandan yang mengetahui kalau anak bawahannya, ada seseorang yang menginginkan nyawa Briptu Erick, langsung dengan sigap menanggapi. Dalam waktu sekejap sang komandan dan bawahan dari Briptu Erick langsung dapat meringkus pelaku sabotase itu.


Mereka menyelediki siapa dalang dibalik semua itu." Tetapi anak buah Veronica yang sudah tertangkap kekeh tidak mau memberitahu, kalau ada seseorang yang menyuruh mereka melakukannya.


Karna sebelumya mereka sudah janji kepada Veronica tidak akan membocorkan siapa yang menyuruh mereka dengan imbalan yang cukup besar. Bahkan untuk bertahun tahun bekerja juga, mereka tidak akan dapat uang sebesar yang mereka terima dari Veronica. Sehingga mereka tetap tidak memberitahu siapa yang menyuruh mereka. Justru mereka mengatakan kalau tidak ada yang meminta mereka melakukannya.


Bersambung.......


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏


mampir juga kekarya Morata yang lain ya ceritanya seru loh


__ADS_1


__ADS_2