Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)

Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)
MOBIL BARU


__ADS_3

Seminggu setelah Briptu Erick pulang dari rumah sakit, Sharma sudah memulai perkuliahan nya kembali di universitas Brawijaya.


"Mas... Sharma pamit dulu ya!" Mas belum tugaskan pagi ini?" Sharma tinggal dulu karena ada kelas pagi ini tidak apa-apa kan Sharma tinggal dulu?"


"Tidak apa-apa sayang!" Tapi jangan lama-lama ya!"


"Iya Mas!" Sharma tidak akan lama kok lagian Sharma tidak akan betah berlama-lama berjauhan dengan mas." ucap Sharma ke Padang Erick sambil langsung mengecup bibir manis Erick sebelum Sharma berangkat ke kampus.


"Awas kamu ya sayang, Nanti kalau sudah pulang dari kampus Kamu pasti aku lahap." ucap Erick kepada Sharma yang mampu membuat Sharma bergidik ngeri.Sharma pun langsung berlalu dari hadapan suaminya sebelum suaminya melahapnya pagi itu dan bisa mengakibatkan dirinya terlambat masuk ke kampus.


Sebelum Sharma berangkat ke kampus, Ia pun berpamitan kepada putranya baby Prasetya.


"Sus apa putraku sudah selesai mandi?" tanya Sharma kepada Baby sister yang bertugas menjaga baby Prasetya.


"Iya Non...... baby Prasetya baru aja siap mandi ini mau dikasih makan."


Sharma pun meraih tubuh baby Prasetya dan mencium pipi tembem putranya.


"Maafkan Mami ya Sayang pagi ini Mami ninggalin kamu lagi, soalnya hari ini Mami ada kelas di kampus." kata Sharma berbicara kepada putranya seolah-olah putranya sudah mengerti apa yang ia bicarakan terhadap putranya.


Kemudian Sharma pun kembali memberikan baby Prasetya kepada Baby sister agar dirinya segera berangkat ke kampus.


"sus titip baby Prasetya ya." ucap Sharma sembari berlalu keluar. Di depan sudah ada sopir baru untuk Sharma yang dipesan oleh Erick untuk Sharma agar Sharma tidak kewalahan jika dirinya bepergian kemana-mana.


"Pak Ayo kita berangkat nanti aku telat loh." ucap sharma kepada Pak Karyo yang merupakan sopir baru dari Sharma.


"langsung ke kampus non?"


"Iya Pak?"


Pak Karyo pun langsung melajukan mobilnya ke arah jalan raya menuju universitas Brawijaya.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 20 menit, Sharma tiba di universitas Brawijaya. Dii sana sudah ada Zahra dan Morina menunggu kedatangannya. Karena sebelumnya Sharma sudah memberitahu kalau dirinya sudah kembali masuk ke kampus hari ini.


Melihat kedatangan Sharma kedua sahabatnya itu pun begitu bahagia dan langsung menghampiri Sharma.


"Syukurlah kamu sudah bisa masuk kampus kembali.


"Alhamdulillah keadaan ma Erick sudah semakin membaik. Kata Sharma kepada kedua sahabatnya sembari memberikan peluk dan cium kepada Zahra dan Morina. Sementara Pak Karyo yang memperhatikan kedekatan antara Morina dan juga Zahra, Pak Karyo mengembangkan senyumnya hatinya begitu menghangat melihat sang majikan begitu dekat dengan sahabat-sahabatnya.


Kamu naik apa Sar?


"Aku diantar supir?


"Sejak kapan kamu punya supir?

__ADS_1


"Mas Erik tidak bolehin aku naik motor lagi sementara aku tidak bisa mengendarai mobil. jadi mas Erick memberikan aku supir dan mobil baru."


"Jadi itu mobil baru lo?


"Iya."


"Tajir melintir lo sekarang ya baru Beli mobil sport keluaran terbaru?".


"Bukan gue tapi suami gue yang beli buat gue."


"iya iyalah tajir melintir orang suaminya perkebunan dan peternakan terbesar di Indonesia. ucap Morina kepada Zahra


"Gue mah belum apa-apanya dibandingkan lo mori nggak perlu ngejek gitu deh." ucap Sharma kepada Marina.


"Itu juga bukan harta gue itu harta Bokap gua.


"Sama aja kan kamu yang akan mewarisi nantinya. Morina mengembangkan senyumnya.


"Sudah ah kok jadi bahas ke situ sih , aku sebentar lagi ada kelas nih tidak apa-apa kan aku tinggal dulu.


"Ya sudah tidak apa-apa,kami juga sudah mau masuk kelas kok."


Ketiga sahabat itu berlalu dari parkiran. Sharma masuk ke ruang kelasnya sedangkan Zahra dan Morina berlalu masuk keruang kelas kejurusan mereka.


2 jam mata kuliah sudah berlalu tiba saatnya para mahasiswa mahasiswi yang ada di universitas Brawijaya istirahat sebelum melanjutkan jam mata kuliah selanjutnya. Sharma beranjak dari tempat duduknya ia ingin pergi ke kantin. Morina dan Zahra langsung menghampiri Sharma di dalam kelasnya agar mereka dapat sama-sama pergi ke kantin untuk sekedar mengganjal perut dan juga bercanda ria disana sama seperti yang mereka lakukan di waktu SMA dulu yang sering nongkrong di cafe milik Antonio.


Sharma, Zahra dan Morina memilih duduk di pojok kantin supaya mereka lebih leluasa berbicara. Mereka sengaja memilih duduk dipojok kantin agar tidak mengganggu pengunjung yang lain Jika mereka berseloroh.


Bagas yang sudah mengikuti Mereka pun langsung duduk di samping Sharma. Hal itu membuat ketiga sahabat itu saling memandang. Seorang atlet bulutangkis ternama yang sering harumkan nama universitas mereka, duduk disebelah Sharma. yang selama ini, Zahra dan Morina sudah mengetahui kalau Bagas menyukai sosok Sharma.


"Hai Sar!


"Jai juga!


"Kamu apa kabar?


"Alhamdulillah baik."


"Kok beberapa hari ini tidak masuk kampus?


"Gue Ada urusan mendadak."


"Emang penting banget ya sehingga harus meninggalkan jam mata kuliah?


"lebih penting dari keselamatan gue sendiri.

__ADS_1


"Oh ya kemarin kan gue kasih ke kamu nomor ponsel aku, kok nggak pernah kamu chat atau telepon gitu?"


"Untuk apa di chat atau ditelepon kalau belum ada yang penting, setahu aku kalau kita menghubungi seseorang itu karena ada perihal yang penting kita sampaikan.


"Kalau begitu aku minta nomor ponsel kamu dong!"


"Maaf gas kalau kuliah aku jarang bawa ponsel karena bisa akan mengganggu konsentrasi ku. kalau nomornya ku tidak hafal. lagi-lagi Sharma berbohong kepada Bagas, ia tidak ingin berbicara kepada Bagas bahwasanya dirinya tidak ingin memberikan nomor ponsel miliknya kepada Bagas.


Kalian sudah pada makan belum?


"Belum ini baru mau mesan


"Ya sudah kita pesan yuk!" kali ini biar gue yang traktir." ucap Bagas kepada ketiga wanita yang sudah memiliki pasangan itu. Bagas sama sekali tidak mengetahui mengenai pernikahan Sharma Tetapi kalau pernikahan Morina dan juga Zahra sudah di ketahui Bagas dari awal.


"Kamu mau pesan apa Sar?


gue Indomie goreng aja deh"minumnya lemon tea.


"Samakan aja deh, biar cepat gue tidak mau yang lama-lama." ucap Zahra kepada kedua sahabatnya.


"Mang pesan Indomie gorengnya 4 lemon tea 3 dan teh manis hangatnya satu."


pesan Bagas kepada pengelola kantin.


"Kamu tidak suka lemon tea?


"Suka juga!"


"tlTapi kenapa kamu hanya memesan teh manis hanga"


"Aku ingin menjaga stamina aku, karena 2 hari lagi kami akan tanding."


"Serius kamu tanding dua hari lagi?


"Iya makanya kalian datangnya melihatnya supaya kami jadi semangat bermain." ucap Bagas kepada Sharma dan juga teman-temannya.


"Kalau tidak ada halangan kami pasti datang kok kamu tenang saja." ucap Zahra


"Aku berharap banyak kalian bisa datang.


"Mudah-mudahan tidak ada halangan agar kami dapat menyaksikan pertandingan kalian." ucap Sharma kepada Bagas.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏

__ADS_1


mampir juga kekarya baru emak ceritanya dijamin seru



__ADS_2