Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)

Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)
Gempuran di siang bolong


__ADS_3

Sharma semakin kwatir akan keselamatan suaminya dalam bertugas.


"Mas!" belum dinas kan?"


"Memangnya kenapa sayang?"


"Mas lebih baik ambil cuti lagi deh, sebulum pelakunya tertangkap." ujar Sharma kepada suaminya karna dirinya sangat menghawatirkan Briptu Erick.


"Mas memang masih cuti sayang!" tapi mas harus usut tuntas duku masalah ini." ucap Briptu Erick.


"Tapi Sharma mau, mas Jangan keluar rumah, biarkan mereka yang mengurusnya sayang " ucap Sharma sambil mengalungkan tangannya keleher Briptu Erick. Membuat Briptu Erick semakin gemas melihat tingkah manja istrinya terhadapnya.


"Tapi sayang!" mas tidak puas kalau tidak tangan mas sendiri yang menangkap dalang dibalik ini semua."


"Ia Sharma tau, Tapi Sharma tidak ingin mas kenapa kenapa."


"Sharma hanya ingin mas baik baik saja." ucap Sharma sambil terisak. Membuat Briptu Erick merasa tidak tega meninggalkan Sharma yang mengkawatirkan dirinya.


"Ya sudah, mas tidak pergi! tapi mas dapat jatah kan?"


"Jatah apa mas?" tanya Sharma bingung


"Jatah di ranjang!" ucap Briptu Erick dan langsung menggendong tubuh mungil Sharma masuk kedalam kamar milik Briptu Erick.


"Mas!" tapi ini masih siang loh."


"Tidak apa apa!" habis kamu buat mas gemas dan tidak bisa menahan adik kecil mas yang sudah lancang depan." ucap Briptu Erick dan langsung mengecup bibir Manis Sharma. Perlahan Briptu Erick semakin menggelora hingga Sharma tidak bisa berkutik. Ia terus saja di serang habis habisan oleh Briptu Erick.


Tiba tiba ketika Briptu Erick ingin, menancapkan senjata ampuhnya. Ternyata Sharma dapat tamu yang tak bisa ditolak oleh Sharma. Hingga Briptu Erick Sampai langsung menghentikan aksinya.


"Kamu lagi datang tamu ya sayang?" tanya Briptu Erick


"Iya!"


"Kok kamu tidak bilang sih?"


"Loh kan mas yang main gendong Sharma aja, tanpa nanya sama sekali ." hardik Sharma


"Sial bangat ni!" gerutu Erick


padahal gairahnya sudah sampai di ubun-ubun.


Sharma yang merasa tidak tega melihat suaminya sakit Manahan ketegangannya, Sharma langsung membantu Briptu Erick, agar Briptu Erick mendapat pelepasan.


Dengan buas Sharma langsung memainkan adik kecil milik Briptu Erick dengan tangannya. sesekali ia memakai mulutnya, agar suaminya semakin menikmati gerakan demi gerakan yang dilakukan nya.


"Lagi sayang!"


"Lagi sayang!" ucap Briptu Erick yang menikmati gerakan demi gerakan yang dilakukan Sharma terhadapnya. Hal itu membuat Sharma semakin melancarkan aksinya. Bahkan tidak segan segan Sharma menggunakan mulutnya agar membuat suaminya semakin puas akan pelayanannya.


permainan disiang hari itu, membaut mereka benar benar menguras keringat.


"Trimakasih nya sayang."


"Sama sama mas!" lagian itu sudah kewajiban aku sebagai istri mu ." ucap Sharma kepada Briptu Erick.

__ADS_1


Tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar jelas di telinga Sharma. Hingga Sharma langsung buru buru membenahi pakaiannya. d langsung bangkit dari tempat tidur guna membuka pintu.


"Krieet.....


pintu terbuka setengah,


"Eh ibu!" ada apa Bu?" Tanya Sharma kepada ibu Rohana yang menghampiri mereka.


"Ini sudah jam dua siang kok kalian belum makan nak?"


"Ia Bi!" sebentar lagi, soalnya mas Erick masih tidur." ucap Sharma.


Tetapi ibu Rohana yang melihat Sharma berkeringat, langsung mengebangkan senyumnya. pertanda ibu Rohana mengerti kepada anak menantunya.


"Ya sudah nanti kalau suami kamu bangun, ajak makan yan nak!" nanti sakit loh." ucap ibu Rohana mengingatkan Sharma.


"Iya Bu!" ucap Sarma sambil mengebangkan senyumya.Padahal ia merasa masih kecapean akibat gempuran yang dilakukan suaminya.


Kemudian ibu Rohana meninggalkan Sharma dan kembali kekamarnya untuk istirahat.


Sharma kembali menghampiri suaminya yang lagi mengarungi alam mimpinya. Sharma mengecup kening suaminya.


"I love you my husband." gumamnya


sambil membelai wajah tampan suaminya. seolah olah Sharma tidak ingin berjauhan dari suaminya. Dan Sharma membaringkan tubuhnya di samping Briptu Erick


Sementara ditempat lain Morina dan Zahra yang mengetahui informasi langsung dari Antonio, Bahwa ada seseorang yang menginginkan nyawa sahabat mereka, langsung sangat kwatir. Apalagi Morina merasa trauma pernah diculik oleh pesaing bisnis tuan Jose miller. Ia disiksa habis habisan sehingga Morina sempat mengalami kritis. Untung ada Antonio yang menyelamatkan dirinya pada saat itu.


"Mas!" lakukan sesuatu, aku tidak mau terjadi sesuatu kepada sahabat ku sama seperti yang aku alami dulu." ucap Morina memohon kepda Antonio.


"Ia mas tolong bantu sahabat ku." ucap Morina kepada suaminya. Ia juga meminta papinya Tuan Jose Miller agar ikut membantu mencari tahu siapa yang ingin membunuh Briptu Erick dan juga Sharma.


"Tut....


"Tut...


"Tut...


"Iya ada apa putri kesayangan papi?"


"Papi!"


"Iya sayang."


"Papi bantu dong mencaritahu siapa yang menginginkan nyawa sahabatku. Mori tidak ingin terjadi sesuatu kepada Sharma Pi."


"Iya sayang papi pasti bantu kok!" kamu tidak perlu kwatir sayang." ucap tuan Jose Miller membuat hati Morina sedikit lega.


Keluarga pak Sugito dan yang lainnya yang mengetahui hal itu, sengaja tidak memberitahu orang tua Sharma ibu meli dan juga pak Fernando. Agar mereka tidak terlalu Kwatir dan kepikiran akan hal itu.


*****


Veronica yang mengetahui kalau anak buahnya tertangkap, ia tampak gelisah dan kwatir kalau anak buahnya akan buka mulut siapa yang membayar mereka melakukan hal itu. Hingga Veronica meminta kepada Yudha untuk membantu dirinya melarikan diri dari Indonesia.


Veronica beralasan kepada Yudha kalau dirinya ingin liburan keluar negeri.

__ADS_1


"Sayang!" aku bosan nih dirumah terus sendirian, semantara mas terus sama istri pertama mas." boleh ngak Veronica liburan keluar negeri?" pinta Veronica dengan manja sambil mengalungkan tangannya dileher Yudha.


"Memangnya kamu mau liburan dimana sayang?"


"Ke Hongkong!"


"Mau berapa lama liburan disana?"


"Sampai kebosanan ku selama ini terobati."


"Terus gimana dengan mas, kalau kangen sama kamu sayang?"


"Kan bisa mas datang kesana!"


"Ya sudah!" kapan kamu berangkat?"


"Hari ini!"


"Serius?"


"Ia mas." ucap Veronica sambil langsung mengecup bibir manis Yudha, membuat Yudha tidak bisa menolak permintaan veronica.


****


Dikediaman pak sugito tampak Briptu Erick sudah terbangun dari tidurnya. Ia mengebangkan senyumnya melihat istrinya tertidur lelap di sampingnya.


"Tidur aja cantik." gumamnya sambil mengecup bibir manis sharma. membuat tidur Sharma menjadi terusik.


"Mas sudah bangun?"


"Sudah sayang."


"Mas Sharma lapar banget nih."


"Oh iya kita belum makan siang ya!"


"Iya mas!" tadi juga ibu sudah datang ngingatin untuk makan siang, tapi karna mas masih tidur jadi Sharma tidak tega bangunin mas." ucap Sharma.


"Maafkan mas sayang!" karna mas kita jadi melewatkan makan siang deh."


"Tidak apa apa mas."


Setelah mereka selesai melakukan ritual mandinya, Briptu Erick dan Sharma turun kebawah dan langsung menuju ruang makan. Ibu Rohana yang melihat Putra dan menantunya sudah berada di meja makan, Datang menghampiri mereka.


"Lain kali kalau kamu mau gempur istrimu, ya harus makan dulu, Nanti bisa sakit loh." ucap ibu Rohana sambil mengebangkan senyumnya.


Sharma tertunduk malu mendengar apa yang dikatakan ibu mertuanya.


"Tidak perlu malu sayang!" memang sifat suami kamu ini ya seperti itu!" main nyosor, sama seperti ayahnya." ucap ibu Rohana sambil tertawa.


Bersambung.........


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏


mampir ke karya outhor yang lain juga ya, ceritanya tidak kalah seru kok.

__ADS_1



__ADS_2