Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)

Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)
Titik Terang


__ADS_3

Sharma berusaha membujuk algojo yang bertugas menjaga Sharma agar Sharma diperbolehkan kekamar mandi.


"Pak tolong ijinkan saya, saya kebelet." ucap Sharma.


"Ya sudah kamu bisa kekamar mandi!" ucap Natan yang merupakan salah satu yang bertugas menjaga Sharma. Tapi awas macam macam." ucap Natan.


Natan membuka ikatan tangan Sharma dan kakinya. Dan menantunya Masuk kekamar mandi. Sharma masuk kedalam kamar mandi yang sudah lama tidak dipakai. Tetapi mau tidak mau Sahrma hari menggunakan kamar mandi yang sudah tidak layak pakai itu. ia mencari kesempatan bisa menghubungi suaminya. Karna di jaringan ponselnya terdapat satu titik jaringan, perlahan dirinya menghubungi Briptu Erick.


Ketika sambungan telepon selulernya tersambung Sharma tidak berbicara justru dirinya memberikan kode gawat darurat kepada Briptu Erick. Yang sebelumnya Briptu Erick sudah pernah memberitahukan kepada Sahrma kode bahaya ketika kita dalam keadaan darurat.


Ia kembali memasukkan ponselnya kedalam celananya agar Natan tidak mengetahui kalau Sharma sudah memberikan sinyal bahaya kepada suaminya. Ia kembali menghampiri Natan agar Natan tidak curiga kepada Sharma.


Dengan langkah berat dan kepala pusing dan pandangan sudah mulai buram, Sharma keluar dari kamar mandi.


"Cepat !" bentak Natan sambil menjambak rambut panjang milik Sharma.


"Saya sudah katakan jangan lama lama." ucap Natan sambil mendorong tubuh Sharma sampai tersungkur dan kepala Sahrma terbentur ke tembok hingga kepala sharma mengeluarkan darah segar.


"Sharma sudah pasrah kalau dirinya akan mati pada saat itu juga. sementara jaringan ponselnya masih tersambung ke ponsel milik Erick hingga Erick sudah mempersiapkan pasukannya untuk menyergap kawanan penjahat yang menculik Sharma. Beberapa kawanan penjahat berniat untuk menikmati Sahrma.


"Bagaimana kalau tubuh wanita cantik ini kita nikmati dulu baru kita buang?" tanya Alvaro


"Iya!" sudah lama juga aku tidak menikmati wanita secantik dia, sepertinya asyik juga bermain main dengan wanita cantik ini." ucap Alvaro sambil mencolek wajah cantik Sharma yang sudah lebam lebam akibat tamparan dan benturan yang dilakukan mereka.


"Siapa yang menyuruh kalian?" tanya Sharma dengan lantang


"Kamu tidak perlu mengetahui siapa yang menyuruh kami. Yang pasti kami ingin menikmati tubuh mulus mu ini sayang." ucap Natan dan Alvaro dan beberapa rekan mereka.


Mereka berniat untuk menggilir tubuh Sahrma.


"Tolong jangan lakukan ini pada saya, saya akan memberikan apa saja yang kalian inginkan termasuk uang dan mobil akan saya berikan." ucap Sharma berusaha mengulur waktu agar Sharma tidak ternoda oleh orang orang yang berniat jahat kepadanya.

__ADS_1


"Kamu bisa apa!"


"Aku akan memberikan apa yang kalian tidak punya."


"Yang kami tidak punya hanya wanita secantik kamu!" ucap Alvaro sambil berniat mencium Sharma. Tetapi Sahrma langsung menepisnya.


Hal itu membuat Alvaro menjadi sangat emosi. Alvaro langsung menarik rambut Sahrma dan menghempaskan tubuh Sahrma membuat Sahrma tersungkur membuat Sahrma langsung tidak sadarkan diri.


Melihat Sharma, yang tidak sadarkan diri, Natan merasa kwatir kalau Sharma sudah meninggal. Padahal mereka belum mendapat perintah dari bos untuk membunuh Sahrma.


"Loh gawat kita bro nih kalau wanita ini mati, gimana bro?"


"Biarin aja, bilang aja dia berontak." ucap Alvaro yang sudah emosi mendapat penolakan dari sharma.


"Ia tapi apa yang harus kita lakukan sama wanita ini?"


"Biarkan saja!"


Natan dan Alvaro dan beberapa rekan mereka meninggalkan Sharma begitu saja. Mereka kembali untuk menikmati minuman alkohol yang sebelumnya sudah mereka sediakan untuk mereka minum ketika bertugas menjaga Sharma.


Ditempat lain, Briptu Erick yang sudah mengetahui lokasi tempat Sharma disekap, langsung menuju kepulauan pulau Bintan Yang mana Sharma disekap di pulau Bintan yang lokasinya jauh dari kawasan penduduk.


Disana hanya ada terdengar suara mesin pabrik . Dan akses jalan menuju tempat Sharma di sekap sangat sulit dijangkau menggunakan mobil


Briptu Erick dan seluruh anggotanya dan beberapa pasukan yang dikirim oleh tuan Jose Miller langsung menuju tempat terakhir ponsel Sharma terdeteksi. Karna jarak antara Jakarta dengan pulau Bintan yang cukup jauh, sehingga Briptu Erick harus menggunakan helikopter untuk menjangkau tempat Sharma di sekap.


Tuan Jose Miller memerintahkan Charles untuk menyediakan beberapa helikopter untuk digunakan Briptu Erick untuk menyelamatkan Sahrma. Yang selama ini tuan Jose sudah menganggap Sharma sebagai putrinya.


Dengan sigap Charles langsung menyediakan helikopter termasuk dengan pilot.


Ketika mereka tiba dengan menggunakan helikopter tepatnya, satu kilometer dari tempat Sharma disekap, rekan Briptu Erick dan pasukan Tuan Jose Miller langsung mengatur untuk menyerang kawanan penjahat yang menculik Sharma.

__ADS_1


Tetapi ketika mereka mengetahui ada yang ingin mendekati lokasi mereka, Natan dan Alvaro berniat memindahkan Sharma ketempat yang lebih aman, karna mereka merasa sudah ada yang mengetahui lokasi mereka. Natan, Alvaro dan rekan rekan mereka langsung membopong Sahrma keluar dari gudang. Dan langsung memindahkan Sharma kehutan belantara yang tidak jauh dari lokasi tempat Sharma disekap.


Sahrma sama sekali belum sadarkan diri, ia tidak tau apa yang sudah dilakukan Natan dan rekan rekannya terhadapnya.


sementara Briptu Erick dan rekan rekannya sudah tiba di lokasi Sharma disekap. Tetapi ketika mereka memeriksa, tidak ada orang disana. Tetapi Meraka mengetahui kalau tempat itu baru saja ditinggal. Hingga Briptu Erick menemukan tas Sahrma disana.


"Ini tas istriku!" berarti mereka sudah mencium kehadiran kita disini!" ucap Briptu Erick kepada Rakan Rekannya.


"Takkan ku ampuni kalian." ucap Briptu Erick yang sudah Sangat emosi karena dirinya belum menemukan sosok istri nya disana.


mereka kembali memeriksa jaringan GPS ponsel Sahrma. Tapi signal hilang dan tidak terdeteksi sama Sekali.


"Briptu Erick menangis, ia merasa gagal melindungi istrinya dari orang orang yang berniat jahat kepada istri dan keluarganya.


"Ya Allah apa yang haru kulakukan?"


"Ya Allah berikanlah aku petunjuk mu!" Doa Briptu Erick sambil menangis. Ia tidak sanggup kalau dirinya kehilangan Sahrma.


Mereka mencari keberadaan Sharma di sekeliling lokasi, tapi mereka tidak menemukan Sharma disana. Tetapi ketika Briptu Erick berjalan arah pepohonan lebat yang mengarah kehutan, Briptu Erick melihat tetesan darah segar disana. Pertanda baru saja ada yang melintas. Briptu Erick mengikuti tetesan darah itu. ketika Tetasan darah itu mengarah kehutan, Briptu Erick menemukan jepit rambut Sahrma disana.


Hal itu membuat Briptu Erick yakin, kalau Sharma berada di hutan. Ia terus saja menyelusuri hutan itu ditemani beberapa rekannya.


"Aku yakin kalau kamu kuat sayang!"


"Tunggu mas sayang!"


"Mas yakin kamu pasti bisa bertahan." gumam Briptu Erick dalam hati sambil terus saja menelusuri hutan belantara.


Bersambung.......


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓💓💓🙏💓🙏💓

__ADS_1


mampir juga ke karya Morata yang lain



__ADS_2