
Satu Minggu sudah berlalu bulan madu Sharma dan Briptu Erick, mereka sudah kembali ke Jakarta tepatnya kerumah milik Briptu Erick yang sudah disulap oleh Charles dan Antonio. Sharma tampak sibuk membereskan barang barang mereka. Sedangkan Briptu Erick ikut membantu istrinya.
"Sayang sini mas bantuin" ucap Briptu Erick sambil meraih sapu yang ada ditangan Sharma .
" Benaran mas mau bantuin beres beres rumah kita?" tanya Sharma Karna dirinya belum yakin kalau suaminya dapat melakukan pekerjaan yang layaknya dilakukan seorang wanita.
"Ia sayang ....kan ini rumah kita jadi sudah sepantasnya kita saling bantu, agar cepat kelar." kata Briptu Erick sambil langsung menyapu ruangan yang mereka tempati.
Maklum mereka belum ada asisten rumah tangga, jadi apa apa harus dikerjakan sendiri.
"Trimakasih sayang ...." ucap Sharma sambil mengecup pipi Briptu Erick dan langsung berlalu dari hadapan Briptu Erick karna dirinya merasa malu sudah lebih dulu nyosor kepada suaminya. sedangkan Briptu Erick menikmati ciuman dari istrinya.
"Sayang kok terus lari? mau lagi dong....." kata Briptu Erick. Hal itu membuat wajah Sharma menjadi merah seperti kepiting rebus.
"Ngak perlu malu sayang!" kan aku ini suami kamu! mas justru senang banget loh sepertinya mas dapat energi ketika istri aku yang cantik ini mencium ku. Kalau boleh setiap hari seperti ini sayang." ucap Briptu sambil meraih tubuh mungil istrinya dan memberikan kecupan hangat di kening Sharma
" I love you my wife" kata Charles sambil mengembangkan senyumnya. dibalas anggukan dari Sharma dirinya tidak berani menatap suaminya karna masih merasa malu terhadap suaminya.
"Ya sudah kita lanjutin lagi beberes nya yuk."ujar Briptu Erick
" Ia mas!" Sahut Sharma sambil langsung membereskan barang mereka.
Setelah selesai menyapu rumah, dan rumah sudah tampak rapi dan bersih. Briptu Erick berlalu dan masuk kedapur, ia berincana memasak masakan kesukaan Sharma. Karna Briptu Erick melihat Sharma sudah tampak lelah merapikan rumah
Sharma memanggil suaminya. Tapi tadi kunjung ada jawaban dari suaminya. Sharma mencari suaminya kekamar tidak menemukan sosok suaminya didalam kamar." "Mas......mas.....mas." panggil Sharma tetapi tidak kunjung ada jawaban. Maklum Briptu Erick tidak mendengar panggilan istrinya karna jarak antara dapur dan kamar yang mereka tempati lumayan berjarak. Apalagi kamar mereka dilengkapi dengan kedap suara sehingga orang yang memanggil dari kamar itupun tidak terdengar.
Merasa tidak menemukan sosok suaminya di kamar, Sharma berniat mencari ke taman belakang tetapi sebelum sharma tiba di taman belakang, Ia sudah melihat sosok suaminya berada di dapur sedang asyik memasak masakan kesukaan Sharma. Walau Briptu Erick tidak terlalu jago masak, tapi Ia berusaha untuk menyenangkan istrinya.
Sharma menghampiri suaminya dan langsung memeluk suaminya dari Belakang.
" Mas dari tadi aku cari cari, tapi mas tidak ada dikamar rupanya ada disini, lagi masak apa mas?" tanya Sharma sambil mengetatkan pelukannya. Briptu Erick membalikkan badannya agar dirinya dapat melihat istrinya lebih leluasa.
__ADS_1
"Sebentarya sayang....ini tinggal tunggu matang kok." kata Briptu Erick sambil langsung mengecup kening Sharma.
"Loh mas masak kesukaan Sharma?" tanya Sharma antusias melihat suaminya yang lagi memasak makanan kesukaannya.
"Iya sayang....tapi jangan diejek ya kalau rasanya tidak pas selera kamu!" ucap Briptu Erick sambil merenggangkan pelukannya.
"Sayang!"
"Iya mas."
"Kira kira kapan disini ada Erick junior?" tanya Briptu Erick sambil mengelus perut Sharma. Karna ia mengharap kalau Sharma segera mengandung darah daging Briptu Erick.
Sharma mengebangkan senyumnya.
"Sabar sayang!" kita hanya bisa berdoa dan berusaha. "Semoga benih cinta kita tumbuh disini mas." sahut Sharma.
Masakan Briptu Erick sudah matang tinggal menata dimeja makan. Sharma membantu suaminya menghidangkan masakan yang dimasak suaminya.
Setelah hidangan sudah selesai dihidangkan, Briptu Erick dengan segenap hati melayani Sharma.
"Mas tidak perlu seperti ini seharusnya Sharma yang melayani Mas, bukan mas yang melayani Sharma." kata Shama kepada suaminya.
"Tidak apa-apa sayang!" Mas sangat senang kalau masakan Mas kamu makan dengan lahap." ucap Briptu Erick sambil duduk di samping Sharma.
Kemudian Sharma langsung menyantap makanan kesukaannya yang dimasak langsung oleh suaminya.
"Wow enak sekali mas!" ucap Sharma memuji masakan suaminya.
Sharma menyantap makanan kesukaannya dengan lahap dan Sampai ludes tanpa sisa. Hal itu membuat Briptu Erick sangat senang melihat istrinya suka makan masakan Briptu Erick.
"Kamu lapar sayang? mau nambah tidak?" kata Sharma Kepada istrinya. dibalas anggukan dari Sharma tanda dirinya ingin menambah makanannya.
__ADS_1
" Baru kali ini Sharma memakan lezat seperti ini mas" kata Sharma padahal Sharma sudah sering memakan makanan yang lezat di restoran milik Antonio, suami dari Morina sahabat Sharma sendiri. Tetapi entah mengapa masakan Briptu Erick lebih lezat baginya.
"Trimakasih suamiku yang tampan.....sudah memasak masakan yang sangat lezat untukku." ucap Sharma sambil langsung mencium bibir Briptu Erick.
"Sayang kamu sudah semakin pintar Yach, kamu membuat pesawat yang ada dibawah ini mencari landasannya!" ucap Briptu Erick.
Ketika mereka menyelesaikan makan Briptu Erick langsung menggendong tubuh mungil Sharma.
"Sayang!" kamu harus tanggung jawab dong, sudah menghidupkan pesawat terbang milik mas, kamu haru siapkan landasan. kalau tidak nanti bisa-bisa ke jebur kekamar mandi ." ucap Briptu Erick.
"Sebentar lagi ya sayang!" kan baru siap maka. sayang, ngak enak membuka landasan kalau baru siap makan nanti bisa ngos ngosan.ucao Sharma sambil mengenang senyumnya.
"Tapi ini bagaimana dong?" pesawatnya sudah keburu hidup.
"Sabar ya sayang sekitar lima belas menit lagi." ucap Sharma sambil mulai mengecup dan meraba pesawat terbang milik Briptu Erick yang sudah hidup dan ingin segera mencari landasan.
"Sayang ah!" sudah ngak tahan nih!" ucap Briptu Erick sambil langsung membopong tubuh mungil istrinya dan memberikan gerakan yang mempu membuat landasan milik Sharma becek..Sharma mengebangkan senyumnya, gerakan Sharma pun semakin lincah yang mampu membuat pesawat milik Briptu Erick ingin segera mengeluarkan asap putih tebal dan kental.
Sharma yang melihat Briptu Erick sudah semakin mempercepat gerakannya, Sharma langsung mengimbangi gerakan yang dilakukan oleh Briptu Erick. Briptu Erick melandaskan pesawatnya di landasan Sharma yang sudah mulai becek.
Ah .....pesawat mendarat di landasan milik Sharma hingga mengeluarkan asap putih yang tebal dan kental di landasan milik Sharma
"Thanks ya sayang!" sudah bersedia menyiapkan landasannya. ucap Briptu Erick sambil mengecup kening Sharma.
"Sama sama mas." ucap Sharma
bersambung..........
hai hai redears dukung terus karya author Yach agar outhor lebih semangat untuk berkarya. trimakasih.💓🙏💓🙏💓🙏💓💓🤝
mampir kekarya outhor yang lain juga ya
__ADS_1