
Setelah mendapat telepon seluler dari salah satu anak buahnya Merli langsung memerintahkan anak buah lainnya untuk membereskan Veronica yang ternyata sudah bergabung dengan mafia yang ada di Indonesia. Karna mereka belum mengetahui siapa yang menjadi tandingan mereka sehingga mafia gengsteer yang berdinas loreng kebiruan itu ikut membantu Veronica dalam menjalankan misinya untuk menghancurkan keluarga Yudha dan juga Briptu Erick.
Mereka apalagi gengsteer berdinas loreng kebiruan itu mendapat hadiah yang luar biasa dari veronica jika mereka ikut membantu dirinya untuk membalaskan dendam ya kepada Yudha dan Briptu Erick. Veronica tidak segan segan untuk memberikan tubuhnya kepada ketua mafia gengsteer berdinas loreng kebiruan itu sebut saja namanya Romeo.
Ia sengaja memiliki hubungan khusus dengan Romeo dengan memberikan tubuhnya kepada Romeo agar Romeo ikut membantunya dalam menyelesaikan misinya tanpa mengetahui sebab dan akibatnya. Veronica dan Romeo menyatukan kekuatan untuk melawan Yudha dan Briptu Erick.
"Dari kejauhan, Merli menertawakan Veronica yang berusaha menghancurkan kehidupan keluarganya dan keluarga adiknya.
"Kamu pikir kamu siapa hah?" gumam Merli sambil tertawa terbahak bahak dari kejauhan ketika dirinya melihat Romeo sedang merencanakan penculikan untuk baby Prasetya.
"Merli sudah menduga itu akan Veronica dan Romeo lakukan. Sehingga Merli dan anak buahnya sudah wanti-wanti terlebih dahulu.
"Kamu pikir saya tidak tahu rencana kamu perempuan bodoh!" gumam Merli.
"Aku nggak nyangka ada manusia sejahat kamu, Yang mampu melakukan apa saja untuk mencapai keinginan busuk mu itu.
Merli juga memerintahkan kepada anak buahnya agar melakukan penjagaan ketat di areal rumah milik Briptu Erick. Karena dugaan dari anak buahnya memang benar-benar akan dilakukan oleh Veronica dan juga Romeo. Veronica memanfaatkan Romeo untuk membalaskan dendamnya padahal dirinya sama sekali tidak ada rasa cinta kepada Romeo.
"Sayang kapan kita akan menjalankan misi kita?"
"kamu tenang saja sayang semua sudah aku yang ngatur!"sahur Romeo sambil mengecup bibir manis Veronica.
"Benar ya Sayang aku sudah tidak sabar melihat kehancuran rumah tangga Yudha dan juga Briptu Erick. ucap kalau nikah sambil mengembangkan senyumnya. Veronica bergelut manja di pangkuan Romeo.
"Bagaimana kalau kita bermain dulu sayang baru aku akan memerintahkan anak buahku untuk menjalankan misi kita."
"Apa sih yang tidak untuk kamu Sayang!"ucapan pernikahan sambil mengecup bibir Romeo Mereka pun terbuai dan larut dalam keadaan. Veronica benar-benar melayani nafsu birahi Romeo, agar Veronica mencapai keinginannya.
"Wah goyanganmu sangat sempurna sayang!"Aku tidak menyangka permainan mu semakin hari semakin membuatku bergairah."ucap Romeo karena dirinya merasakan sentuhan dari Veronica yang semakin hari semakin menggoda.
"Apa kamu puas dengan apa yang aku lakukan?"
__ADS_1
"Iya sayang tapi kita lakukan sekali lagi ya Aku Masih Ingin bermain-main denganmu."
"Lakukan sepuasmu semua yang ada diriku milikku seorang."
"Benarkah?"ucap Romeo sambil kembali menggerayangi tubuh milik Veronica. Veronica sama sekali tidak peduli dengan tubuhnya. Yang penting dirinya mencapai keinginannya.
Malam itu adalah malam yang paling menggairahkan kan kepada Veronica dan juga Romeo. Veronica benar-benar buta Karena rasa dendamnya kepada Yuda dan juga lirik Padahal selama ini dialah yang terlalu serakah. Ia tidak pernah merasa puas dengan apa yang ia dapatkan.
"Kamu lihat aja Yudha sebentar lagi kehidupanmu akan hancur berkeping-keping." Gumam Veronica dalam hati ketika Romeo berjanji untuk membantunya menghancurkan kehidupan Yudha dan juga Briptu Erick.
Ketika Romeo sudah mendapatkan kan apa yang diinginkan dari Veronica, Ia pun membantu Veronica untuk menjalankan misi Veronica. Romeo menghubungi salah satu anak buahnya untuk melakukan apa yang diinginkan Veronica termasuk menculik salah satu anggota keluarga Yudha atau Briptu Erick.
"segera kalian lakukan Tugas kalian Saya tidak mau ada kegagalan dalam menjalankan tugas kalian Ingat jangan sampai ketahuan."perintah Romeo dalam sambungan telepon sebenarnya kepada salah satu anak buahnya yang bertugas untuk menjalankan misi Veronica.
"Tapi bos lawan kita tidak sebanding!"
"Maksud kamu apa?"
"Maksud saya yang kita lawan ini ternyata seorang mafia kelas kakap dan dia salah satu ketua mafia di Asia tenggara."ucap salah satu anak buah Romeo.
Sejujurnya ketika Romeo mengetahui kalau lawan Mereka tidak sebanding dengan gangster yang ia pimpin Romeo juga merasa khawatir sehingga dirinya tidak pernah langsung turun tangan untuk menjalankan misi mereka.
"Saya tidak mau tahu kalian tetap laksanakan Tugas kalian ucap Romeo kepada salah satu anak buahnya
"Tapi bagaimana kalau mereka mengetahui rencana kami Bos?"
"Makanya mikir pakai otak supaya mereka tidak mengetahui rencana yang kita lakukan."
"Jadi apa yang harus kamu lakukan Bos?"
Tetap lakukan rencana A jika rencana A gagal, lakukan rencana B yang sudah kita atur sebelumnya." ucap Romeo agar anak buahnya segera melaksanakan tugas yang ia perintahkan sebelumnya.
__ADS_1
"Bagaimana Sayang apa anak tuhanmu sudah melakukan rencana kita?"
"Kamu tenang aja sayang!" cecunguk itu akan segera hancur."ucap Romeo kepada Veronica sambil tetap menggerayangi tubuh Veronica.
Mereka benar-benar melewati malam itu penuh dengan nafsu birahi. Apalagi menurut Romeo pelayanan Veronica luar biasa yang tidak pernah didapatkan dari wanita manapun.
"Wah kamu sangat luar biasa sayang!"
"Benarkah?"
"Iya aku tidak pernah mendapatkan wanita seperti kamu yang mampu membangkitkan gairah dan permainanmu membuat aku benar benar puas dalam pelayanan mu.
"Iya dong Sayang Apa sih yang tidak untuk kamu!" goda Veronica.
"Kamu benar-benar menggoda sekali."
"Apakah kamu masih kurang aku bisa melakukan yang lebih dahsyat dari ini?
"Beneran?"tanya Romeo sambil mengembangkan senyumnya
"Kamu tidak percaya?"tanya Veronica sambil membalikkan tubuh Romeo dan Veronica memimpin permainan mereka.
"Kamu benar-benar luar biasa!"bisik Romeo tepat ditelinga Veronica yang terus saja memimpin permainan mereka malam itu.
malam itu mereka melakukannya sampai tiga ronde tanpa istirahat. Membuat Romeo benar-benar kelelahan. Tetapi Veronica seolah tidak merasa lelah. Ia ingin sekali terus bermain-main dengan Romeo. Romeo sama sekali tidak mengetahui kalau Veronica sudah berpengalaman apalagi ketika Veronica berada di Hongkong.
"Kita istirahat dulu sayang Sepertinya aku sudah lelah!"ucap Romeo
"Ya sudah kita istirahat dulu nanti kita lanjutkan lagi ya Sayang!"ucap veronica sambil memeluk Romeo.
Merli yang sudah mengetahui rencana rencana yang akan dilakukan anak buah Romeo langsung melakukan penjagaan ketat di area rumah milik Briptu Erick dan juga rumah miliknya. Merli juga meminta kepada Briptu Erick agar lebih hati-hati keluar rumah.
__ADS_1
Bersambung....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏