Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)

Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)
MENIKMATI MASAKAN DOKTER DELON


__ADS_3

Ketika dokter Delon membawakan sop buatannya ke kamar untuk diberikan kepada Andita, Andita langsung terbangun setelah mencium aroma masakan suaminya yang begitu menggiurkan menurutnya.


"Mas sudah masak sop nya?"


"Sudah Sayang kamu makan ya!"


"Iya Andita akan makan tapi mas yang suapin."


Dokter dalam mengembangkan senyumnya melihat istrinya yang berjumlah manja kepadanya. iya menyukai sifat manja dari istrinya.


"Iya sayang kamu tenang saja Mas akan menyuapi mu." ucap dokter Delon sembari membantu Andita duduk dari tidurnya.


Dokter Delon pun dengan telaten menyuapi Andita.


"Wah sopnya enak banget mas masakan mas Memang the best deh."ucap Andita memuji masakan suaminya karena Andita sangat menyukai masakan itu. Dengan sekejap Andita menghabiskan nasi dan sop buatan suaminya membuat dokter Delon bahagia Ketika istrinya menghabiskan sop buatannya.


"Terima kasih suamiku sayang sudah masak sop yang enak buat istrimu ini."ucap Andita setelah selesai menyantap makanan yang dihidangkan suaminya.


"Sama-sama istriku Sayang!" jika kamu membutuhkan sesuatu, kamu bisa bilang sama mas tidak usah sungkan-sungkan suami kamu akan siap melayani kamu sayang." ucap dokter Delon sembari langsung mengecup bibir manis Andita.


Bibir Andita seolah sudah candu buat dokter Delon Kalau dokter tidak mengecupnya sedikitnya lima kali dalam satu hari sepertinya dokter Delon merasa ada yang kurang.


"Terima kasih sayang Sudah hadir di hidupku membuat hidup mas menjadi berwarna." ucap dokter Delon kepada Andita.


Andita mengembangkan senyumnya Ia pun langsung mengalungkan tangannya di leher jenjang suaminya.


"Mas aku menginginkannya!'ucap Andita dengan nada memelas


"Tapi kamu baru selesai makan sayang!"tunggu sebentar dulu nasinya turun, mas mengunjungi anak kita di dalam." ucap dokter Delon kepada Andita.


"Tapi Andita maunya sekarang Mas."


Dokter Delon tidak menjawab Andita lagi, Ia langsung mengecup bibir manis istrinya dan perlahan ciuman itu turun ke bawah ke jenjang leher Andita. Ciuman itu semakin panas tangan dokter Delon sudah mulai masuk ke dalam Balik baju tidur milik Andita. Dokter Delon langsung memainkan gunung kembar milik Andita. Membuat Andita merasakan sensasi yang luar biasa hingga Andita mengeluarkan De$@han yang begitu dahsyat.


Entah karena faktor kecapekan, sehingga Andita begitu menikmati Apa yang dilakukan oleh dokter Delon terhadapnya. Ia pun seperti meminta lebih dan lebih lagi. Karena dokter Delon takut menyakiti bayinya yang ada didalam, sehingga dokter Delon tidak menindih tubuh Andita melainkan dokter Delon melakukan dan memuaskan Andita dengan cara lain.


Tetapi Andita bisa tetap merasa puas dengan apa yang dilakukan dokter Delon. Hari itu hari yang begitu panas buat kedua sejoli itu. Hingga mereka menghabiskan waktu hari itu di dalam kamar. Setelah dokter Delon dan Andita mencapai puncaknya, dokter Delon langsung membaringkan tubuhnya di samping Andita sembari langsung mengecup kening Andita untuk sekedar berterima kasih atas apa yang mereka lakukan hari itu.

__ADS_1


"Terima kasih banyak Sayang ."ucap dokter Delon kepada Andita dibalas anggukan dari Andita.


Sementara di tempat lain Sharma sudah kembali ke rumah setelah selesai menyelesaikan administrasinya di kampus Brawijaya. Ia langsung menghampiri putranya baby Prasetya karena dirinya sudah sangat merindukan sosok putranya yang sudah mencuri perhatiannya.


Tiba-tiba ponsel milik Sharma berdering. Ia melihat di layar ponselnya yang menghubungi dirinya my husband. Itu pertanda Briptu Erick yang menghubungi Sharma.


dengan cepat Sharma langsung menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya agar sambungan telepon selulernya tersambung dengan Erick.


"Hallo mas ada apa?"


"Kamu lagi di mana sayang?"


"Sharma sudah ada di rumah Mas."


"Naik apa tadi Sayang pulang dari kampus?"


"Diantar sama Zahra dan Morina." ucap Sharma kepada Erick.


"Kenapa tidak menunggu Mas saja sayang?


"Takutnya kelamaan karena Sharma sudah sangat merindukan Putra kita sayang, sehingga Sharma berniat langsung pulang ke rumah agar Sharma dapat bermain dengan Putra kita." ucap Sharma kepada Briptu Erick.


"Ya tentu peduli dong mas!" masa tidak peduli dengan Putra sendiri." ucap Andita kepada suaminya.


Setelah selesai berbicara panjang lebar di dalam sambungan telepon selulernya. Sharma dan Briptu Erick menyudahi panggilan telepon selulernya,kemudian Sharma Langsung kembali menghampiri putranya baby Prasetya.


"Hallo Putra Mami Maafkan Mami sudah meninggalkanmu beberapa jam yang lalu." ucap Andita sembari mengecup pipi tembem putranya.


"Kamu sangat menggemaskan banget sih sayang." ucap Sharma sembari la kembali mengelus wajah tampan putranya.


Tiba-tiba suara klakson mobil terdengar jelas di telinganya Sharma. Itu pertanda suaminya sudah kembali ke rumah dari kantor. shaema pun langsung menghampiri suaminya dengan menggendong putranya baby Prasetya. Melihat istri dan putranya menyambut kedatangan Briptu Erick sangat bahagia.


"Eh jagoan Papi menyambut Papinya ya." ucap Erick sambil mengelus pipi tembem putranya.


"Sudah Mas jangan di pegang dulu Putra kita Sebelum mandi."


"Tidak apa-apa sayang mas bersih kok."

__ADS_1


"Memangnya siapa yang mengatakan mas tidak bersih suamiku sayang?"


"Tapi kalau belum mandi tidak bagus langsung menggendong bayi sayang." ucap Sharma kepada Briptu Erick agar Briptu Erick segera mandi terlebih dahulu baru bisa bermain bersama Putra mereka baby Prasetya.


Iya sudah Mas mandi dulu ya Sayang." ucap Erick kepada Sharma sembari meninggalkan Sharma dan baby Prasetya di ruang tengah. Briptu Erik langsung menyelesaikan ritual mandinya berharap dirinya bisa bermain bersama baby Prasetya.


Briptu Erick pun menghampiri Sharma dan juga baby Prasetya yang berada di ruang tengah. Briptu Erick langsung meraih tubuh putranya ke pangkuannya karena Erick sangat ingin sekali menggendong putranya baby Prasetya yang sudah mulai pintar mengoceh.


Tiba-tiba pak Fernando datang menghampiri Sharma dan juga begitu Erick.


Pak Fernando berniat ingin kembali ke Bogor untuk memantau perkembangan bisnisnya yang ada di sana.


"Nak Erick, Sharma kemungkinan besok Papi akan kembali ke Bogor. Karena sudah beberapa bulan ini Papi tidak memantau perkembangan pabrik kita yang ada di sana." ucap Pak Fernando kepada Sharma dan juga Erick .


"loh Memangnya Papi sudah baikan?"


"Sudah!" kalian Tenang saja." Papi sudah baik-baik saja kok." Ucap pak Fernando kepada Sharma dan Briptu Erick.


"Iya sudah pi!" nanti Erick akan menemani Papi ke Bogor karena Erick juga ingin memantau perkembangan perkebunan Erik yang ada di kawasan puncak Bogor.


"loh Memangnya kamu tidak tugas nak?


"Papi Tenang saja!" lagian Erick kesana juga menjalankan tugas kok. Karena ada sesuatu kasus yang ingin Erick tangani disana dan sepertinya tersangkanya bersembunyi di daerah puncak Bogor.


"Masalah apa itu nak?"


"Biasalah pi.....zaman sekarang banyak orang-orang melakukan bisnis ilegal demi meraup keuntungan yang banyak.


"Maksudnya?"


"Nanti juga Papi akan mengetahuinya sepertinya Erick akan lama di sana, sebelum misi Erick terlaksana.


Bersambung......


hai hai redears dukung terus karya author lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏


mampir juga kekarya baru Morata

__ADS_1


"MAMA MUDA "



__ADS_2