
Yudha penasaran kepada siapa istrinya berbicara, seolah istrinya memilki masalah yang serius. Sehingga Yudha memberanikan diri untuk bertanya kepada Merli.
"Siapa sayang?"
"Asisten ku?"
Yudha mengeritkan Dahinya. Iya bingung semenjak Kapan istrinya memiliki asisten.
"Asisten?" Yudha kembali bertanya kepada Merli.
"Iya itu asistenku yang menghubungiku!"
Yudha tidak mau ambil pusing, Ia percaya kepada istrinya. hingga Melly harus meninggalkan dirinya di Rumah Sakit bersama innamorata.
"Mas aku tinggal dulu ya sebentar soalnya aku ada urusan!"
"Kamu mau kemana sayang?"
"Kamu tidak mau meninggalkan aku lagi kan?" Merli mengembangkan senyumnya, Ia menggelengkan kepalanya.
"Ya sudah aku pergi dulu ya Mas!" titip innamorata dulu aku hanya sebentar kok." ucap Merli.
"Sayang mami tinggal dulu sebentar ya cuman 30 menit aja!" ucap Merli kepada putrinya inamorata.
"Okey deh mami?" jawab innamorata singkat
"Jangan nakal, jaga Daddy ya!" ucap Naruto sambil meninggalkan ruang rawat inap Yudha.
Merli berlalu, Ia menemui asistennya yang sudah berada di lobby rumah sakit. Ketika Melly bertemu dengan anak buahnya. Anak buahnya memberikan sampel rambut milik Sharma. lalu mereka pun melakukan tes DNA kepada sampai rambut milik sama dengan sampel rambut Merli.
Ia menemui salah satu dokter yang ahli di bidangnya. Dan langsung melakukan tes DNA. Iya sudah tidak mau menunda-nunda lagi. karena semenjak kepergian ibu dan ayah kandungnya yang ditugaskan untuk mencari adiknya yang hilang. Karena sebelum kedua orang tuanya meninggal, Ibu dan Ayah Merli sudah memberitahu kenyataan bahwa beliau memiliki seorang adik yang sudah hilang semenjak bayi.
Setelah Merli melakukan uji tes DNA dengan kecocokan genetik antara sharma dengannya. Merli kembali menghampiri suami dan putrinya. Iya berharap kalau Sharma adalah adik kandungnya yang hilang sekitar 20 tahun yang lalu. Entah mengapa dugaan Merli kuat kalau Sharma adalah adik kandungnya. Padahal mereka baru Hanya Satu kali saja bertemu di toko kue.
Ketika Merli tiba di ruang rawat inap Yudha, Iya meneteskan air matanya melihat kedekatan putrinya dengan Yuda semakin dekat. Hal itu membuat buat Merli menjadi dilema. Ia takut kalau putrinya tidak merasakan kasih sayang seorang ayah lagi, jika melanjutkan kasus perceraiannya dengan Yudha.
Sehingga dia pun memilih untuk mengulur waktu, Merli takut kembali kecewa terhadap Yudha. Sehingga Merli tidak langsung buru-buru memutuskan keputusannya. Tapi Yudha sepertinya sudah berubah. Yudha mulai dekat dengan putrinya. Yang selama ini ia hanya pulang dan pergi begitu saja tanpa menyapa inamorata. Bahkan ia tidak pernah menemani putrinya melihat tumbuh kembang inamorata.
Yudha hanya sibuk dengan wanita-wanita nya di luar, memiliki harta yang banyak membuat Yudha melupakan dirinya menjadi seorang ayah dan juga suami. Tetapi ia tidak tahu di atas langit ada langit. Yudha sama sekali tidak mengetahui kalau istrinya memiliki harta yang lebih besar dibandingkan dirinya. Harta kekayaan orang tua Merli jatuh ke tangan Merli karena adik kandungnya tak kunjung ditemukan.
Tetapi dia berjanji jika adik kandungnya ia temukan harta kekayaannya akan dibagi. selama ini Yudha tidak mengetahui sama sekali. Yang ia tahu Merli Hanya wanita biasa.
"Mas maaf ya!" aku kelamaan ya?"
"Tidak kok!"
__ADS_1
"Sayang kita makan dulu yuk!" ajak Merli kepada putrinya untuk memakan makanan yang ia Bawa.
"Daddy tidak makan?"
"Makan juga dong sayang!" ucap Merli sambil membuka makanan Yang ia bawa.
"Mas kita makan ya!"
"Iya sayang!" tapi suapin ya."
"Ih mas seperti anak kecil saja!"
"Iya dong mam.....mami suapin kita." ucap inamorata sambil duduk disebelah Yudha. Hal itu membuat Yudha tersenyum melihat putrinya. Merli pun akhirnya tidak menolak dan langsung memberi suapan demi suapan kepada suaminya dan putrinya.
"Dengan sekejap makanan itu habis dilahap suami dan putrinya.
"Sayang enak kan suapan dari mami!"ucap Yudha kepada putri semata wayangnya.
"Iya dong dad!" sahut innamorata sambil nyengir.
"Oh iya sayang kamu dari mana sih tadi?"
"Tidak dari mana-mana hanya di sekitaran rumah sakit."
"Tidak ada apa-apa!" aku hanya ingin membeli makanan yang kita makan tadi. ucap Merli berbohong. Karena Merli tidak ingin memberitahu kalau Dia melakukan tes DNA. kepada seseorang.
Tiba-tiba Dokter Delon masuk untuk memeriksa kondisi Yudha.
ketika dokter Delon memeriksa Yudha, Iya Bun mengembangkan senyumnya.
"Dokter kapan saya bisa pulang!"
"Hari ini juga Tuan sudah bisa pulang!" karena kondisi Tuan sudah berangsur membaik tetapi kami berharap Tuan rajin control." ucap dokter Delon kepada Yudha.
"Terima kasih Dokter ucap Yudha dan Merli bersamaan.
"Sama-sama!" sahut dokter Delon sambil berpamitan kembali ke ruangannya. Dokter Delon tidak mengetahui kalau Andita sudah ada di ruangannya .
"lo sayang Kamu kesini?"
"Iya Mas soalnya aku kangen sama Mas!"
ucap Andita sambil mengalungkan tangannya dileher dokter dalam. Dokter Delon pun langsung memeluk istrinya Andita dan mengecup bibirnya sekilas.
"Mas sibuk ya?"
__ADS_1
"Tidak itu pasien terakhir Mas periksa!"
"Kalau begitu kita pulang yuk!" Andita kangen sama Mas!"
"Ya sudah tunggu sebentar ya sayang!" ucap dokter film sambil membereskan berkas-berkas pasien yang ada di meja kerjanya.
"Yuk kita pulang!"ujar dokter Delon kepada Andita sambil menggandeng tangan Andita keluar dari ruangannya.
"Mas aku merindukanmu Apa kamu tidak merindukanku!" kata Andita ketika mereka sudah ada di dalam mobil milik dokter Delon.
"Tentu saja aku sangat merindukanmu sayang, tapi kamu tahu sendiri kan kalo tugas aku sebagai dokter kayak gimana!"
"Iya sayang tapi sekali-sekali boleh ambil cuti doang!"
"Iya sayang mas janji!"
"Terimakasih ya Mas!" ucap Andita sambil langsung mengecup bibir manis dokter Delon dengan sekilas. Melihat istrinya yang begitu agresif terhadap nya, Dokter Delon mengembangkan senyumnya. Ia ingin segera tiba di rumah.
Setelah melakukan perjalanan sekitar 20 menit dokter Delon dan Andita pun tiba di rumah pribadi milik Dokter Delon. Kemudian dokter Delon memarkirkan mobilnya di garasi. Ia langsung menggendong tubuh mungil istrinya.
"Mas tidak perlu digendong aku bisa jalan sendiri!" pinta Andita
Tetapi dokter Delon tidak menggubris.Ia terus menggendong tubuh Andita masuk ke kamar. seolah-olah dirinya ingin langsung melahap istrinya. Melihat tingkah romantis majikannya, Bi Maimunah pun mengembangkan senyumnya.
"Semoga menjadi keluarga yang sakinah mawadah warohmah."gumam Bi Maimunah yang sudah lama menemani dokter Delon.
Maimunah begitu bahagia melihat majikan bahagia. Karena semenjak kecil, Bi Maimunah yang mengasuh dokter Delon. Sehingga Bi Maimunah sudah menganggapnya sebagai anak kandung sendiri.
"Bibi bahagia Den kalau ada Aden bahagia gumam Bi Maimunah di dalam hati.
"Entah karena faktor hormon Andita yang naik Sehingga Andita begitu agresif terhadap suaminya. Dokter Delon langsung mengecup bibir manis istrinya, perlahan kecupan itu semakin dalam hingga jenjang leher milik Andita. Tangan Dokter Delon sudah menjalar kemana mana, hingga Andita mengeluarkan De$@han yang begitu dahsyat.
Hal itu membuat Dokter Delon semakin melancarkan aksinya. Ia langsung membuka pakaian yang melekat ditubuh istrinya. Hingga lekuk tubuh Andita terlihat jelas dimatanya. Hingga meraka menghabiskan watu Sore itu dengan nikmatnya surga dunia. Ketika dokter Delon sudah mencapai puncaknya, Dokter Delon langsung mengecup kening Andita
"Aku mencintaimu sayang!" ucap Dokter Delon
"Aku juga mencintaimu suamiku" ucap Andita sambil mengembangkan senyumnya.
Bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏
mampir juga kekarya karya Morata lainya. dijamin ceritanya seru loh.
__ADS_1