Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)

Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)
Kondisi Sahrma


__ADS_3

Natan, Alvaro dan beberapa rekan mereka, sudah masuk ke tengah hutan belantara untuk menyembunyikan sosok Sharma yang tubuhnya sudah semakin lemah. Mereka tidak memberikan belas kasihan terhadap Sharma. Bahkan mereka berencana untuk mengubur Sharma hidup-hidup.


"Bagaimana ini bro apa kita kubur saja wanita ini?"


"Yup betul buat repot saja!" sahut anggota mereka lainnya.


"Bagaimana menguburkannya kalau dia masih hidup?"


"Biarkan saja toh dia akan mati sendiri!"ucap Alvaro dengan kejam. Mereka sama sekali tidak menunjukkan belas kasihan sedikitpun kepada Sharma.


"Apa yang harus kita katakan kepada bos nanti?"


"Kita bilang aja dia sudah meninggal dan langsung kita kubur!"


"Bagaimana kalau Bos tidak setuju?"


"Tidak mungkin dia setuju secara dirinya ingin sekali membunuh wanita ini!" sahut Alvaro.


Ketika Alvaro Natan dan beberapa rekan lainnya berniat untuk mengubur Sharma hidup-hidup walau dengan keadaan yang tragis, Briptu Erick semakin menemukan jejak mereka. dengan alat dan bantuan seadanya yang mereka butuhkan. Briptu Erik berusaha menelusuri hutan belantara.


Betapa terkejutnya Briptu Erick mendengar suara galian dari tengah hutan. Terdengar jelas Ketika seseorang menggali tanah, karena jarak antara Briptu Erick dengan Sharma sudah cukup dekat tetapi Erick belum menyadarinya.


Erick berusaha mendekat suara galian tanah itu, Iya melihat beberapa sosok pria di sana. Tetapi ia tidak melihat keberadaan Sharma sama sekali. Sehingga dirinya mengintai dari jarak beberapa meter. Untuk melihat apa yang di lakukan pria pria itu di sana di tengah hutan.


Briptu Erick memberikan kode kepada rekan-rekannya agar lebih berhati-hati. Ia tidak ingin kalau pengintaian mereka diketahui oleh kawanan penjahat yang mencuri Sharma.


Ketika Natan berniat memasukkan tubuh Sharma ke dalam liang lahat, Briptu Erick sangat terkejut melihat sosok tubuh istrinya akan dimasukkan ke dalam liang lahat.


"Istriku!" gumamnya dalam hati. Emosinya semakin memuncak Ia pun langsung memberikan tembakan yang bertubi-tubi ke arah Natan dan rekan-rekannya.


Mendengar suara tembakan dari Briptu Erick rekan-rekannya pun langsung datang menghampiri Briptu Erick untuk memberikan bantuan, Tampak Alvaro mengeluarkan senjatanya dan mengeluarkan tembakan untuk melawan Briptu Erick yang mana Alvaro dan rekan-rekannya juga memiliki senjata.


Setengah jam adu tembak itu berlangsung akhirnya kawanan penjahat yang mencuri Sharma dapat dilumpuhkan oleh Briptu Erick dan juga rekan-rekannya. Briptu Erick melihat kondisi istrinya yang sudah sangat tragis langsung memeluk Sharma dan menangis.


"Sayang bangun?"


"Sayang please bangun!"


ucap Briptu Erick sambil menepuk-nepuk wajah istrinya yang sudah lebam-lebam. Ia pun memeriksa denyut nadi dari Sharma yang sudah sangat melemah.

__ADS_1


Hingga Briptu Erick langsung menginstruksikan kepada rekan-rekannya, agar segera mempersiapkan helikopter untuk membawa Sharma ke Jakarta agar segera dapat ditangani oleh tim medis.


Tubuh Sharma langsung dibawa Briptu Erick keluar dari hutan belantara. Sejujurnya Briptu Erick tidak sanggup melihat kondisi istrinya. tetapi iya berusaha kuat demi istri yang sangat ia cintai.


"Sayang Mas tahu kamu kuat, Mas tahu kalau kamu sayang sama Mas. jadi bertahanlah sayang." ucap Briptu Erick terus melangkah menuju tempat helikopter sudah menunggu mereka.


Rekan dan anak buah Tuan Jose Miller membereskan beberapa penjahat yang sudah terkena tembakan yang bertubi-tubi dari Erick dan juga rekan-rekannya untuk menindak lanjuti kasus penculikan Sharma. Karena pihak kepolisian yakin kalau ada seseorang yang membayar mereka melakukan itu.


Sekitar 2 jam perjalanan Erick dan Sharma pun tiba di rumah sakit. Briptu Erick langsung menggendong tubuh Sharma masuk ke ruang UGD.


"Dokter....... Suster........tolong!"


"Dokter.......Suster...... tolong!"


Panggil Briptu Erick agar suster dan dokter segera menolong istrinya yang denyut nadinya sudah semakin melemah.


Dokter langsung menghampiri Briptu Erick dan memeriksa kondisi Sharma.


"Ada apa ini Pak kok bisa sampai seperti ini?" Tanya Dokter kepada Briptu Erick


"Istri saya kasus penculikan Tolong selamatkan istri saya dokter, saya tidak peduli berapapun biaya yang harus saya keluarkan yang penting istri saya selamat." ucap Briptu Erick memohon kepada dokter agar dokter segera menangani dan menyelamatkan Sharma.


Hati Briptu Erick bagai tersayat sayat melihat kondisi istrinya yang begitu tragis,


"Siapa yang begitu tega menginginkan nyawa mu sayang?"tanya Briptu Erick dalam hati


"Aku tidak akan mengampuni siapapun yang berniat jahat kepadamu dan kepada keluarga kita." ucap Briptu Erick di dalam hatinya.


Antonio yang mengetahui kalau Sharma sudah ditemukan langsung memberikan informasi kepada Morina sang istri. Begitu juga dengan Charles dia juga langsung memberitahu kepada Zahra bahwa sahabat mereka sudah ditemukan tetapi kondisinya sangat lemah.


"Antonio menghubungi Morina dengan menggunakan sambungan telepon selulernya


Antonio mengetahui kalau Sharma sudah ditemukan karena Charles sudah menghubungi bahwasanya sharma sudah ditemukan.


"Sayang kamu siap-siap sekarang kita mau ke rumah sakit?"


"Memangnya siapa yang sakit Mas?"


"Alhamdulillah Sharma sudah ditemukan tapi kondisinya sekarang kritis!"

__ADS_1


"Ya sudah Mas aku akan siap-siap agar kita segera ke rumah sakit melihat kondisi sahabatku Sharma sahut Morina.


"Ya Allah selamatkanlah sahabatku!"doa Morina di dalam hati sambil bersiap-siap pergi ke rumah sakit menjenguk Sharma karena.


Antonio pun menjemput Morina agar mereka segera memberikan kekuatan kepada Briptu Erick karena mereka tahu Briptu Erick saat ini pasti rapuh melihat kondisi istrinya.


Tim Dokter menyayangkan kondisi Morina yang sudah sangat lemah dan kemungkinan hidup sangat tipis. Karena dehidrasi dan benturan-benturan yang dilakukan penjahat itu membuat tubuh Sharma sangat lemah.


"Denyut jantung pasien semakin melemah!"kata suster yang membantu dokter memeriksa kondisi sarana.


"lakukan alat pemicu jantung


"Baik dokter


suster dan dokter itu pun berusaha menyelamatkan nyawa Sharma, Tetapi mereka gagal. Ketika denyut jantung Sharma sudah berhenti. dokter itu pun menggelengkan kepalanya


"Sudah tidak ada lagi ucap." dokter


lalu pergi meninggalkan kan sharma dan suster itu membereskan tubuh Sharma


Ketika dokter keluar dari ruang UGD Erick langsung menghampiri dokter itu.


"Bagaimana keadaan istri saya dokter?


"Maaf Pak kami sudah berusaha semaksimal mungkin tetapi Tuhan berkehendak lain!"ucap dokter itu menyayangkan kalau Sharma tidak bisa mereka selamatkan.


Mendengar penuturan dari dokter itu Erick langsung menjerit menangis histeris. Ia tidak tahu harus menjawab apa kepada kedua orang tua dan mertua nya.


Briptu Erick sangat rapuh, dia tidak sanggup harus kehilangan istri yang sangat ia cintai.


Erick langsung berlari menemui Sharma yang sudah terbujur di atas tempat tidur. Ketika suster Ingin menutup tubuh Sharma, Briptu Erick langsung berteriak dan membentak Suster itu menutup tubuh istrinya.


"Jangan kamu tutup!" istriku dia hanya tidur dia pasti masih hidup aku tahu dia kuat dan sayang sama aku. ucap Briptu Erick kepada perawat itu.


"Maaf Pak tapi Nyonya Sharma sudah tidak ada lagi. ucap Suster itu kepada Erick


"Tidak dia masih hidup aku yakin dia masih kuat ucap Briptu Erick sambil menghempaskan selimut yang dipegang oleh suster.


Bersambung.......

__ADS_1


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2