
Dikediaman pak sugito, Tampak Bu Rohana antusias menyambut kedatangan Sharma.
ketika Sharma dan Erick sudah berada dirumah Bu Rohana langsung menghampiri Sharma dan Briptu Erick. "Jadi ini toh neng geulis yang menolong suami ibu?" tanya Bu Rohana sambil mengebangkan senyumnya. "Geulis pisan ya neng." Ucap ibu Rohana sambil menyambut salam dari Sharma.
"Ah ibu bisa aja, mujinya." ucap Sharma sambil sedikit nyengir. "oh iya neng....ibu mengucapkan terimakasih banyak loh karna kamu sudah menolong suami ibu." ucap Bu Rohana. "Sama sama Bu.....lagian itu mungkin hanya kebetulan saja" Ucap Sharma.
Kalau begitu, sebagai ucapan terimakasih ibu...ini ada sesuatu untuk kamu." kata ibu Rohana sambil memberikan sebuah amplop berisi uang. "Maaf Bu.....saya tidak bisa menerima ini, saya menolong pak sugito tulus kok. Maaf tidak semua orang dapat dinilai dengan uang " ucap Sharma sambil bangkit dari tempat duduknya.
"Maaf Bu ....pak ..." saya harus pamit pulang dulu karna masih banyak tugas kuliah yang akan saya kerjakan, Permisi." ucap Sharma dan langsung berjalan menuju pintu keluar rumah. Tetapi Bu Rohana langsung menahan Sharma.
" Maafkan ibu nak....ibu tidak bermaksud menilai kamu dengan Uang, Tetapi ibu tulus memberikan kepada mu. Karna kalau tidak ada kamu, entah apa yang akan terjadi kepada suami Ibu." kata Bu Rohana sambil memohon kepada Sharma, agar Sharma tidak langsung pergi dari rumah pak sugito.
"Tidak apa apa Bu......." sahut Sharma. sementara Briptu Erick langsung meraih tangan Sharma agar Sharma tidak langsung pergi begitu saja dari rumah pak Sugito."Kamu mau kemana?" tanya Erick sembari langsung meraih tubuh Sharma langsung kepelukannya. Hal itu membuat Sharma terkejut
"Apa apa sih pak pol.....ngak bagus tau dilihatin orang tua, sudah besar tapi tingkah seperti bocah." gerutu Sharma karna Briptu Erick tiba tiba menarik Sharma kepelukannya. "Sudah saya katakan kalau kamu datang Kerumah ini bersama saya, maka kamu juga pulang harus sama saya titik.....tidak ada alasan karna saya tidak terima penolakan." kata Briptu Erick dengan tegas.
"Eh pak pol.....ini bukan di di Polda atau Polsek, jangan buat seperti bertugas dong." gerutu Sharma karna kesal melihat Briptu Erick yang berbicara sepeti bertugas saat melaksanakan tugasnya sebagai abdi negara. Melihat interaksi antara Sharma dan Briptu Erick, ibu Rohana dan pak Sugito mengebangkan senyumnya.
__ADS_1
"Oh iya nak Sharma.....ibu tadi sudah masakloh ....kita makan yuk" Ajak Bu Rohana sambil mengebangkan senyumnya. Seolah-olah ibu Rohana ingin sekali kalau Sharma tetapi Disana. dan tidak ingin berjauhan dari Sharma.
Sharma pun mengembangkan senyumnya. "Wah kebetulan nih Bu Sharma sudah lapar." ucap Sharma tanpa rasa malu membuat ibu Rohana semakin senang melihat keterbukaan Sharma yang tidak munafik sebagai seorang wanita. Keluarga pak Sugito menjamu Sharma makan malam.
Sementara Andita yang baru pulang rumah temanya terkejut melihat kehadiran Sharma disana. "Sharma.....loh kok bisa kamu ada dirumah saya." tanya Andita yang terkejut melihat sosok teman satu kelasnya dirumah.
"Andita ...." sahut Sharma yang tidak kalah terkejut melihat Andita dirumah pak sugito.
"Loh kok bisa ya ....jadi pak pol, kakak kamu Dit? tanya Sharma sedikit bingung."Ia Sar....kak Erick kakak aku." sahut Andita membuat Sharma kaget. "Ya ampun dit.....dunia ini sempit bangat ya!" ucap Sharma sambil nyengir.
"Sharma yang membawa ayah kerumah sakit, sewaktu ayah Koleps dipusat perbelanjaan." terang Briptu Erick.
Di sela-sela makan malam, Briptu Erick sedikit melirik ke arah Sharma."Cantik juga ini cewe, apa adanya lagi." gumam Briptu Erick didalam hati. Pak Sugito yang melihat putranya seperti tertarik kepada Sharma sang Dewi penolongnya, mengembangkan senyumnya."Semoga mereka berjodoh ya Allah." Doa pak Sugito dalam hati.
Jam makan malam sudah usai, Sharma berniat untuk pulang kekosnya. Tetapi Andita tidak membiarkan sahabatnya pulang. " sudah sar....kamu nginap disini saja malam ini." pinta Andita agar Sharma tidak pulang malam itu juga. "Maaf dit....tapi aku belum siap ngerjain tugas dari dosen killer itu" ucap sharma sambil nyengir karna mengatai dosennya killer.
"Itu masalah gampang sar....kan kita bisa minta bantuan sama kak Erick sang otak jenius." ujar Andita. " Loh kok jadi kakak yang dilibatkan dek?" tanya Briptu Erick. "Tidak perlu sok sok munafik deng kak .....kakak juga tidak ingin kan kalau Sharma pulang malam ini juga." ucap Andita berniat untuk menjahili kakaknya.
__ADS_1
Karna Andita sudah lama tidak melihat senyuman di wajah kakaknya semenjak ditinggal oleh veronica dan juga Chang mei.
Briptu Erick hanya terdiam dan tidak dapat menjawab. Karna adiknya memang benar kalau Briptu Erick menginginkan Sharma lebih lama tinggal dirumah pak Sugito.
Sementara ibu Rohana dan pak Sugito menginginkan Sharma menjadi menantu mereka. Karna menurut mereka Sharma berbeda dengan wanita wanita yang Mereka jodoh selama ini kepada Briptu Erick. "Yah.....sepertinya putra kita suka deh sama neng Sharma. apalagi neng Sharma geulis pisan yah" ucapan ibu Rohana sambil mengebangkan senyumya.
"Iya Bu.... kita Doakan saja mereka berjodoh. Ayah juga menginginkan mereka berjodoh" ucap pak Sugito kepada ibu Rohana yang menginginkan Sharma menjadi menantu mereka. Sementara Sharma yang kurang menyukai pria berprofesi sebagai perwira polisi tidak kepikiran kalau keluarga Erick berharap kalau sharma berjodoh dengan Briptu Erick.
Keesokan paginya Sharma terbangun Ndari tidurnya, Ia melihat sosok Andita ada disampingnya. "Ternyata gue nginap dirumah Andita." gumam Sharma yang baru Bangi dari tidurnya. Dengan langkah pelan Sharma keluar berniat untuk kedapur mengabil minum. Rutinitas Sharma tiap pagi harus meneguk air putih hangat dua gelas baru melaksanakan aktivitas lainnya.
Didapur Sharma dikejutkan dengan sosok Briptu Erick yang tiba tiba ada didapur. "Ya Allah....aku kira entah siapa ternyata pak pol" ucap Sharma yang terkejut melihat sosok Briptu Erick yang tiba tiba ada didekatnya sewaktu meneguk air putih yang diambil dari dispenser.
"Iya saya....." kamu ngapain didapur sendirian subuh subuh begini?" tanya Briptu Erick
"Memangnya pak pol tidak lihat kalau Sharma mengambil air putih? Yang pasti Karana mau minumlah." ucap Sharma. Membuat Briptu Erick menggelengkan kepalanya karna semanjak bertemu dengan Sharma, Sharma tidak pernah bersikap lembut terhadapnya.
Bersambung........
__ADS_1
hai hai para readears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏 jangan lupa beri like coment dan votenya ya.