Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)

Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)
DI PUNCAK BOGOR


__ADS_3

Suasana Ruangan kamar Sharma tampak ramai,keluarga besar pak Sugito dan sahabat Sahabat Sharma datang menjenguk Sharma ketika mereka mengetahui kalau Sharma sudah sadarkan diri. Tetapi pak Fernando tidak ada disana, karna kebetulan pak Fernando pulang ke puncak untuk sekedar berziarah ke makam Istrinya.


****


Tepatnya di kawasan puncak Bogor, pak sugito pergi ke makam istrinya untuk sekedar berziarah dan meluapkan rasa rindunya kepada istrinya ibu Meli


"Sayang lihatlah demi putri dan cucu kita aku bisa bertahan hidup, dan demi anak kita aku sanggup menjalani pengobatan yang begitu menakutkan buat mas. Tapi kamu tau justru sekarang Putri kita berbaring lemah dirumah sakit sayang, mas tidak tahu harus bagaimana." ucap pak Fernando sambil menangis di kisaran istrinya.


"Sayang apa yang harus mas lakukan,agar putri kita dapat terbangun lagi?"


"Mas tidak sanggup kalau harus kehilangan putri kita sayang. Setelah tiadanya kamu disisi mas, hanya Putri dan cucu kita yang mempu membuat aku bertahan sayang?" apa yang harus mas lakukan?" tangis pak Fernando pecah di atas pusaran istrinya.


Surya sang asisten yang sudah lama menemani dan mendampingi pak Fernando selama ini menangani perkebunan dan pabrik miliknya datang menghampiri pak Fernando.


"Pak sudah lah!" ini sudah takdir tidak perlu ditangisi lagi.


"Maaf nak Surya tapi bapak sangat merindukan istri bapak." ucap pak Fernando kepada Surya agar Surya membiarkan pak Fernando lebih lama si pusaran istrinya.


Awan sudah gelap, pertanda hujan akan turun sehingga Surya bersih keras untuk mengajak Fernando pulang ke rumah. Tetapi pak Fernando tidak ingin meninggalkan makam istrinya begitu saja.


"Ya Allah apa yang harus aku lakukan untuk kesembuhan putriku?"


"Mengapa ini harus terjadi kepada hidupku


"Kesalahan apa yang aku perbuat ya Allah?" sehingga aku begitu cepat ditinggalkan istri ku, dan sekarang putriku satu satunya berbaring lemah di rumah sakit." pertanyaan demi pertanyaan di lontarkan pak Fernando kepada Allah. Mengapa hidupnya menjadi seperti sekarang ini, hidup hanya seorang diri tanpa istri dan anak yang Ia sayangi.


"Sudah lah pak lebih baik kita pulang saja!" tidak ada yang salah disini, ini hanya takdir.Ucap Surya untuk menenangkan pak Fernando.


"Hujan mulai rintik, Surya memaksa pak Fernando untuk kembali kerumah agar kondisi pak Fernando tidak ngedrop.


"Pak ayo kita pulang."


"Tidak saya hanya ingin bersama istri saya disini." ucap pak Fernando.


Tiba tiba suara ponsel milik pak Fernando berdering,


"Pak ayo kita berteduh disana." ucap Surya sedikit memaksa.


kemudian pak Fernando pun mengikuti Surya pergi ke mobil untuk sekedar berteduh.

__ADS_1


suara posel pak Fernando kembali berdering.


"Pak sepertinya ponsel bapak berdering deh." ucap Surya kepada pak Fernando.


Pak Fernando mengabil ponselnya yang ada di saku celananya.Ia melihat nomor ponsel Briptu Erick yang menghubunginya.


"Hello nak!" sapa pak Fernando dengan Sura parau khas suara orang menangis.


"Hello papi!" sahut Sharma dirumahnya sakit,


pak Fernando terkejut mendengar suara yang memanggilnya papi!" bukanlah Briptu Erick, melainkan suara seorang wanita.


"Ini nak Sharma?"


"Iya pi!" ini Sharma."


"Benarkah ini Sharma putriku?"


" Iya pi!" ini sama Papi di mana?"


"Kamu sudah bangun sayang?"


"Papi akan segera sampai sayang kamu tenang saja." papi dalam perjalanan.


"Memangnya papi sekarang dimana?"


"Papi sangat merindukan mami kamu jadi Papi pergi berziarah ke makam mami kamu di Bogor." sahut pak Fernando.


Pak Fernando langsung memerintahkan Surya mengemudikan mobilnya menuju kota Jakarta Ia tidak perduli keadaan cuaca yang masih hujan deras. Yang pak Fernando inginkan ia harus segera sampai di rumah sakit dan dapat memeluk putrinya.


"Jalan sekarang kita langsung ke Jakarta!"


"Kita tidak sehingga di rumah dulu pak?"


"Tidak perlu!"


"Tapi hujan masih deras kah!"


"Tidak apa-apa Nanti juga reda!"sahut Pak Fernando.

__ADS_1


Surya pun melajukan mobilnya ke arah jalan raya menuju kota Jakarta. Ia pun ingin kalau Pak Fernando segera bisa melepaskan rasa rindunya kepada putrinya. Karena ia sudah melihat kerapuhan pak Fernando setelah kondisi Sharma yang begitu lemah di rumah sakit.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 4 jam mereka tiba di kota Jakarta. Tepatnya di rumah sakit tempat Sharma dirawat. Dengan tergopoh-gopoh pak Fernando berjalan masuk rumah sakit. Ketika dirinya berpaspasan dengan seorang suster Ia pun bertanya kepada suster dimana ruangan rawat inap Sharma.


Pak Fernando berlari kecil masuk ke ruang rawat inap Sharma, Ia sudah melihat anggota keluarga semua di sana sudah berkumpul. Pak Fernando langsung memeluk Sharma. tangisnya pun pecah melihat Sharma sudah terbangun, dari tidur panjangnya. Tetapi ia menangis bukan karena sedih melainkan karena bahagia melihat putri yang sangat ia sayangi kembali terbangun setelah satu setengah bulan tidur panjang di rumah sakit.


"Putriku Hua ....Hua...Hua.. Tangis Pak Fernando membuat suasana semakin terharu. semua orang yang hadir di sana pun tidak bisa membendung air matanya masing-masing melihat tangis Pak Fernando dan juga Sharma.


"Terima kasih putriku kamu telah kembali kepada kami."


"Maafkan Sharma Papi!" sudah membuat Papi khawatir."


"Tidak nak ini bukan salah kamu, ini masalah takdir."


Sharma kembali mengeratkan pelukannya kepada Kak pernando seolah dirinya tidak ingin ditinggal oleh Pak Fernando lagi.


"tapi jangan pernah meninggalkan Sharma dalam keadaan apapun!"


"Iya nak Papi janji akan selalu bersama kalian, Papi mampu bertahan hidup karena kalian."


Briptu Erick yang melihat interaksi antara pak Fernando dan juga Sharma pun meneteskan air matanya. Padahal Erick sangat mengetahui kalau mereka bukanlah ada ikatan darah. Tetapi karena pak Fernando yang selama ini merawat dan membesarkan Sharma sehingga ikatan itu sangat kuat.


Untuk rasa syukur yang mereka rasakan pak sugito merencanakan untuk mengadakan syukuran atas kembalinya Sharma kepada mereka. Semua anggota keluarga tampak antusias untuk mengadakan syukuran itu termasuk dengan Merli dan kedua sahabat Sharma.


Apalagi dengan Andita dan juga dokter Delon yang menjadi adik ipar Sharma. Mereka tampak sangat antusias untuk mengadakan syukuran.


"Untuk rasa syukur ini bagaimana kalau kita adakan syukuran bersama anak-anak yatim?"ucapakan pak Fernando kepada seluruh anggota keluarga


"Saya setuju sahut Briptu Erick." semua anggota keluarga pun menyetujui mengadakan acara syukuran dengan mengundang anak-anak yatim. Pak Fernando ingin menyumbangkan sebagian harta kekayaannya kepada anak-anak yatim yang membutuhkan.


Sharma bahagia mendengar rencana baik Papinya yang mau mau berbagi bersama orang yang membutuhkan.


"Ya sudah kalau Sharma sudah bisa kembali ke rumah, acaranya akan segera kita adakan. ucap pak sugito dan pak Fernando sambil mengembangkan senyumnya.


"Aku juga setuju banget acara ini kita lakukan." ucap Andita menggebu-gebu Begitu juga dengan ibu Rohana semua anggota keluarga tampak bahagia mendengar rencana Pak Sugito dan juga Pak Fernando.


Bersambung......


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2