Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)

Love Story'Of Panglatu ( Panglima Lajang Tua)
DI KAMPUS


__ADS_3

Keesokan harinya Sarma berniat pergi ke kampus Brawijaya. Ia ingin melanjutkan kuliahnya kembali setelah satu tahun vakum tidak melanjutkan perkuliahannya setelah menikah dengan Briptu Erick. Pagi-pagi sekali Sharma sudah bangun dari tidurnya agar Sharma dapat memberi waktu kepada baby Prasetya, suami, dan juga kuliahnya. Sharma ingin sekali cepat menyelesaikan studinya yang sudah terbengkalai selama satu tahun setelah pernikahannya dengan Briptu Erick.


"Sayang kamu hari ini jadi pergi ke kampus?"tanya Briptu Erick kepada Sharma.


"Iya Mas rencananya pagi ini Sharma pergi ke kampus untuk menyelesaikan segala administrasi yang diperlukan untuk melanjutkan studi Sharma di universitas Brawijaya.


"Iya sudah kalau begitu Sebelum Mas berangkat Tugas lebih baik Mas mengantar kamu lebih dulu baru Mas ke kantor."


"Tidak perlu mas!" Sharma bisa sendiri kok nanti mas terlambat." ucap Sharma mengkhawatirkan suaminya jika suaminya menghantarkan dirinya suaminya akan terlambat.


"Tidak sayang kamu tenang saja, lagian jarak antara kampus Brawijaya dengan kantor mas tidak begitu jauh kok." ucap Briptu Erick kepada Sharma


"Ya sudah Mas tidak apa-apa jika mas bisa mengatur waktu agar tidak terlambat nantinya.


Setelah selesai menyantap sarapan pagi, yang dibuatkan oleh asisten rumah tangga yang bekerja di kediaman Briptu Erick, Sharma dan Erick berpamitan kepada baby Prasetya dan juga pak Fernando. Setelah berpamitan kepada baby Prasetya dan kepada pak Fernando Sharma menitipkan baby Prasetiya kepada baby sister dan juga pak Fernando agar pak Fernando memantau dan ikut menjaga baby Prasetya saat Sharma berada di kampus.


Briptu Erick dan Sharma berlalu." Briptu Erik langsung melajukan mobilnya ke arah jalan raya menuju kampus Brawijaya. Setelah melakukan perjalanan sekitar 20 menit Sharma dan Erick tiba di universitas Brawijaya. Ketika Sharma turun dari mobil Zahra dan Morina yang melihat kedatangan Sharma ke kampus Brawijaya langsung mengembangkan Senyumnya. Begitu juga dengan teman-teman Sharma yang sudah sangat merindukan dirinya hadir di kampus Brawijaya. Apalagi Sharma terkenal dengan canda tawanya di kampus.


"Hai Sar!" kamu hari ini sudah mulai masuk ke kampus?" tanya Zahra dan Morina kompak.


"Iya nih!" garing juga di rumah melulu." Sharma memberikan pelukan hangat kepada kedua sahabatnya. Sementara Briptu Erick langsung mengembangkan senyumnya melihat kedekatan ketiga sahabat itu


"Sayang mas pamit dulu ya!" Mas langsung tugas nih." ucap Briptu Erick kepada Sharma sambil langsung mengecup kening Sharma di hadapan Zahra dan Morina.


"Ih romantis banget sih di hadapan kita kita."gerutu Zahra yang melihat keromantisan Briptu Erick dengan Sharma.


"Nggak usah menggerutu seperti itu yang hanya kamu yang lebih romantis dengan masterless ucap karena sambil mengembangkan senyumnya kepada kedua sahabatnya yang memperhatikan keromantisan sama dengan Erik.


"Tidak usah saling mengejek, sama-sama kok mas Antonio aku juga romantis Walaupun dia sudah duda." ucap Morina sambil cengengesan disambut dengan Zahra.


"Sepertinya lebih romantis deh suamiku my baby Charles." ucap Zahra memuji suaminya yang lebih romantis dibandingkan suami kedua sahabatnya.


"Ya sudah tidak perlu berdebat. Namanya suami kita juga sahabat, kita juga sahabat." Ya sama-sama dong Orang itu juga saling cerita kok." ucap Morina kepada Sharma dan juga Zahra.


"Memang laki-laki mau juga ya ngerumpi?"

__ADS_1


"Siapa bilang laki-laki tidak pernah ngerumpi Bahkan mereka sampai membahas masalah di ranjang." ucap Sharma sambil cengengesan."


"Kok kamu tau laki-laki mau ngerumpi sampai membahas masalah di ranjang?"tanya Zahra kepo


"Kamu kepo banget sih?"


"Iya dong Siapa juga yang tidak kepo masa suami-suami kita ngerumpi sampai ngebahas masalah di ranjang?" ucap Zahra kepada Morina dan juga Sharma.


Sharma, Zahra dan juga Morina langsung tertawa ngakak. Mereka bisa membayangkan suami-suami mereka ngerumpi seperti wanita yang sedang ngerumpi sampai membahas masalah ranjang.


"Jadi Mas Antonio cerita juga mau menggempur ku sampai tiga ronde satu malam?"ucap Morina sambil nyengir


"Sepertinya iya!" karena suami aku juga seperti itu mau menggempur ku di kamar Mandi bahkan tidak memandang tempat jika dirinya menginginkannya ia langsung memintaku untuk melayaninya."ucap Zahra sambil tertawa ngakak.


Ketika ketiga sahabat itu saling bercerita masalah suami mereka. Tiba-tiba seseorang datang menghampiri Sharma, Zahra dan juga Morina.


"Hai semua lagi ngapain sih Kok ketawa nya enak banget didengar?"kata salah seorang mahasiswa universitas Brawijaya.


Dia dikenal orang-orang sebagai atlet bulutangkis di universitas Brawijaya.


"Tidak kok kami tidak membahas apa-apa namanya juga wanita kamu seperti tidak tahu saja?"ucap Morina kepada Bagas.


"Iya berkelana dulu selama satu tahun."


"Gue serius nanya loh!"


"Siapa juga yang main-main, tanya nih Zahra sama Morina.


"Kamu kemana saja?"


"Ada deh Mau tahu apa mau tahu banget?


"Mau tau banget dong?"


Bagas memang belum mengetahui masalah pernikahan sharma dengan Briptu Erick. Karena teman-teman Sharma yang ada di kampus Brawijaya pada saat itu tidak mengundang oleh Sharma kecuali Zahra dan Morina.

__ADS_1


"Aku selama ini mencari kamu loh?"


"Untuk apa kamu mencari aku?"


"Karena aku merindukan sosok Sharma hadir di kampus ini?


"Karena kalau tidak ada kamu keadaannya tidak asik?"


"Masa sih!"


"Iya aku serius! kurang enak kalau tidak mendengar canda dan tawamu." ucap Bagas sambil cengengesan.


"Ya sudah deh mulai besok aku sudah mulai masuk kampus. Kamu tenang saja nanti kamu bakalan dengar canda tawaku yang tidak seberapa ini." ucap Sharma sambil memandang kepada kedua sahabatnya Morina dan Zahra.


Sharma tidak mengetahui bahwasanya selama ini Bagas memiliki rasa kepada Sharma. Tetapi kedua sahabatnya Morina dan Zahra sepertinya mengetahui sehingga Zahra menatap Sharma dengan tatapan penuh tanya.


"Kalau begitu gas aku pamit dulu ya soalnya aku mau ke ruang administrasi untuk menyelesaikan administrasi ku agar aku dapat melanjutkan kuliahku di sini bersama kalian." ucap Sarma kepada Bagas.


"Ya sudah deh kalau begitu saya minta nomor whatsApp kamu bisa?"


"Untuk apa gas?"


"Siapa tau ada penting, kan bisa nanya langsung sama kamu!"ucap Bagas beralasan agar dirinya dapat mendapatkan nomor WhatsApp milik Sharma.


Karena selama ini Zahra dan Morina tidak berani memberikan nomor whatsApp Sharma kepada Bagas. Karena Mereka takut jika Bagas mengetahui nomor whatsApp milik Sharma. Bagas akan merasa mendapat harapan kepada Sharma.


"Maaf gas sepertinya aku kelupaan membawa ponsel karena tadi buru-buru, nomor WhatsApp ku juga tidak ingat." ucap Sarma berbohong agar Bagas tidak sakit hati kepada Sharma karena Sharma tidak memberikan nomor whatsApp miliknya kepada Bagas.


"Ya sudah kamu save aja nanti nomor WhatsApp aku ya." ucap Bagas sembari langsung memberikan nomor ponselnya kepada Sharma.


"Iya tidak apa-apa!" sini nanti aku akan save di ponsel aku kalau sudah tiba di rumah."ucap Sharma sembari menerima nomor WhatsApp milik Bagas.


Bersambung....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


mampir juga kekarya outhor yang baru ceritanya seru loh



__ADS_2